Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Performansi Teknik Orthogonal Pilot Sequences (ops) Dan Simple Amplitude Predistortion (sap) Untuk Mereduksi Peak To Average Power Ratio (papr) Pada Ofdm Rifki Fauzi Nurzaman; Arfianto Fahmi; Desti Madya Saputri
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OFDM merupakan teknik modulasi multicarrier yang memiliki kemampuan dalam melakukan transmisi dengan kecepatan yang tinggi serta efisien dalam penggunaan spektrum frekuensi atau bandwidth. Prinsip kerja OFDM adalah membagi data kecepatan tinggi ke dalam beberapa data berkecepatan rendah dengan cara dimodulasi dengan subcarrier orthogonal. Walaupun begitu, salah satu kelemahan besar sistem OFDM adalah tingginya nilai Peak to Average Power Ratio (PAPR). Pada teknik OPS-SAP, reduksi PAPR dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama yaitu tahap OPS, ditempatkan setelah proses Inverse Fast Fourier Transform (IFFT) dengan data ditambahkan pilot simbol pada domain waktu yang orthogonal. Pada tahap kedua yaitu SAP dilakukan setelah tahap OPS yang dimana jika nilai PAPR masih tinggi akan diproses dengan metric calculation dan samples update untuk meminimalkan PAPR. Teknik di atas dipilih karena teknik OPS memiliki keunggulan dalam mengurangi kompleksifitas sistem serta memungkinkannya Blind Detection pada receiver dan pada teknik SAP memiliki keunggulan dalam mereduksi PAPR tanpa mangirim Side Information ke penerima. Hasil dari simulasi pada tugas akhir ini adalah teknik yang mempunyai nilai perbaikan performansi PAPR sebesar 1,4 dB pada Teknik OPS M=8 pada probabilitas 2,564x10-5, 1 dB pada Teknik SAP pada probabilitas 1,2x10-2, dan 2,4 dB pada kombinasi pada probabilitas 4x10-4 OPS-SAP pada QAM 128 Subcarrier dibandingkan dengan OFDM konvensional. Kata Kunci : OFDM, PAPR, OPS, SAP OFDM is a multicarrier modulation technique that has the ability to transmit at high speeds and is efficient in the use of frequency spectrum or bandwidth. The working principle of OFDM is to divide high-speed data into several low-speed data by modulation with orthogonal subcarriers. However, one of the major weaknesses of the OFDM sistem is the high value of Peak to Average Power Ratio (PAPR). In the OPS-SAP technique, PAPR reduction is carried out in two stages. The first stage is the OPS stage, placed after the Inverse Fast Fourier Transform (IFFT) process with data added by pilot simbols on the orthogonal time domain. In the second stage, SAP is carried out after the OPS stage, where if the PAPR value is still high, it will be processed with metric calculation and sample updates to minimize PAPR. The above technique was chosen because the OPS technique has the advantage of reducing sistem complexity and allowing Blind Detection in the receiver and in SAP techniques it has the advantage of reducing PAPR without sending Side Information to the receiver. The results of the simulation in this final project is a technique that has a value of PAPR performance improvement of 1.4 dB in OPS M = 8 at probability 2,564x10-5, 1 dB in SAP at probability 1,2x10-2, and 2.4 dB in the OPS-SAP combination at probability 4x10-4 on QAM 128 Subcarrier compared to OFDM conventional. Keywords: OFDM, PAPR, OPS, SAP
Analisis Full Width At Half Maximum Dan Koordinat Led Pada Sistem Berbasis Vlc Di Dalam Ruangan Priya Aristo; Desti Madya Saputri; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tugas Akhir ini melakukan studi atas Optical Wireless Communication, pada saat ini teknologi telekomunikasi semakin berkembang sangat pesat. Salah satunya teknologi nirkabel, teknologi ini terbagi menjadi beberapa macamnya tergantung medium yang digunakan. Visible Light Communication adalah teknologi di bidang nikabel optik yang menawarkan media komunikasi serta penerangan karena menggunakan cahaya tampak sebagai medium. VLC memiliki