Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

STRUCTURAL OPTIMIZATION UNDER EXTREME CONDITIONS: ENGINEERING DESIGN FOR CLIMATE-INDUCED HAZARDS Saripuddin M; Ethan Tan; Giovanni Rossi
Journal of Moeslim Research Technik Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/technik.v3i3.4004

Abstract

Structural infrastructure worldwide faces increasing exposure to climate-induced hazards, including extreme flooding, high-intensity wind events, prolonged heat waves, and compound environmental stressors that challenge conventional engineering design standards. Growing uncertainty associated with climate change necessitates innovative approaches capable of enhancing resilience while maintaining structural efficiency and economic feasibility. This study aims to examine the effectiveness of structural optimization strategies in improving infrastructure performance under extreme environmental conditions. A quantitative engineering research design was employed using finite element modeling, climate hazard simulations, probabilistic risk assessment, and multi-objective optimization techniques. Structural systems were evaluated across multiple hazard scenarios to assess resilience, reliability, material efficiency, failure probability, and lifecycle cost performance. Results indicate that optimized structures achieved significantly higher resilience scores, improved structural reliability, reduced stress concentrations, lower failure probabilities, and greater material efficiency compared with conventional designs. Optimization-based configurations demonstrated superior adaptability to future climate scenarios and maintained operational performance under severe loading conditions. Case-study simulations further revealed substantial reductions in displacement and maintenance requirements while improving long-term infrastructure sustainability. Findings suggest that integrating climate projections with advanced optimization frameworks can substantially strengthen engineering resilience and support more effective adaptation strategies. Structural optimization therefore represents a promising pathway for developing safer, more sustainable, and climate-responsive infrastructure systems capable of addressing emerging environmental risks.
Low-Impact Design for Environmental Resilience: Exploring the Role of Materials and Infrastructure in Sustainable Development Saripuddin M; Grace Williams; Josephine Kamara
Journal of Multidisciplinary Sustainability Asean Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. Environmental degradation and climate change pose significant challenges to sustainable development, particularly in urban infrastructure and built environments. Conventional construction practices contribute to resource depletion, greenhouse gas emissions, and ecosystem disruption, necessitating innovative approaches that enhance environmental resilience. Low-impact design strategies, emphasizing sustainable materials and resilient infrastructure, offer potential pathways to reduce environmental footprints while supporting long-term societal and ecological sustainability. Purpose. This study aims to examine the role of materials and infrastructure in promoting environmental resilience through low-impact design. Specific objectives include assessing the effectiveness of sustainable construction materials, evaluating design strategies that mitigate environmental impacts, and identifying practical solutions for integrating resilience principles into urban development. Method. A mixed-methods research design was employed, combining quantitative life-cycle assessment (LCA) of material and infrastructure impacts with qualitative case studies of sustainable projects across urban settings. Data analysis focused on material performance, energy efficiency, waste reduction, and adaptation to climate-related stressors. Results. Findings indicate that low-impact materials and resilient infrastructure can substantially reduce carbon emissions, energy consumption, and environmental degradation while enhancing adaptive capacity to climate variability. Case studies demonstrate measurable improvements in both ecological and social outcomes when resilience principles are embedded in design and construction practices. Conclusion. The study concludes that low-impact design is a critical enabler of sustainable development, offering evidence-based guidance for architects, engineers, and policymakers to foster environmentally resilient infrastructure.
Rancang Bangun Monitoring Dan Kontrol Otomatis Volume Air Pada Tandon Penyimpanan Air Berbasis Internet Of Things (IOT) Moh Syahrir Latar; Afendi Keliobas; Saripuddin M; Sukirman
Jurnal Teknologi dan Komputer (JTEK) Vol. 5 No. 02 (2025): DESEMBER
Publisher : Teknik Informatika Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56923/jtek.v5i02.254

