Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN PAHAT KARBIDA DENGAN HIGH SPEED STEEL (HSS) TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN HASIL PEMBUBUTAN Baharuddin; Darmulia; Obet Ranteallo
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia manufaktur, kualitas permukaan hasil pembubutan merupakan aspek penting yang sangat memengaruhi performa dan daya tahan produk akhir. Tujuan penelitian ini adalah Membandingkan kualitas hasil permukaan (Ra) antara kedua jenis pahat dengan kecepatan pemakanan (Feeding) yang sama serta Menganalisis pengaruh penggunaan pahat karbida dan HSS terhadap nilai kekasaran permukaan hasil pembubutan. Hasil penelitian menunjukkan, pahat HSS secara umum menghasilkan kualitas permukaan (Ra) yang lebih halus dan stabil dibandingkan pahat Karbida, meskipun keduanya diuji pada kecepatan pemakanan (feeding) yang sama. Hal ini terlihat jelas pada benda uji A dan C, di mana pahat HSS menunjukkan nilai kekasaran permukaan yang lebih rendah dan konsisten. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa pengaruh jenis pahat terhadap kekasaran permukaan sangat signifikan. Pahat HSS memberikan hasil terbaik pada benda uji A (2,340–2,940 ?m) dan C (penurunan bertahap dari 4,180 hingga 2,131 ?m). Sebaliknya, pada benda uji B, pahat Karbida memberikan hasil yang lebih baik (3,500–3,820 ?m) dibandingkan pahat HSS yang menghasilkan kekasaran tertinggi (hingga 4,900 ?m). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa karakteristik material benda uji memengaruhi performa masing-masing pahat, dan pahat HSS cenderung lebih unggul dalam menghasilkan permukaan halus pada sebagian besar kondisi yang diuji.
RANCANG BANGUN ALAT PEMBELAH KAYU MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK Sulaeman; Yuyun; Muh Syahrir Habiba; Darmulia
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat, khususnya di pedesaan, akan alat pembelah kayu yang lebih efisien, aman, dan tidak bergantung pada proses manual yang memerlukan banyak tenaga dan waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membangun alat pembelah kayu sederhana berbasis motor listrik yang efektif digunakan pada skala rumah tangga maupun usaha kecil. Metode penelitian yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan, perancangan komponen mekanik, perhitungan teknis, pemilihan material, proses fabrikasi, dan pengujian kinerja alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat menggunakan motor listrik tipe Asynchronous Motor YC 7124 dengan daya 190 watt, kecepatan putaran 1400 rpm, dan menghasilkan torsi sebesar 1,29 N.m dilengkapi dengan gearbox rasio 1:10 menghasilkan torsi output sebesar 12,9 N.m dan kecepatan putar 140 rpm serta menggunakan transmisi rantai dan sprocket tipe 428-14T dengan panjang rantai 1555,44 mm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa alat pembelah kayu berbasis motor listrik berhasil dirancang dan dibangun dengan spesifikasi teknis yang sesuai, mampu bekerja secara efektif, aman, dan layak digunakan pada skala kecil.
The Effect of Octane Booster and Nitro Race Additives on Engine Performance and Fuel Consumption of 110 CC Motorcycle Engine: An Experimental Approach Darmulia Darmulia; Obet Ranteallo
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 8 No. 3 (2026): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v8i3.344

Abstract

Background: Fuel quality and combustion characteristics are important factors that influence engine performance and fuel efficiency in spark-ignition engines. The use of fuel additives is one method commonly applied to improve combustion quality. Objective: This study evaluated the comparative effects of STP Octane Booster and Nitro Race additives on the engine performance and fuel consumption of a Honda Scoopy 110 cc motorcycle. Methods: A quantitative experimental method was employed using a 2022 Honda Scoopy 110 cc engine. Pertalite (RON 90) and Pertamax Turbo (RON 98) were blended with both additives at five concentration levels (5–25 ml/L). Performance parameters, including torque, power, fuel consumption, specific fuel consumption (SFC), and thermal efficiency, were measured using a chassis dynamometer. Results: Higher additive concentrations consistently increased torque and effective power while reducing fuel consumption and SFC. The combination of STP Octane Booster and Pertamax Turbo yielded the best overall performance among all tested mixtures. Conclusion: STP Octane Booster combined with high-octane fuel positively improved combustion quality and engine performance. These findings suggest that commercially available octane boosters can serve as a cost-effective approach to optimizing fuel efficiency in small motorcycle engines.
