Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Sempit untuk Budidaya Sayuran Vertikultur Victor Bintang Panunggul; Sitanini, Ayu; Putranto, Afif Hendri; Susanto, Niken Hapsari Arimurti
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus: Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/cakrawala.v4i1.3928

Abstract

The community service aims to improve the utilisation of narrow land through vegetable cultivation. Creativity in utilising existing space becomes very important in the context of increasing urbanisation. In this effort, people were given training and socialisation on effective and environmentally friendly farming methods. The results of the community service that includes the use of narrow land for vegetable cultivation show that these efforts have great potential to improve food security and community welfare. The liquid organic fertiliser produced from this fermentation not only provides nutrients for plants, but also improves soil health and supports ecosystem sustainability. The enthusiasm and liveliness of the participants is good and it is hoped that they can implement narrow land around the house and can increase income, and improve the environment through this community service programme.
Strategi Pengembangan Usaha Pembenihan Ikan Nila Studi Kasus UPTD Balai Benih Ikan Air Tawar Kutasari Kabupaten Purbalingga Sekar Sukmaningsih; Ayu Sitanini; Victor Bintang Panunggul
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 6 No. 1 (2026): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v6i1.2098

Abstract

The Kutasari Freshwater Fish Seed Center (BBIAT), as a technical implementation unit of the Purbalingga Regency DKPP, plays an important role in providing quality tilapia seeds. However, its operations still face several obstacles, necessitating a business development strategy. This study aims to: (1) identify internal and external factors of the tilapia fish seed business, (2) formulate alternative strategies through SWOT analysis, and (3) determine priority strategies using QSPM. The study was conducted in July–August 2025 using a descriptive qualitative approach through case studies. Data were obtained from interviews, observations, and questionnaires to seven respondents directly involved. The analysis was conducted using the IFE, EFE, IE, SWOT, and QSPM Matrices. The results showed 7 strength indicators and 6 weakness indicators, as well as 5 opportunity and threat indicators each. The IFE Matrix score (2.92) and EFE (2.88) placed BBIAT Kutasari in Cell V of the IE Matrix with a “Hold and Maintain” strategy. The SWOT analysis yielded SO, ST, WO, and WT strategies. Based on the QSPM, the priority strategy is strategy B (a combination of WO and WT) with a TAS score of 6.91. This strategy emphasizes improving internal management, strengthening administration, upgrading facilities, implementing fish health protocols, and optimizing digital-based marketing. Therefore, the development of the tilapia hatchery business at BBIAT Kutasari is directed at increasing internal capacity while mitigating external threats to maintain business sustainability. Keywords: Development Strategy; Kutasari BBIAT UPTD; QSPM; SWOT; Tilapia Fish Hatcher.     ABSTRAK UPTD Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) Kutasari, sebagai unit pelaksana teknis DKPP Kabupaten Purbalingga, memiliki peran penting dalam penyediaan benih ikan nila berkualitas. Namun, operasionalnya masih menghadapi sejumlah kendala sehingga diperlukan strategi pengembangan usaha. Penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usaha pembenihan ikan nila, (2) merumuskan strategi alternatif melalui analisis SWOT, dan (3) menentukan strategi prioritas menggunakan QSPM. Penelitian dilaksanakan pada Juli–Agustus 2025 dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kasus. Data diperoleh dari wawancara, observasi, serta kuesioner kepada tujuh responden yang terlibat langsung. Analisis dilakukan menggunakan Matriks IFE, EFE, IE, SWOT, dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan adanya 7 indikator kekuatan dan 6 indikator kelemahan, serta masing-masing 5 indikator peluang dan ancaman. Skor Matriks IFE (2,92) dan EFE (2,88) menempatkan BBIAT Kutasari pada Sel V Matriks IE dengan strategi “Hold and Maintain”. Analisis SWOT menghasilkan strategi SO, ST, WO, dan WT. Berdasarkan QSPM, strategi prioritas adalah strategi B (kombinasi WO dan WT) dengan nilai TAS 6,91. Strategi ini menekankan perbaikan manajemen internal, penguatan administrasi, peningkatan fasilitas, penerapan protokol kesehatan ikan, serta optimalisasi pemasaran berbasis digital. Dengan demikian, pengembangan usaha pembenihan ikan nila di BBIAT Kutasari diarahkan pada peningkatan kapasitas internal sekaligus mitigasi ancaman eksternal untuk menjaga keberlanjutan usaha. Keywords: Pembenihan Ikan Nila; QSPM; Strategi Pengembangan; SWOT; UPTD BBIAT Kutasari.
Respon Pemberian Asap Cair dan Zeolit Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi : Response of Liquid Smoke and Zeolite Administration to Growth and Yield of Rice Plants Victor Bintang Panunggul
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v11i2.1878

