Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE TAHUN 2019-2022 Reslianty Rachim; Rudy Syafariansyah; Abdul Rachim; Ahmad Surahman; Nur Nabila
OBOR: Oikonomia Borneo Vol. 6 No. 1 (2024): April
Publisher : University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/obor.v6i1.2957

Abstract

The aim of this research is to determine the effect of Current Ratio, Total Assets Turnover, Debt to Equity Ratio and Net Profit Margin on profit growth. The method used in this research is a quantitative research method. The sample in this study was selected using a purposive sampling technique, namely a sampling technique with certain criteria, so that a sample of 18 companies was obtained. The analytical method used in this research is multiple linear regression analysis. The research results state that the Current Ratio has no effect on profit growth, Total Assets Turnover has no effect on profit growth, Debt to Equity Ratio has no effect on profit growth, Net Profit Margin has an effect on profit growth. Current Ratio, Total Assets Turnover, Debt to Equity Ratio and Net Profit Margin simultaneously have no effect on profit growth
ANALISIS KINERJA KEUANGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED, MARKET VALUE ADDED, FINANCIAL VALUE ADDED DAN REFINED ECONOMIC VALUE ADDED PADA PERUSAHAAN DI BURSA EFEK INDONESIA SEKTOR ENERGI PERIODE 2019-2023 Rudy Syafariansyah; Agus Riyanto; Hendra
OBOR: Oikonomia Borneo Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/obor.v7i1.3437

Abstract

The study aims to analyze the financial performance of energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2019-2023 period. The evaluation was carried out using four value-added methods, namely EVA, MVA, FVA and REVA.This type of research uses descriptive quantitative, with the object of research on three coal mining sub-sector companies, namely PTBA, SMMT and TCPI. Data obtained from the company's annual financial statements over a five-year period. The results showed that each company has diverse financial performance. PT Bukit Asam Tbk shows a more stable and positive performance than the other two companies. The analysis with the four methods provides relevant information to evaluate the sustainability of value creation and strategic decision making, especially in the energy sector that faces global challenges and energy transition regulations.
Pendampingan UMKM Nur Jayanti di Masyarakat Terdampak Covid-19 di Kelurahan Jawa Samarinda Rudy Syafariansyah Dachlan; Dian Irma Aprianti
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 7 No. 01 (2023): Abdimas Mahakam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v7i01.1602

Abstract

Pandemi COVID-19 memberikan implikasi ekonomi, sosial, serta kesehatan yang tidak saja ada di negara-negara besar akan tetapi hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Penerapan PSBB dilanjutkan dengan PPKM berdampak besar pada UMKM dan UKM. Penurunan pendapatan menyebabkan banyak pelaku usaha UMKM telah menutup usahanya setelah pemerintah secara resmi mengumumkan agar masyarakat bekerja dari rumah, menutup instansi pelayanan publik, dan mewajibkan masyarakat menggunakan masker serta social distance. Bagi pelaku UMKM, situasi pandemi COVID-19 memberikan tantangan sekaligus peluang untuk tetap menjaga eksistensinya. Ibu Nur Jayanti dengan keahlian menjahitnya melihat pembuatan masker dari kain sebagai peluang usaha yang dapat dilakukan dari rumah selama masa pandemi Covid-19 ini. Namun seperti kebanyakan pengusaha UMKM pada umumnya, keahlian memproduksi barang kurang didukung oleh pencatatan keuangan yang baik dan kendala di bidang pemasaran. Pengabdian masyarakat berupa pendampingan yang dilakukan pada UMKM Nur Jayanti adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai pencatatan keuangan sederhana dan pemasaran lokal secara online. Diharapkan agar UMKM Nur Jayanti dapat melakukan pencatatan keuangan sederhana dan pemasaran lokal secara online.
Penerapan Metode Economic Order Quantity pada Ino Coffee Samarinda Rudy Syafariansyah Dachlan; Subkhan Afrian
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 7 No. 02 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v7i02.2335