Analisa Perbandingan Performa Motor Matic Terhadap Pengaruh Variasi Berat Roller Dan Kemiringan Rumah Roller Pada Sistem CVT (Continously Variable Transmission) Darmulia; Djufri Juma Pabeta; Burtono; Mohammad Syuaib
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 1 No. 01 (2023): Volume 1, No 1, Oktober, 2023
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi berat roller dan sudut kemiringan rumah roller terhadap performa motor matic. Penelitian dilakukan di Bengkel Sepeda Motor Antang Raya, Jalan Inspeksi Kanal PAM No. 57 Kassi-Kassi, Makassar, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan teknik analisis deskriptif. Pengujian dilakukan pada sepeda Motor Yamaha Mio Sporty tahun 2009 kapasitas mesin 110 cc dengan memvariasikan massa roller 13 gram, 14 gram dan 15 gram dengan variasi putaran mesin 2000 rpm, 3000 rpm dan 4000 rpm. Alat yang digunakan dalam proses pengambilan data penelitian adalah dynotest. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh berat roller dan sudut kemiringan rumah roller terhadap performa motor matic semakin banyak variasi sudut kemiringan drive pulley akan meningkatkan performance yang berbeda-beda pada sepeda motor matic dimana performance terbaik dihasilkan pada sudut kemiringan drive pulley 13º, 14º dan 15º dengan torsi, daya efektif, pemakaian bahan bakar, pemakaian bahan bakar spesifik dan efesiensi thermal efektif.
Modifikasi Alat Pengubah Air Laut Menjadi Air Tawar Berbasis Penyaringan Carbon Aktif Dan Zeolit Aktif Djufri Juma Pabeta; Darmulia; Muh Nurul Ikhsan; Irfan
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 1 No. 01 (2023): Volume 1, No 1, Oktober, 2023
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas air di daerah pesisir umumnya lebih rendah. Nilai salinitas air di kawasan ini tidak layak untuk dikonsumsi. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tingginya angka salinitas adalah dengan teknik penyaringan dengan metode reverse osmosis dengan memodifikasi alat pengubah air laut menjadi air tawar berbasis penyaringan carbon aktif dan zeolit aktif.menganalisis penurunan kadar garam pada air dengan filtrasi zeolit dan carbon aktif dengan metode reverse osmosis untuk mengetahui air laut yang telah di olah sudah memenuhi standar konsumsi, metode pengumpulan data yang diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam penelitian ini adalah Studi Pustaka, Studi Literatur, Studi Modifikasi Alat Penelitian. Setelah itu data diperoleh dengan prosedur pengetesan modifikasi alat pengubah air laut.Setelah melakukan pengujian alat makan selanjutnya adalah melakukan pengujian data dan Adapun data yang kami dapat setelah melakukan pengujian sebanyak 3 kali dalam 1 percobaan adapun hasil pengujian penelitian dengan nilai rata-rata (Percobaan 220 v 0,5 Mpa 1 Liter 2 Menit (Percobaan 2) 220v 0,5 Mpa 15 Liter 30 Menit (Percobaan 3) 220v 0,5 Mpa 50 Liter 60 Menit Bedasarkan penelitian yang telah dilakukan terjadi penurunan terhadap angka salinitas sampel air menggunakan karbon aktif dan zeolite aktif yang diaktivasi menggunakan NaOH 0,5 M. Setelah diberi perlakuan menggunakan karbon aktif dan zeolite aktif yang diaktivasi menggunakan NaOH 0,5 M. Terjadi penurunan rata – rata 2,7 ‰ dari nilai salinitas 2,8 ‰. Hal ini sejalan dengan beberapa penelitian terkait yang memaparkan manfaat karbon aktif untuk penurunan salinitas air. waktu kontak yang paling baik dalam penurunan salinitas terjadi pada waktu 60 menit yang menghasilkan penurunan sebesar 2,6 ‰, dapat di simpulkan bahwa Modifikasi Alat Pengubah Air Laut Menjadi Air Tawar Berbasis Penyaringan Carbon Aktif Dan Zeolit Aktif dengan melihat alat penelitian yang sudah ada yang menggunakan system destilasi air laut setelah di lakukan pengujian dan penelitian dapat di simpulkan bahwa Ada banyak perbedaan baik itu dari tingkan evisiensi waktu dan hasil penurunan salinitasnya.