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk rumah tangga, industri, maupun pertanian. Pemantauan dan pengendalian volume air secara manual memiliki keterbatasan dalam efisiensi dan akurasi, terutama ketika dilakukan secara berkala tanpa adanya sistem yang terintegrasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem monitoring dan kontrol otomatis volume air berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat memantau dan mengontrol ketinggian air secara real-time.Penelitian ini menggunakan metode pengembangan Research and Development (R&D) dengan dua fokus utama, yaitu: merancang produk sistem monitoring dan kontrol air berbasis sensor ultrasonik dan NodeMCU, dan menguji efektivitas sistem dalam pengoperasian otomatis dan manual melalui aplikasi Blynk. NodeMCU berfungsi sebagai mikrokontroler utama yang membaca data dari sensor HC-SR04 dan mengaktifkan relay pompa air sesuai level air yang ditentukan. Tampilan data dan kontrol pompa dilakukan melalui antarmuka Blynk pada smartphone. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat berjalan sesuai dengan rancangan, dengan tingkat keakuratan pengukuran air berkisar antara 0–0,2 cm dari ketinggian aktual. Sistem mampu merespons perubahan level air dengan baik dan dapat diakses secara jarak jauh. Meskipun koneksi jaringan menjadi salah satu kendala, sistem tetap menunjukkan performa yang stabil dan layak untuk diterapkan pada skala rumah tangga atau instalasi kecil.
Desain Stasiun Penyaran Batterai Mobil Listrik Lilis Inriani; M. Nur Agustyawan; Saripuddin M; Hj. Sriwati
Jurnal Teknologi dan Komputer (JTEK) Vol. 5 No. 02 (2025): DESEMBER
Publisher : Teknik Informatika Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56923/jtek.v5i02.258

Abstract

Mobil listrik adalah mobil yang digerakkan oleh motor listrik, menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai. Salah satu masalah pada mobil listrik adalah sistem pengisian baterai yang memakan waktu lama, sehingga diperlukan penelitian agar sistem pengisian baterai dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Saat ini, kendaraan listrik semakin banyak dikembangkan. Mobil listrik memerlukan baterai sebagai sumber energinya, baterai yang paling umum digunakan adalah baterai lithium-ion. Baterai merupakan salah satu topik pembahasan dalam kendaraan listrik, kontrol dan pemantauan yang presisi diperlukan untuk memastikan efisiensi penggunaan baterai kendaraan listrik. Teknologi baterai terbaru adalah baterai lithiumion yang diklaim memiliki umur pakai yang panjang dan mudah dipertahankan. Namun, saat ini, tegangan yang dihasilkan oleh baterai lithium-ion hanya 3,7V, para peneliti merancang baterai lithium-ion dengan menyusun baterai secara seri dalam 2 paket, 3 paket, dan 4 paket. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif, yang digunakan untuk menentukan pengaruh variabel independen (perlakuan) terhadap variabel dependen (hasil) dalam kondisi terkontrol. Hasil pengujian menunjukkan bahwa baterai 2 pack menghasilkan arus rata-rata 2,24 A dengan tegangan 5,6 V, pengisian baterai 3 pack menghasilkan arus rata-rata 8,91 A dengan tegangan 6,7 V, dan pengisian baterai 4 pack menghasilkan arus rata-rata 9,1 A dengan tegangan 8,8 V. Setiap sampel diuji 7 kali/10 menit.
MICROSTRUCTURAL EVOLUTION AND TENSILE BEHAVIOR OF DISSIMILAR STEEL JOINTS UNDER MULTI-PASS WELDING Saripuddin M; Li Wei; Zhang Li
Scientechno: Journal of Science and Technology Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/scientechno.v5i2.4242