Abstract

Kegiatan ini bertujuan agar UMKM INO COFFEE dapat mengendalikan persediaan bahan bakunya dengan Metode EOQ (Economic Order Quantity). Dengan menetapkan metode ini, diharapkan dapat mengefisensikan biaya persediaan bahan baku pada UMKM INO Coffee. Mitra kegiatan adalah UMKM INO Coffee yang berdiri sejak November 2018, bergerak di bidang industri dan perdagangan kopi. Bahan bakunya adalah biji kopi mentah yang diperoleh dari beberapa wilayah di Indonesia. Dilakukan proses pemasakan/sangrai biji kopi mentah menjadi biji kopi masak. Biji kopi masak tersebut selanjutnya digiling menjadi kopi bubuk dan dikemas untuk dijual. Proses produksi dapat berlangsung dengan tersedianya bahan baku. Besaran stok bahan baku selalu menjadi perhatian perusahaan untuk menjaga kelangsungan produksinya. Stok tersedia harus terjaga untuk menjamin kelangsungan produksi perusahaan. Persediaan bahan baku biji kopi mentah menjadi sangat penting sebagai bahan baku utama dalam usaha ini. Namun, karena belum adanya kebijakan dalam penentuan persediaan biji kopi mentah yang akan dipesan, maka membuat sebuah pesanan hanya berdasarkan keputusan subjektif perusahaan. Model EOQ atau Economic Order Quantity, menggunakan pendekatan matematis dan kuantitatif dengan memperhitungkan total bahan baku digunakan dalam satu periode dan biaya-biaya berkaitan dengan pemesanan dan penyimpanan bahan baku. Dari perhitungan yang dilakukan menunjukkan bahwa penggunaan metode EOQ pada UMKM INO COFFE akan berdampak efisiensi bagi perusahaan dimana terjadi penurunan total biaya persediaan, sehingga disarankan agar UMKM INO COFFE mengunakan metode EOQ untuk mengelola persediaannya
Penerapan Metode Break Even Point Pada UMKM Warung Kopi Erchola Muara Wahau Rudy Syafariansyah Dachlan; Ali Mushofa; Hendra; Angelika Fera
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 02 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i02.2911

Abstract

Perencanaan laba menjadi bagian yang penting dalam berusaha. Tentunya sebelum laba direncanakan, perlu diketahui terlebih dahulu titik impas atau break even point yang menunjukkan kondisi dimana perusahaan telah menutup seluruh biayanya walaupun belum memperoleh laba. Mitra kegiatan adalah UMKM ERCHOLA, bergerak di bidang perdagangan minuman kopi (coffee shop). Usaha ini berlokasi di Kecamatan Muara Wahau Kabupaten Kutai Timur. Konsumen adalah warga Muara Wahau dan sekitarnya. Proses usaha sederhana, yaitu menjual dan menyajikan berbagai jenis minuman kopi dan beberapa cemilan ditempat usahanya. Konsumen datang untuk minum di tempat atau take away. Proses usaha dibantu oleh beberapa orang karyawan. Perolehan laba menjadi sangat penting untuk menjamin kelangsungan usaha ini. Dalam prakteknya, pemilik usaha telah melakukan pencatatan keuangan secara sederhana dengan mencatat penerimaan dan pengeluaran usahanya. Dengan penerapan Metode BEP, menggunakan pendekatan matematis dan kuantitatif, dengan memperhitungkan biaya dan volume penjualan akan bermanfaat bagi pengusaha sehingga mampu menentukan titik impas usahanya, menghitung bagian biaya tetap dan bagian biaya variabel hingga menentukan target penjualan untuk perencanaan laba setelah titik impasnya ditentukan. Metode Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan cara pengajaran langsung, penjelasan dan diskusi. Tahapan yang dilakukan adalah Mengumpulkan data laporan keuangan UMKM Erchola; Merekap data penjualan dan volume penjualan; Melakukan pengelompokan biaya yang terdiri atas biaya tetap dan biaya variabel; Menghitung pencapaian titik impas dengan metode Break Even point (BEP); Menjelaskan hasil perhitungan dan diskusi. Kegiatan ini bertujuan agar UMKM ERCHOLA dapat menghitung titik impas usahanya dengan Metode BEP. Menggunakan metode ini, diharapkan dapat membantu UMKM ERCHOLA menghitung break even usahanya dan merencanakan labanya. Penggunaan metode BEP pada Warung Kopi Erchola sangat bermanfaat bagi perusahaan. Pengusaha dapat lebih efektif merencanakan penjualannya termasuk memproyeksikan penjualan untuk memperoleh laba sehinggan disarankan agar Warung Kopi Erchola memanfaatkan metode BEP saat mengelola usahanya.
Implementasi Digital Marketing melalui Penggunaan Sosial Media pada UMKM Amplang Amal Desa Muara Badak Ilir Kabupaten Kutai Kartanegara Rudy Syafariansyah Dachlan; Sri Wahyuti; Muhammad Astri Yulidar Abbas; Siti Rohmah; Thomas; Nur Fadilah Aini
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 02 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i02.3622

