Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

MODIFIKASI ALAT PRAKTIKUM TURBIN PELTON SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK MIKRO HIDRO Syahrul Safar; Taufik; Herman Hi Tjolleng Taba; Darmulia
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 3, No 1, April, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit listirk tenaga air saat ini menjadi salah satu pilihan dalam memanfaatkan sumber energi, namun pemanfaatan yang ada masih menggunakan teknologi yang sederhana, pembangkit seperti ini hanya mampu mencukupi pemakaian energi listrik untuk sejumlah rumah saja salah satunya generator yang merupakan suatu sistem yang menghasilkan tenaga listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya turbin yang dihasilkan turbin pelton mikrohidro dengan menggunakan variasi beban dan untuk mengetahui daya generator yang dihasilkan turbin pelton mikrohidro dengan menggunakan variasi beban. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi pustaka, studi literature dan studi modifikasi. Analisis yang digunakan yaitu metode eksperimen berskala Laboratorium dengan variasi beban yang digunakan sebanyak 4 beban mulai dari tanpa beban, beban 10 watt, beban 12 watt sampai beban 20 watt. Hasil penelitian yang di dapatkan yaitu daya turbin pada turbin pelton mikrodihro tertinggi di variasi tanpa beban, pada nozzle berganda yaitu sebesar 3,72 watt dan nilai daya turbin terendah pada variasi beban 20 watt di nozzle samping yaitu sebesar 2,81 watt. Daya generator pada turbin pelton mikrodihro tertinggi di variasi beban 20 watt, pada nozzle berganda yaitu sebesar 342,4 watt dan nilai daya generator terendah pada variasi tanpa beban watt baik nozzle atas, samping dan berganda yaitu sebesar 0 watt. Penelitian ini disimpulkan bahwa penggunaan variasi beban yang rendah maka daya turbin yang dihasilkan rendah sedangkan daya generator yang dihasilkan tinggi, sebaliknya penggunaan variasi beban yang tinggi maka daya turbin yang dihasilkan tinggi sedangkan daya generator yang dihasilkan rendah.
PENGEMBANGAN MESIN PRESS BAN DALAM MENGGUNAKAN ARDUINO DENGAN SISTEM PENGGERAK MOTOR LISTRIK DAN TIMER Soni Salmin Wahab; Darmulia; Muhammad Syafrun
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 3, No 1, April, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Press ban adalah salah satu metode untuk menambal ban yang bocor dengan cara membuka pelek ban dan menambalnya serta memanfaatkan tekanan dari motor listrik. Metode pengumpulan data yang diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam penelitian ini adalah Observasi, Studi Literatur, Analisis. Setelah itu data diperoleh dengan prosedur pengetesan mesin press ban dalam. Hasil yang diperoleh pada pengembangan press ban dalam pada suhu elemen pemanas 90°C dengan waktu 8 menit menghasilkan perpindahan panas konduksi sebesar 45 joule. Pada pengujian yang dilakukan dengan waktu 10 menit menghasilkan perpindahan panas konduksi sebesar 57 joule dan pengujian dengan waktu 15 menit menghasilkan perpindahan panas konduksi sebesar 85,7 joule (bahan penambal) sudah menempel dengan sempurna. Alat press ban dalam ini menggunakan motor listrik type 60KTYZ 14W 220V sebagai sumber tenaga tekan yang saling berhubungan ditiap komponen, ujung as motor terhubung dengan pulley yang di kelilingi oleh V – belt dan lead screw di pasangin pulley untuk memutar naik atau turun serta memiliki rpm 1.500, pulley 1 yaitu berdiameter 30 mm, pulley berdiameter 20 mm, torsi 30 Nm dan memiliki daya 8,57 HP. V – belt yang digunakan untuk mentransmisikan putaran dan daya dari suatu poros ke poros lain. Biasanya mempunyai jarak yang jauh sehingga tidak memungkinkan transmisi langsung dengan roda gigi. Sebagian besar transmisi belt menggunakan tipe V putaran yang dihasilkan sebesar 2.250 Rpm jika dengan mempertimbangkan ketebalan V – belt (t) maka hasilnya 2. 248 Rpm.
