Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

GENETIC DIVERSITY BASED ON GROWTH VARIABLES OF THREE BAMBARA GROUNDNUT LANDRACES (Vigna subterranea (L.) VERDCOURT) Endah Sri Rejeki; Suhaili Suhaili; Rahmad Jumadi; R. Agustina; W. Lailiyah; setyo budi
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v3i2.1808

Abstract

Bambara groundnut has competitive nutritional value such as 49–63.5% carbohydrate, 15–25% protein, and 4.5–7.4% fat. There is not available yet a superior variety. Bambara Groundnut Research Centre has been working intensively to select the candidates of superior variety. Three of bambara groundnut pure lines of BGRC seed collection, including Gresik (Gresik), GHC (Gresik) and S19-3 (Namibia) assessed based on their growth traits, including germination rate, number of leaves, plant height (cm), length of petiole (cm), length of internode (cm), growth type, 1st flowering (das) and 50% of flowering (das) in the Gresik field 5 m above sea level, with Random Complete Block Design experiment, three replicates. Analysis of means (ANOM) calculated to test differences between landraces in particular traits. Heritability of three pure lines calculated based on Mean Square Estimated of Analysis of Variance (ANOVA), as well as coefficient correlation, using Minitab 18. The result showed that S19-3 as an introduced landrace from Namibia has traits similarity to the two landraces, namely GHC and Gresik except days to 50% flowering time. Analysis of means shows that S19-3 has days to 50% flowering early compare to the others. The trait of 50% flowering time (dap) also shows a high heritability (0.58). First flowering time has a significant correlation with 50% flowering time in positive direction.
PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS SORGUM MANIS (Sorghum Bicolor ( L.) Moench) PADA DUA JENIS PUPUK ORGANIK DI LAMONGAN Siska Ermawati; Rahmad Jumadi; Suhaili Suhaili
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v5i1.3810

Abstract

Sorgum manis (Sorghum bicolor L. Moench) merupakan tanaman serealia yang luas daya adaptasinya sehingga potensial dikembangkan untuk produksi bioetanol. Batang dan biji sorgum manis dapat diolah menjadi gula dan hasil sampingnya berupa bagas. Pengunaan pupuk kimia yang tidak terkendali dan tidak sesuai dosis menjadi salah satu penyebab menurunya kualitas tanah, baik itu yang sifat biologis, fisik, dan kimia tanah. Pupuk guano mengandung minimal nitrogen sebanyak 5% kandungan ini lebih tinggi dari pupuk kandang yang hanya berkisar tidak lebih dari 1%, bahkan pada guano segar kadar N-nya sebesar 7% . Vermikompos mengandung beberapa enzim yaitu enzim amilase, lipase, selulase dankitinase yang berperan dalam memecah bahan organik dalam tanah yang berperan untuk melepaskan nutrisi dan membuatnya tersedia bagi akar tanaman serta dapat memingkatkankadar enzim penting lainnya seperti asam alkali fosfatase, tanah dehidrogenase, dan urease. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengararuh pupuk guano dan pupuk vermikompos terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas Sorgum manis (Sorghum bicolor L. Moench). Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. faktor pertama varietas terdiri dari 3 taraf yaitu varietas numbu (V1) , varietas Bioguma Agritan 3 (V2), Varietas Samurai 2 (V3). Faktor kedua jenis pupuk terdiri dari 2 taraf yaitu pupuk Vermikompos (P1) dengan dosis 10 ton/ha (54 gr per tanaman) dan pupuk guano (P2) dengan dosis 10 ton/ha (54 gr per tanaman). Hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi antar varietas Numbu dan pupuk Guano (V1P2) pada pengamatan diameter batang umur 40 hst dengan nilai tertinggi yaitu 2,09 cm. Perlakuan varietas menunjukkan terdapat perbedaan nyata pada variabel tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, panjang malai bobot basah biji pertanaman, dan bobot kering biji pertanaman . Varietas numbu (V1) menunjukkan nilai tinggi tanaman tertinggi (249,63 cm). varietas bioguma agritan 3 (V2) menunjukkan nilai diameter batang tertinggi (2,44 cm). varietas bioguma agritan 3 (V2) menunjukkan nilai tertinggi pada luas daun (1773,96 cm). varietas samurai 2 (V3) menunjukkan panjang malai tertinggi (27,82 cm). Perlakuan pupuk menunjukan perbedaan nyata pada variabel jumlah anak malai dan bobot basah biji pertanaman. Dengan nilai rata-rata tertinggi pada perlakuan pupuk vermikompos(V1) yaitu 50,73 helai.
PERTUMBUHAN KENTANG HITAM (Coleus tuberosum) VARIETAS LOKAL DARI STEK PADA BERBAGAI MEDIA TANAM Rahmad Jumadi; Suhaili Suhaili
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v3i2.1830

Abstract

Dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan perlu diupayakan pengembangan tanaman alternatif penghasil pangan selain padi, tanaman umbi-umbian layak dijadikan alternatif untuk dikembangkan yaitu tanaman kentang. Selain itu produksi kentang masih rendah, salah satu penyebab adalah belum banyaknya petani yang menggunakan benih kentang bermutu karena ketersediaanya yang masih langka dikalangan petani. Pertumbuhan optimal bagi tanaman kentang adalah menghendaki kondisi tanah dengan fisik yang poros atau remah, permeabilitas nya bagus, gembur, banyak memiliki bahan organik dan sedikit mengandung pasir karena produksi tanaman kentang yang diharapkan berupa umbi yang berkembang dibawah permukaan tanah. Hasil penelitian Hidayat (2016) menunjukkan bahwa perlakuan dengan komposisi media tanam yang berbeda memberi pengaruh terhadap jumlah daun dan lebar tajuk, panjang tunas, dan umbi kentang yang dihasilkan. Penelitian ini mempunyai tujuan dari untuk mengetahui potensi hasil tanaman kentang hitam varietas lokal Gresik yang ditanam pada berbagai komposisi media tanam. Rancangan penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan aplikasi perlakuan jenis media tanam, yaitu : M1 komposisi : (arang sekam : cocopeat : tanah); M2 komposisi (arang sekam: guano: tanah) dan M3 komposisi (arang sekam : pupuk kandang : tanah). Data yang dihasilkan dari penelitian ini kemudian dianalisis secara statistik dengan uji F pada taraf 5%, selanjutnya akan dijuji dengan uji lanjutan BNT pada tingkat kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi penggunaan media tanam dengan komposisi cocopeat dan pupuk kandang mampu meningkatkan pertumbuhan kentang hitam varietas lokal asal stek, dan aplikasi penggunaan media tanam dengan komposisi pupuk guano belum mampu meningkatkan pertumbuhan kentang hitam varietas lokal asal stek hal ini diduga proses dekomposisi belum optimal