Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development

Estetika Tata Busana Tari Matirto Suci Dewi Kandri di Desa Wisata Kandri Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Syifani, Divnadya Sheila; Utina, Usrek Tani
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 6 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v7i6.1764

Abstract

Tari Matirto Suci Dewi Kandri merupakan sebuah sajian tari yang bersifat sakral yang ada di Desa Wisata Kandri. Tari Matirto Suci Dewi Kandri menggambarkan perjalanan air dalam menunjang kehidupan di Desa Wisata Kandri. Adanya tujuh sumber mata air yang ada di Desa Wisata Kandri yang menjadi sumber kehidupan , melalui Tari Matirto Suci Dewi Kandri mengingatkan manusia bahwa manusia hidup senantiasa memerlukan air sehingga sebagai makhluk hidup maka sudah semestinya manusia juga turut merawat alam yang ada. Penggunaan ageman atau busana Tari Matirto Suci Dewi Kandri yang dipilih pada Tari Matirto Suci Dewi Kandri berupa kain mori putih dengan pemilihan aksesoris yang relatif sederhana. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan estetika tata busana Tari Matirto Suci Dewi Kandri di Desa Wisata Kandri Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Estetika yang merujuk pada disiplin ilmu rupa.Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu : observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu : mereduksi, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah estetika tata buusana Tari Matirto Suci Dewi Kandri menggambarkan suatu bentuk rangkaian busana yang mengandung unsur kehidupan measyarakat dengan menggunakan tuntunan bertingkah laku sesuai pandangan hidup masyarakat setempat, baik kepada sesama manusia ataupun kepaada lingkungan alam sekitar
Makna Simbolik Gerak Tari Rejang Adat Tumbu pada Upacara Piodalan Ageng di Pura Batur Banjar Tumbu Kaler Karangasem, Bali Suryaningrum, Ni Ketut; Utina, Usrek Tani
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 3 (2026): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i3.2050

Abstract

The Rejang Adat Tumbu dance is a sacred dance unique to Tumbu Village. The Rejang Adat Tumbu dance is presented as a part of the Piodalan Ageng ceremony. This qualitative research aims to reveal the symbols that appear in the performance of the sacred dance during the Piodalan ceremony. Through phenomena arising from the Piodalan ceremony, the researcher employs ethnocoreology and Ferdinand de Saussure's semiotic theory. Data were obtained through participant observation, unstructured interviews, documentary studies, and literature reviews. These methods were conducted by the researcher with community figures and religious ceremony leaders at Pura Batur, Banjar Tumbu Kaler. The results of this study indicate that the Ngembat movements to the right and left have a dual meaning: spiritually, as a special symbol of welcome from the angels who dance to greet the sesuwunan and ancestors during the Piodalan Ageng ceremony, and philosophically, symbolizing the ancestors' persistence in weaving pandan mats as a means of the Piodalan ceremony. This performance is an adaptation of the Awig-awig of Tumbu Village, based on the teachings of Tri Hita Karana, which aim to maintain the balance of the universe. The symbols revealed are expected to serve as a foundation for the community of Tumbu Village, emphasizing the importance of sincerity and wholeheartedness in conducting the Piodalan Ageng ceremony.