Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Peningkatan Kualitas Tidur dengan Menerapkan Posisi Semi Fowler 45 Derajat Terhadap Pasien dengan Gagal Jantung Abdul Khamid; Dzaky Dhiaulhaq Satria Darmawan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20380

Abstract

ABSTRACT Currently in Asia there are changes in lifestyle, such as the number of active smokers, decreased physical activity and increased consumption of fat, calories and salt. This triggers heart disease, one of which is congestive heart failure. In Indonesia, heart disease has increased by 1.5% in 2018. At the Bekasi Regency Hospital, patients with heart disease increased by 440 in 2023. Heart patients are identical to rapid and shallow breathing so that patients have difficulty sleeping soundly. The semi-fowler position is one way to improve the quality and oxygen saturation in heart failure patients. To determine the effect of implementing the 45° semi-fowler position on improving sleep quality in heart failure patients at the Bekasi Regency Hospital in 2024. This study uses a quantitative quasi-experimental study (Quasy Experiment) without a control group (without control group). There is an effect of increasing sleep quality on congestive heart failure patients after applying the 45° semi-fowler position. For hospitals, it is expected to be used as a reference for creating standard operating procedures (SOP) on providing a 45◦ semi-fowler sleeping position for congestive heart failure patients. For nursing education, it is expected to be information and discussion for nursing students and for further researchers, it is expected to be able to conduct similar research with larger respondents and add variables and factors that can affect the sleep quality of congestive heart failure patients. Keyword: Semi Fowler Position, Congestive Heart Failure, Sleep Quality.  ABSTRAK Saat in di Asia terjadi perubahan gaya hidup, seperti banyaknya perokok aktif, penurunan aktivitas fisik dan meningkatnya konsumsi lemak, kalori dan juga garam. Hal ini memicu terjadinya penyakit jantung, salah satunya adalah gagal jantung kongestive. Di Indonesia oenyakit jantung mengalami peningkatan sebesar 1,5% di tahun 2018. Di RSUD Kabupaten Bekasi pasien dengan penyakit jantung meningkat pada tahun 2023 sebanyak 440. Penderita jantung identic dengan pernapasan yang cepat dan dangkal sehingga pasien kesulitan untuk tidur dengan nyenyak. Posisi semifowler merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas sekaligus saturasi oksigen pada pasien gagal jantung. Untuk mengetahui pengaruh penerapan posisi semifowler 45° terhadap peningkatan kualitas tidur pada pasien gagal jantung di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2024. penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif eksperimen semu (Quasy Experiment) tanpa control grup (without control group). Terdapat pengaruh peningkatan kualiatas tidur terhadap pasien gagal jantung kongestive setelah menerapkan posisi semi fowler 45°. Bagi RS diharapkan dapat dijadikan acuan untuk membuat standar oprasional prosedur (SOP) tentang pemberian posisi tidur semi fowler 45◦ bagi psien gagal jantung kongestive. Bagi pendidikan keperawatan diharapkan dapat menjadi informasi dan diskusi bagi mahasiswa keperawatan dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan agar dapat melakukan penelitian sejenis dengan responden yang lebih besar dan menambahkan variable serta factor yang dapat mempengaruhi kualitas tidur pasien gagal jantung kongestive. Kata Kunci: Gagal Jantung Kongestive, Posisi Semifowler 45°, Kualitas Tidur.
Pengaruh Brisk Walking Exercise Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi Abdul Khamid; Amita Sari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61434

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada lansia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan tekanan darah adalah Brisk Walking Exercise. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh Brisk Walking Exercise terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan rancangan one group pre-test and post-test design. Sampel penelitian sebanyak 32 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi Brisk Walking Exercise dilakukan selama 20-30 menit, tiga kali dalam seminggu selama satu bulan. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 156,5 ± 10,5 mmHg menjadi 134,3 ± 9,7 mmHg, sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik menurun dari 92 ± 6,6 mmHg menjadi 80,7 ± 5,4 mmHg. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan Brisk Walking Exercise terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. Brisk Walking Exercise efektif sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi dan dapat diterapkan sebagai intervensi keperawatan berbasis bukti di pelayanan kesehatan komunitas.