Articles
Studi Makna dan Ruang dalam Hunian Tradisional Manggarai, Flores Nusa Tenggara Timur
Visensisus Herdy Terisno;
Lintu Tulistyantoro;
Poppy Firtatwentyna Nilasari
Intra Vol 7, No 1 (2019): Desain Interior 2018/2019
Publisher : Intra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The form of archipelago architectural dwelling has many values and meanings contained. This is because there is a relationship between meaning and space. The Manggarai community has a picture of occupancy that has enormous value and meaning. This is confirmed by the belief in spiritual values in the form of the ancestral grave (Compang) in the middle of the village. Graves are symbolic expressions of the existence of their ancestors. The method used in this study is qualitative by conducting observations, documentation and interviews. Then in analyzing the data, using a comparative method with other traditional occupancy but still in one cognate. The form of cosmology of the manggarai community is expressed in its dwelling, this is integrated with the dualism understanding found
The Philosophy in the Motives of Classical Hand-Drawn Madurese Batik
Ong Mia Farao Karsono;
Lintu Tulistyantoro
Proceeding Of The International Seminar and Conference on Global Issues Vol 1, No 1 (2015): Proceeding of The International Seminar and Conference 2015
Publisher : Proceeding Of The International Seminar and Conference on Global Issues
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The aim of this paper is to uncover of the philosophy contained in the main motive and the background motive of Madurese classical hand-drawn batik. This paper use qualitative descriptive method, in which the researchers act as reseach instrument by interviewing batik craftsmen, which include Pamekasan batik, Tanjung Bumi batik, Sumenep batik and Sampang batik. Data analysis is performed by inspecting the motives from batik photographs displayed in their galleries, and relating it to the result of the interviews and written theories. Findings and discussions reveal that the main classical batik motives of “sabet rante” and “bamboo” contain the moral philosophy about the tradition of proposing to the bride and of living courageously. While the beras tompa (spilled-rice) and panji susi (swastika) background motives in Madurese batik contain the philosophy about thrifty and balanced living. Keywords: Madurese batik, philosophy,hand-drawn,classical
Perancangan Mebel Multifungsi untuk Kantin Gedung W Universitas Kristen Petra Surabaya
Antonius Christian Sugiharto;
Lintu Tulistyantoro;
Grace Setiati Kattu
Intra Vol 7, No 1 (2019): Desain Interior 2018/2019
Publisher : Intra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The W building canteen of Petra Christian University is one of the facilities that provide food and drinks for students, lecturers, guests, and others. Based on survey results, the problem in the canteen area of W building according to canteen users is that the tables and chairs lack comfort and users need a space to store goods or bags. Therefore, a furniture design is needed to solve problems through Kembel's five design methods consisting of empathize (steps to find problems), define (problem formulation process), ideate (design steps to answer the problem), define (problem formulation process), prototype (producing design outputs), and test (assessment of design results in answering the problems). The design solution is to create a multifunctional table and chair that have a space to store goods or bags. The purpose of the design is to create an interior product that has both use and aest
LAMPU RESIN “KOTAK LAMPU” UNTUK SERVICE LEARNING USAHA KECIL MENENGAH KAYU
Christ Jason;
Canizio Dranuciacao Fame;
Lintu Tulistyantoro
Share : Journal of Service Learning Vol. 6 No. 2 (2020): AUGUST 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (502.765 KB)
|
DOI: 10.9744/share.6.2.81-86
UKM atau biasa disebut Usaha Kecil Menengah merupakan salah satu usaha yang banyak berkontribusi terhadap perekonomian negara. UKM candra mas merupakan salah satu UKM yang bisnisnya banyak melibatkan kayu. Berangkat dari masalah banyaknya kayu bekas sisa UKM yang tidak digunakan, mahasiswa melakukan proses perkuliahan dengan metode Service-Learning dimana mahasiswa akan terlibat langsung dalam membantu menyelesaikan masalah yang ada untuk mengembangkan keterampilan akademik sekaligus rasa tanggung jawab dan komitmen mahasiswa. Metode yang digunakan adalah metode Service-Learning yang tahapannya dimulai dengan mengidentifikasi masalah yang ada, mencari solusi, menghasilkan produk akhir hingga tahap test untuk mendapatkan feedback. Hasilnya adalah produk lampu yang dapat dilepas pasang dengan nilai estetik menggunakan resin dan kayu untuk merefleksikan cahayanya.UKM or commonly called Small and Medium Enterprises is one of the businesses that has contributed the most to the country's economy. Candra mas UKM is one of the UKMs whose businesses used a lot of wood. Departing from the problem of the amount of used wood left over from UKM that is not used, students conduct a lecture process using the Service-Learning method where students will be directly involved in helping solve existing problems to develop academic skills as well as students' sense of responsibility and commitment. The research method is using the Service-Learning method whose stages begin with identifying existing problems, finding solutions, producing the final product, to the test stage to get feedback. The result is a removable lighting product with aesthetic value with using resin and wood to reflect the light.
