Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efektivitas Komunikasi Nonverbal Bahasa Isyarat dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Siswa SLB Cicendo Bandung Dian Anggraeni Sujati; Tia Muthiah Umar
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 1, No. 1, Juli 2021 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.424 KB) | DOI: 10.29313/jrjmd.v1i1.311

Abstract

Abstract. Nonverbal communication is a symbol used in communication, which is not language but a sign with members of the body, including the head, eyes, lips, hands and fingers. Sign language is usually a combination of form, orientation and gestures of hands, arms, body and facial expressions to express the contents of the mind, therefore sign language is one of the languages needed by persons with hearing impairements to be able to understand and receive messages. Sign language is influenced by the person’s cultural background and habits. Sign language is a language whose function is very important fot the deaf in accessing information, so that communication can run effectively if the information conveyed can be understood for deaf students. The effectiveness of communication can be said to be effective if the message delivered by the communicator can produce effects of changes. As for the theory used, the SOR theory (stimulus, organism, response) SOR theory as an abbreviation of Stimulus-Organism-Response was originally derived from pshychology that includes components such as attitudes , opinion, behavior, cognition and conation. This research uses quantitative research methods with a descriptive approach. Using data collectiontehniques in the form of questionnaries and interviews, the population in this study were students of SMA Negeri SLB Cicendo Bandung. Sampling using saturated sampling technique. The results of the study were declaredeffective by fulfilling information needs using sign language interpreters. Abstrak. Komunikasi nonverbal adalah lambang yang dipergunakan dalam komunikasi, yang bukan bahasa melainkan selain darinya seperti melainkan isyarat dengan anggota tubuh, antara lain kepala, mata, bibir, tangan, dan jari. Bahasa isyarat biasanya pengkombinasian dari bentuk, orientasi, dan gerak tangan, lengan, tubuh serta ekspresi wajah untuk mengungkapkan isi pikiran oleh karena itu bahasa isyarat merupakan salah satu bahasa yang dibutuhkan oleh penyandang difabel tunarungu agar dapat memahami dan menerima pesan. Bahasa isyarat dipengaruhi oleh latar belakang budaya serta kebiasaan orang tersebut. Bahasa isyarat merupakan bahasa yang fungsinya sangat penting bagi penyandang tunarungu dalam mengakses informasi, sehingga komunikasi dapat berjalan secara efektif jika informasi yang disampaikan dapat dipahami bagi siswa tunarungu. Efektivitas komunikasi dapat dikatakan efektif yaitu apabila pesan yang disampaikan komunikator dapat menghasilkan efek-efek atau perubahan. Berdasarkan keterangan data-data diatas terdapat permasalahan mengenai : “Seberapa efektivitas komunikasi nonverbal bahasa isyarat dalam pemenuhan kebutuhan informasi di Liputan 6 SCTV pada siswa SLB Cicendo Bandung?”. Selanjutnya tujuan dalam penelitian ini di uraikan dalam pokok-pokok sebagai berikut: (1) Bagaimana komunikasi nonverbal di liputan 6 terhadap pemenuhan kebutuhan siswa SLB? (2) Bagaimana kualitas komunikasi nonverbal dari liputan 6 terhadap pemenuhan siswa SLB? (3) Bagaimana waktu penayangan kebutuhan komunikasi nonverbal dari liputan 6 terhadap siswa SLB?. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri SLB Cicendo Bandung yang berjumlah 33 siswa. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh diperoleh jumlah sampel penelitian sebanyak 33 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Kualitas Komunikasi Penerjemah Bahasa Isyarat dalam menyampaikan informasi dinyatakan efektif mampu menarik perhatian siswa tunarungu SLB Negeri Cicendo Bandung. (2) Program berita SCTV dinyatakan efektif dalam memberikan informasi kepada siswa tunarungu SLB Negeri Cicendo. (3) Waktu penayangan berita dinyatakan cukup dengan adanya penerjemah bahasa isyarat dalam pemenuhan siswa tunarungu SMA Negeri SLB Cicendo Bandung.
Pemberitaan Kasus Covid-19 di Cnnindonesia.com Saddam Presiado Illahiwahyu; Tia Muthiah Umar
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.303 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i2.3581

