Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

EFEKTIFITAS BREAST CARE POST PARTUM TERHADAP PRODUKSI ASI Titik Wijayanti; Atik Setiyaningsih
Jurnal Kebidanan VOLUME 08 No.02, DESEMBER 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v8i02.224

Abstract

ABSTRAKPerawatan payudara masa nifas (Breast Care Post Partum) merupakan suatu kebutuhan bagi ibu nifas. Dimana dengan perawatan payudara akan sangat membantu pengeluaran ASI yang berimbas pada peningkatan produksi ASI. Dengan produksi ASI yang berlimpah, bayi akan mendapatkan ASI Eksklusif. Cakupan ASI Eksklusif di kab. Semarang  pada tahun 2014 masih dibawah target  yaitu 44,3 %, demikian juga di Susukan hanya sebesar 24,8 % (Profil Kesehatan Kabupaten Semarang tahun 2014). Banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan ASI Eksklusif, salah satunya adalah faktor rangsangan yang berupa perawatan payudara. Apabila seorang ibu nifas diberi rangsangan berupa metode breast care secara rutin akan membantu meningkatkan produksi ASI sehingga ibu bisa menyusui secara eksklusif. (Soetjiningsih, 2010). Penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan non equvalentcontrol group desain yaitu suatu penelitian yang terdapat kelompok perlakukan dan kelompok kontrol. (Notoatmodjo, 2005). Kelompok kontrol adalah ibu nifas yang tidak dilakukan breast care dan kelompok perlakuan adalah ibu nifas dengan breast care. Responden adalah ibu nifas hari ke-1 sampai hari ke-7. Untuk kelompok perlakuan diberikan breast care 2x sehari (pagi dan sore)  kemudian diobservasi produksi ASI-nya pada hari ke-8. Responden sejumlah 36 ibu nifas, diambil dengan tehnik purposive sampling terdiri dari 18 ibu nifas dengan breast care  dan 18 ibu nifas tidak diberikan breast care. Hasil perhitungan independent t-test diketahui bahwa besarnya nilai t-hit (16.40) > t-tab (1.691). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Breastcare Postpastum efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.Kata Kunci : Produksi ASI, Breast Care post partum..POSTPARTUM BREASTCARE EFFECTIVENESS OF PRODUCTION ASI ABSTRACTBreast Care Post Partum is a requirement for postpartum mothers. Where to breast care will greatly assist ASI expenditures which impact on the increase in milk production. With the abundant production of milk, the baby will be breastfed exclusively. Scope of exclusive breastfeeding in the district. Semarang in 2014 was still below target at 44.3%, so in Susukan only by 24.8% (Semarang District Health Profile 2014). Many factors affect the low coverage of exclusive breastfeeding, one of which is a factor stimulation in the form of breast care. If a given stimulus in the form of postpartum mothers breast care routine methods will help increase milk production so that mothers can breastfeed exclusively. (Soetjiningsih, 2010). Study is a quasi-experimental research with non equvalentcontrol approach to the design of a study group contained treatment group and the control group. (Notoatmodjo, 2005). The control group was postpartum mothers who do not breast care and the treatment group was puerperal women with breast care. Respondents are postpartum mothers day 1 to day 7. For the treatment group given breast care 2x a day (morning and evening) and then observed their milk production on the 8th day. Respondents number 36 puerperal women, taken by purposive sampling technique consisted of 18 puerperal women with breast care and 18 postpartum mother was not given breast care. Results of independent t-test calculation is known that the value of t-hit (16:40) > t-tab (1.691). It can be concluded that Breastcare Postpastum effectively increase milk production in nursing mothers.Keywords: milk production, post partum Breast Care.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA LANSIA Titik Wijayanti; Atik Setiyaningsih
Jurnal Kebidanan VOLUME 18, NO.01 JUNI 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v18i01.1002