EVALUASI UNIT HUNIAN GRAHA APARNA SIWALANKERTO SURABAYA BERDASARKAN KRITERIA RUMAH SEHAT DI MASA NEW NORMAL
Christina Putri Larasati;
Lilianny Sigit Arifin;
Lintu Tulistyantoro
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12942
Lockdown atau stay at home akibat penyebaran Coronavirus 2019 telah sedikit banyak menyadarkan pentingnya kesehatan, kenyamanan space, serta fleksibilitas ruang untuk mewadahi kebutuhan penggunanya diera new normal dalam hunian termasuk hunian vertikal sederhana. Melalui penelitian di Graha Aparna Siwalankerto berupa evaluasi kualitas ruang berdasarkan kriteria rumah sehat di empat unit dari dua tower yang dipilih dengan tujuan melihat kesehatan ruang dalam unit unit tersebut untuk pengembangan hunian vertikal sederhana kedepannya nanti. Ada lima variabel utama yang diujikan yakni indoor air quality , indoor acoustic comfort, lighting, temperature comfort, dan indoor space quality. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif deskriptif, dimana data di awal didapat dari survei di lapangan langsung kemudian dibandingkan dengan ketentuan standar dan dijabarkan secara deskriptif berdasarkan tiap poinnya. Dari penelitian ini didapatkan bahwa unit yang berada di lantai dasar masih perlu dilakukan pengembangan untuk mencapai unit hunian yang sehat dimasa new normal.
STUDI EVALUASI DAN POTENSI SENSE OF PLACE PADA BALKON APARTEMEN METROPOLIS SURABAYA
Cynthia Christianty Carolina Eka Yudo;
Rully Damayanti;
Lintu Tulistyantoro
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12943
Apartemen merupakan bangunan bertingkat yang terdiri dari beberapa unit hunian yang dilengkapi dengan fasilitas umum bersama, juga balkon pada tiap unitnya. Balkon termasuk ruang luar tambahan yang berfungsi untuk mengakomodasi aktivitas penghuninya. Namun sekarang balkon berubah fungsi menjadi ruang penyimpanan dan ruang peletakan outdoor AC. Hal ini tentunya mempengaruhi persepsi dan interaksi pengguna terhadap balkon. Penelitian ini mengidentifikasi masalah dan potensi sense of place khususnya pada balkon Apartemen Metropolis Surabaya. Metode penelitian yang dipakai adalah deskriptif kualitatif dengan mengevaluasi faktor sense of place yaitu physical feature, activities, meanings dan individual features melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting balkon berpotensi terhadap hadirnya sense of place khususnya melalui tiga kondisi pada balkon, yaitu penambahan dan penggunaan properti untuk kebutuhan servis, kebutuhan servis, dan penambahan properti untuk fasilitas. Kondisi yang berpotensi paling tinggi adalah bentuk balkon; pada bentuk balkon L dapat menampung aktivitas pengguna beserta propertinya dengan lebih berkualitas. Selain itu, balkon berbentuk huruf L juga memberikan kenyamanan bagi penghuni untuk tetap berada disana dikarenakan lebih private dan didukung oleh view yang optimal dari dua arah. Sedangkan pada balkon berbentuk persegi sense of place kurang terjadi karena peletakan property yang kurang memadai dan kurang nyaman dalam mengakomodasi aktivitas pengguna.
PERENCANAAN SISTEM KOMPOR LISTRIK UNTUK PRODUKSI BATIK
Ken Shaday Arya Bhramantyo;
Hanny Hosiana Tumbelaka;
Lintu Tulistyantoro
Jurnal Teknik Elektro Vol. 16 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/jte.16.2.47-54
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan sistem kompor listrik, khususnya kompor induksi, dalam produksi batik sebagai alternatif yang efisien dan ramah lingkungan. Pembatik saat ini masih menggunakan kompor yang menggunakan minyak tanah, yang tidaklah ramah lingkungan. Dalam penelitian ini, kami menganalisis konsumsi energi listrik dan kualitas daya listrik yang dihasilkan oleh kompor listrik induksi, serta membandingkannya dengan kompor elemen pemanas. Tujuan kami adalah menjadikan kompor induksi sebagai peralatan pendukung alternatif dalam produksi batik di Indonesia, tetapi tetap mempertahankan ciri khas batik yang menggunakan peralatan tradisional seperti canting kayu, lilin/malam, dan wajan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompor induksi lebih efisien dan hemat biaya dalam konsumsi listrik dibandingkan dengan kompor elemen pemanas. Penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi dalam memperkenalkan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam industri batik di Indonesia.