Abstract

Abstract. The emergence of a new variant of the Covid-19 virus named Omicron made Indonesians nervous at the end of 2021. At the beginning of 2022, precisely in January 2022, the number of positive cases of the Omicron variant increased due to the characteristics of the Omicron variant which spread very quickly. Thus, this incident became the main topic of news on various online news portals. CNNIndonesia.com is one of the online news portals that always presents news on the development of the Omicron variant case. In this study, the approach used is qualitative and the critical discourse analysis method of the Teun A. Van Dijk model by selecting news from the online news portal CNNIndonesia.com regarding the increase in cases of the Omicron variant. In this study, the researcher chose the critical paradigm. The results show that in the dimensions of the text structure, CNNIndonesia.com displays more content which includes an affirmation of how much the number of cases of the Omicron variant has increased, and the main cause of the increase in cases. In the dimension of social cognition, journalists use event schemas and person schemas in describing issues regarding the increase in cases of Omicron variants. And on the dimension of social context, the closeness of the owner of PT Trans News Corpora which oversees CNNIndonesia.com with the government affects the direction of the news. Abstrak. Munculnya varian baru dari virus Covid-19 bernama Omicron membuat resah masyarakat Indonesia pada akhir tahun 2021. Pada awal tahun 2022 tepatnya pada bulan Januari 2022, angka kasus positif varian Omicron mengalami peningkatan dikarenakan karakteristik varian Omicron yang sangat cepat menyebar. Sehingga, peristiwa ini menjadi topik utama pemberitaan di berbagai portal berita online. CNNIndonesia.com menjadi salah satu portal berita online yang selalu menghadirkan berita perkembangan kasus varian Omicron tersebut. Di dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif dan metode analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk dengan memilih berita dari portal berita online CNNIndonesia.com mengenai kenaikan kasus varian Omicron. Dalam penelitian ini juga, peneliti memilih paradigma kritis. Hasil penelitian menunjukan pada dimensi struktur teks, CNNIndonesia.com lebih banyak menampilkan isi yang didalamnya berupa penegasan mengenai seberapa banyak jumlah kenaikan kasus varian Omicron, dan penyebab utama dari kenaikan kasus tersebut. Pada dimensi kognisi sosial, wartawan menggunakan skema peristiwa dan skema person dalam menggambarkan persoalan mengenai kenaikan kasus varian Omicron. Dan pada dimensi konteks sosial, kedekatan pemilik PT Trans News Corpora yang menaungi CNNIndonesia.com dengan pemerintah mempengaruhi arah pemberitaan.
Persepsi Mahasiswa Bandung pada Konten Podcast Deddy Corbuzier Rifqi Slamet; Tia Muthiah Umar
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.5645

