Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EFFECTIVENESS OF ONLINE LEARNING AND FACE-TO-FACE LEARNING ON STUDENTS Dolfina Costansah Koirewoa; Didik Cahyono; Erwin
Indonesian Journal of Education (INJOE) Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Education (INJOE)
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The degree to which learning outcomes are attained during the teaching and learning process is demonstrated by the condition of learning effectiveness. Online learning uses the internet network to facilitate learning without requiring students and teachers to interact face-to- face. According to the research findings, there was little difference in the learning outcomes of students before and during the epidemic. This demonstrates that studying through WhatsApp and Google Classroom is thought to be highly successful. Learning both in person and online is a topic that is frequently debated. not just with pupils but also with parents. A lot of people search for the best learning experience by comparing the two learning systems. While some believe that face-to- face communication is superior, others believe that online communication is superior. It's critical to understand the benefits and drawbacks of each approach since they each have unique advantages and downsides. The literature study method is being used in this investigation. Definitions of online and in-person learning, benefits of both types of learning, and distinctions and parallels between online and in-person teaching approaches are all covered in this study
FASILITASI PRAKTIKUM KIMIA DALAM RANGKA PERSIAPAN UJIAN PRAKTEK SEKOLAH DI SMA YPK SENTANI Irwandi Yogo Suaka; Dolfina Costansah Koirewoa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40373

Abstract

Aktivitas belajar kimia di SMA YPK Sentani lebih dominan dilakukan secara teori dikelas dibanding melalui aktivitas praktikum di laboratorium. Dominasi pembelajaran secara teori disebabkan fasilitas pendukung laboratorium yang tidak memadai seperti alat yang rusak, bahan kimia yang kadaluarsa, tidak adanya penuntun praktikum dan LKPD serta tidak ada alat ukur keberhasilan praktikum. Fasilitas laboratorium yang tidak memadai memberi dampak pada kemampuan peserta didik kelas XII IPA dalam menghadapi ujian praktek kimia. Persoalan tersebut menjadi dasar bagi tim pengabdi untuk berupaya mengadakan dan menyediakan fasilitas praktikum bagi guru kimia dan peserta didik. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Salah satu fasilitas pengabdian yang dilakukan yaitu pelaksanaan kegiatan praktikum mendapat antusiasme dari 19 orang peserta didik dalam mengamati reaksi kimia/membaca skala, mengenal alat dan bahan kimia, mengikuti prosedur kerja dengan benar, bahkan mampu mengkomunikasikan informasih (data/pengetahuan) Hasil dari setiap fasilitas praktikum kimia yang dilakukan memberikan respon positif dari pihak SMA YPK Sentani (peserta didik dan guru). Aktivitas belajar kimia di laboratorium membutuhkan fasilitas pendukung seperti alat dan bahan yang tersedia, penuntun praktikum dan LKPD yang sesuai serta alat ukur atau instrumen penilaian yang tepat.
PEMBELAJARAN KONSERVASI KONTEKSTUAL MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI MELALUI PRAKTIKUM PENGAMATAN BURUNG CENDERAWASIH DI KAMPUNG RHEPANG MUAIF KABUPATEN JAYAPURA Rosaniya E. Rehiara; Edoward Krisson Raunsay; Aldolf Z.D. Siahay; Dolfina Costansah Koirewoa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.47029

Abstract

Kegiatan ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran konservasi kontekstual bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi melalui praktikum lapangan dalam pengamatan burung Cenderawasih di Kampung Rhepang Muaif, Kabupaten Jayapura. Pendekatan ini mengintegrasikan tridharma perguruan tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian—dalam satu kesatuan kegiatan berbasis ekosistem lokal. Mahasiswa terlibat langsung dalam pengamatan spesies, pencatatan data, dan interaksi dengan masyarakat adat yang memiliki kearifan ekologis lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa partisipasi aktif dalam pengalaman lapangan memicu peningkatan signifikan dalam aspek kognitif, afektif, dan reflektif mahasiswa. Praktikum ini mendorong penguatan sikap dan empati konservasi melalui pengalaman langsung yang tidak dapat diperoleh di ruang kelas. Selain itu, integrasi nilai budaya lokal memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap makna ekologis burung Cenderawasih sebagai simbol identitas dan keberlanjutan alam Papua. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran ekologis yang membentuk agen konservasi berwawasan lokal dan reflektif.
PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK KPA DAN MMP DALAM MENDUKUNG EKOWISATA BIRDWATCHING DI AMAI DISTRIK DEPAPRE KABUPATEN JAYAPURA Edoward Krisson Raunsay; Rosaniya E. Rehiara; Dewi Sulistiowati; Dolfina Costansah Koirewoa; David Reinhard Jesajas; Safitri Salam; Dorce Kayoi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.51498