Abstract

Natural fertilizer is one of the alternatives to support environmentally friendly food security programs and is expected to increase rice crop production. The purpose of this study is to determine the effect of liquid smoke and zeolite on the growth and yield of rice plants. The research was conducted in Pegalongan Village, Patikraja District, Banyumas Regency. The study has been carried out in April - July 2022. The study was studied using a Randomized Design Kelopok (RAK) factorial pattern consisting of two factors. The first factor consists of D0= control (no treatment), D1=10mL/L water per polybag, D2=20 mL/L water per polybag. While the second factor consists of Z0 = 0 kg/ha per polybag (without application), Z1 = 25 kg / ha, Z2 = 50 kg / ha. The results of liquid smoke on the growth variable had a marked-effect effect on the number of leaves at a dose of 20 mL of 20,21 clumps. Meanwhile, the variable observation of results has no real effect. The application of zeolite to plant growth had a significant effect on the observation of plant height and the number of saplings with a treatment of 50 kg / ha of 49,7 cm2 and 21,22 clumps. The application of zeolite has a noticeable effect on seed weight per plant and per effective with a treatment of 50 kg / ha of 7,16 g and 26,88 g.
EFEKTIVITAS APLIKASI PUPUK BAKTERI FOTOSINTESIS DENGAN PEMBENAH TANAH PASIR MALANG PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG MERAH Victor Bintang Panunggul; Ayu Sitanini; Afif Hendri Putranto; Awan Arafik
Agrika Vol. 20 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v20i1.7583

Abstract

Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) berperan penting dalam ketahanan pangan. Permasalahan dalam budidaya kacang merah di antaranya disebabkan oleh kondisi tanah yang kurang subur dan penggunaan pupuk kimia berlebihan. Tanah yang tidak subur mengakibatkan kekurangan mineral esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan optimal tanaman. Upaya menunjang hasil kacang merah yang optimal dapat dilakukan dengan pemberian pupuk bakteri fotosintesis dan pembenah tanah berupa pasir Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk bakteri fotosintetis dan pembenah tanah pada kacang merah. Penelitian dilakukan di Desa Pegalongan, Kabupaten Banyumas. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap faktorial. Faktor pertama adalah pupuk bakteri fotosintetis yang meliputi C0 (kontrol), C1 (50 ml/2l), dan C2 (100 ml/2l), dan perlakuan pembenah tanah M0 (kontrol), M1 (100 g/polibag), dan M2 (150 g/polibag). Perlakuan diulang tiga kali dan dianalis menggunakan analisis varian (anova). Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) (α=5%) untuk menganalisa perbedaan perlakuan. Parameter yang diamati meliputi berat segar tanaman, indeks luas daun, berat segar akar, berat kering akar, dan berat kacang merah/satuan luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi kedua perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Aplikasi pupuk bakteri fotosintesis meningkatkan indeks luas daun, tetapi tidak berpengaruh terhadap parameter lainnya. Pemberian pembenah tanah pasir Malang menunjukkan peningkatan nyata pada berat segar tanaman, tetapi tidak berpengaruh nyata pada indeks luas daun, berat akar segar, berat akar kering, dan berat/satuan luas.
PENGARUH PUPUK BAKTERI FOTOSINTESIS DAN SISTEM PULL–PUSH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG (Zea mays L.) Victor Bintang Panunggul; Ayu Sitanini; Niken Hapsari Arimurti Susanto; Zaenal Abidin
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v23i2.5295

Abstract

This study aims to determine the impact of photosynthetic bacterial fertilizer and the pull-push cultivation technique on corn. The research was conducted in Banjaran Village, Purbalingga Regency. The experimental design used was a completely randomized block design. The treatments for photosynthetic bacteria included S0 (control), S1 (50 mL/2L), and S2 (100 mL/2L), as well as the pull-push system treatments P0 (control), P1 (lemongrass), and P2 (groundnut). Each treatment was replicated three times and analyzed using ANOVA. Duncan's Multiple Range Test (DMRT) (α=5%) was employed for significantly different results. The observed variables were plant height, number of leaves, dry root weight, dry plant weight, and total chlorophyll. The results indicated that the application of photosynthetic bacterial fertilizer increased plant height but did not affect the number of leaves. The pull-push cultivation technique showed significance in the lemongrass treatment and total chlorophyll, while no interaction was observed between the two applied treatments.
PENINGKATAN PENDAPATAN DAN KEMANDIRIAN EKONOMI IBU RUMAH TANGGA MELALUI BISNIS YOGHURT Ayu Sitanini; Afif Hendri Putranto; Victor Bintang Panunggul; Niken Arimurti; Siska Irma Budianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 4 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i4.3132

