Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Makna dan Dampak Tradisi Ma’pasilaga Tedong (Adu Kerbau) Terhadap Disiplin dan Kehadiran Siswa di Sekolah Dasar di Tana Toraja Inriani Toding; Widdy H. F. Rorimpandey; Deane Umboh
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.15839

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergeseran makna tradisi Ma’pasilaga Tedong (adu kerbau) di Toraja, yang semula merupakan bagian dari upacara adat Rambu Solo’ sebagai penghormatan leluhur, namun kini sering menjadi ajang hiburan dan perjudian. Pergeseran ini berdampak pada nilai budaya, perilaku, kedisiplinan, dan kehadiran siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak tradisi Ma’pasilaga Tedong terhadap kedisiplinan dan kehadiran siswa, mengidentifikasi faktor penyebabnya, serta merumuskan strategi pendidikan untuk menyeimbangkan pelestarian budaya dan kedisiplinan belajar. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah sumber ilmiah dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam tradisi ini memiliki dampak ganda: menumbuhkan rasa kebersamaan dan cinta budaya, tetapi juga menurunkan motivasi belajar dan disiplin waktu. Faktor lingkungan sosial, keluarga, sekolah, dan teman sebaya berperan besar dalam membentuk perilaku siswa terhadap tradisi tersebut. Strategi yang direkomendasikan meliputi integrasi nilai budaya dalam pembelajaran, kerja sama antara sekolah, keluarga, dan tokoh adat, serta pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Kesimpulannya, pelestarian budaya dan kedisiplinan belajar dapat berjalan selaras melalui pendekatan pendidikan yang inklusif dan kontekstual, sehingga tradisi Ma’pasilaga Tedong dapat menjadi sarana pembentukan karakter siswa yang berdisiplin dan mencintai warisan budayanya.
Peningkatan Kemampuan Literasi Siswa melalui Penggunaan Media Digital Interaktif Solagratia Aprili Rumimper; Deane Umboh; Widdy H. F. Rorimpandey
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.15840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana media digital interaktif diterapkan dalam pembelajaran membaca untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa kelas V di SD GMIM 35 Manado. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital seperti e-book interaktif, video pembelajaran, dan aplikasi edukatif tidak hanya meningkatkan minat baca siswa tetapi juga membantu mereka memahami isi bacaan dengan lebih baik. Media digital memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna. Meskipun terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan perangkat dan jaringan, kreativitas guru serta dukungan sekolah dan orang tua menjadi faktor penting dalam menyukseskan penerapan media digital interaktif. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran merupakan strategi yang efektif dan relevan untuk meningkatkan literasi membaca di era digital.
Dampak Penggunaan Aplikasi Edukasi Gamifikasi pada Motivasi Belajar Peserta Didik SD Jesita Evani Pinu; Deane Umboh; Widdy H. F. Rorimpandey
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.15841

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, salah satunya melalui hadirnya aplikasi edukasi berbasis gamifikasi. Aplikasi ini mengintegrasikan elemen permainan ke dalam pembelajaran sehingga proses belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan aplikasi gamifikasi terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung peningkatan motivasi, serta menelaah kendala yang muncul dalam penerapannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi dan wawancara terhadap siswa yang menggunakan Kahoot, Quizizz, dan Duolingo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gamifikasi mampu meningkatkan motivasi belajar melalui peningkatan rasa senang, kompetitif, dan keingintahuan siswa. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan jaringan internet, kurangnya pendampingan guru, serta kecenderungan siswa lebih fokus pada aspek permainan dibandingkan pemahaman materi.
Pemanfaatan Teknologi untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Sekolah Dasar Maria I. Warangkiran; Deane Umboh; Widdy H. F. Rorimpandey
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.15851

