Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Elastisitas Produksi Kelapa Sawit di Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara Zuriani Zuriani
Agrium Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v11i2.612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat elastisitas faktor produksi kelapa sawit di Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan metode survey dimana penentuan lokasi ditentukan secara purposive (sengaja) di Kecamatan Lhoksukon. Data primer didapatkan dari wawancara terstruktur (quisioner) sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai instansi yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif serta di diskripsikan dalam hasil penelitian. Model analisa yang digunakan adalah fungsi linier dalam logaritma (double logarithmic function) dimana koefisien regresi secara langsung merupakan koefisien elastisitas dari masing-masing variabel yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur rata-rata petani sampel adalah 42.75 tahun, umur ini tergolong usia produktif untuk bekerja. Tingkat pendidikan rata-rata petani sampel adalah 7.8 tahun, yang berarti setingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Dari segi pengalaman terlihat pada umumnya pengalaman petani dalam berusahatani rata-rata 20.5 tahun dan rata-rata jumlah tanggungan sampel di daerah penelitian adalah 4 jiwa. Hasil analisis regresi memperlihatkan bahwa variabel modal,  tenaga kerja, dan jumlah pupuk memiliki nilai elastisitas yang positif terhadap produksi kelapa sawit. Hal ini berarti bahwa jumlah produksi kelapa sawit di Kabupaten Aceh Utara masih dapat ditingkatkan dengan peningkatan jumlah modal, tenaga kerja dan jumlah penggunaan pupuk.
IbIKK BUDIDAYA IKAN PATIN (Pangasius sp) DI KOLAM TERPAL Eva Ayuzar; Zuriani -
DHARMA RAFLESIA Vol 15, No 2 (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v15i2.4045

Abstract

The aim of IbIKK programme on cultivating pangasius fish in tarpaulin pond specifically for nursing the fish is to develop the pangasius aquaculture in Aceh Province. Therefore, by this programme, society and students could know the method of pangasius cultivating. Moreover, the society could recognize pangasius fish for both its taste and its advantages. This nursing activity is conducted for six months. During production time in activity of nursing pangasius fish in tarpaulin pond, the growth of fish reached 350-400 grams and its survival rate was up to 80%. Furthermore, this IbIKK programme was also carried out for student’s activities such as field work practice, research, and practical in learning activity.Keywords: pangasius fish, tarpaulin pond, cultivating 
IbM PENERAPAN BIOTEKNOLOGI DAN PENGOLAHAN LIMBAH MEDIA TANAM JAMUR MERANG DI KECAMATAN NISAM KABUPATEN ACEH UTARA Zuriani zuriani; Rosnina Rosnina; Martina Martina
DHARMA RAFLESIA Vol 16, No 1 (2018): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v16i1.4815

Abstract

The cultivation of mushroom in Nisam Subdistrict is constrained by several factors, such as the limited ability of biotechnology breeding and cultivation, marketing and capital. After harvesting, planting media left without any further processing. Moreover, partner farmers has obstacles in terms of marketing and capital limitations for business development. Mushroom cultivation activity was doing by a farmer group "Jamur Nismara" and a farmer group "Tani Jamur" had to stop since the end of 2014 as a consequence. Activities devotion aims to revive the activities of mushroom cultivation that has been there with the technique of better management. The goal to be achieved is a group of reliable and independent farmers. Therefore, the farmers should have knowledge and skills about biotechnology of mushroom cultivation starting from breeding, making the ideal kumbung, correct the cultivation process and processing of planting media waste into compost fertilizer which have an economic value. Farmers must have the ability to access information, especially related to marketing. The methods used are counselling and direct implementation / practice by involving all group members. The results are farmers have kumbung and cultivation ability, marketing, and processing waste media. In addition, farmers also have knowledge about nursery technology. Keywords: mushroom, biotechnology, cultivation, waste media planting
KETERKAITAN DAN DAMPAK KARAKTERISTIK SOSIAL PETANI TERHADAP PRODUKSI PADI DI KABUPATEN ACEH UTARA Zuriani Zuriani
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v2i1.312

