Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI PELAKSANAAN PROGRAM FOGGING PADA PENANGGULANGAN DBD DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN BONE BOLANGO Dewi Kartika; Wahyuni Hafid
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 3 (2017): september 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.555 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i3.143

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan pelaksanaan fogging di Indonesia tahun 2015, tercatat 1.721 kasus demam berdarah dengan angka kematian 19 jiwa. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah melihat studi pelaksanaan program fogging pada penanggulagan DBD di wilayah kerja Dinas Kesehatan Bone Bolango. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yaitu untuk memperoleh informan secara (indepth Interview). Informan biasa dalam penelitian ini adalah pemegang program fogging dan petugas fogging yang ada di Dinas Kesehatan Bone Bolango. Hasil: Sarana dan prasarana yang ada di Dinas Kesehatan Bone Bolango ini kurang lengkap apalagi untuk mesin atau swingfog, karena pada saat dilakukan fogging swingfog sering macet karena sudah tua. Bahkan untuk petugas fogging yang ada di Dinas ini belum memenuhi kuota karena kurangnya tenaga kesehatan. Dan untuk capaian program tiap tahun masih tetap sama hanya berkisar 7080%. Tetapi pada saat ini capaian program yang ada di Dinas Bone Bolango ini sudah mencapai dengan 90 bahkan 100%, karena pengasapan dilakukan secara bergulir untuk pemberantasan nyamuk, dan memberantas jentik. Saran: Diharapkan kepada pihak Dinas Kesehatan Bone Bolango agar petugas fogging ditambahkan lagi dan juga sarana dan prasarana sebaiknya di lengkapi apalagi untuk mesin atau swingfog agar pada saat pelaksanaan fogging bisa berjalan dengan baik. Kata Kunci: Program fogging, Demam Berdarah Dengue
Hubungan Jarak Tempat Tinggal dan Pengetahuan Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Puskesmas: The Relationship Between The Distance of Residence And Public Knowledge on Utilization of Puskesmas Services Marada, Nurhayati; Yanti Hz. Hano; Wahyuni Hafid
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 8: Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i8.5863

Abstract

Pelayanan kesehatan masyarakat merupakan hak asasi manusia yang harus dilaksanakan oleh suatu negara. Pemanfaatan pelayanan kesehatan di Indonesia secara umum dapat dikatakan baik, tetapi masih ada beberapa desa yang mengalami kendala dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan, contohnya di Desa Liyoto Kecamatan Bongomeme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jarak tempat tinggal dan pengetahuan masyarakat terhadap pemanfaatan pelayanan Puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang ada di Desa Liyoto Kecamatan Bongomeme yang berjumlah 271 kepala keluarga. Teknik pengumpulan data adalah total sampling dengan menggunakan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan SPSS. Hasil Penelitian diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jarak tempat tinggal dengan pemanfaatan pelayanan Puskesmas dengan nilai p = 1,000 > 0,05. Sedangkan untuk pengatahuan masyarakat terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pemanfaatan pelayanan Puskesmas dengan nilai p = 0,000 < 0,05. Adapun saran yang dapat diberikan adalah petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang pentingnya memanfaatkan Puskesmas sebagai tempat berobat yang tepat.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Di Wilayah Kerja Puskesmas Labuan: The Influence of Health Education on Mothers' Knowledge in the Labuan Health Center Work Area I Wayan Sugita; Hairudin; Delvi; Agustina Gosal; Asti Mayang Pratiwi; Resky Aditya; Putrianti Suleman; Sartika Y Pusi; Nur Syafiah; Finta Amalinda; Muh. Jufri; Eka Prastia Hati Baculu; Wahyuni Hafid
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i2.4978

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang dicanangkan pemerintah sudah berjalan 15 tahun, tetapi keberhasilannya masih jauh dari harapan. Dari data yang diambil oleh peneliti dari salah satu petugas Promosi kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Labuan mengatakan terdapat 18 posyandu balita dan 4 posyandu lansia dengan jumlah kader kesehatan 138 orang mengatakan bahwa Perilaku hidup bersih dan sehat pada tahun 2023 masih kurang.Tujuan penelitian ini adalah untuk pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan di Posyandu Mawar Labuan Panimba Wilayah Kerja Puskesmas Labuan. Metode penelitian ini adalah preexperimental design dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 42 orang ibu yang memiliki balita. Sampel berjumlah 20 responden, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji paired sample t-test (uji-t berpasangan).Hasil penelitian menunjukkan selisih nilai mean (rata-rata) pada pengetahuan pre test sebesar 8,40 dan nilai mean (rata-rata) pada pengetahuan post test sebesar 11,75 maka didapatkan selisih perbedaan nilai mean sebesar 3,350. Hasil uji paired sample t-test (uji-t berpasangan) diketahui nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Kesimpulan ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan di Posyandu Mawar Labuan Panimba Wilayah Kerja Puskesmas Labuan. Saran Diharapkan bagi pihak Puskesmas Labuan, khususnya bagian promosi kesehatan Puskesmas Labuan untuk selalu mensosialisasikan program PHBS kepada kader dan masyarakat sehingga masyarakat mendapatkan informasi tentang penting dan manfaat PHBS.
Status Gizi dan Kualitas Hidup Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Dungaliyo Kabupaten Gorontalo Tahun 2020: Nutritional Status and Quality Life of the Elderly in the Work Area of Dungaliyo Puskesmas, Gorontalo Regency Hanapi, Sunarti; Marselia Sandalayuk; Wahyuni Hafid; Fahira Dilapanga
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.819 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i2.1883

Abstract

Latar Belakang: Proses penuaan merupakan proses yang tidak dapat dihindari. Pada hakikatnya, proses penuaan akan menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada orang lanjut usia. Perubahan pada lansia terkait dengan penurunan fungsi tubuh yang terjadi secara fisiologis sehingga pada lansia lebih berpotensi terjadi permasalahan kesehatan, baik fisik maupun mental. Jika tidak ditangani dengan tepat, permasalahan kesehatan ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang akan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas hidup secara bermakna. Data Badan pusat statistika (BPS) Provinsi Gorontalo tahun 2017 jumlah lansia di Provinsi Gorontalo sebanyak 88,256 orang (7,55%) dari total jumlah penduduk. Data tahun 2020 lansia di Kecamatan Dungaliyo berjumlah 1.967 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran status gizi dan kualitas hidup lansia yang ada di wilayah kerja Puskesmas Dungaliyo. Metode: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian deskriptif kuantitatif, penelitian ini dilakukan di wilayah Puskesmas Dungalio Kecamatan Dungaliyo, waktu penelitian bulan juni-juli 2021. Jumlah populasi 1.967 lansia dan menjadi sampel pada penelitian ini adalah lansia sebanyak 322 menggunakan tehnik purposive random sampling, dengan menggunakan instrumen penelitian ini yaitu kuesioner dan menggunakan analisis penelitian univariat. Hasil: Untuk Status gizi lansia lebih tinggi terdistribusi pada satatus gizi normal berjumlah 158 orang (49%) dan terendah yang terendah status gizi kurang berjumlah 35 orang (10%). Kualitas hidup lansia paling tinggi terdistribusi pada kategori sedang yaitu berjumlah 313 orang (96,9%) sedangkan yang terendah ada pada kualitas hidup rendah yaitu berjumlah 0 orang (0%). Kesimpulan: Status gizi lansia lebih tinggi terdistribusi pada status gizi normal sedangkan kualitas hidup lansia paling tinggi terdistruibusi pada kualitas hidup sedang.