ANALISIS LOSSES FLUIDA AIR DENGAN VARIASI BENTUK SAMBUNGAN PIPA Citra Lestari; Fadhli Rahman; Darmulia
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 02 (2024): Volume 2, No 2, Oktober, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Losses adalah kehilangan tekanan atau kerugian pada sistem perpipaan akibat adanya gesekan yang terjadi pada sambungan pipa (fitting). Adapun rumusan masalah yang diangkat oleh penulis yaitu Bagaimana mengetahui nilai kerugian gesek sepanjang pipa (Mayor Losses) serta Bagaimana mengetahui nilai kerugian gesek pada alat bantu pipa (Minor Losses). Adapun tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk mengetahui nilai kerugian gesek sepanjang pipa (Mayor Losses) dan untuk mengetahui nilai kerugian gesek pada alat bantu pipa (Minor Losses). Pengujian dilakukan dengan variasi pembukaan katup sebanyak 3 kali. Hasil analisis mayor losses pada pipa galvanis 1 inch pembukaan katup pertama dengan nilai (0,0111), katup kedua (0,0110) dan katup ketiga (0,0103). Sedangkan mayor losses pada pipa galvanis ½ inch pembukaan katup pertama sebesar (0,0029), katup kedua (0,0026) serta pada katup ketiga (0,0024). Sedangkan nilai losses pada sambungan pipa (minor losses) untuk sambungan tee pada pembukaan katup pertama (0,083), pada katup kedua (0,078) dan pada katup ketiga (0,074). Untuk nilai losses pada elbow untuk pembukaan katup pertama sebesar (0,054), katup kedua (0,043) serta pada katup ketiga (0,026). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kerugian losses (mayor losses) pada pipa galvanis 1 inch dan ½ inch, untuk pipa galvanis 1 inch lebih besar nilai losses yang diperoleh dibandingkan dengan pipa galvanis ½ inch. Sedangkan pada kerugian losses (minor losses) untuk sambungan tee dan elbow di mana nilai untuk sambungan tee lebih besar dibanding nilai dari alat sambungan pipa elbow
PERBANDINGAN PENGARUH JENIS MINYAK PELUMAS TERHADAP TEMPERATUR MESIN YAMAHA VIXION 150 CC Muh Arham; Reza; Darmulia
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 02 (2024): Volume 2, No 2, Oktober, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan semakin hari semakin pesat terutama dalam bidang teknologi. Salah satu bidang teknologi yang mengalami kemajuan adalah bidang otomotif, kemajuan dibidang ini dapat dilihat pada kendaraan sekarang yang selalu ingin meningkatkan rasa kenyamanan, keamanan, dan ramah lingkungan. Usaha yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas sistem pelumas. Kualitas sistem pelumas yang baik dapat membuat mesin menjadi lebih awet dan kinerja mesin juga lebih baik. Sebaliknya jika kualitas pelumas tidak baik maka mesin cepat mengalami kerusakan dan tidak akan bekerja secara optimal (Madliyani et al., 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minyak pelumas terhadap temperature mesin dan untuk membandingkan minyak pelumas terhadap temperatur mesin Yamaha vixion 150 cc, untuk pengujian perbandingan beberapa merk pelumas terhadap perubahan temperatur mesin. Menggunakan pelumas Yamalube, pelumas Enduro Racing, pelumas Shell Advance, Motul dan pelumas Deltalube, pada putaran mesin idle (1600 RPM) selama 5 menit pengujian ( 300 detik), dilakukan lima kali pada tiap sampel kemudian dibandingkan untuk masing-masing sampel yang dilakukan pengujian. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa temperatur tertinggi dari beberapa merk pelumas yang diujikan adalah pelumas Yamalube dengan temperatur 69,712 ?C. Kemudian disusul pelumas Pertamina Motul dengan temperatur 69,572 ?C. Kemudian diikuti oleh pelumas Shell Advance dengan temperature 69,384 ?C, Kemudian diikuti pelumas Enduro Racing dengan ntemperatur 69, 128 ?C, dan Pelumas Deltalube memiliki kenaikan temperatur paling rendah dengan temperatur mesin 68,46 ?C.