permasalahan, salah satunya adalah seberapa jauh cakupan yang dapat dipancarkan oleh lampu Light Emitting Diode (LED). Untuk mendapatkan seberapa jauh cakupan yang dapat dipancarkan, Tugas Akhir ini melakukan analisis sudut Full Width at Half Maximum dan koordinat LED. Tugas Akhir ini menggunakan empat buah LED yang diletakkan di atap ruangan yang mempunyai dimensi 5x5x3 m3 . Kinerja sistem dievaluasi menggunakan beberapa parameter yaitu, Bit Error Rate (BER), Signal to Noise Ratio (SNR), dan Optical Distribution. Kontribusi Tugas Akhir ini adalah mendapatkan seberapa jauh cakupan yang didapat dipancarkan LED berdasarkan nilai BER ≤ 10−3 . Hasil penelitian ini diperoleh bahwa dengan sudut FWHM 40ᶿ, jarak terjauh receiver dari transmitter adalah sebesar 2,51 𝒎 dan luas cakupannya sebesar 20,68 m2 . Kata Kunci : Visible Light Communication, Full Width at Half Maximum, Light Emitting Diode, Bit Error Rate, Signal to Noise Ratio Abstract This final assignment conducts the study of Optical Wireless Communication, in this era telecommunication technologys is expanding very rapidly. One of them is wireless communication, it is divided into several kinds depending on the medium used. Visible Light Communication is one of the optical wireless technology which provides communication and illumination, because using visible light as a medium. One of the problem that occur on the VLC is how far the coverage that can emitted by Light Emitting Diode (LED). To get how far coverage can be emmited by LED, this final assignment performs an analysis of Full Width at Half Maximum and coordinate of LED. This final assignment uses 4 LED placed on the roof of a room that has dimension 5x5x3 𝐦𝟑 . System performance is evaluated using several parameters i.e Bit Error Rate (BER), Signal to Ratio Noise (SNR), and Optical Distribution. The contribution of this final assignment is to get how far the coverage can be emitted by LED based on BER ≤ 𝟏𝟎−𝟑 . The results of this final assignment were that acquired that with an angle of FWHM 40ᶿ, the receiver farthest distance from transmitter by 2.51 𝒎 and the wide coverage is 20.68 𝐦𝟐 . Keyword : Visible Light Communication, Full Width at Half Maximum, Light Emitting Diode, Bit Error Rate, Signal to Noise Ration
Performansi Multipower Pada Fraksi Led Di Sistem Visible Light Communication (vlc) Di Dalam Ruangan Tertutup Berlian Nurfadhilah; Desti Madya Saputri; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi jaringan nirkabel semakin berkembang sangat pesat. Teknologi jaringan nirkabel optik atau Optical Wireless Communication (OWC) sangat diminati untuk menunjang kebutuhan sebuah teknologi informasi dan komunikasi.. Visible Light Communication (VLC) adalah teknologi baru di bidang komunikasi nirkabel optik, VLC merupakan media komunikasi melalui cahaya tampak dar Light Emitting Diode (LED) dapat di implementasikan untuk komunikasi sistem Indoor maupun komunikasi sistem Outdoor. Dalam Sistem Indoor VLC, Teknik penempatan dan daya masukan dari LED sangat bepengaruh terhadap sebuah Interference fraction cahaya LED. Semakin besar nilai Coverage fraction maka terdapat sebuah daerah cakupan LED yang tidak memiliki sinyal informasi. Pada Tugas Akhir ini penulis akan melakukan mensimulasikan performansi multipower dengan pada fraksi LED pada sistem berbasis VLC didalam ruangan tertutup, dengan menggunakan teknik modulasi OOK-NRZ dalam dimensi ruangan komunikasi 𝟓 𝒎 × 𝟓 𝒎 × 𝟑 𝒎. Hasil ini di dapatkan dengan menggunakan daya lampu sebesar 2.5 W dan 3 W LED sebagai transmitter yang memiliki ketinggian sebesar 𝟑 𝒎, berada di koordinat (2.1,2.1,3) meter dengan posisi user awal sebesar 2.15 m dengan kondisi directed LOS. Hasil menunjukan bahwa sistem VLC dengan fraksi lebih baik dibandingkan dengan sistem VLC tanpa fraksi. Hal ini di buktikan dengan hasil daya terima sistem VLC didalam ruangan, untuk penggunaan daya kirim sebesar 2.5 W dan 3 W mencapai minimum BER threshold sebesar 𝑩𝑬𝑹 ≤ 𝟏𝟎−𝟑 saat daya terima sebesesar -15 dBm dan -14.5 dBm. Dengan cakupan link komunikasi terbaik pada sistem VLC dengan fraksi penggunaan daya kirim 3 W sebesear 𝟐𝟓 𝒎𝟐 . Kata Kunci : Visible Light Communication, OOK-NRZ, Daya, Fotodioda, LED,OWC