Abstract

Processing milk into yogurt provides an opportunity for food diversification that can be developed into a value-added home-based microenterprise. However, the development of this opportunity is often constrained by limited production skills and inadequate understanding of basic business feasibility among community members. This community service program aimed to strengthen the technical skills of women in yogurt production while introducing basic economic literacy to support household-based entrepreneurship. The program involved 15 women from RT 03 RW 10, Bancarkembar Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency, Indonesia, and was implemented using a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach through community engagement, hands-on training (learning by doing), and participatory evaluation. Participants practiced yogurt processing based on food hygiene principles and conducted a simple business feasibility simulation covering initial investment, production costs, selling price, projected profit, and Break Even Point (BEP). The program was characterized by active participant involvement and improved understanding of yogurt fermentation techniques and its potential as a household-based business opportunity. Based on the simulation conducted during the training, yogurt production was estimated to generate a monthly net profit of IDR 6,918,337 with an investment payback period of approximately 25 days. The integration of food processing training and business feasibility analysis represents the main contribution of this program by combining technical competency development with economic literacy to support the growth of sustainable home-based food microenterprises. ABSTRAKPengolahan susu menjadi yoghurt menawarkan peluang diversifikasi pangan yang dapat dikembangkan sebagai usaha rumah tangga bernilai tambah. Namun, pemanfaatan peluang tersebut masih menghadapi kendala berupa keterbatasan keterampilan produksi dan rendahnya pemahaman masyarakat mengenai aspek kelayakan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas ibu rumah tangga dalam memproduksi yoghurt sekaligus memperkenalkan analisis ekonomi sederhana sebagai dasar pengembangan usaha pangan olahan. Program dilaksanakan dengan melibatkan 15 ibu rumah tangga di RT 03 RW 10 Kelurahan Bancarkembar, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang mencakup sosialisasi, praktik langsung (learning by doing), dan evaluasi partisipatif. Peserta mempraktikkan proses pembuatan yoghurt berdasarkan prinsip higiene pangan serta mengikuti simulasi kelayakan usaha yang meliputi investasi awal, biaya produksi, harga jual, laba, dan Break Even Point (BEP). Hasil kegiatan menunjukkan keterlibatan aktif peserta selama pelatihan serta peningkatan pemahaman mengenai teknik fermentasi dan peluang pengembangan yoghurt sebagai usaha rumah tangga. Berdasarkan simulasi kelayakan usaha, produksi yoghurt diperkirakan menghasilkan laba bersih sebesar Rp6.918.337 per bulan dengan periode pengembalian investasi sekitar 25 hari. Integrasi pelatihan teknologi pengolahan pangan dan literasi ekonomi menjadi kontribusi utama kegiatan ini dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis pangan olahan di tingkat rumah tangga.
Meningkatkan Pemikiran Kritis dalam Pendidikan Fisika melalui AI: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Tren dan Implikasi Pedagogis Hendarman Lubis; Vina N. Van Harling; Victor Bintang Panunggul
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 5 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpif.v5i2.43353

Abstract

This study aims to map research trends and analyze the pedagogical role of Artificial Intelligence (AI) in enhancing students' critical thinking skills in physics education. Employing a Systematic Literature Review (SLR) method guided by PRISMA protocols and enriched with bibliometric analysis, this study reviewed Scopus-indexed articles published between 2015 and 2025. Based on 42 mapped articles and an in-depth analysis of 12 key studies, the results indicate a significant trend shift post-2023 toward the use of Generative AI. Key findings reveal that "Role Reversal" pedagogical strategies and the use of "Socratic Tutors" are the most effective approaches for stimulating logical reasoning and scientific argumentation. In conclusion, AI has transformed from a mere visualization tool into a cognitive partner, despite remaining limitations in spatial reasoning. The study’s implications recommend the necessity of redesigning physics assessments to focus on critical validation of technological outputs rather than final answers, alongside strengthening ethical literacy to prevent student cognitive dependency.
Bahasa Inggris Hana Afifah; Niken Hapsari Arimurti Susanto; Victor Bintang Panunggul; Ayu Sitanini; Afif Hendri Putranto; Asrifah
Perwira Journal of Science & Engineering Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Perwira Purbalingga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/ft3d0m44