Abstract

Peran masyarakat lokal memiliki kontribusi penting dalam menjaga keberlangsungan burung Cenderawasih di habitat alaminya. Namun, peran kelompok pencinta burung di Papua masih belum optimal karena keterbatasan pengetahuan ekologi dan kurangnya konsistensi dalam pelestarian. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Kampung Amai, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, dengan tujuan meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan konservasi masyarakat melalui pendekatan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi ceramah, Focus Group Discussion (FGD), dan praktik lapangan bersama dua kelompok mitra utama, yaitu Kelompok Pencinta Alam (KPA) dan Masyarakat Mitra Pariwisata (MMP). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap ekologi burung Cenderawasih, identifikasi spesies, serta pengelolaan habitat dan jalur ekowisata. Evaluasi pre–post menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 40–55%. Peserta kini mampu mengenali empat spesies utama Paradisaea minor, Seleucidis melanoleuca, Cicinnurus regius, dan Cicinnurus magnificus serta memahami jenis pohon pakan dan area aktivitasnya. Kegiatan ini membuktikan bahwa penguatan kapasitas masyarakat efektif dalam membangun kesadaran konservasi dan menjadi dasar pengelolaan ekowisata birdwatching berkelanjutan di Papua.
PENGUATAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA REKAYASA HABITAT MELALUI PENANAMAN Asplenium nidus SEBAGAI BIOINDIKATOR SARANG BURUNG CENDERAWASIH DI TABLASUPA DISTRIK DEPAPRE KABUPATEN JAYAPURA Marsia Isa Bwefar; Edoward Krisson Raunsay; Dewi Sulistiowati; Dolfina Costansah Koirewoa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.51556

Abstract

Berdasarkan beberapa hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Asplenium nidus berperan pening dalam pelestarian burung Cenderawasih terutama sebagai bioindikator sarang burung Cenderawasih. Burung Cenderawasih meletakan sarangnya pada Asplenium nidus, oleh karena itu penting sekali dilakukan kegiatan penanaman tumbuhan bioindikator tersebut dalam kawasan atau habitat dimana satwa ini berada. Berdasarkan beberapa hasil observasi dan wawancara kepada kelompok-kelompok pencinta burung Cenderawasih di Tanbasupa yaitu KPA dan MMP menunjukkan bahwa populasi burung Cenderawasih dalam habitat masih sangat minim, belum pernah ditemukannya sarang burung Cenderawasih dan populasi tumbuhan bioindikator tersebut masih sangat minim dalam habutat dimana satwa ini berada. Oleh karenanya penting sekali dilakukan upaya penyadaran kepada masyarakat terutama komunitas-komunitas pencinta burung Cenderawasih atau mereka yang telah berkomitmen untuk mengelola dan menjaga kawasan demi pelestarian burung Cenderawasih. Upaya penyadaran ini akan dilakukan dengan kegiatan penanaman Asplenium nidus bersama dengan masyarakat di dalam habitat burung Cenderawasih. Metode PKM yang akan digunakan adalah Ceramah, Diskusi dan aksi nyata (penanaman) serta monitoring. Kegiatan penanaman ini dilakukan dengan tujuan untuk merekayasa habitat satwa burung Cenderawasih dengan menanam sejumlah Asplenium nidus pada setiap pohon-pohon tertentu terutama pada pohon bermain agar satwa ini dapat meletakan sarang untuk bertelur. Ketika sarangnya diletakan dalam kawasan atau habitat terutama pada pohon bermain maka harapannya adalah populasi satwa ini akan terus meningkat dalam kawasannya dan tidak berpindah ke tempat lain. Kegiatan penguatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya rekayasa habitat melalui penanaman Asplenium nidus sebagai bioindikator sarang burung Cenderawasih di Tablasupa, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, berhasil meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Melalui pendidikan, pelatihan, dan praktik langsung penanaman A. nidus serta pohon pakan seperti Ficus sp., Intsia bijuga, dan Pometia pinnata, masyarakat memperoleh pengetahuan tentang peran vegetasi sebagai penunjang habitat Cenderawasih dan membangun kesadaran kolektif menjaga keanekaragaman hayati lokal. Kegiatan ini juga menghasilkan aksi nyata berupa penanaman bibit yang menunjukkan tingkat adaptasi baik berdasarkan hasil pemantauan berkala terhadap kondisi habitat, sehingga program ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran ekologis sekaligus pemulihan ekosistem alami pendukung keberlangsungan burung Cenderawasih.
SOSIALISASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN KIMIA (FASE E & F) KURIKULUM MERDEKA Dolfina Costansah Koirewoa; Irwandi Yogo Suaka; Edoward Krisson Raunsay
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.55794