Abstract

Abstract. The development of internet technology plays an important role in modern communication. The number of internet users is increasing rapidly every year. Human life is greatly helped by the internet, such as in business, shopping to education. Then everyone can position themselves as communicators through their own media such as blogs, youtube or internet radio. This study aims to find out how Bandung students perceive the content of Deddy Corbuzier's podcast through their respective perceptions. This research is a qualitative descriptive research, namely research that reveals certain social situations by correctly describing the reality formed by words based on relevant data collection and data analysis techniques, while in this study using the number of sources 5 [five] people. Data collection techniques used are in-depth interviews (online) and observation. This research on the perceptions of Bandung students will also look at the effects of mass communication directly or indirectly, see and analyze the psychological, socio-cultural and language barriers to communication, especially for students who have very diverse cultural backgrounds as part of the program. Indonesian society. Students as part of those who are educated in an academic environment, of course have the intellectual power to analyze a mass media in the form of podcasts; in addition to the figure and communication style of Deddy Corbuzier as a public figure and host who has a strong influence and allure for students and the user community as well as podcast connoisseurs. Students can also see and analyze Deddy Corbuzier's behavior in the podcast as a good, polite, and friendly personal figure even though under certain conditions he looks like an athlete in tight clothes but of course it is adjusted to the speakers and the content he is facing. This can have a positive effect on the development and creativity of students in general. Abstrak. Perkembangan teknologi internet memegang peranan penting dalam komunikasi jaman modern ini. Jumlah pengguna internet semakin bertambah dengan cepat tiap tahunnya. Kehidupan manusia banyak terbantu dengan adanya internet seperti dalam berbisnis, berbelanja hingga pendidikan. Kemudian semua orang dapat berposisi sebagai komunikator melalui medianya sendiri seperti blog, youtube atau radio internet. Penelitian ini telah menemukan bagaimana persepsi Mahasiwa Bandung tentang konten podcast Deddy Corbuzier melalui persepsinya masing-masing. Penelitian ini merupakan deskripstif kualitatif yakni Penelitian yang mengungkapkan situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan data dan analisis data yang relevan, Adapun dalam Penelitian ini menggunakan jumlah narasumber 5 [lima] orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam (secara online) dan observasi. Penelitian atas persepsi Mahasiswa Bandung ini pun akan melihat efek-efek komunikasi massa secara langsung maupun tidak langsung, melihat dan menganalisa hambatan-hambatan berkomunikasi secara psikologis, sosio kultural dan hambatan berbahasa terutama bagi Mahasiswa yang memiliki latar belakang budaya yang sangat beragam sebagai bagian dari bagian masyarakat Indonesia. Mahasiswa sebagai bagian dari kalangan yang di didik dalam lingkungan akademis, tentu memiliki daya intelektual untuk menganalisa sebuah media massa berupa podcast; selain terhadap sosok dan gaya berkomunikasi Deddy Corbuzier sebagai “public figure” dan “host” yang memiliki daya kuat pengaruh dan daya pikat bagi Mahasiswa dan masyarakat pengguna maupun penikmat “podcast”. Mahasiswa pun dapat melihat dan menganalisa sikap Deddy Corbuzier dalam “podcast” tersebut sebagai sosok pribadi yang baik, sopan, dan ramah meskipun dalam kondisi tertentu terlihat berpakaian layaknya seorang atlet dengan baju ketat namun tentu disesuaikan dengan narasumber dan konten yang berada dihadapannya. Hal ini dapat memberikan efek secara positif bagi pengembangan dan kreatifitas atas diri Mahasiswa pada umumnya.
Konstruksi Realitas Berita Kriminal di Media Online Detik.com dan Kompas.com Sherine Angelica Putri Hikmah Mochammad Dicki; Tia Muthiah Umar
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.6756

Abstract

Abstract. The media can limit and interpret comments from news sources by providing different portions of news from various existing sources. This research takes framing analysis in online media, the news is taken about the murder of a mother and child in the city of Subang, how is the framing of the news on the online media Detik.com and Kompas.com? The analytical approach used is useful for seeing how the reality is behind the discourse of the mass media. The purpose of this study is to find out how news framing is carried out by online media Detik.com and Kompas.com in reporting cases of child and mother murder in the city of Subang. The focus of research is how to framing news on Detik.com and Kompas.com media in the case of the murder of a mother and child in the city of Subang. This research produces three conclusions, namely; (1) The three news articles published on Detik.com and Kompas.com put forward facts and data that are accurate and up-to-date. Based on framing analysis, syntactic, script, and thematic structures are well fulfilled, while rhetorical structures are not used too much. Abstrak. Media dapat membatasi dan menafsirkan komentar-komentar sumber berita dengan memberikan porsi pemberitaan yang berbeda dari berbagai sumber yang ada. Penelitian ini mengambil analisis framing pada media online, berita yang di ambil mengenai kasus pembunuhan ibu dan anak di kota Subang, bagaimana framing berita tersebut pada media online Detik.com dan Kompas.com? Pendekatan analisis yang digunakan berguna untuk melihat bagaimana realitas dibalik wacana dari media massa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembingkaian atau framing berita yang dilakukan oleh media online Detik.com dan Kompas.com dalam memberitakan kasus pembunuhan anak dan ibu di kota Subang. Fokus penelitian bagaimana framing berita di media Detik.com dan Kompas.com dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di kota Subang. Penelitian ini menghasilkan tiga kesimpulan yaitu; (1) Tiga berita yang dimuat di Detik.com dan Kompas.com mengedepankan fakta dan data yang akurat dan aktual. Berdasarkan analisis framing, struktur sintaksis, skrip, dan tematik terpenuhi dengan baik, sedangkan struktur retoris tidak terlalu banyak digunakan.
Hubungan Antara Literasi Digital dengan Kemampuan Berpikir Kritis Generasi Z Nurul Pauziah; Tia Muthiah
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.7851