PERANCANGAN ALAT UJI FLUIDA UDARA BERBASIS LABORATORIUM Darmulia; Muhammad Syafrun; Syakir; Sahrullah
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 01 (2024): Volume 2, No 1, April, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu yang menentukan proses pembelajaran pada perkuliahan khususnya di Jurusan Teknik Mesin Universitas Islam Makassar adalah kelengkapan sarana dan prasarana, dimana kedua hal tersebut adalah salah satu faktor untuk mendukung proses pembelajaran ataupun penelitian selama masa perkuliahan. Saat ini di Jurusan Teknik Mesin Universitas Islam Makassar, terdapat beberapa praktikum yang mendukung terlaksananya kegiatan perkuliahan, salah satunya praktikum Mekanika Fluida. Pada Perancangan Mekanika Fluida di Jurusan Teknik Mesin Universitas Islam Makassar, terdapat beberapa mesin fluida yang digunakan untuk penelitian ataupun pengujian untuk mengetahui prinsip kerja dari beberapa mesin fluida, seperti turbin air. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan metode observasi dan studi literatur. Hasil dari perancangan alat uji fluida udara yang mengunakan blower sebagai alat unuk mengalirkan udara ke pipa, yang di gunakan untuk mengetahui kecepatan pada udara. Setelah di lakukan perancangan alat dan proses perakitan alat uji fluida udara berbasis laboratorium. Maka selanjutnya akan di lakukan proses pengujian alat yang sudah di buat sebelumnya guna untuk mengetahui kinerja alat tersebut apakah sudah sesuai dengan konsep perancangan yang telah di susun ataukah masih terdapat kekurangan atau tidak sesuaihasil pembahasan penelitian dalam skripsi ini, penulis memperoleh kesimpulan mengenai perancangan alat uji fluida udara berbasis laboratorium Dari hasil penelitian yang kami lakukan mengenai prancangan alat uji fluida udara berbasis laboratorium bahwa dapat di simpulkam bahwa udara yang di hasilkan blower yang mengalir ke pipa yaitu 15,0 m/s dengan daya tekanan 220 volt, dengan temperatur udara 28°c Hasil pengujian alat dapat dismpulkan bahwa alat ini bekerja dengan baik berdasarkan percobaan yang kami lakukan di laboratorium teknik universitas islam makassar
ANALISA PENGARUH VARIASI TEGANGAN PENGELASAN TITIK TERHADAP KEKUATAN TEKUK DAN STRUKTUR MIKRO PADA PLAT STAINLESS STEEL AISI 4140 Djupri Juma Pabeta; Darmulia; Ummu Aisyah ITP; Andi Muh. Fuad
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 01 (2024): Volume 2, No 1, April, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi tegangan pengelasan titik terhadap kekuatan tekuk dan struktur mikro pada plat stainless stell AISI 4140. Penelitian dilakukan di 3 lokasi, yaitu Akademi Teknik Industri Makassar, Balai Latihan Kerja Makassar, dan Universitas Muslim Indonesia. Metode pengelasan yang dilakukan adalah las titik pada 2 buah plat yang disusun overlap dengan menggunakan tegangan 1,70, 2,02, dan 2,34 volt. Spesimen yang dibuat adalah 4 buah pada masing-masing tegangan sehingga total spesimen yang dibuat adalah 12 buah spesimen. Dimana 9 spesimen digunakan untuk uji tekuk dan 3 spesimen untuk uji struktur mikro. Uji tekuk menggunakan mesin uji tekuk UTM (universal Testing Machine) dengan komputer pengendali. Dan uji struktur mikro menggunakan metode SEM (Scanning Electron Microscopy).Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar tegangan yang diaplikasikan dalam pengelasan titik maka besar tegangan tekuknya akan semakin kecil, dimana pada tegangan 1,70 volt, tegangan bending yang dihasilakan adalah sebesar 5.209,24 Mpa. Pada 2,02 volt, dihasilkan tegangan bending sebesar 4.637,42 Mpa. Dan pada tegangan 2,34 volt, dihasilkan tegangan bending sebesar 4.278,10 Mpa. Dan retakan dalam pengamatan mikroskopis pun semakin besar, dimana pada tegangan 1,70 volt, jarak retakannya adalah sebesar 579 nm. Pada tegangan 2,02 volt, jarak retakannya adalah sebesar 2.953,33 nm. Dan pada tegangan 2,34 volt, jarak retakannya adalah sebesar 7.526,67 nm.
