Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendekatan Humanisme Religius Mbah Kiai Nur Salim Jabung dalam Pendidikan Islam kholis anwari; M. Sholihun; M. Hadi Sutiyo; Endang Tyasmaning
Akademika: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2021): Akademika: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/akademika.v3i2.370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran terkait pendekatan humanisme religius Mbah Kiai Nur Salim Jabung dalam pendidikan dasar islam. Humanisme religius merupakan bagian dari humanisme Islam (literer, religius, filosofis) yang bisa diimplementasikan dalam pendidikan dasar Islam. Dalam artikel ini, penulis menemukan humanisme religius Mbah Yai Nur Salim Jabung lebih relevan diterapkan dalam pendidikan dasar Islam karena lebih kontektstual, tidak mendewakan akal, ortodok, dan menekankan nilai tasawuf sesuai karakter religius dalam penguatan pendidikan karakter. Pemerolehan data menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun pengambilan datanya diperoleh melalui teknik triangulasi. Tujuan pendidikan dasar islam berorientasi ukhrawi dan duniawi. Pendidikan Islam harus membentuk manusia seorang hamba yang taat kepada Allah dan membentuk manusia yang mampu menghadapi segala bentuk persoalan kehidupan dunia
Strategi Dakwah Kh Ali Muzaki Dalam Menyampaikan Ajaran Islam Ala Mbah Kh Nur Salim Kepada Masyarakat Di Jabung M. Hadi Sutiyo
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v6i2.4227

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi dakwah KH Ali Muzaki dalam menyampaikan ajaran Islam ala Mbah KH Nur Salim kepada masyarakat di Jabung. KH Ali Muzaki menggunakan pendekatan dakwah berbasis kegiatan rutin yang menyentuh berbagai dimensi spiritual dan sosial masyarakat. Adapun metode dakwah meliputi pengajian mingguan tiap malam Rabu, yang diisi dengan pembacaan Surah Al-Waqi'ah dan ceramah agama untuk memperkuat akidah dan pemahaman dasar Islam. Selain itu, pada Minggu Pon pagi, KH Ali Muzaki mengadakan dzikrul ghafilin dan pengajian sebagai sarana meningkatkan spiritualitas dan ikatan antarumat. Pada malam Minggu Pon, diadakan kegiatan pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, dilanjutkan dengan pengajian untuk memperkenalkan teladan dari ulama besar serta memperdalam kecintaan pada tokoh-tokoh sufi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi guna memahami secara mendalam penerapan strategi dakwah KH Ali Muzaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui rutinitas pengajian ini, masyarakat Jabung mengalami peningkatan dalam pemahaman agama dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Strategi dakwah yang diterapkan berhasil membangun komunitas yang beragama secara lebih baik dan konsisten.
Moderate Islam As The Civilizational Middle Path: A critical reading of kh. Said Aqil Siradj’s Islamic Discourse M. Hadi Sutiyo; Khimmataliev Dustnazar Omonovich
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 2 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i2.4922

Abstract

This study aims to examine the concept of moderate Islam as a middle path of civilization through a critical reading of the Islamic discourse of KH. Said Aqil Siradj. In his perspective, moderate Islam is not merely understood as a compromising attitude or a neutral position between two opposing extremes, but rather as an Islamic paradigm rooted in the tradition of Ahlussunnah wal Jama’ah and oriented toward humanity, nationhood, and the sustainability of civilization. This research employs a qualitative approach using critical discourse analysis to examine the texts of thought, sermons, and public statements of KH. Said Aqil Siradj that are relevant to issues of Islamic moderation, diversity, and the relationship between religion and the public sphere.The findings indicate that the discourse of moderate Islam constructed by KH. Said Aqil Siradj positions Islam as a moral and cultural force capable of bridging tensions between religious texts and social realities, between Islamic identity and Indonesian national identity, and between tradition and modernity. Moderate Islam is projected as a civilizational middle path that rejects extremism, radicalism, and narrow formalism, without losing the substantive theological values of Islam.This study affirms that moderate Islam, according to KH. Said Aqil Siradj, holds strategic relevance in fostering social harmony, strengthening national cohesion, and responding to contemporary civilizational challenges. These findings are expected to enrich scholarly discussions on moderate Islamic thought and to contribute conceptually to the development of the discourse of Islam rahmatan lil ‘alamin in Indonesia.
Akulturasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Berbasis Multikultural di Pondok An Nahdloh Tanjung Sepat, Selangor, Malaysia M. Hadi Sutiyo; M. Sholihun; Moh. Mofid
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Khidmatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/khidmatuna.v6i1.4260

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengembangkan akulturasi nilai-nilai pendidikan Islam berbasis multikultural di Pondok An Nahdloh Tanjung Sepat, Selangor, Malaysia. Pondok ini memiliki santri dengan latar belakang budaya yang beragam, berasal dari berbagai daerah, yang membawa adat istiadat dan tradisi masing-masing. Keberagaman ini menjadi tantangan sekaligus potensi dalam menciptakan suasana pendidikan yang inklusif dan harmonis. Melalui pendekatan berbasis multikultural, PkM ini berfokus pada integrasi nilai-nilai universal dalam Islam, seperti toleransi, saling menghormati, dan penghargaan terhadap perbedaan, dengan tetap mempertahankan akar budaya lokal setiap santri. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pelatihan bagi pengurus pondok, pengajaran kurikulum berbasis multikultural, dan diskusi tentang pentingnya pendidikan yang mampu mengakomodasi berbagai identitas budaya dalam konteks Islam. Hasil dari pengabdian ini diharapkan dapat memperkaya wawasan para santri dalam menghadapi dinamika sosial yang beragam, serta memperkuat pemahaman mereka terhadap pentingnya hidup berdampingan dalam keragaman budaya. Dengan demikian, Pondok An Nahdloh menjadi model pendidikan Islam yang mampu mengintegrasikan keberagaman budaya dalam kerangka pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Islam yang universal.
Revitalisasi Nilai-Nilai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Melalui Forum Inspiratif Di Komunitas Lintas Budaya Desa Jabung M. Hadi Sutiyo
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Khidmatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/khidmatuna.v6i2.4508

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin melalui penyelenggaraan forum inspiratif yang melibatkan pemuda di komunitas lintas budaya Desa Jabung. Desa Jabung merupakan wilayah dengan keberagaman budaya dan sosial yang tinggi, sehingga membutuhkan pendekatan keagamaan yang inklusif dan transformatif. Forum inspiratif ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka dan partisipatif bagi para pemuda, untuk mendiskusikan nilai-nilai Islam yang menekankan kasih sayang, keadilan, dan toleransi. Metode yang digunakan meliputi diskusi tematik, studi kasus, simulasi peran, serta workshop narasi damai. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip Islam moderat dan lahirnya forum pemuda "Jabung Harmoni" sebagai wadah keberlanjutan. Selain itu, peserta juga menghasilkan produk narasi damai yang disebarkan di media sosial. Kegiatan ini menunjukkan bahwa forum edukatif berbasis nilai Islam yang inklusif mampu memperkuat kohesi sosial dan memberdayakan pemuda sebagai agen perdamaian dalam masyarakat multikultural.