Abstract

Abstract. Currently, the advancement of information technology is so rapid which has implications for the ease of humans in interacting and transacting. The convenience obtained for human life is to launch daily activities / activities, such as work, school, and college. Through various information technology devices, humans can obtain all kinds of information that can be accessed easily and cheaply through social media networking sites. The most popular social media networking site by the public is YouTube, where Indonesian people are ranked 3rd YouTube users in the world. This study is entitled "The Relationship Between Digital Literacy and Critical Thinking Skills on YouTube Media Networking Sites" the purpose of this study is to determine the relationship between digital literacy and critical thinking skills of Generation Z YouTube media. The method used is a quantitative method with a correlational study approach with the help of the SPSS application which aims to find out whether there is a relationship between digital literacy in technical, cognitive and social-emotional dimensions with the critical thinking ability of generation z when they are operating YouTube social media. The respondents of the study were 100 people, the sample was set according to the slovin formula. Meanwhile, the data collection technique used in this study was through questionnaires. The results of this study showed that the technical dimension was positively related to low relationship strength, the cognitive dimension was positively related to moderate relationship strength, the social-emotional dimension was positively related to strong relationship strength. Abstrak. Saat ini kemajuan teknologi informasi demikian pesat yang berimplikasi pada kemudahan manusia dalam berinteraksi dan bertransaksi. Kemudahan yang diperoleh bagi kehidupan manusia adalah melancarkan kegiatan/aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, sekolah, dan kuliah. Melalui berbagai perangkat teknologi informasi, manusia dapat memperoleh segala jenis informasi yang dapat diakses secara mudah dan murah melalui media sosial. media sosial yang paling banyak diminati oleh masyarakat adalah YouTube, dimana masyarakat Indonesia termasuk dalam peringkat ke 3 pengguna YouTube di dunia. Penelitian ini berjudul “Hubungan Antara Literasi Digital dengan Kemampuan Berpikir Kritis Generasi Z” tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara literasi digital dengan kemampuan berpikir kritis Generasi Z media YouTube. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan studi korelasional dengan bantuan aplikasi SPSS yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara literasi digital pada dimensi technical, cognitive dan social-emotional dengan kemampuan berpikir kritis Generasi Z pada saat mereka sedang mengoperasikan media sosial YouTube. Responden dari penelitian ini adalah 100 orang, sampel ditetapkan berdasarkan rumus slovin. Sementara itu teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi technical berhubungan positif dengan kekuatan hubungan yang rendah, dimensi cognitive berhubungan positif dengan kekuatan hubungan yang sedang, dimensi social-emotional berhubungan positif dengan kekuatan hubungan yang kuat.
Persepsi Mahasiswa Bandung pada Konten Podcast Deddy Corbuzier Muhamad Rifqi Slamet; Tia Muthiah Umar
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 3, No. 1, Juli 2023 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v3i1.1756