Abstract

ABSTRAK : Latar belakang. Di Boyolali hipertensi menempati jumlah kasus terbanyak penyakit tidak menular. Faktor resiko hipertensi yang dapat diubah perlu menjadi perhatian meliputi merokok, obesitas, gaya hidup, stress. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 10 November 2023, di Posyandu Lansia Anggrek dari 54 wanita lansia sebanyak 36 (66,7%) mengalami hipertensi. Tujuan Penelitian. Mengetahui hubungan faktor obesitas dan genetik dengan Kejadian Hipertensi pada lansia di Posyandu Lansia Anggrek dusun Solo Tempel. Desain Penelitian. Penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya yaitu seluruh wanita lansia dengan hipertensi di Posyandu Lansia Anggrek dusun Solo Tempel pada bulan Februari dan Maret 2024 sebanyak 33. Tehnik sampling dengan accidental sampling yaitu sebagian wanita lansia dengan hipertensi yang hadir di Posyandu Lansia Anggrek dusun Solo Tempel pada bulan Februari-Maret 2024 sejumlah 31. Analisis bivariat menggunakan uji Kendal Tau. Hasil Penelitian. Sebanyak 12 responden (38,7%) memiliki berat badan normal, 26 responden (83,9%) memiliki riwayat genetik hipertensi dan 10 responden (32,3%) mengalami hipertensi stadium 3. Berdasarkan hasil uji Kendall Tau didapatkan nilai p-value 0,004 < 0,05 artinya ada hubungan faktor obesitas dengan kejadian hipertensi pada wanita lansia dan p-value 0,000 < 0,05 artinya ada hubungan faktor genetik dengan kejadian hipertensi pada lansia. Kata kunci: Genetik, Hipertensi, Obesitas, Wanita lansia
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PARITAS DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANC PERTAMA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS JUWANGI Siti Agustina; Titik Wijayanti; Triani Yuliastanti
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 17 No 1
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LRPMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Achievements visit antenatal care first (K1) in the District Juwangi in 2025 was 87%, still is below the national target of ≥95 %. Compliance Mother pregnant in do first ANC visit influenced by various factors , including level knowledge And parity . Study This aim know connection level knowledge And parity with compliance first ANC visit on Mother pregnant at the Community Health Center Fragrant . Study use method quantitative with design cross sectional . Population study is all over Mother pregnant in the area Work Community Health Center Juwangi on April 2026. Sampling technique using quota sampling with amount sample of 30 respondents, respondents are pure K1. Data collection using questionnaire knowledge And sheet observation. The knowledge in questin is knowlwdge about the objectives, benefits, and timing of ANC imlementation. Data analysis using test Chi-Square . Results study show part big respondents own level knowledge not enough as many as 12 respondents (40%), some of them big 27 respondents ( 90 %) were multigravida , and the majority of respondents were compliantwith attending the first antenatal care (ANC) visit before 12 weeks of gestasion according to the standart (pure K1) as many as 16 respondents (53.3%). Results analysis show there is connection significant between level knowledge with compliance first ANC visit with a p-value of 0.000 < 0.05 . No there is connection significant between parity with compliance first ANC visit with a p-value of 0.626 > 0.05 . The conclusion of this study shows a relationship between pregnant women's knowledge and compliance with their first ANC visit. Meanwhile, parity, or the number of deliveries experienced, does not affect the level of pregnant women's compliance with their first ANC visit. Keywords : ANC, compliance, parity, knowledge.
HUBUNGAN PARITAS DAN KELAINAN LETAK DENGAN KEJADIAN KPD IBU BERSALIN DI RSUD WARAS WIRIS BOYOLALI TAHUN 2025 Trilies Pancesih Qobadiyah; Titik Wijayanti; Novita Nur Hidayati
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i02.681

