Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Guidelines for Occupation, Career and Profession of Vocational School Graduates as a Means of Determining Students' Career Goals Aanggraini, Yussi; Sudira, Putu; Fajaryati, Nuryake; Utami, Pipit; Bayu Rinawan, Rangga; Irfan Luthfi, Muhammad
Jurnal Edukasi Elektro Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Edukasi Elektro Volume 9, No. 1, May 2025
Publisher : DPTE FT UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jee.v9i1.83799

Abstract

This study aims to develop a work, career, and profession guidebook for Vocational High School students that can be used by teachers as a guide in integrating career guidance into the learning process. The background of the development is based on the challenges faced by teachers in directing students according to their interests and talents, as well as the gap in information about skill needs in the world of work. This study is a research and development (R&D) using the Borg and Gall model and involves teachers and students from the Electronic Engineering expertise program at First State Vocational High School of Yogyakarta . The guidebook was developed through a series of design stages, expert validation, content evaluation, and limited field trials. The feasibility test showed that the guidebook was very feasible to use with a total score of 99.7 (very good category). In addition to teachers, students were also involved in assessing the implementation of the book through their perceptions of how teachers applied the contents of the guide in learning. The results of the trial showed that students gave high appreciation to the implementation of the guide, and teachers considered the guide easy to use and relevant to students' learning and career development needs. In addition to being based on the real needs of classroom learning, the development of this book also accommodates input from the Business World and Industry and alumni to strengthen the relevance of the contents of the guidelines to the demands of the job market. This guidebook is flexible and can be adapted for all expertise programs in vocational schools. This study concludes that the guidebook can be an effective and contextual learning tool in supporting students in determining career directions in a more structured and sustainable manner.
Perbedaan Jigsaw II dan GI terhadap pemahaman konsep dan pemecahan masalah masalah pada kompetensi mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan Peripheral ditinjau dari motivasi belajar Utami, Pipit; Pardjono, Pardjono
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 3 No. 2 (2013): Juni
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.813 KB) | DOI: 10.21831/jpv.v3i2.1604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep dan pemecahan masalah pada materi KK3: (1) antara siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan siswa dengan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) ketika motivasi belajar TKJ dikendalikan; dan (2) antara penggunaan tipe pembelajaran kooperatif (tipe Jigsaw II dan tipe GI) dengan tingkat motivasi belajar TKJ (tinggi dan rendah). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan nonequivalent comparison-group design menggunakan dua kelas perlakuan sebagai variabel bebas yang diberikan pembelajaran kooperatif dengan dua tipe berbeda. Satu kelas menggunakan tipe Jigsaw II, sedangkan kelas yang lainnya diberikan tipe GI. Variabel motivasi belajar TKJ dijadikan sebagai pembagi kategori kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar TKJ tinggi dan rendah serta sebagai kovarian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis multivarian kovariat dan desain faktorial dengan progam SPSS 16. Artikel ini menunjukkan tujuan kedua, dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) untuk pencapaian pemahaman konsep, pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan tipe GI baik diaplikasikan untuk siswa yang memiliki motivasi belajar TKJ tinggi dan rendah, akan tetapi untuk siswa yang memiliki motivasi belajar TKJ rendah lebih baik menggunakan tipe GI; dan (2) untuk pencapaian pemecahan masalah, pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan tipe GI baik diaplikasikan untuk siswa yang memiliki motivasi belajar TKJ tinggi, siswa yang memiliki motivasi belajar TKJ rendah maupun siswa yang memiliki motivasi belajar TKJ tinggi lebih baik menggunakan tipe GI. Kata THE DIFFERENCES OF JIGSAW II AND GI ON THE CONCEPT UNDERSTANDING AND PROBLEM SOLVING IN COMPETENCE OF DIAGNOSING PROBLEMS WHEN OPERATE PC AND PERIPHERAL IN TERMS OF LEARNING MOTIVATIONAbstractThis research aims to describe the differences of concept understanding and problem solving on the KK3 material: (1) between students taught using the cooperative learning Jigsaw Type II and GI Type when TKJ learning motivation was controlled; and (2) between the use of cooperative learning (Jigsaw Type II and Group Investigation (GI) Type) with the levels of TKJ learning motivation (high and low). This research was quasi-experimental with the nonequivalent comparison-group design using two treatment classes as independent variables which were given cooperative learning with two different types. One class used the Jigsaw Type II while the other used the GI Type. The TKJ learning motivation was used as the divider category of students who have high and low TKJ learning motivation as well as covariant. The data analysis technique in this research was the multivariat analysis of covariate and factorial design using the SPSS 16 program. This article shows the second aim, and the results shows that: (1) for concept understanding achievement, cooperative learning Jigsaw Type II and GI Type are good to be applied for students who have high and low TKJ learning motivation, but for those who have low TKJ learning motivation, GI Type is better than Jigsaw Type II; and (2) for problem solving achievement, cooperative learning Jigsaw Type II and GI Type are good to be applied to students who have high TKJ learning motivation, where for those who have high and low TKJ learning motivation GI Type is better than Jigsaw Type II.
Pengembangan Trainer Indikator Denyut Jantung Utami, Pipit; Fajar, Muklas
Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education) Vol. 1 No. 1 (2015): November 2015 (Consist of 9 Articles)
Publisher : Department of Electronic and Informatic Engineering Education, Faculty of Engineering, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.794 KB) | DOI: 10.21831/elinvo.v1i1.13308