Abstract

Abstract. The development of internet technology plays an important role in modern communication. The number of internet users is increasing rapidly every year. Human life is greatly helped by the internet, such as in business, shopping to education. Then everyone can position themselves as communicators through their own media such as blogs, youtube or internet radio. This study aims to find out how Bandung students perceive the content of Deddy Corbuzier's podcast through their respective perceptions. This research is a qualitative descriptive research, namely research that reveals certain social situations by correctly describing the reality formed by words based on relevant data collection and data analysis techniques, while in this study using the number of sources 5 [five] people. Data collection techniques used are in-depth interviews (online) and observation. This research on the perceptions of Bandung students will also look at the effects of mass communication directly or indirectly, see and analyze the psychological, socio-cultural and language barriers to communication, especially for students who have very diverse cultural backgrounds as part of the program. Indonesian society. Students as part of those who are educated in an academic environment, of course have the intellectual power to analyze a mass media in the form of podcasts; in addition to the figure and communication style of Deddy Corbuzier as a public figure and host who has a strong influence and allure for students and the user community as well as podcast connoisseurs. Students can also see and analyze Deddy Corbuzier's behavior in the podcast as a good, polite, and friendly personal figure even though under certain conditions he looks like an athlete in tight clothes but of course it is adjusted to the speakers and the content he is facing. This can have a positive effect on the development and creativity of students in general. Abstrak. Perkembangan teknologi internet memegang peranan penting dalam komunikasi jaman modern ini. Jumlah pengguna internet semakin bertambah dengan cepat tiap tahunnya. Kehidupan manusia banyak terbantu dengan adanya internet seperti dalam berbisnis, berbelanja hingga pendidikan. Kemudian semua orang dapat berposisi sebagai komunikator melalui medianya sendiri seperti blog, youtube atau radio internet. Penelitian ini telah menemukan bagaimana persepsi Mahasiwa Bandung tentang konten podcast Deddy Corbuzier melalui persepsinya masing-masing. Penelitian ini merupakan deskripstif kualitatif yakni Penelitian yang mengungkapkan situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan data dan analisis data yang relevan, Adapun dalam Penelitian ini menggunakan jumlah narasumber 5 [lima] orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam (secara online) dan observasi. Penelitian atas persepsi Mahasiswa Bandung ini pun akan melihat efek-efek komunikasi massa secara langsung maupun tidak langsung, melihat dan menganalisa hambatan-hambatan berkomunikasi secara psikologis, sosio kultural dan hambatan berbahasa terutama bagi Mahasiswa yang memiliki latar belakang budaya yang sangat beragam sebagai bagian dari bagian masyarakat Indonesia. Mahasiswa sebagai bagian dari kalangan yang di didik dalam lingkungan akademis, tentu memiliki daya intelektual untuk menganalisa sebuah media massa berupa podcast; selain terhadap sosok dan gaya berkomunikasi Deddy Corbuzier sebagai “public figure” dan “host” yang memiliki daya kuat pengaruh dan daya pikat bagi Mahasiswa dan masyarakat pengguna maupun penikmat “podcast”. Mahasiswa pun dapat melihat dan menganalisa sikap Deddy Corbuzier dalam “podcast” tersebut sebagai sosok pribadi yang baik, sopan, dan ramah meskipun dalam kondisi tertentu terlihat berpakaian layaknya seorang atlet dengan baju ketat namun tentu disesuaikan dengan narasumber dan konten yang berada dihadapannya. Hal ini dapat memberikan efek secara positif bagi pengembangan dan kreatifitas atas diri Mahasiswa pada umumnya.
Akulturasi Budaya pada Mahasiswa Diaspora Garsha Athara Yusiputra; Tia Muthiah Umar
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.7704

