Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Mathematical Model of Coastline Changes in the Ujung Pangkah Gresik Using the Polynomial Lagrange Approach Hendrata Wibisana; Primasari Cahya Wardhani; Novie Handajani
Jambura Journal of Mathematics Vol 5, No 1: February 2023
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6898.664 KB) | DOI: 10.34312/jjom.v5i1.17077

Abstract

Ujung Pangkah Gresik is an area where there is an estuary of a vast river, the Bengawan Solo river. This area annually sends sediment loads transported by the Bengawan Solo river to the Ujung Pangkah estuary so that gradually accumulation occurs, which results in changes in the morphology of the coast on the edge of the Ujung Pangkah coast, Gresik. This study seeks to see the side of shoreline changes on the Ujung Pangkah coast for five years. Then take the change model as a mathematical model that can describe the speed of shoreline change per year using the Lagrange polynomial interpolation method for degrees 1, degrees 2, and degrees 3. The results of shoreline changes that occur are obtained by the Lagrangge polynomial algorithm of degree 3 with R2 of 0.3747 which has a better correlation than degree 1 (0.0313) and degree 2 (0.3741). The results of this study obtained a mathematical model with a Lagrange polynomial approach where degree 3 has the best correlation among other models. This study concludes that by using a mathematical model, an overview of the process of change or natural phenomena can be obtained, where the existing model can predict future changes in the existing coastline.
Kajian Kapasitas Saluran Drainase di Jalan Masangan Kulon Sukodono Sidoarjo Brian Okta Vyanto Eky Mahendra; Iwan Wahjudijanto; Novie Handajani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2373

Abstract

Permasalahan yang sering dihadapi oleh masyarakat di kawasan perkotaan adalah adanya genangan banjir di daerah permukiman pada saat musim penghujan. Penyebab genangan banjir ini diantaranya adanya alih fungsi lahan, yang semula kawasan terbuka berubah menjadi kawasan terbangun baik permukiman, perindustrian ataupun perdagangan dan perkantoran. Pemanfaatan lahan yang tidak tertib menyebabkan persoalan kapasitas saluran drainase di perkotaan menjadi sangat kompleks. Pada penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian kapasitas saluran drainase yang berada di Jalan Masangan Kulon sehingga tidak menghambat arus lalu lintas dan merugikan kegiatan masyarakat sekitar dan penanganan yang dilakukan untuk mengatasi genangan bajir pada eksisting. Metode perhitungan banjir rencana studi kasus drainase kali ini menggunakan Metode Rasional dengan kala ulang 2 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, melakukan pengukuran dan normalisasi saluran. Evaluasi kapasitas saluran dilakukan untuk mengkaji kemampuan saluran drainase terhadap debit rencana. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini Debit banjir pada hulu sungai dengan kala ulang 2 tahun sebesar 1,54 m³/detik. Wilayah yang mengalami banjir terjadi pada Segmen 10-17 dan 18-19. Pada segmen 10-17 debit bloknya 3,98 m³/detik dan debit eksistingnya 3,389 m³/detik. Setelah di normalisasi debit eksistingnya 4,34 m³/detik. Pada segemen 18-19 debit bloknya 5,228 m³/detik dan debit eksistingnya 4,647 m³/detik. Setelah di normalisasi debit eksistingnya 5,760m³/detik.
Study of Drainage Channel Capacity on Jalan Masangan Kulon Sukodono Sidoarjo Brian Okta Vyanto Eky Mahendra; Iwan Wahjudijanto; Novie Handajani
Jurnal Syntax Transformation Vol 4 No 10 (2023): Jurnal Syntax Transformation
Publisher : CV. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jst.v4i10.780

