Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN RESPON STRUKTUR GEDUNG BERATURAN DUA DIMENSI MENGGUNAKAN RESPON SPEKTRA PSHA, SNI 2002 DAN SNI 2012 Simatupang, Partogi H.; Siagian, Richard B.; Utomo, Sudiyo
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.335 KB)

Abstract

Kota Kupang merupakan ibukota dari Provinsi Nusa Tenggara Timur yang termasuk dalam daerah rawan gempa. Pada penelitian sebelumnya dari Aprianto Nomleni (2016) telah mendapatkan nilai Peak Ground Acceleration (PGA) menggunakan metode Probability Seismic Hazard Analysis (PSHA). Dari nilai PGA tersebut dibuat grafik respon spectra percepatan terhadap periode. Dengan menggunakan respon spectra tersebut akan dilakukan analisis respon struktur untuk mendapatkan nilai defleksi lateral dari suatu struktur gedung beraturan dua dimensi di Kota Kupang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan respon struktur gedung beraturan 2 dimensi dengan menggunakan hasil penelitian Aprianto Nomleni (2016), respon spectra SNI 2002, dan respon spectra SNI 2012 sebagai beban gempa dengan menggunakan aplikasi SAP2000. Nantinya, akan membandingkan hasil antara ketiganya. Hasil analisis menghasilkan nilai perbedaan defleksi lateral akibat ketiga respon spectra itu berkisar 19,77 % sampai dengan 40,04 %. Nilai maksimum total drift sebesar 0,0003 ? 0,0005 yang termasuk pada kategori Immediate Occupancy. Nilai maksimum interstory drift sebesar 0,0001 ? 0,0002 yang termasuk pada kategori Immediate Occupancy.Kupang City is the capital of the East Nusa Tenggara Province which is included in earthquake-prone areas. In a previous study from Aprianto Nomleni (2016), the Peak Ground Acceleration (PGA) value was using the Probability Seismic Hazard Analysis (PSHA) method. From the PGA value the response graph is made spectra of acceleration to the period. By using the response spectra a structural response analysis will be carried out to obtain lateral deflection values from a two-dimensional irregular building structure in Kupang City. The purpose of this study was to obtain the response of 2-dimensional regular building structures by using the results of Aprianto Nomleni's research (2016), the response of the SNI 2002 spectra, and the response of the SNI 2012 spectra as earthquake loads using the SAP2000 application. This will later be compared between the three. The results of the analysis produced a difference in lateral deflection between the three response spectra ranging from 19.77% to 40.04%. The maximum value of total drift is 0,0003 - 0,0005 which is included in the category of Immediate Occupancy. The maximum value of inelastic drift is 0,0001 - 0,0002 which is included in the category of Immediate Occupancy.
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH SISTEM KOMUNAL PADA PERUMAHAN KODIM 1605 BELU Santo, Fabiola E.; Utomo, Sudiyo; Sir, Tri M. W.
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.169 KB)

