Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Sejumlah Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Vitamin A pada Balita Hanapi, Sunarti; Nuryani, Nuryani; Ahmad, Rahmawaty
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 2 NOMOR 2, OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.03 KB) | DOI: 10.32662/gjph.v2i2.751

Abstract

Based on Indonesian Basic Health Research 2018Vitamin A capsule coverage for children 6-59 months reached 53.1%. Based on Department of Health Gorontalo district Vitamin A capsule coverage in work area of Asparaga community health center reached 80%. The research aims at investigating association of giving vitamin A toward toddler. This research used observational analytic method with cross sectional study approach. This research was conducted in February until April with total of samples were 262 children  6-59 mount and respondents were toddler mother. The technique of collecting samples was using purposive sampling technique and the technique of data collection was using questionnaire. The technique of data analysis was chi square test. The findings reseacrh was found that the giving of vitamin A on toddler was 126 (48,1%) and not giving vitamin A was 136 (51,9%) toddlers, low mothers knowledge 63,4%, active cadre 28,2%, active participation toddlers 5,0%. Base on analysis bivariate indicated that sufficient knowledge of mothers 67,7% of the toddlers were given vitamin A and chi square test showed knowledge of p value = 0,000, the role of active cadres 82,4% of the toddlers were given vitamin A with p value = 0,000 and the activity of toddlers visiting community health center / Posyandu 100% of the toddlers were given vitamin A with p value = 0,000. It was concluded that the mothers knowledge factor, the role of cadres and the activity of toddlers visiting Community Health Center and Posyandu were related to the provision of viramin A in the toddlers. It was recommended for mothers of toddlers to explore more information regarding the importance of providing vitamin A to toddlers, and to be active partisipation in Community Health Center / Posyandu activities.Berdasarkan hasil Riskesdas 2018 cakupan kapsul vitamin A pada anak 6-59 bulan mencapai 53,1%. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo cakupan pemberian vitamin A di Wilayah Kerja Puskesmas Asparaga mencapai 80%. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui sejumlah faktor yang berhubungan dengan pemberian vitamin A pada balita. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan pada Februari sampai April dengan jumlah sampel 262 balita umur 6-59 bulan dengan ibu balita sebagai responden. Pengambilan sampel dengan tekhnik purvosive sampling dan pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, analisis menggunaka chi square test. Hasil penelitian didapatkan pemberian vitamin A pada balita sebanyak 126 (48,1%) dan tidak diberikan vitamin A sebanyak 136 (51,9%) balita, pengetahuan ibu kurang 63,4%, keaktifan kader 28,2%, keaktifan kunjungan balita 5,0%. Berdasarkan hasil uji bivariat menunjukkan pengetahuan ibu cukup 67,7% anak balita diberikan vitamin A chi square  test menunjukkan pengetahuan  p value = 0,000, peran kader aktif 82,4% balita diberikan vitamin A dengan p value = 0,000, dan keaktifan kunjungan balita ke Puskesmas / Posyandu 100% balita diberikan vitamin A dengan p value = 0,000 berhubungan dengan pemberian vitamin A pada balita. Disimpulkan bahwa faktor pengetahuan ibu, peran kader dan keaktifan kunjungan balita ke Puskesmas dan Posyandu berhubungan dengan pemberian viramin A pada balita. Disarankan kepada ibu balita agar lebih menggali informasi terkait pentingnya pemberian vitamin A pada balita, serta aktif dalam kegiatan Puskesmas / Posyandu.
Pencegahan Pernikahan Usia Dini Melalui Penyuluhan Kesehatan di Kelurahan Bolihuangga Hafid, Wahyuni; Arda, Zul Adhayani; Hanapi, Sunarti
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Mei 2021, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.716 KB) | DOI: 10.51577/globalabdimas.v1i1.94

