Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Important Entrepreneurial Characteristics to Survive in the Covid-19 Pandemic Era (Case Study on Alumni Business Administration Program of Atma Jaya Catholic University of Indonesia) Ati Cahayani; Aristo Surya Gunawan
Conference Series Vol. 3 No. 1 (2020): International Conference on Global Innovation and Trends in Economy 2020
Publisher : ADI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Covid-19 pandemic era not only caused problems in the health sector but also in the economic sector. Indonesia's neighbouring country, has entered a recession. We have not yet entered a recession, but it seems unavoidable. One important thing that is expected to support national economic resilience from recession is entrepreneurs, especially the MSMEs entrepreneurs. This study will analyze the essential characteristics possessed by six alumni of the Business Administration Program, Atma Jaya Catholic University of Indonesia, who are MSMEs entrepreneurs. The main concept used in this study is the entrepreneurial characteristics from Longenecker and Hornaday. The research method used is qualitative with descriptive data analysis techniques. Researchers used convenience technique sampling and used the first data source by interviewing informant and secondary data sources about informant business activity. The conclusion from this research is that the six informants have the entrepreneurial characteristics from Longenecker.
Analisis Entrepreneurial Characteristics Bagi Keberlangsungan Bisnis di Era Pandemi Covid-19 Pada Wirausahawan UMKM Ekonomi Kreatif di Jakarta Aristo Surya Gunawan; Ati Cahayani
Jurnal Serasi Vol 20, No 1 (2022)
Publisher : Akademi Sekretari Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi ini membawa dampak negatif yang sangat besar bagi sektor bisnis, terutama bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kendati demikian, ekonomi kreatif masih memiliki potensi besar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik entrepreneurial yang penting bagi keberlangsungan usaha di era pandemi di kalangan wirausahawan UMKM pelaku ekonomi kreatif di Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan analisis data kuantitatif yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner terhadap 75 orang responden. Analisis data kuantitatif yang digunakan adalah nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek kepribadian (memiliki kepekaan, bertanggung jawab, jujur, dewasa) merupakan karakteristik entrepreneurial yang dominan dan dirasakan penting agar bisa mempertahankan bisnis di tengah pandemi COVID-19. Kata kunci    : Karakteristik, entrepreneurial, ekonomi, kreatif, pandemi
Analisis Adversity Quotient Wirausaha UMKM Industri Kreatif di Era Pandemi Covid di DKI Jakarta Ati Cahayani; Aristo Surya Gunawan
Prosiding Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Vol. 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.558 KB) | DOI: 10.33479/sneb.v1i.196

Abstract

Abstrak. Wirausaha, khususnya pemilik UMKM, dalam bidang industri apa pun sering kali menghadapi ketidakpastian dalam menjalankan bisnisnya. Tetapi di era Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, tingkat ketidakpastian sangat tinggi, dan bahkan terjadi disrupsi dalam berbagai bidang. Situasi yang sangat tidak pasti ini menuntut adanya kecerdasan dalam menghadapi masalah atau kesulitan, atau biasa disebut sebagai adversity quotient. Penelitian ini mengkaji adversity quotient yang dimililki oleh wirausaha UMKM khususnya untuk industri kreatif di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan dilakukan dengan teknik purposif dan convenient. Data yang didapat dianalisis dengan teknik analisis konten. Adapun hasil analisis penelitian ini adalah, informan yang diwawancarai memiliki adversity quotient yang tinggi, di mana mereka tetap berusaha mencari jalan keluar agar bisnis mereka tetap dapat berjalan. Walaupun seluruh informan mengakui mereka mendapat atau menghadapi masalah selama menjalani bisnis, mereka tetap merasa yakin dapat mengatasi masalahnya. Walaupun ada informan yang pernah berganti bisnis, tetapi informan tersebut tidak “kapok” menjadi wirausaha.
Analysis Entrepreneurial Characteristic that Supports Culinary Entrepreneurs to Survive During Covid-19 Pandemic Aristo Surya Gunawan; Ati Cahayani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i11.13943

Abstract

During COVID-19 pandemic, almost all economic sector in Indonesia fell. Accommodation, food and beverage (culinary) sectors were the third largest industry after the manufacturing and construction industry, which laid off workers. There was one interesting point, in this pandemic storm MSMEs were affected quite badly compared to the economic crisis hit in late 90s. Another interesting point was that some of MSMEs suffered from profit decrease to loss and even bankruptcy. However, some MSMEs could survive. What makes them survive? Through researchers observation, we saw that culinary entrepreneurs as respondents consider some behaviors to be the key to their business survival during the pandemic. Based on theory these behaviors are considered as entrepreneurial characteristics. The research objective of this article is to test confirmation among respondents that entrepreneurial characteristic is the key to survival regarding the demographic and experience factors. This research used a descriptive quantitative method and Levane’s test for equality of variances. As the result respondents showed no differences based on their demographic and experience factors to see that entrepreneurial characteristics is the key of their survival during the pandemic.
PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK MELALUI PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA Cahayani, Ati; Widiasari, Natalia; Gunawan, Aristo Surya
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i2.780