REDESAIN PEMANFAATAN LIMBAH KULKAS DAN TABUNG GAS UNTUK PEMBUATAN KOMPRESOR Andi Rinaldi Amir; Agung Wirawan; Darmulia
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 02 (2025): Volume 3, No 2, Oktober, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan limbah kulkas dan tabung gas penting untuk keberlanjutan dan pengurangan dampak lingkungan. Pendaurulangan ini mendukung ekonomi sirkular dengan mengolah bahan bekas menjadi produk berguna, seperti kompresor udara yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Kompresor kulkas bekerja mirip dengan kompresor udara, sementara tabung gas dapat menjadi wadah penyimpanan udara bertekanan. Kompresor udara berperan di berbagai industri dan lebih efisien dibandingkan alat listrik atau baterai. Selain mengurangi limbah dan emisi karbon, pendekatan ini memberikan manfaat ekonomi, terutama bagi daerah dengan keterbatasan akses teknologi. Penelitian ini mengeksplorasi aspek teknis, keselamatan, dan efisiensi energi dalam modifikasi komponen limbah, dengan harapan mendukung teknologi ramah lingkungan dan pemanfaatan sumber daya yang lebih bijaksana. Hasil penggabungan kompresor kulkas dan tabung gas 12 kg menunjukkan bahwa re-desain pemanfaatan limbah ini layak dari aspek lingkungan, teknis, fungsional, bahan, dan keselamatan kerja. Kompresor yang dihasilkan mampu mencapai tekanan maksimum 86 psi (6,0464 kg/cm²) dengan tekanan konstan selama tiga kali percobaan. Waktu pengisian bervariasi, yaitu 21 menit pada percobaan pertama, 18 menit 30 detik pada percobaan kedua, dan 19 menit 10 detik pada percobaan ketiga. Tekanan standar kompresor ini adalah 30 psi (2,10921 kg/cm²), sementara tabung mampu menampung tekanan hingga 135 psi (9,5 kg/cm²) dengan volume 108416 kg/cm³.
ANALISIS KINERJA POMPA SENTRIFUGAL TERHADAP PERUBAHAN DIAMETER PIPA SALURAN ISAP Fauji Ponzeka; Muhammad Syafrun; Darmulia
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 02 (2025): Volume 3, No 2, Oktober, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pompa sentrifugal merupakan salah satu jenis pompa yang banyak digunakan dalam berbagai industri untuk mengalirkan fluida. Efisiensi pompa sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah diameter pipa saluran isap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi diameter pipa isap terhadap head tekanan, laju aliran, daya pompa, dan efisiensi pompa sentrifugal. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan tiga variasi diameter pipa, yaitu 3/4 inch, 1 inch, dan 1 1/2 inch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar diameter pipa, semakin tinggi head tekanan dan laju aliran yang dihasilkan. Pipa dengan diameter 1 1/2 inch menghasilkan head tekanan rata-rata tertinggi sebesar 19,53 m dan laju aliran 0,0006285 m³/s, sedangkan pipa 3/4 inch menghasilkan nilai terendah dengan head tekanan 13,20 m dan laju aliran 0,0000965 m³/s. Efisiensi pompa tertinggi juga diperoleh pada pipa 1 1/2 inch sebesar 8,11%, sementara pipa 3/4 inch memiliki efisiensi terendah sebesar 0,78%. Namun, peningkatan diameter pipa juga berdampak pada kenaikan daya pompa yang dibutuhkan, di mana pipa 1 1/2 inch memerlukan daya tertinggi sebesar 40.480,08 W. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pipa dengan diameter lebih besar dapat meningkatkan efisiensi dan performa pompa sentrifugal. Namun, pemilihan ukuran pipa harus mempertimbangkan keseimbangan antara efisiensi dan konsumsi daya untuk mendapatkan sistem yang optimal.