Abstract

A problem often faced by people in urban areas is flooding in residential areas during the rainy season. The causes of flood inundation include land conversion, which was originally an open area turned into a built-up area for settlements, industry or trade and offices. Land use that is not orderly causes the issue of drainage channel capacity in urban areas to be very complex. This study aims to assess the capacity of drainage channels located on Jalan Masangan Kulon so as not to hamper traffic flow and harm the activities of the surrounding community and the handling carried out to overcome flooding in the existing. The method of calculating the flood plan for this drainage case study uses the Rational Method with a 2-year return period. Data collection is done by observation, taking measurements and channel normalization. Evaluation of channel capacity is carried out to assess the ability of drainage channels to plan discharge. The results obtained in this study Flood discharge in the upstream river with a return period of 2 years amounted to 1.54 m³/second. Areas that experience flooding occur in Segments 10-17 and 18-19. In segment 10-17 the block discharge is 3.98 m³/second and the existing discharge is 3.389 m³/second. After normalizing the existing discharge is 4.34 m³ / second. In segments 18-19 the block discharge is 5.228 m³/second and the existing discharge is 4.647 m³/second. After normalizing the existing discharge is 5.760m³/second.
Studi Pengendalian Banjir Sungai Penggaron Kabupaten Semarang Devi, Yanna Lutfiana; Trilita, Minarni Nur; Handajani, Novie
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v7i2.41136

Abstract

Floods in Indonesia, particularly in cities like Semarang, pose recurrent and imminent challenges. This study focuses on the Penggaron River in the Dolok-Penggaron watershed, Semarang City, as a significant contributor to flooding. The downstream area, especially Dinar Indah Housing in Tembalang, consistently experiences flood inundation during heavy rains, attributed to the ineffectiveness of low levees in restraining river water. Therefore, this research aims to evaluate the river cross-section capacity and plan the elevation of levees using HEC-RAS to develop more effective and sustainable flood control strategies. The research involves stages of collecting rainfall data, topographic maps, soil data, and river geometry. Subsequently, calculations of design flood discharge are performed using the polygon Thiessen and Log Pearson III methods, followed by HEC-RAS modeling to evaluate river capacity. The study results indicate that the Penggaron River cannot accommodate the flood discharge for the 10 and 25-year return periods. Hence, the proposed flood control solution is the addition of levees height at points experiencing overflow. Based on HEC-RAS simulations, this levees elevation can effectively address the flood issue in the Penggaron River, providing a sustainable solution for flood mitigation in the future. Keywords: flood, levees, Hydrologic Engineering Center-River Analysis System. ABSTRAK Banjir di Indonesia, terutama di kota-kota seperti Semarang, menjadi permasalahan yang terus berulang dan mengancam. Studi ini difokuskan pada Sungai Penggaron di DAS Dolok-Penggaron, Kota Semarang, sebagai salah satu sumber utama banjir. Daerah hilir sungai ini, terutama Perumahan Dinar Indah, Tembalang, secara konsisten mengalami genangan banjir saat hujan deras, disebabkan oleh rendahnya dinding tanggul yang tidak efektif menahan air sungai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas penampang sungai dan merencanakan peningkatan tinggi tanggul menggunakan HEC-RAS untuk mengembangkan strategi pengendalian banjir yang lebih efektif dan berkelanjutan. Tahapan penelitian melibatkan pengumpulan data curah hujan, peta topografi, data tanah, dan geometri sungai. Selanjutnya, dilakukan perhitungan debit banjir rancangan dengan metode polygon Thiessen dan Log Pearson III, serta pemodelan HEC-RAS untuk mengevaluasi kapasitas sungai. Hasil studi menunjukkan bahwa Sungai Penggaron tidak mampu menampung debit banjir kala ulang 10 dan 25 tahun, sehingga solusi pengendalian banjir yang diusulkan adalah penambahan tinggi tanggul pada titik-titik yang mengalami limpasan. Peninggian tanggul ini, berdasarkan simulasi HEC-RAS, dapat secara efektif mengatasi masalah banjir di Sungai Penggaron, memberikan solusi berkelanjutan untuk mitigasi bencana banjir di masa mendatang. Kata kunci: Banjir, Tanggul, Hydrologic Engineering Center-River Analysis System.
Pengendalian Banjir dengan Sudetan pada Sungai Marmoyo Kabupaten Jombang Ningrum, Marta Kusuma; Trilita, Minarni Nur; Handajani, Novie
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 7 No. 1: April 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v7i1.41