Abstract

Abstract. Study abroad students have the role of transition and cultural adaptation is very important. Researcher intends to examine more deeply how study abroad students deal with cultural acculturation which includes cultural transitions and adaptations that occur abroad during the process of studying. This research uses qualitative methods with an ethnographic study approach to communication, constructivism paradigm, and data collection. by means of observation, interviews, and documentation. Furthermore, researchers used source triangulation as a technique to test the validity of the data. Then the researcher uses the theory put forward by John W. Berry to strengthen and describe how study abroad students deal with cultural acculturation. The results of this study are: to achieve cultural acculturation, diaspora students must go through the first phase, namely the cultural transition. (1) Cultural transition is a period of transition from an old culture to a new one, a phase influenced by cultural background and habits.1 The next phase is (2) Cultural adaptation, adaptation is a process of adjusting to a new culture. With different cultural backgrounds, each diaspora student has its own effective way of achieving cultural adaptation, the (3) obstacle in these two phases is culture shock. The main obstacle is the ability to speak a foreign language.. (4) Cultural acculturation is a process that occurs when a person meets a foreign culture and gradually the culture is accepted. With study abroad students achieving cultural acculturation, they have two cultures and must have the ability to maintain the culture they have. The conclusion of this study, to achieve cultural acculturation, diaspora students must switch or transition from old habits to new ones. Then adapt to adapt to the new culture. Then facing and resolving existing obstacles so that they are accepted by the new culture. And the latter achieves cultural acculturation by accepting new cultures and being able to maintain the cultural identity that diaspora students have. Abstrak. Mahasiswa diaspora tentu saja memiliki peranan transisi dan adaptasi budaya sangatlah penting. peneliti bermaksud untuk mengkaji lebih dalam akan bagaimana mahasiswa diaspora menghadapi akulturasi budaya yang meliputi transisi dan adaptasi budaya yang terjadi di luar negeri selama proses menempuh pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi etnografi komunikasi, paradigma konstruktivisme, serta pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya peneliti menggunakan triangulasi sumber sebagai teknik uji keabsahan data. Kemudian peneliti menggunakan teori yang dikemukakan oleh John W. Berry untuk memperkuat dan menggambarkan bagaimana mahasiswa diaspora menghadapi akulturasi budaya. Hasil dari penelitian ini yakni: untuk mencapai akulturasi budaya, mahasiswa diaspora harus melewati fase pertama yaitu transisi budaya. (1) Transisi budaya adalah masa peralihan budaya lama ke yang baru, fase dipengaruhi oleh latar belakang dan kebiasaan budaya.. Fase berikutnya adalah (2) Adaptasi budaya, adaptasi merupakan proses penyesuaian dengan budaya yang baru. (3) hambatan dalam kedua fase ini adalah gegar budaya. Hambatan yang paling utama yakni kemampuan untuk berbahasa asing. (4) Akulturasi budaya merupakan proses yang terjadi ketika seseorang bertemu dengan budaya asing dan lambat laun budaya itu diterima. Dengan mahasiswa diaspora mencapai akulturasi budaya, ia memiliki dua kebudayaan dan harus memiliki kemampuan untuk menjaga budaya yang ia punya. Kesimpulan dari penelitian ini, untuk mencapai akulturasi budaya mahasiswa diaspora harus beralih atau bertransisi dari kebiasaan lama ke yang baru. Kemudian melakukan adaptasi untuk menyesuaikan dengan budaya baru. Lalu menghadapi dan meresolusikan hambatan yang ada agar diterima budaya baru. Dan yang terkakhir mencapai akulturasi budaya dengan menerima budaya baru dan dapat menjaga identitas budaya yang mahasiswa diaspora miliki.
Hubungan antara Komunikasi Antarpribadi dengan Motivasi Belajar Siswa SMP Firdaus Muhamad Fachri Afiff; Tia Muthiah Umar
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.7941

