Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS EFISIENSI TEKNIS USAHATANI CABAI MERAH DI KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH UTARA DENGAN PENDEKATAN STOCHASTIK FRONTIER Adhiana Adhiana; Martina Martina; Riani Riani; Suryadi Suryadi
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v8i1.6640

Abstract

Red chili is one of the leading commodities that has high economic value, it is also much needed and in demand by the community. However, the production and productivity of red chilies in Sawang District, North Aceh Regency is still low at 5.53 tons/ha, compared to the average red chili production in Aceh of 13 tons/ha. The purpose of this study was to analyze the factors that influence the production of red chili and the technical efficiency of red chili farming in Sawang District, North Aceh Regency. Sampling was carried out using the census method, which took all the existing population of 40 red chili farmers to be used as samples. The data analysis method used is the Cobb-Douglas function model with the Stochastic frontier approach. The results of the analysis show that the production factors that have a significant effect on red chili production in Sawang District are land area, labor, and fertilizer, while seed and pesticide production factors have no significant effect on red chili production. The results of the study also explained that red chili farming in the research location was technically efficient (ET=0.796).
ANALISIS PENDAPATAN DAN PENGELUARAN RUMAH TANGGA PETANI PADI SAWAH DI KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH UTARA Martina; Rahmi Yuristia
Agrica Ekstensia Vol 15 No 1 (2021): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.598 KB) | DOI: 10.55127/ae.v15i1.70

Abstract

Usahatani padi sawah di Kecamatan Sawang merupakan kegiatan utama rumah tangga petani dalam memperoleh pendapatan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga berupa pangan dan non pangan. Kemampuan petani dalam memperoleh pendapatan yang dimanfaatkan untuk konsumsi rumah tangga akan menentukan tingkat kesejahteraan rumah tangga petani padi sawah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani padi sawah di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara dengan jumlah sampel sebanyak 35 KK. Data dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga petani bersumber dari pendapatan pertanian dan non pertanian dengan total pendapatan seluruh responden sebesar Rp 1.311. 543.637/tahun dengan rata-rata sebesar Rp 37.472.675, 34/KK/tahun dan dari pendapatan tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan non pangan sebesar Rp 33.473.514,29/KK /tahun. Sedangkan tingkat kesejateraan rumah tangga petani tergolong rendah berdasarkan struktur pendapatan dan struktur pengeluaran tersebut.
Strategi Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) Dalam Pengembangan Program Pemberdayaan Perempuan Di Kota Padang Martina Martina
Agrium Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v12i1.382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi LP2M dalam pengembangan program pemberdayaan perempuan di Kota Padang. Penelitian ini dilakukan di Kota Padang dengan menggunakan metode Studi Kasus. Berdasarkan hasil penelitian, alternatif strategi LP2M dalam pengembangan program pemberdayaan perempuan di Kota Padang melakukan identifikasi terhadap aspek internal dan eksternal. Dari Matriks QSPM maka strategi yang tepat dan paling penting untuk dikembangkan LP2M dalam pengembangan program pemberdayaan perempuan di Kota Padang adalah pada alternatif strategi ketiga yaitu Memperkuat tenaga pendamping dan CO Lokal melalui adanya diskusi kritis, pelatihan, seminar, lokakarya, dan studi banding. Hal ini sesuai dengan strategi yang yang terpilih berdasarkan Matriks Analisis Faktor Internal dan Eksternal (IFA/EFA).
IbM PENERAPAN BIOTEKNOLOGI DAN PENGOLAHAN LIMBAH MEDIA TANAM JAMUR MERANG DI KECAMATAN NISAM KABUPATEN ACEH UTARA Zuriani zuriani; Rosnina Rosnina; Martina Martina
DHARMA RAFLESIA Vol 16, No 1 (2018): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v16i1.4815