Abstract

Sungai Marmoyo merupakan sungai yang relative datar dan anak sungai dari sungai Brantas yang berada pada daerah hilir yang melewati kabupaten Jombang dan Mojokerto. Sungai Marmoyo merupakan sungai yang bermuara pada kali Surabaya Banjir yang terjadi di sungai Marmoyo mengakibatkan kerugian yang cukup besar.. Diperlukan upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Tahapan untuk mencapai tujuan tersebut adalah pertama analisa hidrologi, yang meliputi perhitungan curah hujan rata-rata, perhitungan curah hujan rencana, uji kesesuaian distribusi frekuensi, perhitungan debit banjir, perhitungan kapasitas penampang sungai. Kedua analisa hidrolika dengan menggunakan program bantu HEC-RAS. Setelah dilakukan analisis terhadap sungai Marmoyo dengan menggunakan debit kala ulang 50 tahun direncanakan sudetan terletak pada STA-78 untuk mengurangi debit banjir. Untuk perencanaan sudetan didapatkan hasil debit yang dialirkan melalui sudetan sebesar Q = 106,926 m3/dtk dengan dimensi penampang sudetan b = 15 m, z = 1:2.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN KERJA DI AREA PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KARANGNONGKO Safitri, Nabila Dinda; Widjanarko, Galih Pamungkas; Handajani, Novie
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 21 No. 3 (2025)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.21.3.170-186.2025

Abstract

Penerapan manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam melindungi tenaga kerja pada proyek konstruksi berskala besar, termasuk pada Proyek Pembangunan Bendungan Karangnongko. Penelitian ini bertujuan untuk mengkajii efektivitas penerapan K3 dalam proses identifikasi, penilaian, serta pengendalian potensi bahaya yang muncul selama kegiatan konstruksi. Pendekatan yang digunakan didasarkan pada Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sebagai acuan utama pelaksanaan keselamatan kerja, serta metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) untuk memetakan tingkat risiko pada berbagai aktivitas pekerjaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa program K3 di proyek ini telah diterapkan secara sistematis, ditunjukkan melalui pengawasan disiplin kerja, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), kegiatan safety morning talk, safety induction bagi pekerja baru, pelatihan keselamatan, serta pemeriksaan rutin oleh petugas pengawas. Penerapan housekeeping, pemilahan limbah konstruksi, dan prosedur tanggap darurat juga berkontribusi terhadap terciptanya area kerja yang aman, tertata, dan minim potensi kecelakaan. Di samping itu, budaya keselamatan (safety culture) dibangun melalui komunikasi intensif antara manajemen dan pekerja, termasuk melalui toolbox meeting, pelaporan insiden, dan evaluasi berkala untuk meningkatkan kesadaran pekerja terhadap risiko kerja. Secara keseluruhan, penerapan manajemen risiko berbasis SMK3 di Proyek Bendungan Karangnongko terbukti mampu meningkatkan keselamatan tenaga kerja, menekan potensi kecelakaan, serta mendukung efisiensi operasional proyek. Implementasi K3 ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Temuan ini menegaskan bahwa pelaksanaan K3 yang konsisten dan berkelanjutan merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan proyek infrastruktur nasional.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI BARAMMAMASE KABUPATEN LUWU PROVINSI SULAWESI SELATAN Rongko, Herawati Toding; Handajani, Novie; Wahjudijanto, Iwan
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 3, Desember Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i3.4758

Abstract

Sungai Battang sebagai sumber daya air strategis di Kabupaten Luwu. Namun, pemanfaatannya kini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, perubahan pemanfaatan lahan, hingga meningkatnya tekanan aktivitas manusia, sehingga pengelolaan yang optimal menjadi semakin penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana ketersediaan air di lokasi perencanaan mampu memenuhi kebutuhan irigasi sesui pola tanam yang diiteraapkan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan data primer yang dikumpulkan melalui pengamatan langsung di lokasi penelitian meliputi jenis tanaman, pola tanam, dan luas daerah irigasi, serta data sekunder dari instansi terkait mencakup curah hujan, suhu udara, kelembapan, lama penyinaran matahari, dan kecepatan angin. Analisis hidrologi dilakukan untuk menghitung kebutuhan air di sawah (Gross Farm Requirement), volume air yang harus disalurkan dari sumber (Diversion Requirement), serta kebutuhan bersih tanaman di sawah (Net Farm Requirement). Hasil penelitian diperoleh bahwa untuk luas lahan sebesar 78 hektar, total kebutuhan air mencapai 0,106 m³/detik, sedangkan debit air yang tersedia sebesar 17,46 m³/detik. Dengan menerapkan pola tanam padi–padi yang telah ada, ketersediaan dan kebutuhan air di lokasi perencanaan masih dapat terpenuhi meskipun belum terdapat bendung.