Permasalahan utama dalam analisis debit berbasis hidrograf satuan adalah menetapkan metode yang paling sesuai untuk memperkirakan parameter hidrograf. Paper ini bertujuan merumuskan persamaan parameter hidrograf menggunakan lebih banyak jumlah parameter DAS terindikasi berkorelasi tinggi yang didasarkan pada data 8 DAS terukur di Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Sebanyak 12 parameter DAS yaitu luas DAS (A, km2), panjang sungai utama (L, km), kemiringan sungai utama (S), panjang sungai utama sampai titik terdekat titik berat DAS (Lc, km), faktor bentuk DAS (FB), jumlah orde sungai (n), jumlah pertemuan sungai (JN), panjang sungai orde 1 (L1, km), panjang sungai semua orde (Lt, km), kerapatan drainase (D), jumlah ruas orde 1 (R1), dan jumlah ruas semua orde (Rt) digunakan untuk membangun 3 parameter utama hidrograf satuan yaitu waktu puncak (Tp, hour), debit puncak (Qp, m3/s) dan waktu dasar (Tb, hour). Analisis regresi linier diterapkan terhadap 12 parameter DAS tersebut untuk memformulasikan ketiga parameter hidrograf. Hasil kajian menunjukkan bahwa setidaknya 5 dari 12 parameter DAS yang diuji memperlihatkan pengaruh yang sangat besar pada ketiga parameter hidrograf dengan indikator RMSE yang sangat rendah: 0.019, 0.098, 0.014 secara berturut-turut untuk Tp, Qp, dan Tb. Rendahnya indikator RMSE mengindikasikan bahwa ketiga persamaan parameter hidrograf tersebut berkinerja sangat tinggi. Namun demikian, validasi pada DAS-DAS terukur lainnya masih harus dilakukan untuk dapat diapkikasikan pada skala DAS lebih luas dan beragam