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru mengenai pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, sekaligus membantu guru dalam mengenali karakteristik serta kemampuan belajar peserta didiknya. Kegiatan dilaksanakan secara daring dengan memanfaatkan platform Zoom Meeting, mengingat peserta merupakan guru-guru kimia yang tersebar di SMA seluruh Tanah Papua. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan pakar pendidikan yang memiliki keahlian dalam pembelajaran berdiferensiasi, khususnya dalam bidang pembelajaran kimia.Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan berhasil meningkatkan pemahaman guru-guru kimia se-Tanah Papua mengenai konsep dasar dan prinsip-prinsip pembelajaran berdiferensiasi, yang mencakup diferensiasi konten, proses, dan produk. Pemaparan materi yang diberikan narasumber diperkaya dengan sesi pendampingan langsung, di mana para guru didampingi dalam menyusun perangkat pembelajaran seperti modul ajar kimia berbasis diferensiasi pada berbagai topik. Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan, baik dalam sesi pemaparan maupun pendampingan, dengan partisipasi aktif melalui diskusi, penyampaian persoalan yang dihadapi, serta konfirmasi terhadap praktik pembelajaran yang selama ini dilakukan di kelas. Bahkan, ada guru yang dengan jujur mengungkapkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi merupakan hal baru yang baru pertama kali diketahui, sehingga kegiatan pengabdian ini memberi pengalaman dan wawasan yang sangat berharga
PELATIHAN GURU-GURU IPA SMP NEGERI 6 SENTANI KABUPATEN JAYAPURA DALAM IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBALUSAN Rosaniya E. Rehiara; Agustinus Tandilolo Mamma; Edoward Krisson Raunsay; Adolf Z.D. Siahay; Dolfina Costansah Koirewoa; David R. Jesajas; Elisabeth Renyaan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i1.55886

