Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH ADANYA ISLAMIC CAPITAL MARKET TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRI NADHIROTUR ROIFAH
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol 8, No 2 (2022): JIEI
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v8i2.5242

Abstract

Pasar modal merupakan satu media bagi masyarakat dunia khususnya Indonesia untuk berinvestasi. Dunia telah memandang pasar modal menjadi sebauh instrumen penting yang harus dikembangkan oleh setiap negara mengingat perannya sangat membantu perekonomian. Pasar modal syariah, seperti perbankan syariah merupakan media yang mampu menjadi jembatan bagi pihak yang kelebihan dan membutuhkan modal. Di dalamnya terhubung begitu banyak pelaku ekonomi tanpa batas negara.Pasar Modal terus mengalami penyeseuaian sehingga dapat mengakomodir seluruh jenis investor salah satunya adalah dengan adanya pasar modal syariah yang sejalan dengan prinsip-prinsip syariah. Pasar Modal Syariah yang telah menyediakan berbagai produk yaitu saham syariah, Sukuk, Reksadana syariah, Exchange Traded Fund, Efek Beragun Aset, dan Dana Investasi Real Estat. Tentu hal ini akan membuat banyak pilihan bagi Investor. Tujuan penelitian ini 1) Untuk mengetahui dan menganalisas secara parsial adanya saham syariah terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2011-2020. . 2) Untuk mengetahui dan menganalisis secara parsial pengaruh Sukuk syariah terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2011-2020. 3) Untuk mengetahui dan menganalisis secara parsial pengaruh adanya Reksadana syaraiah terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2011-2020. 4) Untuk mengetahui dan menganalisis secara simultan pengaruh adanya Saham, Sukuk, dan Reksadana syariah terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2011-2020. Analisis data yang digunakan Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan, secara parsial dari tiga variabel independen yang diujikan saham (ISSI), Sukuk, dan Reksadana syariah. Hanya saham syariah (ISSI) yang berpengaruh terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) namun tidak signifikan. Jika secara simultan, saham syariah (ISSI), Sukuk, dan Reksadana syariah hasilnya menunjukkan berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
PEMASARAN PRODUK BAKERY ROTI DI PONDOK PESANTREN AL- MASHDUQIAH PATOKAN KRAKSAAN Tri Nadhirotur Roifah; Dewi Pramita
Ar-Ribhu : Jurnal Manajemen dan Keuangan Syariah Vol 1 No 1 (2020): Ar-Ribhu
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.397 KB) | DOI: 10.55210/arribhu.v1i1.457

Abstract

Competition in economic activities is often used to find out how marketing strategies are formed. To establish a marketing strategy by a company, something product can be offered to the market to get attention to be bought, used, or consumed, so that it can meet the wants and needs. In the marketing mix strategy, the first step to take is a product strategy. This is very important because what will be sold is the product and consumers will get to know the company through the products that will be offered. Whereas marketing is marketing, marketing strategy is the design, implementation, and control of plans to influence exchange in order to achieve organizational goals. Strategy is an organizational tool used to achieve its objectives, and therefore, marketing strategy is needed in achieving success.This research is a type of field research (filed research), which is a study by conducting observations about a phenomenon in a scientific situation. While in data collection using, observation, interview, and documentation.The results of this study explain that the Home Industry of Bakery Bread Products use a face to face strategy, a cooperation strategy. And marketing mix which includes product strategy, price, place, promotion. After exposing the marketing of Bakery Bread products, it is expected to activate the stages of product marketing in all places by looking at the conditions of strengths and weaknesses and environmental changes, so that it can find out whether marketing is applied right on target or not. And further enhance the development of the ability of employees to convince the public to trust the industry that has been created by the Al-Mashduqiah Islamic Boarding School, so that the product becomes better and is also well-known among the outside community. Keywords: Marketing, Products, Bakery Bread
Maqasid Syariah Dalam Menjaga Keseimbangan Kepentingan Ekonomi Dan Sosial Pada Praktik Gadai Sawah TRI NADHIROTUR ROIFAH; Muhammad Lathoif Ghozali
JOURNAL OF SHARIA ECONOMICS Vol 7 No 2 (2025): Journal of Sharia Economics
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Al Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/jse.v7i2.1228