Abstract

Abstract. The volunteers from PKBM SMP Firdaus Kota Bandung engage in interpersonal communication to provide guidance to the community in meeting the needs of students. Hence, it is crucial to give consideration to the motivation of volunteers in teaching students through interpersonal communication, which is an important aspect of managing PKBM. The objective of this study is to investigate the correlation between open communication, increased self-confidence, self-concept formation, mutual acceptance and support in interpersonal communication among PKBM volunteers, and student learning motivation in the form of cognitive drive, self-esteem drive, and affiliation needs in SMP Firdaus Kota Bandung. The correlational research method is used to explore the relationship between variable X and variable Y, with the aim of studying the extent to which a factor correlates with variation in other factors. All students of SMP Firdaus Kota Bandung comprise the population for this research, consisting of 65 students. Sampling is done using total sampling technique, and data is collected through questionnaire dissemination, interviews, observations, and literature studies. The findings indicate a robust correlation between interpersonal communication (X) and student learning motivation (Y) in SMP Firdaus Kota Bandung. This is supported by the important role of volunteers in academic activities that use interpersonal communication, where they create openness and self-confidence built by volunteers, encourage and build student self-concepts, and support and accept one another during the process of education and instruction to make students more enthusiastic about learning and achieving academic goals. Abstrak. Pihak relawan dari PKBM SMP Firdaus Kota Bandung melakukan komunikasi antarpribadi agar lebih mudah memberikan petunjuk perihal pembelajaran kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan siswa. Maka, penting untuk memperhatikan motivasi relawan dalam mengajarkan siswa dengan cara berkomunikasi antarpribadi sebagai salah satu aspek penting dalam pengelolaan PKBM. Penelitan ini dimaksudkan untuk menguji hubungan antara komunikasi yang terbuka, peningkatan kepercayaan diri, pembentukan konsep diri, saling menerima dan mendukung satu sama lain dalam komunikasi antarpribadi di antara relawan PKBM dengan motivasi belajar siswa berupa dorongan kognitif, dorongan harga diri, dan kebutuhan afiliasi di SMP Firdaus Kota Bandung. Metode penelitian korelasional digunakan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara variabel X dan variabel Y dengan maksud tujuan mempelajari sejauh mana suatu faktor memiliki korelasi dengan variasi pada faktor lainnya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Firdaus Kota Bandung, yang terdiri dari 65 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampel, dan data dikumpulkan melalui teknik penyebaran kuisioner, wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antarakomunikasi antarpribadi (X) dan motivasi belajar siswa SMP Firdaus Kota Bandung (Y). Hal tersebut dilandasi oleh peran penting relawan dalam aktivtias akademik yang menggunakan komunikasi antarpribadi, di mana mereka menciptakan keterbukaan dan kepercayaan diri yang dibangun oleh relawan, mendorong dan membangun konsep diri siswa, serta saling mendukung dan menerima dalam proses pengajaran dan pembelajaran agar siswa lebih bersemangat dalam belajar dan mencapai tujuan akademik.
Culture Shock Mahasiswa Indonesia dalam Studi di Luar Negeri Adinda Annisa Zahra; Tia Muthiah Umar
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.11538

Abstract

Abstract. As we already know, Culture Shock is something that can be said to be a habit when going through a process of cultural adaptation to a new environment, one of which is abroad. In accordance with the research that I will research, it is entitled "Culture Shock for Indonesian Students in Studying Abroad (Phenomenological Study of Indonesian Students in Perth, Australia)". The aim of this research is to find out what preparations, processes, obstacles and solutions Indonesian students face when adapting so that culture shock can occur. The researcher intends to examine in more depth how Indonesian students deal with Culture Shock. This research uses qualitative research with a phenomenological study approach, constructivism paradigm, and data collection by observation, interviews, and documentation. The results of this research show that each migrant student has their own way of adapting. In the process of cultural adaptation, opening themselves to the surrounding environment, following the existing norms of Perth society. Furthermore, this research uses source triangulation as a technique for testing the validity of the data. This research describes the Culture Shock experienced by Indonesian students abroad, specifically in Perth, Australia. In the process of cultural adaptation, Indonesian students will certainly encounter cultural differences. By going through a process that is appropriate to cultural adaptation, each student will feel comfortable in their new environment. When adapting to culture, every student will definitely experience culture shock and obstacles when facing the cultural adaptation process. Environmental factors can influence the student's adaptation process. Language differences are usually still a major obstacle when students are in the process of adjusting to a new culture. Abstrak. Seperti yang sudah kita ketahui Culture Shock adalah hal yang dapat di katakan sebagai kebiasaan saat sedang melalui proses adaptasi budaya dengan lingkungan baru salah satunya di Luar Negeri. Sesuai dengan penelitian yang akan saya teliti ini berjudul “Culture Shock Mahasiswa Indonesia dalam studi di luar negeri (Studi Fenomenologi pada mahasiswa indonesia di Perth Australia)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persiapan, proses, hambatan dan solusi apa yang di hadapai oleh mahasiswa Indonesia saat ber-adaptasi sehingga dapat terjadinya culture shock. Peneliti bermaksud untuk mengkaji lebih dalam akan bagaimana mahasiswa Indonesia dalam menghadapi Culture Shock. Penelitian ini menggunakan penelitian kuliatatif dengan pendekatan studi fenomenologi, paradigma konstruktivisme, serta pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa setiap mahasiswa pendatang memiliki caranya masing-masing saat melakukan adaptasi Dalam proses adaptasi budaya, membuka diri dengan lingkungan sekitar, mengikuti norma yang ada dengan masyarakat Perth.Selanjutnya penelitian ini menggunakan tringgulasi sumber sebagai Teknik uji keabsahan data. Penelitian ini memaparkan Culture Shock yang dialami oleh mahasiswa Indonesia di luar Negeri tepatnya di Perth Australia. Dalam proses adaptasi budaya, mahasiswa Indonesia tentu akan menemukan perbedaan-perbedaan budaya. Dengan melewati proses yang sesuai dengan adaptasi budaya, nantinya setiap mahasiswa akan merasakan kenyamanan terhadap lingkungan barunya. Saat melakukan adaptasi budaya, setiap mahasiswa pasti memiliki culture shock dan hambatan ketika sedang menghadapi proses adaptasi budaya tersebut. Faktor lingkungan bisa mempengaruhi proses adaptasi pada mahasiswa tersebut. Perbedaan bahasa biasanya masih menjadi kendala utama ketika mahasiswa sedang melakukan proses penyesuian dengan budaya baru.
Komunikasi Terapeutik Verbal Dokter kepada Pasien di Klinik Pratama UPTK UNISBA Alya Mochtar Wenno; Tia Muthiah Umar
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.12071