Abstract

Salah  satu capaian  pembelajaran  mata  kuliah  instrumentasi  adalah mampu  menjelaskan  penggunaan konsep  instrumentasi  pada  penerapan  teknologi  instrumentasi.  Pengembangan  media  merupakan  salah  satu upaya  mencapai capaian  pembelajaran  tersebut.  Penerapan  teknologi  instrumentasi  yang  diangkat  dalam penelitian  ini  adalah  penggunaan  photodioda  sebagai  sensor  denyut  jantung yang memungkinkan penggunaan berbagai macam rangkaian pengkondisi sinyal untuk memodifikasi sinyal ke output. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan  desain media berdasarkan  analisis  kebutuhan  dan  memaparkan  hasil  evaluasi pengembangan media tersebut. Media dikembangkan dengan  tahapan analisis  kebutuhan, desain, pengembangan dan evaluasi. Hasil  menunjukkan  bahwa:  (1) media  berupa  trainer  berbentuk  kotak  yang  berisikan titik-titik  pengukuran (sensor,  pengkondisi  sinyal  dan  output)  diatas  skema rangkaian  sesungguhnya dan  jobsheet  praktik;  dan  (2) evaluasi  menunjukkan  bahwa  trainer  memiliki  unjuk  kerja  yang  sesuai  dan  mendapat  penilaian  layak  dari mahasiswa.  Sebagai  tambahan  penggunaan  trainer  tersebut  memudahkan  mahasiswa  dalam  memaparkan variabel proses, sensor, pengkondisi sinyal dan output dari media pembelajaran pengukur denyut jantung yang dikembangkan.
URGENSI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU VOKASIONAL PADA PEMBELAJARAN ABAD 21 Destiana, Bonita; Utami, Pipit
Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education) Vol. 2 No. 2 (2017): November 2017
Publisher : Department of Electronic and Informatic Engineering Education, Faculty of Engineering, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.197 KB) | DOI: 10.21831/elinvo.v2i2.17368

Abstract

Artikel ini memaparkan kompetensi pedagogik, permasalahan-permasalahan pengembangan dan kebutuhan pengembangan pembelajaran terkait penyiapan guru vokasional TAV abad 21. Data diambil menggunakan metode survey. Hasil studi menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru vokasional TAV abad 21 dinilai sangat penting. Sembilan aspek kompetensi pedagogik terpenting, diantaranya: (1) pembelajaran berbasis kompetensi; (2) penggunaan model pembelajaran vokasional; (3) menyusun RPP; (4) pemahaman landasan kependidikan vokasional; (5) pemahaman karakteristik peserta didik; (6) menyusun instrumen penilaian; (7) menggunakan media pembelajaran konstekstual; (8) pemanfaatan TIK dalam pembelajaran; dan (9) penyampaian materi pelajaran secara spesifik. Berbagai kendala pengembangan kompetensi pedagogik, yaitu: kurangnya wawasan pedagogik, terbatasnya sarana-prasarana, kurangnya update penggunaan TIK, dan terbebani tugas tambahan. Pemerolehan wawasan kompetensi pedagogik sebagian besar diperoleh guru saat bekerja. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi pedagogik di perkuliahan perlu lebih diupayakan, khususnya untuk kompetensi Konsep pendidikan vokasional, Karakteristik peserta didik dan Pembelajaran vokasional di abad 21.
Perangkat Penentu Kualitas Beras Ditinjau dari Kadar Air dan Berat Butir Menir Berbasis Arduino Uno Mustofah, Mustofah; Utami, Pipit
Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education) Vol. 4 No. 1 (2019): May 2019
Publisher : Department of Electronic and Informatic Engineering Education, Faculty of Engineering, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.443 KB) | DOI: 10.21831/elinvo.v4i1.21516

Abstract

Determining the quality of rice is something that must be done to maintain the quality of rice produced by farmers. Quality determinants used for this process can be relied on for rice properly and efficiently. Determination of air content using soil moisture sensor yl-69 and determination of grain weight using a load cell sensor that emits with an Arduino UNO microcontroller as a device controller device. System making method consists of needs, analytic requirements, block diagrams, system design, manufacturing tools, testing tools and tools. The test results show that the determinant of rice quality in terms of good air and weight with errors in the readings of soil moisture sensor yl-69 is 1.522% and the error in load cell reading is 0.431%. The performance of this rice quality assessment device shows that the device can function properly in terms of the sensor's working measurement, the device for determining rice quality and the performance of all components in the device can run well.
Peningkatan Partisipasi Belajar dan Hasil Belajar Peserta Didik Teknik Audio Video di Masa Pandemi Covid-19 dengan WhatsApp Group Utami, Santi; Utami, Pipit
Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education) Vol. 5 No. 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Department of Electronic and Informatic Engineering Education, Faculty of Engineering, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.785 KB) | DOI: 10.21831/elinvo.v5i1.34254