Abstract

Pembelajaran IPA di sejumlah SMP di Kabupaten Jayapura masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama terbatasnya penerapan model pembelajaran inovatif yang mendorong keterlibatan aktif murid. Survei awal menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih berpusat pada guru dan belum sepenuhnya menerapkan pendekatan konstruktivistik sebagaimana dianjurkan dalam Kurikulum Merdeka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru -guru IPA melalui pelatihan implementasi model Probalusan, yaitu perpaduan Problem Based Learning (PBL) dan Susan Loucks-Horsley (SLH). Pelatihan dilaksanakan selama satu hari melalui tahapan penyampaian konsep dasar Probalusan, diskusi penerapan pada konteks pembelajaran IPA, serta simulasi sintaks pembelajaran. Evaluasi dilakukan melalui pre test dan post test, observasi partisipasi, dan refleksi guru. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat partisipasi guru sangat tinggi (≥90%) dan peningkatan pemahaman konsep Probalusan sebesar 40–45%. Guru mampu menyusun Modul dan LKM berbasis Probalusan, serta menunjukkan kesiapan menerapkan model ini dalam pembelajaran IPA di kelas. Pendampingan lanjutan melalui platform komunikasi digital memperkuat keberlanjutan program dan membantu guru merefleksikan praktik pembelajaran mereka. Hasil ini menegaskan bahwa pelatihan Probalusan efektif dalam meningkatkan kemampuan guru menerapkan pembelajaran inovatif, memfasilitasi aktivitas belajar yang lebih kreatif, kritis, dan kontekstual bagi murid, serta berpotensi direplikasi pada sekolah-sekolah lain di Kabupaten Jayapura.
IDENTIFIKASI DAN PENGUKURAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK KELAS XII SMA YPK SENTANI MELALUI PRAKTIKUM KIMIA Dolfina Costansah Koirewoa; Irwandi Yogo Suaka
As-Sulthan Journal of Education Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to provide information and measure the science process skills of grade XII students at YPK Sentani High School in Jayapura Regency. This study applies a quantitative quasi-experimental research method. The type of experimental design used is a One Shot Case Study. Based on the type of data analysed, this research is a mixed-method study with data collection using observation inventory sheets and practical work documents carried out for 19 grade XII science students. The results of this study indicate that the indicators of science process skills (KPS) of grade XII students at YPK Sentani Senior High School measured in each practical topic include observation, using tools and/or materials, carrying out practical work, asking questions, making predictions, and communicating. Furthermore, the percentage of achievement of science process skills identified shows that in the acid-base titration practicum, the indicators were observation 26.32%, using tools and materials 78.95%, carrying out practicums 52.63%, asking questions 26.32%, interpreting data 47.37% and communicating 31.58%. Meanwhile, in the experiment on factors affecting reaction rate, observation was 100%, while more than 50% were able to use tools and materials and carry out the experiment, while most (>50%) were not yet able to master the indicators of asking questions, interpreting data, and communicating.
Analisis kecerdasan emosional peserta didik kelas XII-2 dalam pembelajaran kimia pada emosi iba, takut, dan bosan di salah satu SMA swasta di Jayapura Intan Mentari Putri; Alex A. Lepa; Catur Fathonah Djarwo; Dolfina Costansah Koirewoa; Florida Doloksaribu
Research In Action For Chemistry Education Vol 1 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted with the aim of, among other things, to find out emotional intelligence (emotions of compassion, fear and boredom) of students in chemistry learning, emotional intelligence of students for emotions of compassion, emotional intelligence of students for emotions of fear, emotional intelligence of students for emotions of boredom, percentage of emotional intelligence levels of students for emotions of compassion, fear, boredom, and factors that influence students' emotional intelligence. The instrument in the research was an emotional intelligence questionnaire with 37 items. The study population is class XII-2 students in one of the private high schools in Jayapura for the 2023/2024 school year totaling 31 people. The results of the analysis obtained include emotional intelligence of students in chemistry learning in the good category with an average value of 72.25 and an average chemistry learning outcome of 48.26 in the sufficient category; emotional intelligence of students for emotions of compassion, fear, boredom are each in the good category with an average of 63.23, 75.59, 71.47; the percentage level of students' emotional intelligence for the emotions of compassion, fear, and boredom are at the level of always compassionate, compassionate, less compassionate, and not compassionate in learning chemistry respectively by 27.74, 38.71, 29.03, and 4.52%, at the level of always afraid, afraid, less afraid, and not afraid respectively 53.32, 31.31, 13.09, and 2.28%, at the level of always bored, bored, less bored, and not bored respectively 40.65, 35.91, 20.86, and 2.58%; and the factors that influence students' emotional intelligence consist of internal factors (brain factors or intellectual intelligence and age, physical, and psychological) and external factors (education both in the family, school, and society). Keywords: Boredom; Chemistry Learning; Compassion; Fear; Intelligence Emotional.