ANALISIS PERUBAHAN PEMBEBANAN TERHADAP KINERJA TURBIN CROSSFLOW Reja Putra Pratama Sadli; Muh Syuaib; Darmulia; Muhammad Syafrun
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 3, No 1, April, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turbin air adalah salah satu perangkat utama yang digunakan dalam pembangkit listrik tenaga air, dan berbagai jenis turbin air telah dikembangkan untuk mengoptimalkan konversi energi kinetik air menjadi energi mekanik yang kemudian diubah menjadi energi listrik. Turbin Crossflow adalah salah satu jenis turbin air yang memiliki sejumlah keunggulan dalam berbagai aplikasi, termasuk pembangkit listrik skala kecil hingga menengah. Namun, dalam pengoperasiannya, turbin Crossflow sangat dipengaruhi oleh pembebanan yang dikenakan padanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh pembebanan yang diberikan terhadap kinerja dari turbin Crossflow dengan menggunakan 2 sudut pengarah. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode eksperimen yaitu menggunakan alat uji turbin Crossflow, dimana parameter-parameter penelitian ini meliputi: head, putaran, massa jenis fluida, debit air, daya yang dihasilkan, serta efisiensi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pada pembukaan sudut pengarah 35o diperoleh daya generator mengalami penurunan, dari 45,9 watt (beban 75 watt) ke 43,32watt (beban 105 watt) dan nilai efisiensi generator mengalami penurunan, dari 6,53% (beban 75 watt) ke 6,16 % (beban 105 watt). Sedangkan pada pembukaan sudut pengarah 40o, diperoleh daya generator mengalami penurunan, dari 39,84 watt (beban 75 watt) ke 38,88 watt (beban 105 watt) dan nilai efisiensi generator mengalami penurunan, dari 5,50% (beban 75 watt) ke 5,37 % (beban 105 watt).
MODIFIKASI ALAT PRAKTIKUM TURBIN PELTON SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK MIKRO HIDRO Syahrul Safar; Taufik; Herman Hi Tjolleng Taba; Darmulia
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 3, No 1, April, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit listirk tenaga air saat ini menjadi salah satu pilihan dalam memanfaatkan sumber energi, namun pemanfaatan yang ada masih menggunakan teknologi yang sederhana, pembangkit seperti ini hanya mampu mencukupi pemakaian energi listrik untuk sejumlah rumah saja salah satunya generator yang merupakan suatu sistem yang menghasilkan tenaga listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya turbin yang dihasilkan turbin pelton mikrohidro dengan menggunakan variasi beban dan untuk mengetahui daya generator yang dihasilkan turbin pelton mikrohidro dengan menggunakan variasi beban. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi pustaka, studi literature dan studi modifikasi. Analisis yang digunakan yaitu metode eksperimen berskala Laboratorium dengan variasi beban yang digunakan sebanyak 4 beban mulai dari tanpa beban, beban 10 watt, beban 12 watt sampai beban 20 watt. Hasil penelitian yang di dapatkan yaitu daya turbin pada turbin pelton mikrodihro tertinggi di variasi tanpa beban, pada nozzle berganda yaitu sebesar 3,72 watt dan nilai daya turbin terendah pada variasi beban 20 watt di nozzle samping yaitu sebesar 2,81 watt. Daya generator pada turbin pelton mikrodihro tertinggi di variasi beban 20 watt, pada nozzle berganda yaitu sebesar 342,4 watt dan nilai daya generator terendah pada variasi tanpa beban watt baik nozzle atas, samping dan berganda yaitu sebesar 0 watt. Penelitian ini disimpulkan bahwa penggunaan variasi beban yang rendah maka daya turbin yang dihasilkan rendah sedangkan daya generator yang dihasilkan tinggi, sebaliknya penggunaan variasi beban yang tinggi maka daya turbin yang dihasilkan tinggi sedangkan daya generator yang dihasilkan rendah.
PENGEMBANGAN MESIN PRESS BAN DALAM MENGGUNAKAN ARDUINO DENGAN SISTEM PENGGERAK MOTOR LISTRIK DAN TIMER Soni Salmin Wahab; Darmulia; Muhammad Syafrun
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 3, No 1, April, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Press ban adalah salah satu metode untuk menambal ban yang bocor dengan cara membuka pelek ban dan menambalnya serta memanfaatkan tekanan dari motor listrik. Metode pengumpulan data yang diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam penelitian ini adalah Observasi, Studi Literatur, Analisis. Setelah itu data diperoleh dengan prosedur pengetesan mesin press ban dalam. Hasil yang diperoleh pada pengembangan press ban dalam pada suhu elemen pemanas 90°C dengan waktu 8 menit menghasilkan perpindahan panas konduksi sebesar 45 joule. Pada pengujian yang dilakukan dengan waktu 10 menit menghasilkan perpindahan panas konduksi sebesar 57 joule dan pengujian dengan waktu 15 menit menghasilkan perpindahan panas konduksi sebesar 85,7 joule (bahan penambal) sudah menempel dengan sempurna. Alat press ban dalam ini menggunakan motor listrik type 60KTYZ 14W 220V sebagai sumber tenaga tekan yang saling berhubungan ditiap komponen, ujung as motor terhubung dengan pulley yang di kelilingi oleh V – belt dan lead screw di pasangin pulley untuk memutar naik atau turun serta memiliki rpm 1.500, pulley 1 yaitu berdiameter 30 mm, pulley berdiameter 20 mm, torsi 30 Nm dan memiliki daya 8,57 HP. V – belt yang digunakan untuk mentransmisikan putaran dan daya dari suatu poros ke poros lain. Biasanya mempunyai jarak yang jauh sehingga tidak memungkinkan transmisi langsung dengan roda gigi. Sebagian besar transmisi belt menggunakan tipe V putaran yang dihasilkan sebesar 2.250 Rpm jika dengan mempertimbangkan ketebalan V – belt (t) maka hasilnya 2. 248 Rpm.