Abstract

Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal pada perumahan KODIM 1605 Belu dilakukan karena rendahnya sanitasi serta adanya pencemaran pada sumber air dilingkungan perumahan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan observasi terhadap jumlah penduduk, jenis rumah dan sarana sanitasinya serta produksi limbah yang dihasilkan untuk 200 sampel rumah. Sampel limbah diambil dari air limbah di sumur dan sungai pada perumahan KODIM 1605 Belu dan diperiksa di Laboratorium Dinas Kesehatan Propinsi NTT. Hasil pemeriksaan limbah menunjukkan hasil bahwa BOD (Biological Oxygen Demand) melebihi dari batas ketentuan kelayakan air limbah. Desain bangunan IPAL komunal direncanakan untuk pemakaian sampai dengan 10 tahun.Teknologi yang dipilih dalam pengolahan limbah adalah kombinasi anaerob dan aerob. Kapasitas desain IPAL yang digunakan adalah 150 m3/hari. Volume volume bak ekualisasi 32 m3, volume bak pengendapan awal 32 m3, volume bak biofilter anaerob 50 m3,volume bak biofilter aerob 45 m3 dan volume bak pengendap akhir 32 m3. Diameter untuk pipa persil, servisdanpipa lateral adalah 100 mm dengan total panjang pipa 5.040 meter. Diameter pipa induk adalah 200 mm dengan panjang pipa 33 meter.Wastewater Treatment Installation Plan in KODIM 1605 residential in Belu due to low sanitation and pollution on water sources around that cluster area. This research was done by using the observation method on the number of population, the kind of the house, and sanitation facilities and waste products that were produced from 200 house samples. The waste sample taken from the wastewater in some wells and rivers around the KODIM 1605 Belu Housing and checked in East Nusa Tenggara Health Department Laboratory. The result shows that BOD (Biological Oxygen Demand ) exceed than the limit of the certain value of wastewater properness. The structure design of Wastewater Treatment Installation Plan with Comunal System have been plan for the usage up to 10 years. The technology that was taken on this waste treatment is the combination of anaerob and aerob. The capacity of the design of Wastewater Treatment Installation Plan is 150 m3/day. The equalization basin volume is 32 m3, the first sedimentation basin volume is 32 m3, the anaerob biofilter basin volume is 50 m3, the aeorb biofilter basin volume is 45 m3 dan the last sedimentation basin volume is 32 m3. The diameter of bulge pipe or the house connection pipe, service pipa and lateral pipe is 100 mm with total lenght of the pipe is 5.040 meters. The diameter of the prime pipe is 200 mm with the lenght of the pipe is 33 meters.
ANALISIS ATAS DEBIT MAKSIMUM DAS MANIKIN MENGGUNAKAN METODE RASIONAL DAN HIDROGRAF SATUAN SINTETIS NAKAYASU Wuwur, Cyprianus W.; Nasjono, Judi K.; Utomo, Sudiyo
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.255 KB)

Abstract

Pada Daerah Aliran Sungai Manikin volume debit pada musim hujan sangat besar, sehingga sering terjadi banjir pada daerah sekitar. Dalam penelitian ini, faktor curah hujan dan debit terukur pada Sungai Manikin perlu dievaluasi untuk melihat kecocokan debit maksimum yang terjadi. Perhitungan Debit maksimum terukur menggunakan persamaan rating curve berdasarkan tinggi muka air yang tercatat, sedangkan perhitungan debit maksimum akibat curah hujan menggunakan Metode Rasional dan Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu. Hasil perhitungan berdasarkan Persamaan rating curve dari debit maksimum dari tahun 2009-2015 yang terbesar terjadi pada tahun 2009 sebesar 154,901 m3/det sedangakan nilai debit maksimum terkecil pada tahun 2010 sebesar 20,982 m3/det. Hasil analisis menggunakan Metode Rasional nilai debit terbesar terjadi pada tahun 2015 sebesar 107,735 m3/det,sedangkan yang terkecil terjadi pada tahun 2011 sebesar 52,750 m3/det. Untuk hasil analisis Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu nilai debit maksimum terbesar terjadi pada tahun 2015 sebesar 95,841 m3/det,sedangkan nilai debit terkecil terjadi pada tahun 2011 sebesar 46,926 m3/det. Hasil evaluasi ketelitian menggunakan indikator kesalahan volume, kesalahan bentuk geolmbang dan kesalahan debit puncak untuk Metode Rasional yaitu 48,185%,14,100% dan 5,808 %, sedangkan untuk Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu yaitu 60,807 %,3,400 % dan 5,882%.The discharge volume on Manikin catchment area wa very high that often cause flood around the area. In this research, the rainfall factor and measurable discharge on Manikin River should be evaluated to find out the compatibility of maximum discharge that may happen. The calculation of measureable maximum discharge id uding recorded water level, whlie the calculation of rainfall maximum discharge is using Rational and Nakayasu Synthetical hydrograph. In this research, maximum discharge based on rating curve equation in 2009-2015 reported that highest maximum discharge happened in 2009 with 154,901 m3/sec, while the lowest maximum discharge happened in 2010 with 20,982 m3/sec. The highest maximum discharge calculated using Rational Method on Manikin Catchment Area happened in 2015 with 125,616 m3/sec,while the lowest maximum discharge happened in 2011 with 87,171 m3/sec. Based on NakayasuSynthetical Hydrograph, the highest maximum discharge happened in 2015 with 111,748 m3/sec, while the lowest discharge happened in 2011with 77,548 m3/sec. Based on error analysis of  maximum discharge for volume error,wave shape error,and peak discharge error of Rational Method are, 48,185%, 14,100% and 5,808%, meanwhile for Nakayasu Synthetical Hydrohraph are 60,807% , 3,400%, and 5,882%.
PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI KUPANG-SOE MENGGUNAKAN METODE STATED PREFERENCE Landunau, Wila T.; Frans, John H.; Utomo, Sudiyo
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.043 KB)

