Jumakil Jumakil
Universitas Halu Oleo

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Endemis Journal

ANALISIS HUBUNGAN PEMBERITAAN MELALUI MEDIA SOSIAL TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG COVID 19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEKAR TAHUN 2020 Dimas Melianto Saputra Bahtiar; Jumakil Jumakil; Irma Irma
Endemis Journal Vol 2, No 3 (2021): ENDEMIS JOURNAL
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/ej.v2i3.26940

Abstract

Perception is a thought process that a person experiences in understanding information in the surrounding environment. The process can be through the senses of vision, hearing and feeling. The number of news on social media such as facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, etc. that discuss the development of Covid-19 affects the community a lot and has changed the order of human life today as well as the public perception of Covid-19 that makes people worried. The purpose of this study is to discover the relationship of news through social media to the community percept about Covid-19 in the work area of puskesmas mekar. The method used in this study is cross-sectional study approach using the stratified proportional random sampling technique for 370 people. Statistical test using the square chi test. The results of the chi-square statistical tests at a confidence level of 95% (0.05) show that p Value < 0.05, shows that there is a significant relationship between the intensity of social media use and the public perception of Covid-19 in the Work Area of Puskesmas Mekar Kota Kendari in 2020. 
Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe Ii Pada Masyarakat Usia Produktif (15-44 Tahun) Di Wilayah Kerja Puskesmas Unaaha Kabupaten Konawe Tahun 2021 Anita Jernivita Sari; Jumakil Jumakil; Asnia Zainuddin
Endemis Journal Vol 4, No 1 (2023): ENDEMIS JOURNAL
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/ej.v4i1.42401

Abstract

Diabetes melitus merupakan keadaan atau kondisi kronis yang terjadi dikarenakan bila ada peningkatan kadar glukosa dalam darah karena tubuh tidak dapat menghasilkan insulin atau menggunakan insulin secara efektif. Kurangnya insulin atau ketidakmampuan sel untuk merespon insulin menyebabkan hiperglikemia dan kadar glukosa darah tinggi yang merupakan ciri khas penyakit tersebut. Untuk tanda dan gejala untuk diabetes melitus tipe II adalah poliuria, polidipsia, polifagia, pruritus, infeksi kulit, vaginitis, kelemahan, rasa lelah dan pusing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko riwayat keluarga, stress, dan aktivitas fisik terhadap kejadian diabetes melitus tipe 2 pada masyarakat usia produktif (15-44 Tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Unaaha Tahun 2021. Penelitian ini kuantitatif dengan desain studi case control yaitu rancangan penelitian jenis analitik observasional yang dilakukan dengan cara membandingkan antara kelompok kasus dan kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah seluruh pasien usia 15-44 tahun yang datang berobat di poli umum Puskesmas Unaaha pada bulan Januari-Desember di tahun 2021 sebanyak 80 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 orang yang terdiri dari 40 kasus dan 40 kontrol, pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan unit populasi diambil secara keseluruhan dari total populasi (total sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat keluarga diperoleh nilai OR= 6, 321 (CI ; 2,351 -16,513), stress nilai OR=3,857 (CI ; 1,526-9,750), dan aktivitas fisik nilai OR yaitu 5,211(CI; 1,870-14,520). Dari 80 sampel penelitian yang digunakan dapat disimpulkan bahwa variabel riwayat keluarga, stress, dan aktivitas fisik merupakan faktor risiko terhadap kejadian diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Unaaha tahun 2021. Kata Kunci : Diabetes Melitus Tipe 2, Riwayat Keluarga, Stress, Aktivitas Fisik.
Analisis Spasial Kasus Suspek Campak-Rubella Di Kabupaten Kolaka Tahun 2019-2022 Yusti Andini; Jumakil Jumakil; Irma Irma
Endemis Journal Vol 4, No 1 (2023): ENDEMIS JOURNAL
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/ej.v4i1.42404

Abstract

Suspek campak atau rubella adalah setiap kasus dengan gejala minimal demam dan ruam makulopapular, kecuali terbukti secara laboratorium disebabkan oleh penyebab lain. Pemetaan penyakit yang dihasilkan dari analisis spasial dalam bentuk peta digital dapat menjadi salah satu alternatif dalam investigasi epidemiologi dengan menggunakan sistem informasi geografis untuk meningkatkan pemahaman dan membantu pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran kasus suspek campak-rubella di Kabupaten Kolaka pada tahun 2019-2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan analisis spasial. Populasi penelitian ini adalah seluruh kasus suspek campak-rubella selama tahun 2019-2022 sebanyak 134 kasus yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah yang selalu terdapat kasus suspek campak-rubella selama empat tahun terakhir adalah Kecamatan Watubangga. Sebaran spasial suspek campakrubella berdasarkan cakupan imunisasi MR menunjukkan bahwa pada tahun 2019 terdapat 37 suspek dan pada tahun 2020 terdapat 45 suspek yang ditemukan di wilayah dengan cakupan rendah, yaitu Kecamatan Watubangga dan Polinggona. Pada tahun 2021 terdapat 16 kasus suspek dan pada tahun 2022 terdapat 36 kasus suspek pada wilayah dengan cakupan imunisasi MR yang baik, namun status imunisasi setiap suspek tidak lengkap bahkan ada yang tidak melakukan imunisasi yaitu Kecamatan Watubangga dan Polinggona. Persebaran kasus suspek campak-rubella berdasarkan kepadatan penduduk Kabupaten Kolaka pada tahun 2019-2021 cenderung tidak mengikuti kepadatan penduduk karena terjadi pada wilayah kecematan yang kurang padat. Peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan manfaat berupa informasi mengenai wilayah yang selalu ditemukan kasus suspek campak-rubella dan menjadi acuan bagi Dinas Kesehatan setempat untuk mengambil keputusan intervensi terhadap penyakit tersebut. Kata Kunci : Spasial, Campak, Rubella, Cakupan Imunisasi, Kepadatan Penduduk