Abstract

The cultivation of mushroom in Nisam Subdistrict is constrained by several factors, such as the limited ability of biotechnology breeding and cultivation, marketing and capital. After harvesting, planting media left without any further processing. Moreover, partner farmers has obstacles in terms of marketing and capital limitations for business development. Mushroom cultivation activity was doing by a farmer group "Jamur Nismara" and a farmer group "Tani Jamur" had to stop since the end of 2014 as a consequence. Activities devotion aims to revive the activities of mushroom cultivation that has been there with the technique of better management. The goal to be achieved is a group of reliable and independent farmers. Therefore, the farmers should have knowledge and skills about biotechnology of mushroom cultivation starting from breeding, making the ideal kumbung, correct the cultivation process and processing of planting media waste into compost fertilizer which have an economic value. Farmers must have the ability to access information, especially related to marketing. The methods used are counselling and direct implementation / practice by involving all group members. The results are farmers have kumbung and cultivation ability, marketing, and processing waste media. In addition, farmers also have knowledge about nursery technology. Keywords: mushroom, biotechnology, cultivation, waste media planting
Studi Kesejahteraan Rumah Tangga Nelayan di Kecamatan Sibolga Selatan Kota Sibolga Novi Liani Silitonga; Martina Martina; Fadli Fadli; Barmawi Barmawi
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 20, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v20i2.17156

Abstract

Nelayan merupakan kelompok masyarakat pesisir yang rentan secara ekonomi karena pendapatannya sangat bergantung pada hasil tangkapan yang bersifat musiman dan tidak stabil. Namun, besarnya pendapatan tidak selalu mencerminkan tingkat kesejahteraan rumah tangga nelayan secara riil. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengkaji kesejahteraan rumah tangga nelayan dengan mempertimbangkan pendapatan, struktur pengeluaran, dan kemampuan daya beli yang diukur melalui indikator Nilai Tukar Nelayan (NTN). Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesejahteraan rumah tangga nelayan di Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder dari instansi terkait. Sampel ditentukan dengan rumus Slovin sebanyak 82 responden yang terdiri atas nelayan pemilik armada dan anak buah kapal (ABK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan rumah tangga nelayan pemilik armada sebesar Rp98.005.886,90 per tahun, sedangkan nelayan ABK sebesar Rp38.000.000,00 per tahun. Berdasarkan indikator struktur pengeluaran, rumah tangga nelayan pemilik armada dikategorikan sejahtera, sedangkan nelayan ABK berada pada kategori pra-sejahtera. Namun, berdasarkan indikator NTN, nelayan pemilik armada memiliki nilai NTN > 1 (1,71) yang menunjukkan kemampuan daya beli relatif baik, sedangkan nelayan ABK memiliki nilai NTN sedikit di atas satu (1,08). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan semata belum cukup menjamin kesejahteraan rumah tangga nelayan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang bersifat struktural, meliputi diversifikasi usaha non-tangkap untuk mengurangi ketergantungan pada sektor perikanan tangkap, penguatan akses pendidikan dan kesehatan, penyediaan fasilitas dasar seperti air bersih, perumahan, dan energi, serta penguatan kelembagaan nelayan melalui koperasi atau kelompok usaha bersama.Title: Study of Fishermen’s Household Welfare in South Sibolga District, Sibolga CityFishermen constitute a coastal community group that is economically vulnerable, as their income is highly dependent on seasonal and unstable fishing yields. However, income level alone does not necessarily reflect the actual welfare of fishermen’s households. Therefore, this study aims to examine fishermen’s household welfare by considering income, expenditure structure, and purchasing power, which is measured using the Fishermen’s Exchange Rate (FER) indicator. This research analyzes the level of fishermen’s household welfare in South Sibolga District, Sibolga City. This research employed a descriptive quantitative approach using primary data collected through interviews and observations, as well as secondary data from relevant institutions. The sample was determined using the Slovin formula and consisted of 82 respondents, including boat-owning fishermen and crew members (ABK). The results indicate that the average annual household income of boat-owning fishermen was IDR 98,005,886.90, while that of crew members was IDR 38,000,000.00. Based on expenditure structure indicators, the households of boat-owning fishermen were categorized as prosperous, whereas those of crew members were classified as pre-prosperous. However, according to the FER indicator, boat owner fishermen recorded an FER value greater than one (1.71), indicating relatively good purchasing power, while crew members had a slightly above-one FER value (1.08). These findings suggest that income alone is insufficient to ensure fishermen’s household welfare. Therefore, structural policies are needed, including diversification of non-fishing livelihoods, strengthening access to education and health services, improving basic facilities such as clean water, housing, and energy, and strengthening fishermen’s institutions through cooperatives or joint business groups.