Abstract

This research is motivated by the farmers who are generally less educated and have amindset that is difficult to be invited to change. The aim of the study was to analyze theimpact of the social characteristics of farmers on rice production in North Aceh district.The data used is a cross section taken in February 2012 based on the growing season in2011. The method used is multiple linear regression analysis. The results showed thatsocial characteristics turns rice farmers consisting of age, education, number ofdependents and simultaneously farming experience no significant effect on riceproduction in the district of Sawang. While partially, age and farming experiencesignificant effect on the level of confidence of 10% of the rice production.
Prospek Pengembangan Usaha Tani Melon Kecamatan Muara Batu Dan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Suwardi Suwardi; Zuriani Zuriani; Murdani Benbuleuen
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v1i1.1082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prospek pengembangan usahatani melon ditinjau dari analisis usahatani di Kecamatan Muara Batu dan Dewantara serta prospek pengembangan usahatani melon di Kecamatan Muara Batu dan Dewantara ditinjau dari segi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Jumlah sampel sebanyak 16 petani. Data dianalisis menggunakan analisis kuantitatif dan deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa  besar pendapatan petani dari usahatani melon di Kecamatan Muara Batu dan Dewantara adalah Rp. 38.746.893/Ha serta biaya produksi dikeluarkan sebesar Rp. 18.043.842/Ha, dan menghasilkan keuntungan sebesar Rp. 20.703.051.Prospek pengembangan usahatani melon di Kecamatan Muara Batu dan Dewantara ditinjau dari segi kekuatan usahatani melon memiliki luas lahan yang cukup serta teknik budidaya, kelemahan dimana belum adanya upaya penanggulangan hama, peluang dimana melon sudah dikenal oleh masyarakat serta adanya ancaman berupa tingginya curah hujan pada waktu tertentu dan pemasaran yang belum stabil.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Kentang Di Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Agus Fianda; Fadli Jalil; Zuriani Zuriani
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v1i1.1080

Abstract

Kecamatan Timang Gajah adalah salah satu kecamatan yang menghasilkan produksi kentang hanya sebesar 72,50 Kwintal dengan luas lahan 5 Ha. Komoditas kentang yang dibudidayakan di Kecamatan Timang Gajah memiliki produktivitas rendah  yaitu  14,50  Kwintal/Ha.  Rendahnya  produksi  kentang  dipengaruhi  oleh faktor-faktor  produksi  seperti  bibit  kentang  yang  dipakai,  tenaga  kerja  yang digunakan,  jumlah  pupuk  yang  dipergunakan  dalam  proses  produksi  kentang. Tujuan  penelitian  yaitu  untuk  mengetahui  faktor-faktor  yang.  mempengaruhi produksi kentang di Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah. Metode analisis  data  dengan  menggunakan  fungsi  produksi  Cobb-Douglass.  Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  produksi  kentang  di  Kecamatan  Timang  Gajah Kabupaten  Bener  Meriah  dipengaruhi  oleh  5  faktor  yaitu  luas  lahan  (x1),  tenaga kerja  (x2),  bibit  (x3),  pupuk  (x4),  dan  pestisida  (x5).  Berdasarkan  hasil  regresi diperoleh  bahwa  secara  serempak  faktor-faktor  produksi  yaitu  luas  lahan,  tenaga kerja, bibit, pupuk dan pestisida berpengaruh signifikan terhadap produksi kentang. Sedangkan  secara  parsial  luas  lahan,  bibit  dan  pestisida  berpengaruh  signifikan terhadap produksi kentang, sedangkan tenaga kerja dan pupuk tidak berpengaruh signifikan  terhadap  produksi  kentang  di  Kecamatan  Timang  Gajah  Kabupaten Bener Meriah.
Pelatihan Pembuatan Organic Pesticide & Fertilizer (OPF) Ramah Lingkungan Pada Petani Di Desa Paya Gaboh Aceh Utara Baidhawi, Baidhawi; Zuriani, Zuriani; Fadli, Fadli; Safitri, Sekar; Sulistianto, Sulistianto; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman; Akbar, Khairul
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v2i2.13700

Abstract

Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Bagi petani jenis hama yaitu tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria, dan virus, nematoda (cacing yang merusak akar), siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan. Pengendalian secara kimiawi menggunakan pestisida kimia merupakan salah satu teknik pengendalian OPT yang paling banyak dilakukan oleh petani di desa Paya Gaboh. Paya Gaboh merupakan salah satu gampong yang ada di kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, provinsi Aceh, Indonesia. Petani di desa ini cenderung melakukan budidaya tanaman sawah dan hortikultura (sayuran). Dalam aktivitas budidaya nya, petani sering kali mengalami kegagalan panen karena adanya serangan hama dan penyakit tanaman. Solusi yang tepat adalah dengan pembuatan pestisida organik yang terbuat dari bahan nabati dan hewani. Lokasi pengabdian masyarakat diambil pada daerah Kabupaten Aceh Utara mengingat lokasi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh yang terletak di Kabupaten Aceh Utara, maka diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung terhadap masyarakat. Jenis Luaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: (1) laporan pengabdian dengan status submitted, (2) jurnal pengabdian internasional published artikel di media massa cetak/online dengan status published, (3) video kegiatan dengan status uploaded, (4) HKI dengan status granted, (5) peningkatan skill mitra dengan status completed, (6) produk olahan kopi dengan status completed.
Implementasi Budidaya Sayuran Organik Untuk Perbaikan Gisi Keluarga di Gampong Keutapang Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara Riani, Riani; Martina, Martina; Zuriani, Zuriani; Barmawi, Barmawi; Adhiana, Adhiana; Fridayanti, Nelly
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12533000