Abstract

Praktik gadai sawah masih menjadi mekanisme pembiayaan yang umum digunakan oleh petani di wilayah pedesaan ketika menghadapi kebutuhan dana yang mendesak. Meskipun berfungsi sebagai solusi likuiditas, praktik ini sering kali melahirkan relasi ekonomi yang timpang antara pemilik lahan dan pemberi modal, sehingga aspek kesejahteraan sosial petani cenderung terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai Maqasid Syariah berperan dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kepentingan sosial dalam praktik gadai sawah, sekaligus merumuskan model konseptual pembiayaan berbasis maqasid yang lebih berkeadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif analitis melalui pengumpulan data primer berupa wawancara dan observasi lapangan, serta data sekunder dari literatur fikih muamalah dan kajian Maqasid Syariah. Analisis dilakukan dengan menempatkan perlindungan harta (ḥifẓ al-mal), keadilan (‘adl), dan kemaslahatan sebagai indikator utama evaluasi praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Maqasid Syariah berfungsi sebagai kerangka normatif yang efektif dalam menyeimbangkan orientasi keuntungan dan tanggung jawab sosial, sepanjang terdapat transparansi akad, proporsionalitas pemanfaatan lahan, dan ketiadaan dominasi sepihak. Penelitian ini merumuskan model pembiayaan yang mengintegrasikan akad rahn dengan skema kemitraan produktif agar praktik gadai sawah tidak hanya sah secara fikih, tetapi juga adil dan maslahat secara sosial ekonomi.
Penguatan Tata Kelola Islamic Social Finance melalui Kerangka Maqasid al-Shariah yang Terintegrasi TRI NADHIROTUR ROIFAH; Muhammad Lathoif Ghozali lathoif
JOURNAL OF SHARIA ECONOMICS Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Sharia Economics
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Al Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/jaahgf14

Abstract

Keuangan Sosial Islam (Islamic Social Finance/ISF), yang mencakup instrumen seperti zakat, wakaf, sedekah, dan berbagai bentuk filantropi Islam lainnya, memiliki peran strategis dalam mewujudkan keadilan sosial-ekonomi, pengentasan kemiskinan, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Meskipun memiliki potensi yang besar, pengelolaan lembaga ISF di berbagai negara masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait dengan lemahnya tata kelola kelembagaan, rendahnya transparansi dan akuntabilitas, keterbatasan koordinasi antar lembaga, serta belum optimalnya integrasi dengan perkembangan teknologi dan sistem keuangan modern. Kondisi tersebut berimplikasi pada belum maksimalnya efektivitas penghimpunan, pengelolaan, dan pendistribusian dana sosial Islam dalam memberikan dampak sosial yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat manajemen dan tata kelola ISF melalui pengembangan kerangka konseptual yang terintegrasi berbasis Maqasid al-Shariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif konseptual dengan melakukan kajian kritis terhadap literatur, model tata kelola yang telah berkembang, serta berbagai praktik kelembagaan ISF. Analisis difokuskan pada identifikasi kesenjangan dalam aspek akuntabilitas, efektivitas kelembagaan, kepercayaan pemangku kepentingan, dan orientasi dampak sosial. Kerangka yang diusulkan mengintegrasikan dimensi utama tata kelola, yaitu kepatuhan syariah, transparansi, akuntabilitas, profesionalisme kelembagaan, partisipasi pemangku kepentingan, dan inovasi digital dalam perspektif Maqasid al-Shariah yang menekankan perlindungan terhadap agama (hifz al-din), jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-'aql), keturunan (hifz al-nasl), dan harta (hifz al-mal). Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi prinsip Maqasid al-Shariahdalam tata kelola ISF mampu meningkatkan kredibilitas lembaga, memperkuat kepercayaan publik, mengoptimalkan efisiensi alokasi sumber daya, serta memperluas dampak sosial-ekonomi secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis berupa model tata kelola yang holistik sekaligus menawarkan implikasi praktis bagi pembuat kebijakan, regulator, dan pengelola lembaga ISF dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Pemberdayaan Generasi Z melalui Literasi Keuangan Syariah dalam Menghadapi Perilaku Konsumtif di Era Digital Tri Nadhirotur Roifah; Zahida I'tisoma Billah; Yeni Kartikawati
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 3 No. 1 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v3i1.468