Simulasi Teknik Transmisi Untuk Ofdm Multiuser Dalam Sistem Visible Light Communication Farda Angga Nugraha; Kris Sujatmoko; Desti Madya Saputri
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Visible Light Communication (VLC) memanfaatkan cahaya sebagai media transmisi dalam mengirim informasi data. Dalam melakukan transmisi data perlu diperhatikan peformansi kinerja dalam mengevaluasi kualitas komunikasi untuk jumlah pengguna multiuser. (Code Division Multiple Access) CDMA merupakan akses konvensional dalam komunikasi wireless, namun jumlah maksimum pengguna dibatasi karena panjangnya kode sebaran. Hal ini menjadikan CDMA kurang optimal dalam bekerja untuk jumlah pengguna multiuser. Untuk mengatasi masalah komunikasi dengan batasan panjang kode sebaran di CDMA diperlukan teknik transmisi pada modulasi VLC untuk jumlah pengguna multiuser. Sehingga pada penelitian ini mengusulkan menggunakan Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) yang mana merupakan teknik transmisi multicarrier dengan memanfaatkan sejumlah carrier dalam melakukan transmisi data. Multicarrier menyebabkan antar sub carrier saling tumpang tindih sehingga menjadi orthogonal. Sifat orthogonal ini memberi keuntungan pada efisiensi bandwidth selain itu, ketahanannya dalam mengatasi Intersymbol Interference (ISI) . Hasil simulasi menunjukan teknik transmisi OFDM multiuser untuk sistem VLC dengan user yang digunakan adalah 1 user, 2 user, 3 user, 4 user didapatkan jumlah user mempengaruhi perfomansi BER terhadap Eb/N0. Hasil penelitian menunjukan untuk mendapat BER 10-3 di dalam melakukan sistem komunikasi dibutuhkan Eb/N0 sebesar 16 dB pada pengguna 1 user merupakan hasil terbaik jika dibandingkan pengguna 2 user, 3 user,dan 4 user. Hal ini menunjukan jumlah user memiliki pengaruh terhadap BER informasi yang diterima di user. Kata Kunci : VLC, OFDM,BER, Multiuser Abstract Visible Light Communication (VLC) utilizes light as a transmission medium in sending data information. In transmitting data, it is necessary to pay attention to performance in evaluating communication quality for the number of multiuser . CDMA (Code Division Multiple Access) is conventional access in wireless communication, but the maximum number of users is limited due to the length of the distribution code. This makes CDMA less optimal in working for the number of multiuser users. To overcome the communication problem with the limitation of the length of the code distribution in CDMA, a transmission technique is needed for VLC modulation for the number of multiuser . So that in this study propose using Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) which is a multicarrier transmission technique by utilizing a number of carriers in transmitting data. Multicarrier causes inter sub carriers to overlap so that they become orthogonal. This orthogonal nature gives advantages to bandwidth efficiency in addition, its resistance to overcoming Intercymbol Interference (ISI). The simulation results show the multiuser OFDM transmission technique for the VLC system with the user used is 1 user, 2 users, 3 users, 4 users obtained the number of users affecting the performance of BER to Eb / N0. The results showed that to get a 10-3 BER in carrying out a communication system Eb / N0 was needed at 16 dB for 1 user ,it’s was the best result compared to users of 2 users, 3 users, and 4 users. This shows the number of users has an influence on the BER information received at the user. Keywords : VLC,OFDM , BER,Multiuser.