Abstract

Kota Soe biasa dijadikan tempat tujuan bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan dijadikan tempat peristirahatan bagi wisatawan yang melewati kota ini. Ada 4 moda transportasi yang biasa digunakan untuk perjalanan Kupang-Soe yaitu bus, mobil travel, sepeda motor, dan mobil pribadi, dimana dalam pemilihan moda transportasi ini didasarkan pada anggapan bahwa proporsi permintaan perjalanan tergantung pada persaingan antar moda. Adanya perbedaan karakteristik antara keempat moda transportasi tersebut dengan rute Kupang-Soe mendasari penelitian ini untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhi seseorang dalam memilih moda untuk melakukan perjalanannya. Survey berupa kuisioner dimulai dengan menetapkan jumlah sampel yang dibutuhkan. Kemudian disebar di terminal bayangan, dan masyarakat kota Kupang yang sering melakukan perjalanan ke Soe dengan menggunakan bus, sepeda motor, dan mobil pribadi. Hasil survey dikumpulkan kemudian dilakukan analisis regresi logistik multinomial untuk mendapatkan model probabilitas dari masing-masing transportasi. Berdasarkan hasil analisis deskriptif diketahui bawah karakteristik pengguna moda transportasi pada umumnya sama. Yang membedakan adalah beberapa faktor pemilihan untuk menggunakan moda transportasi yang diinginkan seperti alasan memilih kendaraan, tujuan/ maksud perjalanan, dan waktu tunggu sebelum berangkat. Dan berdasarkan hasil analisis logistik multinomial, probabilitas pemilihan moda transportasi terbesar adalah sepeda motor sebesar 26,75% dan probabilitas terkecil adalah mobil pribadi sebesar 23,75%.Soe city commonly being a destination for tourist to see beautiful scenery, and being transit site for tourist who pass by this city. There are four transportations commonly used for Kupang-Soe route, namely bus, public car, motorcycle and personal car, where in this transportations selecting, based on an assumption that proportion of traveling demand will depends on competition between transportation. Absence of difference between the four transport characteristic in Kupang-Soe route become this study foundation to give a question what factor affecting someone in selecting transportations to do his travel. A survey of questionnaire begun by setting the number of samples needed. Then deployed in unofficial terminal and citizen of Kupang who traveled in often frequently to Soe with bus, motorcycle, and personal car. The survey results are collected and used Multinomial Logistic Regretion  Analysis to found out model of probability from each transportation. Based on descriptive result, showed the characteristic of moda transportation user are generally typical. The differences are moda transportation selection factors, such destination and delay time. And based on multinomial logistic regretion analysis, highest probability of moda transportation selection are 26,75% for motorcycle and lowest probability of moda transportation selection are 23,75% for personal car.
SISTEM DRAINASE ZONA V RENCANA INDUK DRAINASE KOTA KUPANG Kollawila, Aryanto A.; Bunganaen, Wilhelmus; Utomo, Sudiyo
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.875 KB)