Abstract

Data dari beberapa kantor KUA di Kabupaten Gorontalo menyatakan Kecamatan Limboto merupakan wilayah yang memiliki angka pernikahan usia dini (16-18 tahun) tertinggi selama tiga tahun berturut-turut (2018-2020) sebanyak 168 pernikahan. Kelurahan Bolihuangga merupakan salah satu kelurahan yang terdapat di Kecamatan Limboto yang memiliki jumlah remaja usia 16-18 tahun terbanyak yaitu 278 orang sehingga mendukung dalam penerapan kegiatan pengabdian ini sebab yang menjadi kelompok sasaran penyuluhan adalah remaja yang berusia 16-18 tahun. Berdasarkan hal tersebut kegiatan penyuluhan kesehatan khususnya terkait pendewasaan usia pernikahan dan dampak negatif pernikahan usia dini merupakan salah satu aspek yang sangat diperlukan untuk membantu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran diri remaja terkait fenomena pernikahan usia dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan kesadaran diri remaja sebagai upaya pencegahan pernikahan usia dini yang diterapkan pada 32 remaja dengan metode penyuluhan. Pengabdian ini menghasilkan penyuluhan dengan tema “Aku Cinta Masa Depanku”, penayangan film pendek terkait dampak pernikahan usia dini disertai diskusi, pembagian poster/leaflet sebagai penunjang peningkatan pengetahuan, sikap dan kesadaran diri tentang pernikahan usia dini, dan pembentukan komunitas Fresh Milk (Forum Remaja Sehat Milenial Kreatif) sehingga bisa menjadi percontohan dan pemberi edukasi teman sebaya. Rencana target luaran (output) kegiatan ini yaitu peningkatan pengetahuan, sikap, dan kesadaran diri remaja terkait dampak pernikahan dini sebagai upaya pencegahan pernikahan usia dini.
Behavioral, environmental, and climatic factors associated with dengue hemorrhagic fever incidence in Limboto District, Gorontalo, Indonesia Sandalayuk, Marselia; Arda, Zul Adhayani; Hanapi, Sunarti; Hafid, Wahyuni; Pakaya, Ririn; Badu, Franning Deisi; Kanan, Maria; Sandalayuk, Daud; Baba, Julfa
Svāsthya: Trends in General Medicine and Public Health Vol. 2 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : PT. Mega Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70347/svsthya.v2i5.119

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) remains endemic in Southeast Asia, with Indonesia reporting more than 131,000 cases and 1,135 deaths in 2022. In 2019, Gorontalo Province ranked fourth nationally in terms of incidence rate (101.53 per 100,000 population), with Gorontalo Regency accounting for 31.4% of the provincial cases in 2021. This study aimed to determine the factors associated with the incidence of dengue fever in the Limboto Health Center Working Area, Gorontalo Regency, in 2022. A cross-sectional research design was used. The research was conducted from April to July 2022 in the working area of the Limboto Health Center. The population and sample were people who lived in Limboto District, with 124 respondents. Simple random sampling was used. The independent variables were knowledge, attitude, action, water reservoir, air temperature, air humidity, and occupancy density. The dependent variable was the incidence of dengue hemorrhagic fever. The research instruments used were questionnaires, observation sheets, and hygrometers. The data were processed using univariate and bivariate analyses with SPSS at the 95% confidence level (p<0.05). Among the 124 participants, 33.1% (n=41) reported DHF infection during the study period. Chi-square analyses revealed no statistically significant associations between DHF incidence and knowledge (p=0.499, χ²=0.456), attitudes (p=0.526, χ²=0.401), preventive actions (p=1.000, χ²=0.000), water storage practices (p=0.763, χ²=0.091), ambient temperature (p=0.688, χ²=0.161), humidity (p=1.000, χ²=0.000), or household density (p=0.788, χ²=0.072). All p-values exceeded the 0.05 significance threshold, indicating insufficient evidence to reject the null hypotheses. No factors were significantly associated with DHF incidence in this cross-sectional analysis.
Karakteristik dan Usia Menarche pada Remaja Putri Rahmawati, Rahmawati; Hanapi, Sunarti; Lahasan, Finati
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 7 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v7i2.3419