Abstract

Mocaf crackers are a processed product derived primarily from Mocaf flour. Mocaf flour is produced from cassava through a fermentation process involving microorganisms such as Rhizopus oryzae and yeast (Saccharomyces cerevisiae). The Women Farmers Group (Kelompok Wanita Tani, KWT) ERQU oversees the entire production chain of Mocaf crackers, ranging from raw material procurement to product marketing. This study aims to analyze the application of the marketing mix on Mocaf cracker products produced by KWT ERQU in Tumanggal Village, Pengadegan Subdistrict, Purbalingga Regency. The research was conducted in August 2024, employing a case study approach. Descriptive analysis was utilized to address the research objectives, based on the 8Ps marketing mix framework, which encompasses product, price, place, promotion, people, process, programs, and performance. The findings of the study reveal that the implementation of the 8P marketing mix in relation to Mocaf crackers produced by KWT ERQU requires further enhancement. In particular, improvements are needed in strengthening the product’s brand image, diversifying distribution channels, expanding promotional efforts—especially through digital media—establishing consistent marketing programs, conducting performance evaluations, and providing comprehensive training and guidance to KWT ERQU members. Such training should focus on hygienic production processes, product diversification, digital marketing strategies, packaging design quality enhancement, and customer service improvement. KEY WORDS: Mocaf Cracker, Marketing Strategy, Marketing Mix, MSME
PENYULUHAN PENERAPAN GOOD HANDLING PRACTICE (GHP) PETANI DATARAN TINGGI KOMODITAS KOPI ARABIKA DI DESA BABADAN KECAMATAN PAGENTAN KABUPATEN BANJARNEGARA Victor Bintang Panunggul; Bayu Mahendra; Suwali Suwali; Ayu Sitanini; Afif Hendri Putranto; Hima Barima
Perwira Journal of Community Development Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Unperba Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjcd.v3i1.157

Abstract

Rancangan kegiatan dalam pengabdian masyarakat ini, yaitu dengan cara melakukan pendekatan dengan melihat secara langsung dan mengidentifikasi masalah yang ada di Desa Babadan, Banjarnegara. Pendekatan ini dengan melakukan wawancara dan observasi pengelolaan koperasi yang mengumpulkan hasil kopi dari petani dan mengolah kopi untuk kemudian diekspor. Hasil observasi menjadi acuan untuk menentukan penerapan Good Handling Practice (GHP). Setelah persiapan awal dan hasil observasi didapatkan maka team pengabdian menentukan waktu yang tepat guna memberikan penyadaran dan pengetahuan secara umum mengenai GHP kepada petani kopi arabica. Berdasarkan hasil pembahasan dari pengabdian pendampingan dalam penerapan (GHP) pada Kopi Arabika di Desa Babadan Banjarnegara, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Petani mampu membuat perencanaan yang didasarkan pada permasalahan tentang penanganan pasca panen kopi arabika di petani kopi Desa Babadan. (2) Petani mampu mempraktekan pasca panen kopi sesuai tahapan-tahapan standar GHP. Peserta memiliki motivasi yang kuat untuk menerapkan dan mengembangkan ilmu yang sudah didapatkan melalui kegiatan pengabdian.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK DI SERANG KARANGREJA PURBALINGGA Victor Bintang Panunggul; Afif Hendri Putranto; Ayu Sitanini; Suwali; Dwi Kurniawati; Elisabeth Ari Pratiwi Panjaitan; Susilo Gesit Widodo
Perwira Journal of Community Development Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Unperba Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjcd.v3i2.198

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode pendekatan secara langsung dan identifikasi masalah di wilayah RT 03 RW 06 Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian masyarakat untuk mencapai tujuan adalah 1) Melaksanakan penyuluhan bertujuan meningkatkan pengetahuan budidaya tanaman sayuran secara hidroponik, serta memotivasi kepada peserta dan mempraktikan membuat role model hidroponik DFT. 2) Mempraktikan cara pembuatan media budidaya hidroponik kepada peserta dengan menjelaskan alat dan bahan yang digunakan. 3) Memberikan paket berupa alat dan bahan digunakan serta role model hidroponik DFT kepada peserta,benih sayuran kale bertujuan untuk mentransfer ilmu dan kegiatan yang menghasilkan. 4) Selama proses kegiatan dilakukan pendampingan muai dari budidaya sampai panen. Proses pendampingan bersifat insidentil dimana mitra, peserta dan masyarakat dapat merasakan manfaat kegiatan.