Pengaruh Orientasi Receiver Dan Multi Bit-rate Pada Sistem Visible Light Communication Di Dalam Ruangan Fida Septiani Putri; Desti Madya Saputri; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtsrak Sistem Komunikasi Optik merupakan sistem komunikasi yang saat ini perkembangannya cukup pesat dan menjadi suatu hal yang sedang diriset untuk menjadikan teknologi di masa depan, salah satu yang sedang berkembang pesat dinamakan teknologi Visible Light Communication (VLC), yang dimana teknologi tersebut sangat diminati untuk menunjang kebutuhan pengembangan sebuah teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi VLC dipilih untuk mengurangi masalah padatnya penggunaan spektrum radio seperti yang digunakan pada teknologi WiFi dan sistem radio seluler. Teknologi komunikasi ini memanfaatkan sumber cahaya yaitu Light Emitting Diode (LED) sebagai transmitter, cahaya sebagai media transmisi, dan photodetector sebagai receiver. Penulis melakukan simulasi dan menganalisis pada sistem visible light communication (VLC) menggunakan modulasi On Off Keying Non Return to Zero (OOK-NRZ). Selanjutnya penulis melakukan perbandingan dengan Light Emitting Diode (LED), lalu menggunakan multi Bit-Rate pada orientasi sudut penerima sebesar 0˚, 15˚dan 45˚ didalam ruangan yang tertutup yang berukuran 5m ×5m×3m. Kata Kunci: VLC, LED, OOK-NRZ, Orientasi Sudut Abstract Optical Communication System is a communication system that is currently developing fast enough and is becoming something that is being researched to make technology in the future, one of which is growing rapidly is called the technology of Visible Light Communication (VLC), which technology is in great demand to support the need for information and communication technology development. VLC technology was chosen to reduce the problem of its integrated use of radio as used in WiFi technology and cellular radio systems. Communication technology uses light sources namely Light Emitting Diode (LED) as a transmitter, light as a transmission medium, and photodetector as a receiver. The author carries out simulations and analyzes on the visible light communication system (VLC) using the On Off Keying Non Return to Zero (OOK-NRZ) modulation. Next, the author made a replacement with Light Emitting Diode (LED), then used a Multi Bit Rate when it was approved the receiver angle was 0˚, 15˚ and 45˚ in a closed room connected 5m ×5m×3m. Keywords: VLC,LED,OOK-NRZ,Orientasi Sudut
Perancangan Dan Analisis Sistem Komunikasi Free Space Optic Pada Telkom University Dan Pt Telkomsel Regional Jawa Barat Gerald ibram zuhdy; Kris Sujatmoko; Desti Madya Saputri
eProceedings of Engineering Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Free Space Optic (FSO) merupakan sistem komunikasi yang menggunakan udara bebas (free space) sebagai media propagasi. FSO menggunakan sorotan cahaya untuk mengirim full-duplex Gigabit Ethernet throughput data, suara, dan komunikasi video secara simultan melalui udara. Sistem FSO memiliki berbagai keterbatasan. Kelemahan FSO yang terkenal adalah kepekaannya terhadap kondisi cuaca lokal - terutama terhadap kabut dan hujan, yang mengakibatkan hilangnya kekuatan sinyal optik pada jalur komunikasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk marancang dan mengevaluasi performansi sistem komunikasi FSO pada Telkom University dan PT Telkomsel Regional Jawa Barat menggunakan Wavelength Division Multiplexing (WDM) dengan teknik modulasi Amplitude Shift Keying (ASK) dan menyoroti beberapa faktor yang akan mempengaruhi kualitas pengiriman