Abstract

Kota Kupang sudah banyak terdapat jaringan drainase yang terbagi dalam IX zona. Zona V merupakan Daerah Pengaliran Sungai (DPS) dari sungai Liliba dan sungai Lasiana. Kawasan ini sering mengalami masalah genangan air di beberapa ruas jalan yang disebabkan oleh adanya pendangkalan pada saluran seperti endapan lumpur dan sampah yang terbawa air pada saat hujan, selain itu juga disebabkan oleh belum tersedianya jaringan drainase di beberapa titik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi saluran eksisting, faktor – faktor yang mempengaruhi luapan, dan memberikan solusi terhadap permasalahan drainase pada Zona V Rencana Induk Kota Kupang.Dalam penelitian ini perhitungan debit rencana menggunakan data curah hujan 27 tahun terakhir pada lokasi penelitian. Berdasarkan hasil analisa frekuensi dan uji kecocokan dengan metode Log Pearson Tipe III dengan nilai hujan rencana untuk kala ulang 2 tahun sebesar 118,154 mm. Kemudian dilakukan perencanaan saluran drainase dan menghitung debit saluran. Berdasarkanperhitungan dari hasil penelitian diperoleh saluran berbentuk persegi sebanyak 16 saluran dan berbentuk trapesium sebanyak 9 saluran. Terdapat 9 saluran yang lebar dasar saluran tetap diambil dari data saluran eksisting, sedangkan tinggi saluran eksisting diubah sesuai perencanaan berdasarkan perhitungan debit banjir rencana. Kupang city had alot of drainage networks that are divided into IX zones. Zone V is a river drainage area from Liliba River and Lasiana river. This area often experiences water puddle problems in some road segments caused by silting of channels such as mud sediments and water-borne debris, but also due to unavailability of drainage networks at some point. This study purpose is to figure out the condition of existing channels, overflowing factors, and give solution for that drainage problem at Zone V The Masterplan of Kupang City.Based on frequency analysis and fit test using Log Pearson type III method with rainfall of 2 year rework plan equal to 118,154 mm. Then do the planning of drainage canals and calculates the discharge canal. Rated discharge chute must be greater than the discharge plan in order to avoid flooding.Based on the calculation of the results obtained by the rectangular canal as many as 16 canals and a trapezoid shape as many as 9 canals. There are 9 canal base width of the canal remains were taken from the existing canal data, while existing canals steeper modified according to plan based on the calculation of flood discharge plan.
OPTIMALISASI RUTE PENGANGKUTAN SAMPAH BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KUPANG Pratama, Albiyan P.; Frans, John H.; Utomo, Sudiyo
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.166 KB)

Abstract

Permasalahan lingkungan yang umumnya sering terjadi adalah pengelolaan sampah yang kurang baik.Perlu dilakukan penanganan yang serius dalam pengelolaan sampah terutama penentuan rute dalam pengangkutan sampah.Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa proses alur pergerakan sampah dari masyarakat hingga berakhir di TPA agar dapat diketahui masalah yang terdapat dalam proses pengelolaan sampah di Kota Kupang. Kemudian dilakukan perhitungan jumlah produksi sampah berdasarkan jumlah penduduk kota Kupang pada tahun 2016 diperoleh jumlah produksi sampah sebesar 585,447 m3/haridan memprediksi jumlah produksi sampah dalam kurun waktu 5 tahun kedepan dengan perbandingan 3 metode dimana metode yang paling kritis adalah metode eksponensial dengan jumlah penduduk sebanyak 455.035 orang dan jumlah produksi sampah sebesar 473,010 m3/hari, selanjutnya dilakukan perhitungan kebutuhan jumlah TPS berdasarkan jumlah produksi sampah dan diketahui bahwa jumlah TPS masih dapat menampung jumlah produksi sampah untuk seluruh penduduk kota Kupang tetapi dalam hal persebarannya masih belum merata khususnya pada kecamatan Alak, Kelapa Lima, dan Kota Raja. Rute angkutan persampahan diperoleh berdasarkan hasil analisis saving Solver Add-Ins. Setelah diperoleh koordinat TPS dan rute angkutan persampahan divisualisasikan kedalam WEBGIS.Common environmental problems that often occur are poor waste management. A serious handling of waste management is needed, especially in determining the route in transporting wast. This research was conducted by analyzing the process of the movement of garbage from the community to end in TPA in order to know the problems contained in the process of waste management in Kupang City. Then the amount of waste production based on the total population of Kupang city in 2016 obtained the amount of waste production of 585.447 m3 / day and predicted the amount of waste production in the next 5 years with a comparison of 3 methods where the most critical method is the exponential method with a population of 455,035 people and the amount of waste production of 473,010 m3 / day, then calculated the needs of the number of TPS based on the amount of waste production and it is known that the number of TPS can still accommodate the amount of waste production for the entire population of Kupang city but in terms of its distribution is still uneven, especially in Alak, Kelapa Lima, and Kota Raja. The route of garbage transportation can be obtained based on saving Solver Add-Ins analysis. After the TPS coordinates are obtained and the trash routes are visualized into the WEBGIS.
KUAT TEKAN BETON DAN MORTAR MENGGUNAKAN PASIR KALI NOELEKE Lado, Yandrianus; Utomo, Sudiyo; Hunggurami, Elia
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.616 KB)