Abstract

Transformasi digital menghadirkan kemudahan transaksi sekaligus meningkatkan risiko perilaku konsumtif Generasi Z, seperti pembelian impulsif, Fear of Missing Out (FOMO), dan penggunaan paylater yang kurang terencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi keuangan syariah Generasi Z melalui pendekatan Participatory Action Research(PAR). Kegiatan dilaksanakan pada Karang Taruna Desa Mengen, Bondowoso, melalui tahapan identifikasi masalah, edukasi, refleksi, perencanaan tindakan, dan evaluasi. Data diperoleh melalui observasi, diskusi, wawancara singkat, lembar refleksi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta dalam membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran, mencatat pengeluaran, mengenali pengaruh FOMO, memahami risiko paylater, serta mengendalikan konsumsi digital. Peserta juga mulai menghubungkan keputusan finansial dengan prinsip riba, gharar, maysir, israf, tabzir, dan hifz al-mal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa PAR yang terintegrasi dengan literasi keuangan syariah dapat menjadi model pemberdayaan yang relevan untuk membangun perilaku finansial yang lebih sadar, terencana, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan. Pengembangan selanjutnya perlu dilakukan melalui pendampingan berkelanjutan serta pengukuran pre-test–post-test dan longitudinal untuk menguji keberlanjutan perubahan perilaku.  
Pengembangan Model Edukasi Digital yang Menggabungkan Literasi Keuangan Syariah, Investasi Halal, dan Simulasi Investasi Berbasis Aplikasi untuk Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Generasi Z Tri Nadhirotur Roifah; Dewi Riza Lisvi Vahlevi; Malta Anantyasari
Journal of Community Engagement in Economics Vol 4 No 01 (2026): Journal Of Community Engangement In Economics
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Al- Hikmah Indonesia - Jurnal Ekonomi Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/jcee.v4i01.1389

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pengelolaan keuangan dan perilaku investasi Generasi
PENGALAMAN PENGGUNA FINTECH SYARIAH DALAM PERSPEKTIF MAQASID AL-SHARI’AH: INKLUSI KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Tri Nadhirotur Roifah; Aula Izatul Aini
Jurnal Ekonomi Syariah Darussalam Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas KH. Mukhtar Syafaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jesdar.v7i2.5531

Abstract

Introduction: The advancement of digital financial technology has made Islamic fintech an increasingly relevant financial service option for Muslim communities, particularly MSMEs and groups with limited access to formal financial institutions. Nevertheless, digital convenience does not necessarily guarantee fairness, security, transparency, or user welfare. Objective: This study aims to explore how communities experience and interpret Islamic fintech and to examine the role of Maq??id al-Shar??ah in promoting financial inclusion and sustainable economic development. Method: A qualitative approach with an exploratory case study design was employed. Data were gathered through in-depth interviews, observations, and document analysis. Participants were selected using purposive sampling, while the collected data were examined through reflexive thematic analysis guided by the Maq??id al-Shar??ah perspective. Results: The analysis identified four major themes: accessibility of financial services, trust and transparency, user literacy and protection, and economic benefits and sustainability. The findings indicate that the availability of digital financial access does not necessarily lead to substantive financial inclusion. User experiences are also shaped by digital literacy, understanding of contracts, service security, information transparency, and infrastructure availability. Conclusion: Islamic fintech should therefore be assessed not merely in terms of Sharia compliance, but also through its Maq??id-based impact, particularly its ability to provide asset protection, fairness, accessibility, and tangible benefits for users. Strengthening financial literacy, transparency, user protection, and equitable access is essential to enhance the contribution of Islamic fintech to economic empowerment and sustainable development.