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama yang biasa terjadi dalam rentang usia 10-16 tahun ditengah masa pubertas sebelum memasuki masa reproduksi. Usia menarche dapat dikatakan normal apabila terjadi pada usia 12-14 tahun. Menarche dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor eksternal seperti cuaca, penyakit kronis, sinar matahari, selain itu faktor pola makan yang tidak sehat, stres atau faktor psikologis juga berperan. Secara khusus, usia menarche diperoleh lebih awal pada anak yang mengalami obesitas. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik dan usia menarche remaja putri dengan metode deskriptif kuantitatif. Responden pada penelitian ini berjumlah 100 orang siswi putri di SMPN 1 Limboto pada tahun 2023. Distribusi responden berdasarkan IMT paling banyak dengan IMT normal sebanyak 80 responden (80%) dan terendah terdapat pada IMT kategori kurus sebanyak 5 responden (5,0%). Sedangkan berdasarkan lingkar lengan atas (LILA) paling banyak terdapat pada LILA ≥23,5 sebanyak 63 responden (63,0%), selanjutnya distribusi berdasarkan pola makan paling banyak pada pola makan baik sebanyak 75 responden (75,0%). Selain itu, responden umumnya mengalami menarche usia ≥12 tahun  sebanyak 45 responden (45%), dan terendah usia 9 tahun sebanyak 3 responden (3,0%), berdasarkan status gizi masih ada kateori gizi kurang/overweight sebanyak 20% dan kategori KEK sebanyak 37%. Kemudian distribusi berdasarkan kebiasaan olahraga/aktivitas fisik paling banyak remaja putri yang tidak melakukan olahraga sebanyak 80 responden (80,0%), sedangkan distribusi berdasarkan istirahat tidur remaja putri yang paling banyak terdapat pada remaja putri dengan istirahat tidur yang baik sebanyak 80 responden (80,0%). Sehingga direkomendasikan pada remaja putri untuk menjaga keseimbangan pola makan dan aktifitas fisik/olahraga
PENERAPAN 3 M (MEMAKAI MASKER, MENCUCI TANGAN DAN MENJAGA JARAK) DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN CORONA VIRUS DISEASE (COVID-19) DI DESA MOHIYOLO KEC. ASPARAGA KABUPATEN GORONTALO Pakaya, Ririn; Ramadhani, Firdausi; Hanapi, Sunarti; Badu, Franning Deisi; Iyou, Ismelda
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2021): Februari 2021- Insan Cita: JurnaL Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.529 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v3i1.1415

Abstract

Pandemi Corona virus 2019 (Covid-19) yang disebabkan oleh virus SARSCoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2) saat ini menjadiperhatian dunia dan merupakan peristiwa yang mengancam kesehatan masyarakat secara umum. COVID-19 pertama dilaporkan di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 sejumlah dua kasus. Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia saat ini tanggal 13 Desember 2020 berjumlah 6.189 kasus sedangkan untuk Provinsi Gorontalo sendiri saat ini berjumlah 3321 kasus. Saat ini jumlah kasus covid-19 terkonfirmasi di Kecamatan Asparaga berjumlah 13 kasus. Penularan virus corona yang sangat cepat menyebabkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus corona sebagai pandemi pada 11 Maret 2020. Status pandemi atau epidemi global menandakan bahwa penyebaran COVID-19 berlangsung sangat cepat hingga hampir tak ada negara di dunia yang dapat memastikan diri terhindar dari virus corona. Penarapan 3 M (mencuci tangan, Memakai masker dan menjaga jaraka) pada masyarakat di Desa Mohiyolo Kecamatan Asparaga Kabupaten Gorontalo menggunakan metode pendekatan pelatihan, pendampingan dan penyediaan alat dan bahan seperti sabun untuk cuci tangan, Wadah air sebagai tempai air bersih yang digunakan untuk mencuci tangan, masker yang dibagikan kepada masyarakat, serta mengatur tempat duduk dengan jarak 1 meter setiap peserta dan tidak lebih dari 20 orang sesuai dengan anjuran protocol kesehatan. Kata kunci : Pandemi Covid-19, Memakai Masker, mencuci tangan, menjaga jarak
Perubahan Perilaku Masyarakat Melalui Penyuluhan dan Pembuatan CTPS di Desa Tanah Putih Hanapi, Sunarti; Dengo, Moh. Rivandi; Singal, Desri Landa; Suma, Irmawati
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Nopember 2021, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.142 KB) | DOI: 10.51577/globalabdimas.v1i2.155

