Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Utilization of cow dung as a biogas raw material for alternative energy in Buddagan 1 Hamlet, Kabupaten Pamekasan Anggono, Willyanto; Hernando, Ivan Christian; Tulistyantoro, Lintu
Community Empowerment Vol 10 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12543

Abstract

Buddagan 1 Hamlet, Pamekasan Regency, faces the problem of cow dung waste piling up around the house, causing an unpleasant odor and unhygienic kitchen conditions. The proximity of the cow shed to the kitchen, coupled with the status of a heritage village that requires a solution without changing the building structure, demands an innovative approach. Therefore, this community service aims to apply biogas technology to utilize cow dung waste as an alternative energy source, improve environmental cleanliness, and reduce household expenses. Community service activities include socialization of biogas technology, training on use and maintenance, as well as installation and evaluation assistance. As a result, biogas technology was successfully implemented, meeting cooking gas needs, reducing household costs, and producing organic fertilizer. Socialization, training, and ongoing assistance ensure the operational success of biogas technology. Buddagan 1 Hamlet is now an inspiring example of environmentally friendly livestock waste management.
Analisa Peran Desain Interior Dalam Menunjang Minat Pengunjung Untuk Revisit Kafe Redback dan Common Grounds Surabaya Monica, Felicia; Tulistyantoro, Lintu; Mulyono, Hendy
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 10, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v10i2.7443

Abstract

Pertumbuhan bisnis kafe yang pesat di kota besar seperti Surabaya menjadikan kafe sebagai sarana gaya hidup masyarakat di jaman sekarang yang cenderung lebih suka menghabiskan waktunya di luar rumah. Tidak hanya sebagai tempat untuk makan, kafe juga menjadi target masyarakat untuk menghabiskan waktunya bekerja maupun meeting secara langsung, terutama di era pandemi yang membuat sebagian masyarakat work from home. Terdapat tiga permasalahan yang akan dibahas yaitu apakah desain ruang dan tata letak interior dapat berpengaruh terhadap minat pengunjung untuk revisit kafe Redback dan Common Grounds Surabaya, apakah kenyamanan interior dapat berpengaruh terhadap minat pengunjung untuk revisit kafe Redback dan Common Grounds Surabaya, dan Bagaimana peran desain interior yang dapat menghasilkan pengaruh positif pada minat pengunjung untuk revisit kafe. Metode yang digunakan adalah dengan analisa statistik deskriptif dan analisa statistik inferensial dari data kuesioner yang telah diisi oleh 109 responden dan diolah. Penelitian ini akan menghasilkan hasil yang membuktikan bahwa desain interior memiliki peran dalam menunjang minat pengunjung untuk revisit kafe Redback dan Common Grounds Surabaya dari hitungan statistik dan juga cara mengatur desain interior yang dapat menarik minat pengunjung untuk revisit kafe.
KINERJA PENCAHAYAAN APARTEMEN SEDERHANA DALAM PERSPEKTIF NEW NORMAL Studi Kasus: Graha Aparna Siwalankerto Surabaya Christina Putri Larasati; Lintu Tulistyantoro
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i3.3152

Abstract

Abstract: The spread of the Coronavirus gave rise to lockdown regulations, and people were asked to work from home. Home instantly becomes a place to work, school and socialize. Having a healthy and comfortable residential unit is the desire of every occupant, especially with more various functions of the house. The achievement of a healthy home is influenced by adequate lighting in the unit. However, in reality, in more affordable vertical units there are still many problems, including, the unit room is too dark due to lack of daylighting in the unit and other factors. The purpose of this paper is to explore whether unit lighting in an affordable apartment can meet the dynamics of the function needs of the house in the new normal perspective. Applying a qualitative-descriptive method with a case study approach at Graha Aparna Siwalankerto, this research shows that sample 4, even though the illumination number is still below the minimum standard, but the spread of illumination is the most evenly distributed compared to other floors. This is due to the open and flexible layout of the room and its position at the toppest level of the building which makes the area get a larger portion of sunlight.Keywords : Affordable Apartment , Lighting  , New NormalAbstrak: Penyebaran Coronavirus 2019 memunculkan regulasi lockdown, dimana para masyarakat diminta melakukan berbagai pekerjaan dari rumah. Rumah seketika menjadi tempat bekerja, sekolah dan bersosialisasi. Memiliki unit hunian yang sehat dan nyaman menjadi keinginan tiap penghuninya apalagi dengan fungsi rumah yang semakin meluas. Pencapaian rumah sehat salah satunya dipengaruhi pencahayaan di dalam unit yang memadai. Namun pada kenyataanya, dalam unit vertikal sederhana masih banyak permasalahan yang dijumpai diantaranya, ruang unit yang terlalu gelap karena kurangnya daylighting yang masuk ke unit dan faktor lainnya. Tujuan dari paper ini untuk menggali apakah pencahayaan unit di apartemen sederhana dapat memenuhi dinamika kebutuhan fungsi rumah dalam perspektif new normal. Penelitian dengan metode kualitatif-deskriptif pendekatan studi kasus di Graha Aparna Siwalankerto ini menunjukkan hasil bahwa sampel 4 yaitu lantai 5 , meskipun angka iluminasi masih dibawah standar minimumnya , namun penyebaran iluminasinya paling merata dibanding lantai lainnya merata. Hal ini disebabkan karena denah ruang yang tidak banyak sekat atau fleksibel serta karena posisi di paling atas, mendapat porsi cahaya matahari yang lebih besar.Kata Kunci: Apartemen Sederhana , Pencahayaan , New Normal
STUDI EVALUASI DAN POTENSI SENSE OF PLACE PADA BALKON APARTEMEN METROPOLIS SURABAYA Cynthia Christianty Carolina Eka Yudo; Rully Damayanti; Lintu Tulistyantoro
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12943