Abstract

Penelitian ini membahas peran pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran dan mendorong terwujudnya pembelajaran mendalam (deep learning) di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai hasil penelitian terdahulu mengenai integrasi teknologi dalam pendidikan dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat digital, media interaktif, dan platform pembelajaran daring dapat meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan hasil belajar siswa. Selain itu, teknologi juga berperan dalam mendukung deep learning dengan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, serta penerapan pengetahuan dalam konteks nyata. Namun, keberhasilan implementasinya bergantung pada kompetensi guru, ketersediaan infrastruktur, serta dukungan institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi teknologi dalam pembelajaran di sekolah dasar memerlukan tidak hanya akses digital, tetapi juga inovasi pedagogis yang menekankan pembelajaran bermakna.
Peran Keterlibatan Mahasiswa PGSD Unima dalam Organisasi Kemahasiswaan Terhadap Akademik Mahasiswa Rafly Muhammad Nur; Widdy H.F. Rorimpandey; Deane Umboh
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.15852

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran keterlibatan mahasiswa PGSD Unima dalam organisasi kemahasiswaan terhadap pencapaian akademik mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, yang berfokus pada pengalaman beberapa mahasiswa PGSD yang aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai bagaimana aktivitas organisasi memengaruhi proses dan hasil belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan akademik mahasiswa, terutama pada peningkatan motivasi belajar, kemampuan manajemen waktu, serta keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas organisasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengembangan diri, tetapi juga berperan sebagai faktor pendukung keberhasilan akademik mahasiswa PGSD UNIMA.
Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran di Era Digital Imanuel W. E. Taroreh; Widdy H. F. Rorimpandey; Deane Umboh
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.15870

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran pada era digital melalui studi literatur terhadap berbagai publikasi nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berperan penting dalam mentransformasi pendidikan melalui sistem pembelajaran adaptif, penilaian otomatis, tutor cerdas, dan analisis data pembelajaran. Teknologi tersebut meningkatkan efektivitas pembelajaran, mendukung personalisasi, mengurangi beban administratif guru, serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Meski demikian, implementasi AI masih menghadapi tantangan seperti rendahnya literasi digital pendidik, ketimpangan infrastruktur teknologi, dan isu etika terkait privasi data serta bias algoritma. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi AI dalam pendidikan memerlukan pelatihan guru yang memadai, dukungan infrastruktur digital, dan regulasi yang kuat agar penerapan AI berlangsung etis, inklusif, dan berkelanjutan. AI memiliki potensi besar sebagai fondasi pendidikan masa depan yang selaras dengan tuntutan kompetensi abad ke-21.
From Curriculum Integration to Classroom Practice: Assessing Primary School Teachers’ Competence and Challenges in Contextual IPAS Learning Brianne Eucleysia Jo Komedien; Deane Umboh; Jeane Kalengkongan
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 3 (2026): September
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i3.22011

Abstract

This study aims to assess primary school teachers’ competencies in managing contextual IPAS (Integrated Science and Social Studies) learning and to identify the major challenges affecting its implementation in Tomohon City, Indonesia. A mixed-methods approach was employed, combining quantitative data from a structured questionnaire with qualitative data from classroom observations and semi-structured interviews. The participants comprised 40 primary school teachers from ten public schools selected through purposive sampling. The questionnaire consisted of 15 Likert-scale items covering three competency dimensions: science laboratory management, environment-based learning media management, and science content contextualization. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data were analyzed thematically. The results showed that only 45% of the teachers demonstrated good to excellent competence in managing contextual science learning, whereas 55% demonstrated moderate to low competence. The overall mean competency score was 58%, indicating a moderate level of competence. Among the three dimensions, science laboratory management received the lowest score (52.4%), followed by environment-based learning media management (58.7%) and science content contextualization (63.1%). Teachers reported persistent challenges in organizing practical science activities, developing contextual learning media, and integrating local environmental resources into inquiry-based instruction. This diagnostic profile addresses a gap in the literature by providing a detailed account of teachers’ competencies in managing contextual science learning across three integrated dimensions. The findings provide an evidence-based foundation for curriculum developers and policymakers in Indonesia and other developing countries to design targeted professional development programs and support strategies. Such initiatives may strengthen contextual science education reform and support the effective implementation of the Merdeka Curriculum in primary schools.