Angga Natalia
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aktualisasi Empat Pilar Sustainable Development Goals (SDGs) Di Perdesaan Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Angga Natalia; Erine Nur Maulidya
JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 8, No 1 (2023): Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana (S1) Ilmu Pemerintahan, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jiip.v8i1.16513

Abstract

Desa memiliki peran strategis sebagai lokus pembangunan yang terkecil untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Prioritas dana desa di tahun 2021 difokuskan untuk percepatan mencapai SDGs yang dengan memulihkan ekonomi nasional, menentukan program prioritas dan adaptasi kebiasaan baru. Berdasarkan perubahan prioritas dana desa tersebut, peneliti ingin membahas tentang aktualisasi empat pilar SDGs yang dalam hal ini bukan hanya membahas tentang pembangunan sosial tetapi juga membahas tentang ekonomi, lingkungan, hukum dan tata kelola serta tantangan-tantangannya pada Desa Kalisari di Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan yang merupakan salah satu desa termuda dan mulai menerapkan konsep Smart Village. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Kalisari secara bertahap sudah mengaktualisasikan empat pilar SDGs melalui berbagai program atau kegiatan baik program pemerintah maupun swadaya desa. Berbagai tantangan dalam mengaktualisasikan empat pilar SDGs di atas di Desa Kalisari Kecamatan Natar Lampung Selatan diantaranya adalah memastikan penerapan prinsip inklusif dan no one left behind, data harus komprehensif dan terintegrasi, adanya integrasi program seluruh pemangku kepentingan, adanya keselarasan aksi pada agenda pembangunan, adanya sinkronisasi kepentingan pemerintah dan non-pemerintah serta, tantangan geografis dan kependudukan.
Strategi Penanggulangan Informasi Hoax dan Terorisme di Media Sosial Oleh Unit Polisi Virtual Provinsi Lampung Erine Nur Maulidya; Angga Natalia; Iin Yulianti; Muhammad Havez
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v8i1.7822

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana strategi penanggulangan informasi Hoax dan terorisme di media sosial yang diupayakan oleh unit Polisi virtual di Provinsi Lampung. Untuk mendapatkan data yang valid, peneliti melakukan wawancara kepada informan, dan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian diketahui, Strategi Polisi Virtual Subdit V Cyber Crime Polda Lampung dengan melakukan tindakan Prevenif Jalur Non Penal, kegiatan patroli polisi virtual ini dilaksanakan dengan baik, hal ini terlihat selama proses observasi I, II dan III pada pelaksanaan strategi sosialisasi. Tindakan ini biasanya dilakukan melalui sarana digital yaitu Instagram, Facebook, Twitter, dan juga Sosialisasi himbauan melalui daring resmi milik cyber.  selain sosialisasi, juga dilakukan strategi pengawasan, yaitu sebagai upaya preemtif dan preventif melalui virtual police dan virtual alert. Strategi ini bertujuan untuk memonitor, mengedukasi, memberikan peringatan, serta mencegah masyarakat dari potensi tindak pidana Cyber. Selain itu, dilakukannya juga strategi kerjasama oleh Polda Lampung dengan Dosen dan Mahasiswa IT, dengan cara  membentuk Cyber Police Community, yaitu komunitas Polisi Virtual Polda Lampung yang bekerjasama dengan kalangan dosen dan mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di Lampung; Universitas Lampung, Universitas Bandar Lampung, Universitas Teknokrat Indonesia, IBI Darmajaya dan Umitra Lampung.
COLLABORATIVE GOVERNANCE DAN URBAN FARMING: PILAR KETAHANAN PANGAN LOKAL DI ERA MODERN KOTA METRO PROVINSI LAMPUNG Angga Natalia; Wilia Novi Aryani; Tatik Rohmawati
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa Vol 11 No 1 (2026): Public Service Governance
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jipsk.v11i1.6186

Abstract

Urban farming has emerged as a strategy to address food security challenges in Metro City, Lampung Province. While it has the potential to enhance food availability, empower communities, and support environmental sustainability, previous research has predominantly focused on technical aspects, with limited attention to collaborative governance. This study explores the role of collaborative governance in supporting urban farming to strengthen local food security in small cities. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews, observations, and document studies involving key actors such as the Food Security, Agriculture, and Fisheries Agency of Metro City, urban farming communities, and the private sector. The analysis applied the Collaborative Governance framework by Ansell and Gash, focusing on starting conditions, institutional design, facilitative leadership, collaborative processes, and intermediate outcomes. The findings indicate that urban farming in Metro City has received regulatory support, community participation, and contributions from the private sector. However, facilitative leadership emerged as the strongest indicator, with effective conflict mediation mechanisms and strong community involvement. At the same time, institutional design was identified as the weakest, with gaps in product certification and coordination. This study contributes to the theory of Collaborative Governance by demonstrating that, while collaboration among actors in Metro City has resulted in positive social and economic outcomes, long-term sustainability still depends on improving institutional capacity and refining more inclusive institutional designs. This study emphasizes the need to strengthen cross-actor collaboration, facilitate product certification, and provide ongoing support to ensure that urban farming becomes a sustainable pillar of local food security.