Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Peningkatan Kemampuan Sosial Anak Usia Dini Melalui Permainan Kelompok Di Tkit Rumah Bune Islamic Fullday School Enny Septiani; Lia Kurniawaty; Arie Widiyastuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sosial anak usia dini melalui kegiatan permainan kelompok di TKIT Rumah Bune Islamic Fullday School. Subjek penelitian berjumlah 10 anak kelompok B, terdiri dari 2 anak perempuan dan 8 anak laki-laki. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dari tahap prasiklus hingga siklus III. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dirancang agar anak dapat belajar melalui pengalaman nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga hasil pembelajaran menjadi lebih bermakna. Berdasarkan hasil observasi, kemampuan sosial anak mengalami peningkatan signifikan dari prasiklus hingga siklus III. Anak yang sebelumnya banyak berada di kategori BB berkurang drastis, sementara kategori BSH dan BSB meningkat secara konsisten. Perkembangan ini mencakup kemampuan memahami emosi teman, menunjukkan empati, berkomunikasi, hingga berbagi dengan sesama. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kontekstual melalui kegiatan di kebun mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif. Pada indikator empati dan komunikasi, anak menunjukkan perubahan positif yang cukup nyata. Jika pada prasiklus sebagian besar anak masih kesulitan memahami perasaan teman, pada siklus III mereka sudah mampu menunjukkan perhatian dan respons emosional yang tepat. Keterampilan berbicara dan mendengarkan juga berkembang pesat, ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah anak yang berada di kategori BSB. Pada akhir siklus III, guru dan peneliti melakukan refleksi menyeluruh terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Hasil refleksi menunjukkan bahwa kegiatan mengenal dan memanen tanaman kangkung tidak hanya memperkenalkan konsep bagian tanaman, tetapi juga menjadi wahana praktik keterampilan sosial. Guru berperan aktif sebagai fasilitator dengan memberi teladan, menguatkan sikap positif anak, dan mendorong refleksi lisan. Anak-anak terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan menunjukkan antusiasme tinggi dalam kegiatan lapangan.
Peningkatan Literasi Awal Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Strategi Deep Learning di Tk Hayatul Kamila Siti Maria Ulfah; Lia Kurniawaty; Delina Kasih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi awal anak usia 4–5 tahun di TK Hayatul Kamila melalui penerapan strategi deep learning. Literasi awal mencakup kemampuan membaca, menulis, berbahasa lisan, serta pemahaman informasi yang menjadi fondasi penting bagi perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak. Observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar kegiatan literasi di TK Hayatul Kamila masih bersifat klasikal, dengan keterlibatan individual yang minim, penggunaan media konvensional, serta rendahnya stimulasi berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Strategi deep learning yang diterapkan menekankan meaningful, mindful, dan joyful learning melalui kegiatan interaktif, berbasis proyek, dan pemanfaatan media kreatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada indikator kemampuan literasi awal, meliputi pengenalan huruf, kesadaran fonologis, kemampuan menulis sederhana, serta minat baca anak. Penerapan strategi deep learning tidak hanya meningkatkan aspek teknis membaca dan menulis, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif, kemampuan berpikir kritis, serta sikap positif anak terhadap kegiatan literasi. Penelitian ini merekomendasikan integrasi prinsip deep learning dalam pembelajaran PAUD sebagai upaya membentuk fondasi literasi yang kuat, menyenangkan, dan bermakna sejak dini.
Penerapan Kegiatan Tari Kreasi Dalam Menumbuhkan Percaya Diri Pada Anak Usia Dini Di TK Citta Bangsa Bekasi Tasya Hairunisa; Lia Kurniawaty; Wening Rahayu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3774

Abstract

menumbuhkan rasa percaya diri pada anak usia dini di TK Citta Bangsa Bekasi. Latar belakang ini di dasari oleh pentingnya rasa percaya diri sebagai salah satu aspek perkembangan sosial – emosional yang berpengaruh terhadap kemampuan dalam berinteraksi, mengekspresikan diri, dan beradaptasi di lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru kelas dan anak usia 5 – 6 tahun yang mengikuti kegiatan tari kreasi selama 12 pertemuan dalam jangka waktu dua bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kegiatan tari kreasi yang dilakukan secara terstruktur, berkelanjutan, dan disesuaikan dengan kemampuan anak, dan mampu meningkatkan rasa percaya diri anak. Hal ini terlihat dari keberanian anak untuk tampil di depan teman dan guru, kemampuan mengekspresikan gerak sesuai irama musik, serta menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang aktif dalam kegiatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan tari kreasi dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak usia dini.
Peran Orang Tua dalam Pencegahan Stunting Melalui Penerapan Kebiasaan Pola Makan Sehat Anak Pada Usia 5-6 Tahun di Paud KB Al-Farizqi Adisti Parlina; Lia Kurniawaty; Delina Kasih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3838

Abstract

Dalam pencegahan stunting bukan hanya pemerintah yang perlu menangani hal tersebut tetapi memerlukan peran orang tua, terutama melalui pembiasaan pola makan sehat sejak usia dini. penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran orang tua dalam pencegahan stunting melalui kebiasaan makan sehat terutama pada anak usia 5-6 tahun di PAUD KB Al-Farizqi. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan subjek orang tua wali murid di PAUD KB Al-Farizqi dan juga satu pendidik, subjek dipilih melalui purposive sampling dimana subjek dipilih berdasarkan pertimbangan peneliti, bukan secara acak. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian peneliti menganalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua memahami stunting sebatas anak yang bertumbuh pendek, padahal stunting juga berdampak pada perkembangan gizi, kognitif, dan kesehatan mental anak. Dalam pelaksanaannya, ibu yang lebih sering menyiapkan makanan rumah seperti nasi, lauk, sayur, buah, dan susu, serta menghindari jajanan instan. Adapun kendala yang dihadapi cukup beragam antara lain anak sulit makan sayur, cepat bosan dengan menu, serta terbatasnya variasi makanan. Dalam hal pembiasaan makan sehat sekolah juga mendukung melalui jadwal bekal harian, walaupun begitu keterlibatan orang tua tetap menjadi kunci utama. Peran orang tua sangat penting dalam pencegahan stunting melalui kebiasaan pola makan sehat. Diperlukan edukasi berkelanjutan agar orang tua memiliki pemahaman lebih luas tentang stunting ataupun makanan bergizi dan mampu menciptakan variasi makanan untuk anak.