ANALISIS LOSSES FLUIDA AIR DENGAN VARIASI BENTUK SAMBUNGAN PIPA Citra Lestari; Fadhli Rahman; Darmulia
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 02 (2024): Volume 2, No 2, Oktober, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Losses adalah kehilangan tekanan atau kerugian pada sistem perpipaan akibat adanya gesekan yang terjadi pada sambungan pipa (fitting). Adapun rumusan masalah yang diangkat oleh penulis yaitu Bagaimana mengetahui nilai kerugian gesek sepanjang pipa (Mayor Losses) serta Bagaimana mengetahui nilai kerugian gesek pada alat bantu pipa (Minor Losses). Adapun tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk mengetahui nilai kerugian gesek sepanjang pipa (Mayor Losses) dan untuk mengetahui nilai kerugian gesek pada alat bantu pipa (Minor Losses). Pengujian dilakukan dengan variasi pembukaan katup sebanyak 3 kali. Hasil analisis mayor losses pada pipa galvanis 1 inch pembukaan katup pertama dengan nilai (0,0111), katup kedua (0,0110) dan katup ketiga (0,0103). Sedangkan mayor losses pada pipa galvanis ½ inch pembukaan katup pertama sebesar (0,0029), katup kedua (0,0026) serta pada katup ketiga (0,0024). Sedangkan nilai losses pada sambungan pipa (minor losses) untuk sambungan tee pada pembukaan katup pertama (0,083), pada katup kedua (0,078) dan pada katup ketiga (0,074). Untuk nilai losses pada elbow untuk pembukaan katup pertama sebesar (0,054), katup kedua (0,043) serta pada katup ketiga (0,026). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kerugian losses (mayor losses) pada pipa galvanis 1 inch dan ½ inch, untuk pipa galvanis 1 inch lebih besar nilai losses yang diperoleh dibandingkan dengan pipa galvanis ½ inch. Sedangkan pada kerugian losses (minor losses) untuk sambungan tee dan elbow di mana nilai untuk sambungan tee lebih besar dibanding nilai dari alat sambungan pipa elbow
PERBANDINGAN PENGARUH JENIS MINYAK PELUMAS TERHADAP TEMPERATUR MESIN YAMAHA VIXION 150 CC Muh Arham; Reza; Darmulia
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 02 (2024): Volume 2, No 2, Oktober, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan semakin hari semakin pesat terutama dalam bidang teknologi. Salah satu bidang teknologi yang mengalami kemajuan adalah bidang otomotif, kemajuan dibidang ini dapat dilihat pada kendaraan sekarang yang selalu ingin meningkatkan rasa kenyamanan, keamanan, dan ramah lingkungan. Usaha yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas sistem pelumas. Kualitas sistem pelumas yang baik dapat membuat mesin menjadi lebih awet dan kinerja mesin juga lebih baik. Sebaliknya jika kualitas pelumas tidak baik maka mesin cepat mengalami kerusakan dan tidak akan bekerja secara optimal (Madliyani et al., 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minyak pelumas terhadap temperature mesin dan untuk membandingkan minyak pelumas terhadap temperatur mesin Yamaha vixion 150 cc, untuk pengujian perbandingan beberapa merk pelumas terhadap perubahan temperatur mesin. Menggunakan pelumas Yamalube, pelumas Enduro Racing, pelumas Shell Advance, Motul dan pelumas Deltalube, pada putaran mesin idle (1600 RPM) selama 5 menit pengujian ( 300 detik), dilakukan lima kali pada tiap sampel kemudian dibandingkan untuk masing-masing sampel yang dilakukan pengujian. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa temperatur tertinggi dari beberapa merk pelumas yang diujikan adalah pelumas Yamalube dengan temperatur 69,712 ?C. Kemudian disusul pelumas Pertamina Motul dengan temperatur 69,572 ?C. Kemudian diikuti oleh pelumas Shell Advance dengan temperature 69,384 ?C, Kemudian diikuti pelumas Enduro Racing dengan ntemperatur 69, 128 ?C, dan Pelumas Deltalube memiliki kenaikan temperatur paling rendah dengan temperatur mesin 68,46 ?C.