Abstract

Dissimilar steel joints are increasingly employed in demanding engineering structures, yet repeated thermal cycles during multi-pass welding can generate complex microstructural heterogeneity and localized mechanical-property gradients that affect structural integrity. This study investigates the relationship between cumulative welding thermal history, microstructural evolution, local property variation, and tensile fracture behavior in multi-pass dissimilar steel joints. An experimental laboratory design integrated controlled multi-pass welding, metallographic characterization, microhardness mapping, transverse tensile testing, fracture-location analysis, and fractographic examination to establish process–structure–property relationships. The results revealed pronounced microstructural and hardness variations across the weld metal, fusion boundaries, heat-affected zones, and base materials due to unequal thermal histories and repeated reheating. Tensile fracture occurred preferentially within or adjacent to mechanically heterogeneous transition regions rather than consistently within the weld centerline or maximum-hardness zone, demonstrating the critical influence of local strength–ductility mismatch and deformation compatibility. The study concludes that tensile performance cannot be adequately explained by average strength or peak hardness alone. An integrated pathway linking thermal history, microstructural evolution, property gradients, strain localization, and fracture behavior provides a stronger mechanistic framework for evaluating joint integrity and optimizing multi-pass welding procedures for reliable dissimilar steel structures under demanding industrial service conditions.
Analisis Prestasi Turbin Pelton Dengan Variasi Jumlah Sudu Turbin Saripuddin M; Muhammad Syafrun; M Agung Prasetya Usman; Sahrullah
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 1 No. 01 (2023): Volume 1, No 1, Oktober, 2023
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turbin Pelton merupakan salah satu jenis turbin impuls yang sangat umum digunakan pada pembangkit listrik tenaga air seperti pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Pemilihan turbin ini didasarkan pada efisiensi tinggi dari turbin Pelton.Metode pengumpulan data yang diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam penelitian ini adalah Studi Pustaka, Studi Literatur, Studi Modifikasi Alat Penelitian. Setelah itu data diperoleh dengan prosedur pengetesan modifikasi turbin pelton. Hasil yang diperoleh pada analisis prestasi turbin pelton dengan variasi jumlah sudu yang terdiri dari tiga variasi sudu. Pada hubungan antara kecepatan aliran air terhadap debit air, terlihat bahwa semakin cepat aliran air yang mengalir maka debit air yang dibutuhkan semakin besar, Sudu 10 mengalirkan air secepat 3,5 m/s dengan debit air yang dibutuhkan sebesar 0,00035 m3/s dan 7,9 m/s dengan debit air yang dibutuhkan sebesar 0,00079 m3/s, pada sudu 15 air mengalir dengan kecepatan 5,4 m/s yang membutuhkan debit air sebesar 0,00054 m3/s dan 7,2 m/s dengan debit air yang dibutuhkan sebesar 0,00072 m3/s, lalu sudu 20 air mengalir melalui pipa dengan kecepatan 4,3 m/s dengan jumlah debit yang dibutuhkan sebesar 0,00043 m3/s dan 7,8 m/s yang membutuhkan debit air sebesar 0,00078 m3/s. Lalu pada hubungan jumlah sudu terhadap daya turbin, bahwa jumlah sudu mempengaruhi daya turbin nilai daya turbin pada jumlah sudu 10 diperoleh daya sebesar sebesar 6,93 watt pada pembukaan Nozzle samping,12,84 watt pada pembukaan Nozzle atas, dan 21 watt pada pembukaan Nozzle ganda. Dan dari hasil pembahasan hubungan antara sudu turbin terhadap efisiensi turbin, nilai efisiensi turbin pada jumlah sudu 10 sebesar 40,76 % pada pembukaan Nozzle samping dan 14,47 % pada pembukaan Nozzle ganda.
Rancang Bangun Mesin Pengiris Bawang Merah Dengan Kapasitas 76,1 Kg/Jam Saripuddin M; Jamaluddin; Nursadikin
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 1 No. 01 (2023): Volume 1, No 1, Oktober, 2023
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan tanaman rendah yang tumbuh tegak dengan tinggi dapat mencapai 15-50cm. dalam pengolahan mesin pertanian, banyak permesinan yang digunakan , diantaranya mesin pengiris bawang merah. Cara kerja mesin pengiris bawang merah ini yaitu rotor berpisau yang berputar sebagai pemotong bawang dengan penggerak motor listrik dengan daya 0,25 HP, 200W dengan puran motor listrik sebesar 2850 rpm. Sabuk yang digunakan tipe K-26 yang dipasangkan pada dua bual pulley berukuran 2” dan 6” dengan rasio 3:1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu pengirisan bawang merah dan besar kapasitas hasil hasil kerja mesin . metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan melakukan percobaan secara langsung.parameter yang diteliti pada penelitian ini yaitu mengukur lama waktu pengirisan bawang merah dan besar kapasitas kerja mesin. Hasil kerja mesin pengiris banwang merah dengan penggerak motor listrik dengan daya 0,25HP sebesar 76,1 kg/jam. Waktu yang digunakan dalam proses pengirisan 1 kg bawang merah sekitar ±47 detik, dengan berat bahan tertinggal sebesar 0,02 kg dengan dengan persentase 2% per kg.
Rancang Bangun Monitoring Dan Kontrol Otomatis Volume Air Pada Tandon Penyimpanan Air Berbasis Internet Of Things (IOT) Moh Syahrir Latar; Afendi Keliobas; Saripuddin M; Sukirman
Jurnal Teknologi dan Komputer (JTEK) Vol. 5 No. 02 (2025): DESEMBER
Publisher : Teknik Informatika Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56923/jtek.v5i02.254