data, diantaranya pada kondisi kabut dan hujan. Penelitian ini melakukan perancangan komunikasi dengan menggunakan teknologi FSO pada Telkom University dan PT Telkomsel Regional Jawa Barat. Setelah itu, menganalisis pengaruh redaman cuaca hujan dan kabut menggunakan WDM dengan teknik modulasi ASK terhadap transmisi data. Cuaca yang digunakan berdasarkan cuaca umum yang terjadi pada lokasi perancangan. cuaca tersebut meliputi cuaca cerah, hujan ringan, hujan sedang, hujan lebat dan hujan sangat lebat. Setelah dilakukan optimasi pada setiap parameter berdasarkan struktur prioritas, diketahui bahwa untuk cuaca cerah dan hujan ringan memiliki nilai parameter yang paling efisien dibandingkan nilai parameter pada cuaca lainnya. Pada kondisi tersebut laju data sebesar 9.0 gbps berhasil diciptakan dengan parameter yang digunakan pada kedua cuaca tersebut adalah 35 dBm pada parameter optical amplifier gain, 30 dBm pada daya LASER dan receiver aperture yang digunakan sebesar 30cm. Cuaca yang menggunakan nilai parameter terbesar yang di input pada proses optimasi terjadi pada kondisi cuaca hujan sangat lebat. Untuk parameter dengan nilai redaman sebesar 13.86 dB/Km, dirancang laju bit 4.0 Gbps. Daya LESER yang digunakan 36.02 dBm., nilai receiver aperture yang digunakan adalah sebesar 50 cm. dan optical amplifier gain yang digunakan adalah sebesar 52 dBm. Kata Kunci: sistem Automatic meter Reading, Migrasi Jaringan, RSCP, Ec/No. Abstract Free Space Optic (FSO) is a communication system that uses free space as a propagation medium. The FSO uses light highlights to send full-duplex Gigabit Ethernet throughput of data, sound, and video communication simultaneously over the air. The FSO system has various limitations. The FSO's well-known weakness is its sensitivity to local weather conditions - especially against fog and rain, resulting in a loss of optical signal strength on communication lines. This research was conducted with the aim of designing and evaluating the performance of FSO communication systems at Telkom University and PT Telkomsel Regional West Java using Wavelength Division Multiplexing (WDM) with Amplitude Shift Keying modulation techniques (ASK) and highlighting several factors that will affect the quality of data delivery, including fog and rain conditions. This research conducts communication design using FSO technology at Telkom University and PT Telkomsel Regional West Java. After that, analyze the effect of rain and fog weather damping using WDM with ASK modulation techniques on data transmission. The weather used is based on the general weather that occurs at the design location. these include sunny weather, light rain, moderate rain, heavy rain and very heavy rain. After optimization of each parameter based on the priority structure, it is known that for sunny weather and light rain it has the most efficient parameter value compared to the parameter value in other weather. In these conditions the data rate of 9.0 gbps was successfully created with the parameters used in both weathers being 35 dBm on the optical amplifier gain parameter, 30 dBm on laser power and the aperture receiver used by 30cm. Weather that uses the largest parameter value input in the optimization process occurs in very heavy rainy weather conditions. For parameters with a damping value of 13.86 dB/Km, designed bit rate of 4.0 Gbps. LESER power used 36.02 dBm., the aperture receiver value used is 50 cm. and the optical amplifier gain used is 52 dBm. Keywords: automatic meter reading system, network migration, RSCP, Ec/No