Abstract

Mencuci tangan pakai sabun adalah salah satu upaya pencegahan melalui tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun. Tangan manusia seringkali menjadi agen yang membawa kuman daan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang atau dari alam ke orang lain melalui kontak langsung atau tidak langsung. Berdasarkan hasil survey Desa Tanah Putih merupakan sebuah wilayah yang berada di Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, dengan batas Desa Polohungo di sebelah timur, Desa Pangi di sebelah barat dan Desa Tangga jaya sebelah utara. Tanah Putih mempunyai wilayah dengan pemukiman dengan luas o Ha, perkebunan dengan luas 2 Ha, dan hutan seluas o Ha, kepadatan penduduk di wilayah Desa Tanah Putih yang tergolong cukup bisa menyebabkan potensi penyakit menular sangat besar. Berdasarkan hasil pendataan pada pengalaman belajar lapangan I kepemilikan Tempat Cuci Tangan yang paling banyak Terdistribusi yaitu pada Dusun 2 sebanyak 45 (27,3%) dengan kategori Tidak Tersedia sabun dan yang paling sedikit terdapat di Dusun 3 sebanyak 2 (1,2%) dengan kategori Tidak memiliki tempat cuci tangan. Tujuan pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat tentang pentingnya CTPS untuk hidup bersih dan sehat. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan pola hidup sehat masyarakat Desa Tanah Putih, Kecamatan Dulupi,Kabupaten Boalemo. Hasil yang diperoleh dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan informasi pada masyarakat Desa Tanah Putih tentang pentingnya mencuci tangan pakai sabun untuk pencegahan dari berbagai penyakit. Serta kami memberikan informasi tentang pembuatan tempat cuci tangan yang bisa diolah dari barang bekas, contohnya galon air minum, gelong minyak, ember dan masih banyak lagi barang bekas yang bisa digunakan untuk pembuatan Tempat cuci tangan.
Status Gizi dan Kualitas Hidup Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Dungaliyo Kabupaten Gorontalo Tahun 2020: Nutritional Status and Quality Life of the Elderly in the Work Area of Dungaliyo Puskesmas, Gorontalo Regency Hanapi, Sunarti; Marselia Sandalayuk; Wahyuni Hafid; Fahira Dilapanga
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.819 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i2.1883

Abstract

Latar Belakang: Proses penuaan merupakan proses yang tidak dapat dihindari. Pada hakikatnya, proses penuaan akan menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada orang lanjut usia. Perubahan pada lansia terkait dengan penurunan fungsi tubuh yang terjadi secara fisiologis sehingga pada lansia lebih berpotensi terjadi permasalahan kesehatan, baik fisik maupun mental. Jika tidak ditangani dengan tepat, permasalahan kesehatan ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang akan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas hidup secara bermakna. Data Badan pusat statistika (BPS) Provinsi Gorontalo tahun 2017 jumlah lansia di Provinsi Gorontalo sebanyak 88,256 orang (7,55%) dari total jumlah penduduk. Data tahun 2020 lansia di Kecamatan Dungaliyo berjumlah 1.967 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran status gizi dan kualitas hidup lansia yang ada di wilayah kerja Puskesmas Dungaliyo. Metode: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian deskriptif kuantitatif, penelitian ini dilakukan di wilayah Puskesmas Dungalio Kecamatan Dungaliyo, waktu penelitian bulan juni-juli 2021. Jumlah populasi 1.967 lansia dan menjadi sampel pada penelitian ini adalah lansia sebanyak 322 menggunakan tehnik purposive random sampling, dengan menggunakan instrumen penelitian ini yaitu kuesioner dan menggunakan analisis penelitian univariat. Hasil: Untuk Status gizi lansia lebih tinggi terdistribusi pada satatus gizi normal berjumlah 158 orang (49%) dan terendah yang terendah status gizi kurang berjumlah 35 orang (10%). Kualitas hidup lansia paling tinggi terdistribusi pada kategori sedang yaitu berjumlah 313 orang (96,9%) sedangkan yang terendah ada pada kualitas hidup rendah yaitu berjumlah 0 orang (0%). Kesimpulan: Status gizi lansia lebih tinggi terdistribusi pada status gizi normal sedangkan kualitas hidup lansia paling tinggi terdistruibusi pada kualitas hidup sedang.