Abstract

Apartemen merupakan bangunan bertingkat yang terdiri dari beberapa unit hunian yang dilengkapi dengan fasilitas umum bersama, juga balkon pada tiap unitnya. Balkon termasuk ruang luar tambahan yang berfungsi untuk mengakomodasi aktivitas penghuninya. Namun sekarang balkon berubah fungsi menjadi ruang penyimpanan dan ruang peletakan outdoor AC. Hal ini tentunya mempengaruhi persepsi dan interaksi pengguna terhadap balkon. Penelitian ini mengidentifikasi masalah dan potensi sense of place khususnya pada balkon Apartemen Metropolis Surabaya. Metode penelitian yang dipakai adalah deskriptif kualitatif dengan mengevaluasi faktor sense of place yaitu physical feature, activities, meanings dan individual features melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting balkon berpotensi terhadap hadirnya sense of place khususnya melalui tiga kondisi pada balkon, yaitu penambahan dan penggunaan properti untuk kebutuhan servis, kebutuhan servis, dan penambahan properti untuk fasilitas. Kondisi yang berpotensi paling tinggi adalah bentuk balkon; pada bentuk balkon L dapat menampung aktivitas pengguna beserta propertinya dengan lebih berkualitas. Selain itu, balkon berbentuk huruf L juga memberikan kenyamanan bagi penghuni untuk tetap berada disana dikarenakan lebih private dan didukung oleh view yang optimal dari dua arah. Sedangkan pada balkon berbentuk persegi sense of place kurang terjadi karena peletakan property yang kurang memadai dan kurang nyaman dalam mengakomodasi aktivitas pengguna.
EVALUASI UNIT HUNIAN GRAHA APARNA SIWALANKERTO SURABAYA BERDASARKAN KRITERIA RUMAH SEHAT DI MASA NEW NORMAL Christina Putri Larasati; Lilianny Sigit Arifin; Lintu Tulistyantoro
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12942

Abstract

Lockdown atau stay at home akibat penyebaran Coronavirus 2019 telah sedikit banyak menyadarkan pentingnya kesehatan, kenyamanan space, serta fleksibilitas ruang untuk mewadahi kebutuhan penggunanya diera new normal dalam hunian termasuk hunian vertikal sederhana. Melalui penelitian di Graha Aparna Siwalankerto berupa evaluasi kualitas ruang berdasarkan kriteria rumah sehat di empat unit dari dua tower yang dipilih dengan tujuan melihat kesehatan ruang dalam unit unit tersebut untuk pengembangan hunian vertikal sederhana kedepannya nanti. Ada lima variabel utama yang diujikan yakni indoor air quality , indoor acoustic comfort, lighting, temperature comfort, dan indoor space quality. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif deskriptif, dimana data di awal didapat dari survei di lapangan langsung kemudian dibandingkan dengan ketentuan standar dan dijabarkan secara deskriptif berdasarkan tiap poinnya. Dari penelitian ini didapatkan bahwa unit yang berada di lantai dasar masih perlu dilakukan pengembangan untuk mencapai unit hunian yang sehat dimasa new normal.
Evaluasi Parameter Biophilic Desain Menurut Terappin pada Skygarden Apartment Benson Kenny Susilo; Lilianny Sigit Arifin; Lintu Tulistyantoro
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 6 No. 1 (2024): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v6i1.14052

Abstract

Pada saat virus COVID 19 terjadi, terjadi perubahan gaya hidup dimana orang bekerja dan belajar dari rumah. Beberapa penelitian terdahulu membuktikan bahwa terisolasinya orang di rumah telah menyebabkan banyak orang menjadi stress, Banyak orang yang tinggal di vertical housing menjadi dasar penelitian ini untuk meneliti apakah fasilitas seperti Skygarden dapat mendukung untuk mengurangi stress dengan dekat dengan alam. Penelitian ini mengambil studi kasus Skygarden apartemen Benson, Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Skygarden dengan parameter desain biophilic. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan metode observasi lapangan dan analisis visual interpretative untuk menemukan parameter mana yang perlu ditingkatkan. Hasil penelitian ini untuk mendapatkan parameter desain yang baru.