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui alasan mahasiswa mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, ketercapaian pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dan manfaat dari program tersebut. Merdeka Belajar Kampus Merdeka adalah salah satu program dalam transformasi kebijakan pendidikan yang mengafirmasi proses pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik. Namun, tanpa implementasi yang memadai, kebijakan yang secara normatif ideal dan mencerahkan hanya akan menjadi riak tanpa ada perubahan berarti. Peserta didik sebagai pelaku aktif perlu dilibatkan dalam kebijakan di tingkat terendah dengan memberikan umpan balik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui studi kasus. Responden penelitian merupakan mahasiswa peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta. Data dianalisis secara deskriptif, dan hasil analisis menemukan bahwa motivasi mahasiswa mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka nonkelas adalah untuk pemahaman konsep dan pembentukan karakter. Sedangkan partisipan Merdeka Belajar Kampus Merdeka kelas memiliki orientasi utama untuk konversi nilai. Tidak terdapat perbedaan ketercapaian pembelajaran berdasarkan kriteria popularitas, kesesuaian bidang usaha, maupun lokasi mitra program. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka juga dinyatakan bermanfaat untuk mengasah kemampuan adaptasi dan pengembangan soft skill dengan mengenal budaya organisasi dan cara belajar yang berbeda.
PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK MELALUI PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA Cahayani, Ati; Widiasari, Natalia; Gunawan, Aristo Surya
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i2.780

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui alasan mahasiswa mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, ketercapaian pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dan manfaat dari program tersebut. Merdeka Belajar Kampus Merdeka adalah salah satu program dalam transformasi kebijakan pendidikan yang mengafirmasi proses pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik. Namun, tanpa implementasi yang memadai, kebijakan yang secara normatif ideal dan mencerahkan hanya akan menjadi riak tanpa ada perubahan berarti. Peserta didik sebagai pelaku aktif perlu dilibatkan dalam kebijakan di tingkat terendah dengan memberikan umpan balik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui studi kasus. Responden penelitian merupakan mahasiswa peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta. Data dianalisis secara deskriptif, dan hasil analisis menemukan bahwa motivasi mahasiswa mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka nonkelas adalah untuk pemahaman konsep dan pembentukan karakter. Sedangkan partisipan Merdeka Belajar Kampus Merdeka kelas memiliki orientasi utama untuk konversi nilai. Tidak terdapat perbedaan ketercapaian pembelajaran berdasarkan kriteria popularitas, kesesuaian bidang usaha, maupun lokasi mitra program. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka juga dinyatakan bermanfaat untuk mengasah kemampuan adaptasi dan pengembangan soft skill dengan mengenal budaya organisasi dan cara belajar yang berbeda.
Value of National Cultural Dimension of Social Entrepreneurship in Indonesia Cahayani, Ati; Gunawan, Aristo Surya; Khafian, Nidaan
BISNIS & BIROKRASI: Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi Vol. 31, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social entrepreneurship in Indonesia has multiplied. They are more public figures in the field of social entrepreneurship. The fundamental value that made them set up social entrepreneurship is caring. However, it assumed that those specific fundamental values make social entrepreneurship in Indonesia unique. These values reflect the national cultural dimensions of social entrepreneurship in Indonesia. This study wants to analyze whether the national cultural dimensions of the seven organizations are identical using a qualitative method for analyzing secondary and primary data. Primary data were obtained from interviews with seven owners or leaders of the social enterprises, and the sampling technique used was purposive sampling. Secondary data were obtained from those seven social enterprises' literature or the official site. The method of analysis that was used is content analysis. The finding is that the founders' values influence five national cultural dimensions in those seven organizations.
Penyuluhan Aktivitas Pembelajaran Aktif Inovatif untuk Membentuk Karakter Anak di Yayasan Sosial Lumba-Lumba Cahayani, Ati; Cahayani, Ati Cahayani; Gunawan, Aristo Surya
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v9i1.6643