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar utama perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi tantangan besar dalam adaptasi terhadap pemasaran digital. UMKM Amplang Amal di Desa Muara Badak Ilir menjadi contoh konkret dari keterbatasan dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, yang berdampak pada daya saing dan jangkauan pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam memahami dan mengimplementasikan strategi digital marketing berbasis media sosial. Kegiatan pelatihan dilakukan di tempat usaha yang juga merupakan rumah  pemilik usaha. Peserta pelatihan adalah pemilik usaha dan satu orang karyawannya. Metode yang digunakan adalah action research, dengan pendekatan edukatif melalui ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi, yang dilaksanakan dalam dua sesi—teori dan praktik langsung. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan digital marketing peserta, ditandai dengan mulai digunakannya platform seperti Instagram dan WhatsApp untuk promosi produk serta peningkatan interaksi dengan konsumen. Strategi promosi yang diajarkan mencakup optimalisasi bauran promosi, pemilihan media yang tepat, penyusunan copy iklan, hingga analisis SWOT untuk pembuatan konten yang menarik. Simpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan digital marketing mampu meningkatkan visibilitas merek, memperluas pasar, dan memberikan dampak positif terhadap pengembangan usaha UMKM. Rekomendasi ditujukan pada perlunya pelatihan lanjutan dan pendampingan berkelanjutan guna menjaga adaptasi terhadap dinamika teknologi dan pasar digital.
Impact of fintech regulation and data security on stability of global digital financial systems Rudy Syafariansyah Dachlan
Lentera Negeri Vol. 7 No. 1 (2026): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/991860

Abstract

This research examines the impact of fintech regulation and data security on the stability of global digital financial systems amid rapid technological transformation and increasing cybersecurity risks. The study aims to analyze how regulatory effectiveness and cybersecurity governance contribute to maintaining financial resilience within interconnected digital economies. This research employs a library research method using primary and secondary data derived from books, scientific journals, policy reports, and relevant academic literature concerning fintech regulation, data security, and digital financial stability. Data were collected through literature review and analyzed using content analysis techniques to identify patterns, relationships, and significant findings related to digital financial governance. The findings indicate that adaptive fintech regulations, strong cybersecurity systems, and international cooperation significantly strengthen financial stability, institutional accountability, and public trust in digital financial ecosystems. The study concludes that integrated governance between regulation and data protection is essential for ensuring the sustainability and resilience of global digital financial systems.
LIQUIDITY, ASSET MANAGEMENT, AND CAPITAL STRUCTURE IN EMERGING-MARKET TEXTILE FIRMS Rudy Syafariansyah Dachlan; Sri Wahyuti; Zahrotul Ariska
Research In Management and Accounting (RIMA) Vol. 9 No. 1 (2026): June
Publisher : Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/rima.v9i1.7690

Abstract

The financial performance of textile firms in emerging markets is often constrained by difficulties in managing liquidity, optimizing assets, and structuring capital effectively. This study investigates how liquidity, asset management, and capital structure shape the performance of Indonesia's textile companies, a sector that has faced intense competition and volatility during 2019–2023. Employing a quantitative explanatory research design, panel data from six listed firms on the Indonesia Stock Exchange were analyzed using multiple regression techniques to capture the extent to which firm-level financial policies influence profitability. The findings reveal that liquidity exerts a significant negative influence, reflecting the inefficiency of excessive cash holdings or misallocated current assets. In contrast, asset management demonstrates a positive effect, underscoring the importance of efficient resource utilization in enhancing competitiveness. Meanwhile, capital structure shows a negative association, suggesting that higher leverage undermines financial stability in capital-intensive industries. Theoretically, these results validate trade-off theory, pecking order theory, and the resource-based view, while empirically clarifying contradictions in prior studies. Practically, the study offers insights for managers, investors, and policymakers in balancing liquidity, efficiency, and leverage to build resilient financial strategies in volatile markets.