Abstract

Latar Belakang. Ketuban Pecah Dini atau KPD terjadi karena melemahnya daya tahan ketuban dipercepat dengan adanya infeksi yang mengeluarkan enzim proteolotik dan kolagenase. Faktor resiko terjadinya preeklampsia diantaranya paritas dan letak janin. Pada tahun 2025 terdapat 562 ibu bersalin dan 220 diantaranya mengalami KPD atau 39,14%. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas dan kelainan letak dengan Kejadian KPD pada ibu bersalin. Metode Penelitian. Penelitian kuantitatif dengan design restrospektif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh ibu bersalin di RSUD Waras Wiris Boyolali tahun 2025 yaitu sejumlah 562. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. Alat instrument yang digunakan adalah lembar rekapitulasi data dari rekam medis. Analisis data menggunakan chi square. Hasil Penelitian. Responden paling banyak berumur 20-35 tahun sejumlah 297 responden (52,8%), pekerja sebanyak 298 responden (53%), memiliki riwayat KPD sebanyak 288 responden (51,2%), memiliki Hb ?11 gr/dL yaitu 358 responden (63,7%), multipara sejumlah 266 responden (47,3%), tidak memiliki kelainan letak sebanyak 295 responden (52,5%), tidak mengalami kejadian KPD ada 342 responden (60,9%). Hasil uji chi square untuk paritas p-value 0.000 dan kelainan letak p-value 0,000, kedunya < 0,05 artinnya Ha diterima dan Ho ditolak maka ada hubungan antara Paritas dan kelainan letak janin terhadap Kejadian KPD pada Ibu bersalin di RSUD Waras Wiris Andong Boyolali.
HUBUNGAN IMT DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI RSUD WARAS WIRIS BOYOLALI TAHUN 2025 Meynita Ayu Ratnadilla; Titik Wijayanti; Novita Nur Hidayati
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i02.682

Abstract

Latar Belakang. Sekitar 342.000 ibu hamil mengalami preeklamsia. Preeklamsia termasuk dalam tiga penyebab utama komplikasi selama kehamilan maupun persalinan. Faktor resiko terjadinya preeklampsia diantaranya usia ibu, pendidikan, pekerjaan, paritas dan indeks massa tubuh ibu. Pada tahun 2025 terdapat 986 ibu hamil dan 154 diantara mengalami preeklampsia dalam kehamilan atau 15,61%. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan paritas dengan Kejadian Preeklampsia ibu hamil. Metode Penelitian. Penelitian kuantitatif dengan design restrospektif. Populasi penelitian ini yaitu seluruh ibu hamil yang berkunjung RSUD Waras Wiris Boyolali pada 1 Januari – 31 Desember tahun 2025 yaitu sejumlah 986 ibu hamil. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi, jumlah sampel memenuhi kriteria sebanyak 310. Alat instrument yang digunakan adalah lembar rekapitulasi data dari rekam medis. Analisis data menggunakan chi square. Hasil Penelitian. Responden paling banyak berumur 20-35 tahun sejumlah 185 responden (59,7%), berpendidikan dasar 138 responden (44,5%), pekerja sebanyak 169 responden (54,5%), multipara sejumlah 126 responden (40,6%), memiliki IMT normal yaitu 120 responden (38,7%). Hasil uji chi square untuk IMT p-value 0.000 dan paritas p-value 0,000, keduanya < 0,05 artinnya Ha diterima dan Ho ditolak maka ada hubungan antara IMT dan Paritas terhadap Kejadian Preeklampsia pada Ibu Hamil di RSUD Waras Wiris Andong Boyolali.
HUBUNGAN PAPARAN ASAP ROKOK DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA JERUKAN KECAMATAN JUWANGI KABUPATEN BOYOLALI Intan Sariyani; Titik Wijayanti; Triani Yuliastanti
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i02.683

Abstract

Data stunting di kabupaten Boyolali tahun 2025 adalah 9,91% kasus, di desa Jerukan sebanyak 28,48%. Paparan asap rokok merupakan salah satu faktor risiko lingkungan yang potensial memunimbulkan resiko stunting selain itu, ISPA, sindrom kematian mendadak pada bayi, dan infeksi telinga. Paparan asap rokok di desa Jerukan sebanyak 62,75% rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paparan asap rokok dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di desa Jerukan kecamatan Juwangi kabupaten Boyolali". Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei analitik cross sectional. Populasi sejumlah 104 responden. Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner paparan asap rokok dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 53 (51,0%) responden yang terpapar asap rokok terdapat 16 (15,4%) mengalami stunting dan 51 (49,0%) yang tidak terpapar asap rokok terdapat balita stunting sebanyak 4 (3,8%). Berdasarkan uji Chi-Square nilai p-value 0,004 (p < 0,05), nilai Pearson Chi-Square 8,355. Sehingga H0 di tolak dan Ha diterima  Kesimpulan menunjukan hubungan yang signifikan antara paparan asap rokok dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di desa. Saran untuk orang tua balita untuk tidak merokok di dalam rumah atau di dekat balita, menciptakan lingkungan rumah bebas asap rokok.