Abstract

Penguatan karakter peserta didik menjadi salah satu sasaran yang ingin dituju dan unsur kreatif dan inovatif menjadi tata nilai dari Kemendikbudristek. Penguatan karakter peserta didik akan sangat baik bila dilakukan sejak anak usia dini karena usia dini merupakan masa di mana manusia sangat kreatif dan sangat peka dengan rangsang. Oleh karena pembelajaran anak usia dini memegang peranan sangat penting dalam perkembangan diri seorang manusia, maka pembelajaran anak usia dini harus dirancang sebaik mungkin dengan mempertimbangkan perkembangan kognisi dan emosi anak serta dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi yang ada. Adapun tujuan tim pengabdian Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya ini adalah untuk memberikan penyuluhan tentang aktivitas pembelajaran sederhana yang aktif-inovatif dan menyenangkan untuk membentuk karakter anak kepada guru-guru dan perwakilan orangtua murid di Yayasan Lumba-Lumba. Metode yang digunakan adalah 1) penyuluhan tentang kegiatan belajar yang menyenangkan, sederhana, aktif, dan inovatif, dalam upaya membentuk karakter siswa. 2) Simulasi atau demo aktivitas belajar sambil bermain/belajar yang menyenangkan, seperti  permainan kelompok. Dari kegiatan yang berlangsung singkat, memang belum bisa diukur ketercapaian kegiatan secara mendalam. Apalagi pola pikir dan pola asuh yang diterapkan di keluarga di kawasan tersebut telah berlangsung bertahun-tahun dan bahkan mungkin berpuluh tahun, turun-temurun. Perlu kegiatan serupa  yang dilakukan berulang kali yang diberikan kepada warga di kawasan tersebut yang merupakan warga binaan Yayasan Sosial Lumba-Lumba.
PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK MELALUI PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA Cahayani, Ati; Widiasari, Natalia; Gunawan, Aristo Surya
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i2.780

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui alasan mahasiswa mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, ketercapaian pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dan manfaat dari program tersebut. Merdeka Belajar Kampus Merdeka adalah salah satu program dalam transformasi kebijakan pendidikan yang mengafirmasi proses pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik. Namun, tanpa implementasi yang memadai, kebijakan yang secara normatif ideal dan mencerahkan hanya akan menjadi riak tanpa ada perubahan berarti. Peserta didik sebagai pelaku aktif perlu dilibatkan dalam kebijakan di tingkat terendah dengan memberikan umpan balik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui studi kasus. Responden penelitian merupakan mahasiswa peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta. Data dianalisis secara deskriptif, dan hasil analisis menemukan bahwa motivasi mahasiswa mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka nonkelas adalah untuk pemahaman konsep dan pembentukan karakter. Sedangkan partisipan Merdeka Belajar Kampus Merdeka kelas memiliki orientasi utama untuk konversi nilai. Tidak terdapat perbedaan ketercapaian pembelajaran berdasarkan kriteria popularitas, kesesuaian bidang usaha, maupun lokasi mitra program. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka juga dinyatakan bermanfaat untuk mengasah kemampuan adaptasi dan pengembangan soft skill dengan mengenal budaya organisasi dan cara belajar yang berbeda.
Analisis Manfaat Program MBKM sebagai Upaya Menjawab Tantangan Kebutuhan Keterampilan Kerja (Studi Kasus Hibah PKKM-UAJ Tahun 2022) Cahayani, Ati; Gunawan, Aristo Surya
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i5.15373

Abstract

Data Februari 2023 angkatan kerja yang masuk dalam kategori pengangguran terbuka ada 7,99 juta orang dari beragam tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan. Persentase pengangguran terbuka lulusan Diploma IV/S1/S2/S3 lebih tinggi dari lulusan SMP dan SD ke bawah. Kondisi ini memprihatinkan, karena berarti cukup banyak lulusan Diploma IV/S1/S2/S3 tidak terserap di pasar tenaga kerja. Untuk memfasilitasi mahasiswa agar dapat memiliki sejumlah keterampilan kerja, pemerintah pada tahun 2020 mencetuskan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Apabila ditelaah dari metode pembelajaran, program MBKM ini, baik kelas maupun non-kelas, mewujudkan bentuk pembelajaran aktif (active learning) dan pembelajaran berpusat pada siswa (student centered learning). Peneliti ingin mengetahui apakah mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan MBKM mendapat manfaat yang dapat menjawab tantangan di dunia kerja, khususnya keterampilan yang diperlukan di tahun 2025. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi tim pengelola MBKM di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dengan data kuantitatif serta merupakan penelitian sensus. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan MBKM ini memberi manfaat yang banyak bagi mahasiswa pesertanya, khususnya dari sudut keterampilan, baik keterampilan lunak maupun keterampilan keras, yang dapat berguna di dunia kerja kelak. Saran dari peneliti, kegiatan MBKM ini tetap dilaksanakan, baik oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia maupun Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, mengingat manfaat yang dimiliki oleh kegiatan MBKM ini. Dan untuk meningkatkan minat mahasiswa mengikuti kegiatan MBKM ini, perlu diadakan sosialisasi terus-menerus dan juga cerita-cerita sukses para peserta MBKM agar meningkatkan minat mahasiswa yang tidak tertarik mengikuti program MBKM ini.