Evaluasi Parameter Biophilic Desain Menurut Terappin pada Skygarden Apartment Benson
Kenny Susilo;
Lilianny Sigit Arifin;
Lintu Tulistyantoro
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 6 No. 1 (2024): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v6i1.14052
Pada saat virus COVID 19 terjadi, terjadi perubahan gaya hidup dimana orang bekerja dan belajar dari rumah. Beberapa penelitian terdahulu membuktikan bahwa terisolasinya orang di rumah telah menyebabkan banyak orang menjadi stress, Banyak orang yang tinggal di vertical housing menjadi dasar penelitian ini untuk meneliti apakah fasilitas seperti Skygarden dapat mendukung untuk mengurangi stress dengan dekat dengan alam. Penelitian ini mengambil studi kasus Skygarden apartemen Benson, Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Skygarden dengan parameter desain biophilic. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan metode observasi lapangan dan analisis visual interpretative untuk menemukan parameter mana yang perlu ditingkatkan. Hasil penelitian ini untuk mendapatkan parameter desain yang baru.
Komparasi Tektonika Arsitektur Empat Tiang Utama Pada Rumah Tradisional Madura Dan Jawa
Fariz Hidayat;
Asarias Ari Ayowembun;
Derius Pekei;
Lintu Tulistyantoro;
Agus Dwi Hariyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 6 No. 2 (2024): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v6i2.14076
Keberadaan empat tiang utama pada rumah Bangsal di Madura memiliki kemiripan dengan rumah tradisional Jawa, yaitu rumah Joglo. Kesamaan ini menarik perhatian untuk mengkomparasikannya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan tektonika empat tiang utama pada rumah Bangsal dan rumah Joglo berdasarkan faktor-faktor tektonika klasik. Komparasi tektonika empat tiang utama dilakukan melalui analisis kualitatif. Hasil komparasi menunjukkan perbedaan dalam menciptakan kekuatan konstruksinya. Rumah Joglo menggunakan pemberat untuk menciptakan kekakuan pada bangunannya karena berada di daerah rawan gempa, sedangkan rumah Bangsal tidak. Selain itu, pemberat dirumah Joglo dapat menghasilkan konstruksi yang tidak stabil pada kondisi gempa tertentu. Detail tektonika mempunyai fungsi campuran selain untuk memberikan fungsi struktural juga keindahan arsitektural. Empat tiang utama memberikan kesan kuat dan kokoh pada ruang. Selain itu menciptakan center point dan terciptanya pembagian ruang secara semu pada rumah Bangsal dan masif pada rumah Joglo. Pada rumah Joglo juga untuk merepresentasikan area yang sakral.
Studi Heterotopia pada Ruang Sembahyang di Hunian Masyarakat Tionghoa Surabaya
Sumingto, Anastasya;
Tulistyantoro, Lintu;
Lumintan, William Vijadhammo
Waca Cipta Ruang Vol. 9 No. 1 (2023): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34010/wcr.v9i1.7475
Heterotopia is a phenomenon that occurs in the functioning of space and refers to the unreal space present in a real room. Where the incident can be interpreted, there are other functions of the room in the context of different spatial characters even though they do not negate each other. This event usually occurs in the living room of the Chinese community residence. This phenomenon can happen because the living room, which in fact is located as a real space, can function in addition to being a place to receive guests (profane), but at certain conditions in the form of time and human behavior can also affect and change the function of the space into a place of prayer to accommodate their spirituality (sacred) activities. The purpose of this study is to be able to review the specifics of the application of the principle of heterotopia space and the supporting factors that influence it. The research method used is a qualitative approach with a descriptive analysis method in the form of depictions accompanied by analysis supported by taking photos, literature data, and interviews. Thus the principle of heterotopia that occurs in the living room of the Chinese community is caused by the influence of Chinese culture, the time & activities it carries out, as well as the formation of an atmosphere of spiritual dimension which is also supported by elements of furniture accompanied by prayer equipment in the form of incense as the main supporting factor so that the living room can change its function to be more sacred and private.