Abstract

Abstract. Communication carried out by doctors to patients is not just ordinary communication, but a form of therapeutic communication. therapeutic communication is an interpersonal interaction between doctors to patients in order to build good communication between doctors and patients. This study aims to identify the verbal communication of doctors to patients which is the basis of the therapeutic communication style of doctors to patients at the UPTK Unisba Pratama Clinic. Then the purpose of this study is also to understand the doctor's therapeutic communication style verbally used in interacting with patients, and to evaluate the patient's response to the doctor's therapeutic communication style verbally implemented by doctors at the UPTK Unisba Primary Clinic. This study uses a qualitative method using a communication ethnography approach as its research framework. The research participants consisted of key informants, namely Dr. Ani Rohaeni and Dr. Bella Yuliviasari. The results of the study found that verbal therapeutic communication conducted by doctors to patients can be delivered well when doctors implement their verbal communication warmly and empathetically so that patients will feel comfortable, safe, and fully trust the doctor. Abstrak. Komunikasi yang dilakukan oleh dokter kepada pasien tidak hanya sekadar komunikasi biasa, tetapi bentuk dari komunikasi terapeutik. komunikasi terapeutik adalah interaksi interpersonal antara dokter kepada pasien guna membangun komunikasi yang baik antara dokter dan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komunikasi verbal dokter kepada pasien yang menjadi dasar dari gaya komunikasi terapeutik dokter kepada pasien di Klinik Pratama UPTK Unisba. Kemudian tujuan dari penelitian ini juga guna memahami gaya komunikasi terapeutik dokter secara verbal yang digunakan dalam berinteraksi dengan pasien, serta untuk mengevaluasi respon pasien terhadap gaya komunikasi terapeutik dokter secara verbal yang diimplementasikan oleh dokter di Klinik Pratama UPTK Unisba. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi komunikasi sebagai kerangka kerja penelitiannya. Partisipan penelitian terdiri dari informan kunci, yaitu dr. Ani Rohaeni dan dr. Bella Yuliviasari. Hasil penelitian menemukan bahwa komunikasi terapeutik secara verbal yang dilakukan oleh dokter kepada pasien dapat tersampai dengan baik saat dokter mengimplementasikan komunikasi verbalnya secara hangat dan penuh empati dengan begitu pasien akan merasa nyaman, aman, dan percaya sepenuhnya terhadap dokter.