Abstract

Penutupan SMK merupakan dampak dari adanya pandemi COVID-19. Pembelajaran daring menjadi pendekatan yang harus diterapkan pada kondisi tersebut. Berbagai tantangan dan kendala pembelajaran daring mempengaruhi capaian pembelajaran. Temuan saat evaluasi pembelajaran daring di awal periode adalah menurunnya partisipasi belajar dan prosentase ketuntasan KKM peserta didik menjadi temuan yang diperoleh. Artikel ini memaparkan mengenai cara meningkatkan partisipasi dan prosentase ketuntasan tersebut pada pembelajaran daring melalui pemanfaatan WhatsApp Group (WAG) dan Google Classroom (GC). Tahapan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Group Investigation menjadi model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan GI dapat meningkatkan partisipasi belajar melalui optimalisasi WAG sebagai forum diskusi (langkah identifikasi topik, perencanaan tugas, dan investigasi) dan pengumpulan video (laporan dan presentasi) pada waktu yang disepakati; (2) penerapan GI meningkatkan prosentase peserta didik yang tuntas KKM melalui langkah langkah diskusi, investigasi dan presentasi menggunakan WAG sebagai media komunikasi. Dedikasi dan peran proaktif pengajar memegang peranan penting dalam pengoptimalan WA pada pembelajaran. Teknologi pembelajaran terbaik adalah yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, infrastruktur teknologi dan lingkungan pembelajaran. Manajemen perubahan diperlukan untuk meningkatkan literasi teknologi pembelajaran bagi sivitas pendidikan.
Urgensi Komunikasi Non-Verbal dan Penerapan Pattern Recognition pada Otomatisasi Penilaian Keterampilan Mengajar Utami, Pipit
Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education) Vol. 5 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Department of Electronic and Informatic Engineering Education, Faculty of Engineering, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.95 KB) | DOI: 10.21831/elinvo.v5i2.40730

Abstract

Pada program pendidikan guru, keterampilan mengajar merupakan kompetensi yang sangat penting. Penilaian aspek non-verbal belum mendapat perhatian khusus. Aspek non-verbal berperan penting dalam keterampilan mengajar. Pada penilaian keterampilan mengajar secara manual  tidak mudah menghadirkan objektifitas penilaian. Artikel ini memaparkan urgensi pengembangan otomatisasi sistem penilaian keterampilan mengajar terkait aspek komunikasi menerapkan pattern recognition technology. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang didistribusikan pada platform google form untuk keterjangkauan responden. Total responden adalah 172, terdiri atas 61 dosen dan 111 guru. Sebaran responden berasal dari pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Hasil menunjukkan bahwa: (i) tingkat kepentingan aspek komunikasi pada keterampilan mengajar adalah sangat penting (skor 4,38); (ii) tingkat kepentingan pengembangan teknologi otomatisasi penilaian adalah penting (skor 4,11); (iii) aspek-aspek komunikasi non-verbal yang diperlukan pada keterampilan mengajar merupakan kombinasi gerakan tubuh, gerakan tangan, ekspresi wajah dan intonasi suara; dan (iv) fitur-fitur yang perlu dikembangkan pada sistem penilaian keterampilan mengajar aspek komunikasi non-verbal adalah refleksi, umpan balik, dan penilaian berulang. Terdapat berbagai tantangan dan permasalahan terkait pengembangan system penilaian aspek non-verbal secara otomatis menggunakan pattern recognition technology. Diperlukan diskusi bersama terkait realisasi system tersebut antara pakar pendidikan dan praktisi engineering.
A Brief Study of The Use of Pattern Recognition in Online Learning: Recommendation for Assessing Teaching Skills Automatically Online Based Utami, Pipit; Hartanto, Rudy; Soesanti, Indah
Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education) Vol. 7 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Department of Electronic and Informatic Engineering Education, Faculty of Engineering, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.925 KB) | DOI: 10.21831/elinvo.v7i1.51354

Abstract

Online learning has become a trend for the current generation of students who have been exposed to advanced information and communication technology. Smart education can use pattern recognition. Manual assessments are subjective and inconsistent. To overcome these problems, pattern recognition can be used in the non-verbal aspect assessment system. This study describes pattern recognition in online learning about the functions, modalities, and algorithms and specifically related to the recognition system of non-verbal aspects of teaching skills. The literature study was carried out through the stages of planning, selection, extraction, and selection. There are 86 articles reviewed. The first result is the functions of implementing pattern recognition in online learning are engagement recognition, attention detection, emotion recognition, learning behavior, learning activity recognition, authentication, teaching training, etc. using four classifications of modality: visual, audio, biosignal, behavioral, and CNN as the most widely used learning algorithm. Secondly, all modalities (except behavioral) and CNN algorithm can be used for assessing teaching skills. Early development of the non-verbal aspect assessment system can use Facial Expression Recognition (FER) and Hand Gesture Recognition (HGR). The future analysis needs to focus on technology characteristics, the meaningfulness of the content, and the proper teaching mode. In the end, hopefully, prospective teachers will acquire technology that can make it easier for them to practice teaching and get objective assessments.