Abstract

Pasir adalah material penyusun beton dan mortar. Penggunaan pasir sebaiknya harus sesuai dengan spesifikasi yang ada agar tercapai mutu yang diinginkan. Kali Noeleke, Kecamatan Mollo Selatan adalah salah satu tempat yang menyediakan pasir untuk kegiatan pembangunan di Kota SoE dan sekitarnya. Pasir ini banyak digunakan karena jarak lebih dekat dan harga yang lebih murah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai kuat tekan dari beton dan mortar yang menggunakan pasir Kali Noeleke sebagai agregat halus. Benda uji beton berbentuk silinder dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Nilai kuat tekan yang direncanakan sebesar 15 MPa dan 25 MPa. Benda uji mortar berbentuk kubus berukuran 5 x 5 x 5 cm dengan komposisi campuran untuk mortar 1PCC : 4Psr, 1PCC : 6Psr dan 1PCC : 8Psr. Waktu perawatan benda uji beton dan mortar adalah 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Kuat tekan beton yang menggunakan Pasir Kali Noeleke sebagai agregat halus lebih tinggi dari beton yang menggunakan Pasir Takari pada berbagai variasi campuran dan umur perawatan, demikian juga pada benda uji mortar, untuk semua variasi komposisi campuran dan umur perawatan rata-rata nilai kuat tekan mortar yang menggunakan Pasir Kali Noeleke lebih besar dari pada Pasir Takari.Sand is significant concrete and mortar compiler. Advisable sand purpose shall correspond to that aught specification is attained quality which is wanted. Noeleke River, South Mollo District is one of place which provide sand for development activity at SoE Town and its vicinity. This sand a lot of is utilized since nearer distance and cheaper price. This study aims to know compressive strength of concrete and mortar that utilize Noeleke River Sand as aggregate of ground.  The diameter and high of cylindrical concrete is 15 cm and 30 cm. Pressing strong point one is plotted as big as 15 MPa and 25 MPa. The mortar cube has size 5x5x5cms with composition 1PC: 4Psr, 1PC: 6Psr and 1PC: 8Psr. Curing time for concrete and mortar be 7 days, 14 days and 28 days. compressive strength concrete that using Noeleke River Sand as aggregate of ground for each quality plan and curing time is larger than concrete using Takari sand., and so do on mortar, for each composition and curing time average mortar compressive strength which using Noeleke river Sand is larger than mortar using Takari sand.
DESAIN SARINGAN PASIR LAMBAT Utomo, Sudiyo; Sir, Tri M. W.; Sonbay, Albert
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.751 KB)

Abstract

Kolhua IPAB is a means of channeling water to the people and surrounding villages Kolhua, however IPAB has a major problem is turbidity. Slow sand filtration (SPL) is a technique used to improve water quality. Runoff and water quality modeling is obtained by making use of PVC pipe 6 ". Flow rate shall be in accordance with SNI 03.3981.2008 and the resulting water quality after filtration should be below the standard of Minister Regulation. 492 in 2010. Based on the results of research with the discharge of springs Kolhua 0.015 m3/second, SPL design thickness of 60 cm of sand obtained by the speed of 0.22 m/h at head 0.15 m and capacity area of the tub filtering is 245 m2 with dimensions of 11 x 22 m, to the thickness of the sand 80 cm is obtained velocity 0.32 m/h at head 0.25 m and capacity area of the tub filtering is 169 m2 with dimensions of 10 x 20 m, to a thickness of 100 cm of sand obtained by the speed of 0.33 m/h at head 0.30 m and capacity area of the tub filtering is 164 m2 with dimensions of 9 x 18m.
PERBANDINGAN RESPON STRUKTUR GEDUNG BERATURAN DUA DIMENSI MENGGUNAKAN RESPON SPEKTRA PSHA, SNI 2002 DAN SNI 2012 Simatupang, Partogi H.; Siagian, Richard B.; Utomo, Sudiyo
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.335 KB)