MODIFIKASI MESIN PERAJANG PISANG DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK Muh. Arya Aswatul Aswar; Darmulia; Djupri Juma Pabeta
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 02 (2025): Volume 3, No 2, Oktober, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2020, tercatat bahwa hasil produksi pisang yang ada di sulawesi selatan mencapai 1.424.924 quintal/157,07 ton tanaman pisang. Para industri kecil umumnya masih menggunakan tenaga manusia untuk membantu mengiris pisang dengan alat perajang sederhana dan manual sehingga memperlama proses pengirisan pisang, masyarakat juga belum terlalu paham tentang alat perajang pisang ini dan tingkat efisiensi alat yang masih kurang. Beberapa studi terdahulu yang terkait dengan alat perajang pisang yang pernah ada masih relatif mahal dan proses pembersihan/maintenance yang terlihat dari konstruksi corong yang paten menyulitkan untuk dilakukan pembersihan pada bagian dalam corong dan mata pisau. Untuk itu perlu desain ulang agar proses perajangan pisang lebih optimal. Adapun tujuan dari penulisan proposal ini adalah sebagai berikut: Merancang dan membuat mesin perajang pisang, mengetahui rata-rata hasil rajangan. Prinsip kerja mesin ini adalah dari tenaga motor listrik yang dinyalakan akan menggerakan pulley 1 dari pulley 1 v-belt berputar menggerakan pulley 2 dipindahkan keporos yang dihubungkan kepisau pengiris pisang yang mampu menghasilkan irisan bulat dan memanjang. Tentunya kami ingin membuat mesin ini bisa lebih efisien dibanding mesin perajang pisang lainnya . Hasil dari mesin perajang pisang ini tidak hanya terlihat pada kapasitas produksi yang besar saja, melainkan juga rancangan/konstruksi mesin yang mudah untuk dilakukan proses pembersihan setelah mesinnya digunakan.
PENGARUH PERLAKUAN PANAS PADA KEKUATAN TARIK BAUT SOCKET HEAD CAP M16 Arfi Jalil; Darmulia
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baut socket head cap M16 merupakan salah satu komponen pengikat yang banyak digunakan pada konstruksi dan perakitan mesin, sehingga membutuhkan sifat mekanik yang baik terutama kekuatan tarik. Salah satu metode untuk meningkatkan sifat mekanik baut adalah melalui perlakuan panas (heat treatment). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu perlakuan panas terhadap kekuatan tarik baut socket head cap M16. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan melakukan perlakuan panas pada baut dengan variasi suhu 750°C, 850°C, dan 950°C menggunakan media pendingin air, kemudian dilakukan pengujian tarik sesuai standar ASTM E8/E8M. Parameter yang dianalisis meliputi tegangan tarik maksimum dan regangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi suhu perlakuan panas berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanik baut. Pada suhu 750°C diperoleh kekuatan tarik sebesar 621,660 MPa dengan regangan tertinggi sebesar 31,37%, menunjukkan sifat yang lebih ulet. Pada suhu 850°C kekuatan tarik meningkat menjadi 745,835 MPa dengan regangan 16,55%. Sementara itu, pada suhu 950°C diperoleh kekuatan tarik tertinggi sebesar 1514,461 MPa dengan regangan terendah sebesar 11,678%. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan suhu perlakuan panas dapat meningkatkan kekuatan tarik namun menurunkan keuletan material. Dengan demikian, suhu perlakuan panas 950°C direkomendasikan untuk aplikasi yang membutuhkan kekuatan tarik tinggi pada baut socket head cap M16.