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk rumah tangga, industri, maupun pertanian. Pemantauan dan pengendalian volume air secara manual memiliki keterbatasan dalam efisiensi dan akurasi, terutama ketika dilakukan secara berkala tanpa adanya sistem yang terintegrasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem monitoring dan kontrol otomatis volume air berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat memantau dan mengontrol ketinggian air secara real-time.Penelitian ini menggunakan metode pengembangan Research and Development (R&D) dengan dua fokus utama, yaitu: merancang produk sistem monitoring dan kontrol air berbasis sensor ultrasonik dan NodeMCU, dan menguji efektivitas sistem dalam pengoperasian otomatis dan manual melalui aplikasi Blynk. NodeMCU berfungsi sebagai mikrokontroler utama yang membaca data dari sensor HC-SR04 dan mengaktifkan relay pompa air sesuai level air yang ditentukan. Tampilan data dan kontrol pompa dilakukan melalui antarmuka Blynk pada smartphone. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat berjalan sesuai dengan rancangan, dengan tingkat keakuratan pengukuran air berkisar antara 0–0,2 cm dari ketinggian aktual. Sistem mampu merespons perubahan level air dengan baik dan dapat diakses secara jarak jauh. Meskipun koneksi jaringan menjadi salah satu kendala, sistem tetap menunjukkan performa yang stabil dan layak untuk diterapkan pada skala rumah tangga atau instalasi kecil.
Desain Stasiun Penyaran Batterai Mobil Listrik Lilis Inriani; M. Nur Agustyawan; Saripuddin M; Hj. Sriwati
Jurnal Teknologi dan Komputer (JTEK) Vol. 5 No. 02 (2025): DESEMBER
Publisher : Teknik Informatika Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56923/jtek.v5i02.258

Abstract

Mobil listrik adalah mobil yang digerakkan oleh motor listrik, menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai. Salah satu masalah pada mobil listrik adalah sistem pengisian baterai yang memakan waktu lama, sehingga diperlukan penelitian agar sistem pengisian baterai dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Saat ini, kendaraan listrik semakin banyak dikembangkan. Mobil listrik memerlukan baterai sebagai sumber energinya, baterai yang paling umum digunakan adalah baterai lithium-ion. Baterai merupakan salah satu topik pembahasan dalam kendaraan listrik, kontrol dan pemantauan yang presisi diperlukan untuk memastikan efisiensi penggunaan baterai kendaraan listrik. Teknologi baterai terbaru adalah baterai lithiumion yang diklaim memiliki umur pakai yang panjang dan mudah dipertahankan. Namun, saat ini, tegangan yang dihasilkan oleh baterai lithium-ion hanya 3,7V, para peneliti merancang baterai lithium-ion dengan menyusun baterai secara seri dalam 2 paket, 3 paket, dan 4 paket. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif, yang digunakan untuk menentukan pengaruh variabel independen (perlakuan) terhadap variabel dependen (hasil) dalam kondisi terkontrol. Hasil pengujian menunjukkan bahwa baterai 2 pack menghasilkan arus rata-rata 2,24 A dengan tegangan 5,6 V, pengisian baterai 3 pack menghasilkan arus rata-rata 8,91 A dengan tegangan 6,7 V, dan pengisian baterai 4 pack menghasilkan arus rata-rata 9,1 A dengan tegangan 8,8 V. Setiap sampel diuji 7 kali/10 menit.
EXPLORING SUPERCONDUCTIVITY PHENOMENA IN HIGH-TEMPERATURE CERAMIC MATERIALS FOR POTENTIAL APPLICATIONS IN FUTURE ENERGY STORAGE SYSTEMS Saripuddin M; Miku Fujita; Daiki Nishida
Research of Scientia Naturalis Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/scientia.v3i3.4399

Abstract

High-temperature ceramic superconductors offer promising pathways for future energy storage because their near-zero electrical resistance and strong magnetic behavior may support efficient high-current applications. This study aimed to compare superconducting phenomena in YBCO, Bi-2212, and Bi-2223 ceramics and evaluate their material-level relevance to prospective superconducting magnetic energy storage systems. A comparative laboratory-based experimental design was employed using structural characterization, scanning electron microscopy, four-probe resistivity measurements, magnetic analysis, critical current evaluation, thermal cycling, and field-dependent testing. The results showed that Bi-2223 achieved the highest superconducting onset temperature, whereas YBCO exhibited the strongest overall functional profile through a narrower transition width, higher critical current density, stronger magnetic shielding, and more stable current transport. Bi-2212 demonstrated reproducible superconductivity but showed comparatively weaker grain connectivity and lower current-carrying performance. Correlation analysis further indicated that phase purity, grain connectivity, and flux-pinning behavior were strongly associated with superconducting performance. The study concludes that critical temperature alone is insufficient for assessing energy-storage suitability. A multidimensional evaluation integrating thermal, electrical, magnetic, and microstructural properties provides a more reliable basis for identifying promising superconducting materials for future storage technologies while highlighting the need for conductor-scale and device-level validation under realistic cryogenic, mechanical, and high-field operating conditions over extended cycles.