Abstract

Kota Kupang merupakan ibukota dari Provinsi Nusa Tenggara Timur yang termasuk dalam daerah rawan gempa. Pada penelitian sebelumnya dari Aprianto Nomleni (2016) telah mendapatkan nilai Peak Ground Acceleration (PGA) menggunakan metode Probability Seismic Hazard Analysis (PSHA). Dari nilai PGA tersebut dibuat grafik respon spectra percepatan terhadap periode. Dengan menggunakan respon spectra tersebut akan dilakukan analisis respon struktur untuk mendapatkan nilai defleksi lateral dari suatu struktur gedung beraturan dua dimensi di Kota Kupang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan respon struktur gedung beraturan 2 dimensi dengan menggunakan hasil penelitian Aprianto Nomleni (2016), respon spectra SNI 2002, dan respon spectra SNI 2012 sebagai beban gempa dengan menggunakan aplikasi SAP2000. Nantinya, akan membandingkan hasil antara ketiganya. Hasil analisis menghasilkan nilai perbedaan defleksi lateral akibat ketiga respon spectra itu berkisar 19,77 % sampai dengan 40,04 %. Nilai maksimum total drift sebesar 0,0003 – 0,0005 yang termasuk pada kategori Immediate Occupancy. Nilai maksimum interstory drift sebesar 0,0001 – 0,0002 yang termasuk pada kategori Immediate Occupancy.Kupang City is the capital of the East Nusa Tenggara Province which is included in earthquake-prone areas. In a previous study from Aprianto Nomleni (2016), the Peak Ground Acceleration (PGA) value was using the Probability Seismic Hazard Analysis (PSHA) method. From the PGA value the response graph is made spectra of acceleration to the period. By using the response spectra a structural response analysis will be carried out to obtain lateral deflection values from a two-dimensional irregular building structure in Kupang City. The purpose of this study was to obtain the response of 2-dimensional regular building structures by using the results of Aprianto Nomleni's research (2016), the response of the SNI 2002 spectra, and the response of the SNI 2012 spectra as earthquake loads using the SAP2000 application. This will later be compared between the three. The results of the analysis produced a difference in lateral deflection between the three response spectra ranging from 19.77% to 40.04%. The maximum value of total drift is 0,0003 - 0,0005 which is included in the category of Immediate Occupancy. The maximum value of inelastic drift is 0,0001 - 0,0002 which is included in the category of Immediate Occupancy.
PENGARUH MASA PERAWATAN (CURING) MENGGUNAKAN AIR LAUT TERHADAP KUAT TEKAN DAN ABSORPSI BETON Hunggurami, Elia; Utomo, Sudiyo; Wadu, Amy
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.664 KB)

Abstract

Dalam proses pembuatan bangunan di daerah pantai, kontak dengan air laut terkadang tidak dapat dihindari. Ditambah lagi dengan keterbatasan pasokan air tawar ke lokasi proyek membuat penggunaan air laut untuk beberapa pekerjaan beton pun dimungkinkan, salah satunya untuk perawatan (curing) beton.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh curing air laut terhadap kuat tekan beton dan absorpsi air laut pada beton. Dalam penelitian ini digunakan benda uji beton dengan variasi mutu beton normal yaitu 20 MPa, 25 MPa, dan 30 MPa dengan durasi curing 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Kuat tekan beton yang mengalami curing dengan air laut untuk masa curing 7 hari untuk mutu 20 MPa, 25 MPa, dan 30 MPa secara berturut-turut lebih tinggi 3,18%, 2,65%, dan 1,74% dari pada beton yang mengalami curing dengan air tawar, sedangkan untuk masa curing 14 hari kuat tekan beton yang mengalami curing dengan air laut untuk mutu 20 MPa, 25 MPa, dan 30 MPa secara berturut-turut lebih rendah 4,09%, 2,98%, dan 1,12% dari pada beton yang mengalami curing dengan air tawar, dan untuk masa curing 28 hari kuat tekan beton yang mengalami curing dengan air laut untuk mutu 20 MPa, 25 MPa, dan 30 MPa secara berturut-turut lebih rendah 4,31%, 3,56%, dan 2,85% dari pada beton yang mengalami curing dengan air tawar.