Abstract

Stunting merupakan kegagalan seorang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal disebabkan dampak dari kekurangan gizi secara kumulatif dan terus menerus. Gampong Keutapang  adalah  gampong ini berada pada wilayah rawan gizi antara  gampong lokus stunting harus segera dicegah supaya tidak mengalami kekurangan gizi. Lahan pekarangan memiliki peran sangat kompleks jika dimanfaatkan  secara optimal yaitu selain meningkatakan produksi juga sebagai keindahan penataan budidaya sayuran. Inovasi budidaya sayuran organik di perkarangan  merupakan  salah satu solusi yang  mencukupi kebutuhan gizi keluarga. Kegiatan  budidaya sayuran organik bertujuan mensosialisasikan dan pelatihan budidaya sayuran untuk  memperbaiki gizi keluarga. Metode yang dilaksanakan terbagi tiga tahapan yaitu memperkenalkan inovasi budidaya sayuran organik, sosialisasi konsumsi sayuran organik, dan menyediakan sarana produksi serta melaksanakan pelatihan pembuatan pupuk cair organik. Tujuan kegiatan pengabdian ini bertujuan  untuk memperkenalkan inovasi budidaya sayuran organic, keunggulan sayuran organic, dan penyediaan sarana produksi dalam budidaya sayuran organik. Metode pelaksanaan yaitu memperkenalkan inovasi budidaya sayuran organik, sosialisasi keunggulan pemanfaatan pekarangan, dan menyediakan sarana produksi serta melaksanakan pelatihan budidaya sayuran organik. Hasil yang dirasakan adalah  terjadi perubahan tambahan  pengetahuan dan pengalaman peserta pengabdian tentang   inovasi pertanian sebagai suatu solusi mengatasi keterbatasan lahan dengan cara budidaya sayuran organik. Pemanfaatan lahan perkarangan bisa memenuhi kebutuhan konsumsi pangan sehari – hari yang bebas dari bahan kimia sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
TINGKAT KEBERDAYAAN PETANI PADI SAWAH BERDASARKAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI Zuriani, Zuriani; Martina, Martina; Adhiana, Adhiana; Riani, Riani
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 9 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v9i2.19109

Abstract

Lowland rice farmers in North Aceh Regency do not yet have a good level of ability in developing rice agribusiness. Ability is one element of empowerment. Low ability shows low empowerment. Empowered farmers mean having adequate knowledge, attitudes and skills so they are able to manage their farming business well. The research aims to determine the level of empowerment of rice farmers based on socio-economic characteristics. This research uses primary data derived from interviews with lowland rice farmers. Data analysis uses qualitative descriptive methods.  The results of the analysis show that there are differences in levels of empowerment when viewed based on age, income and land area. Meanwhile, in terms of education, experience, number of dependents and source of income, it is generally known that all farmers are in the same category, namely empowered.
PROFIL AGROINDUSTRI EMPING JAGUNG DI KABUPATEN ACEH UTARA Zuriani, Zuriani; Martina, Martina
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 8 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v8i1.11577

Abstract

Farmers Group Bungong Seulanga is the only producer of corn chips in North Aceh Regency. Since 2018, the agroindustry has not experienced development. This study aims to determine how the constraints, production costs, revenues, profits, business feasibility level, and cost of goods sold. The data used are primary and analysed used descriptive qualitative and quantitative methods. The results showed that the business experienced obstacles related to production techniques, quality of chips, production stock, marketing, packaging, management and business legalization. Agroindustry produces chips as much as 25 kg / month with production costs other than labor wages of Rp. 348,250, -. Agro-industry revenue of Rp. 1,250,000, - and a profit of IDR 901,750. If the labor wage is calculated, the business will suffer losses and it is not feasible because the total cost reaches Rp. 1,948,250. The HPP which benefits the corn chips agroindustry is currently above Rp. 77,930 / kilogram.