Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IbM Pesantren Darul Ulum Kelurahan Duren Mekar – Bojongsari – Depok Elang Krisnadi; Puryati Puryati; Herman Herman
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.21 KB)

Abstract

Kegiatan Abdimas dengan pola Itpek bagi Masyarakat (IbM) dilaksanakan di TK Darul Ulum jalan H. Suaemi Parung Tengah Kecamatan Bojongsari - Depok. Kegiatan dilaksanakan dengan tujuan untuk membekali sumber daya manusia (SDM) di TK tersebut agar mampu mengembangkan berbagai kebutuhan dalam menjalankan kegiatan pembelajaran, seperti: menentukan metode pembelajaran dan media pembelajaran, mengembangkan rencana program pembelajaran harian (RPPH), mengembangkan alat evaluasi hasil belajar yang tepat untuk menilai hasil belajar siswa. Kegiatan abdimas juga memfasilitasi tersedianya sarana dan alat permainan yang mendukung kegiatan pembelajaran. Strategi pendekatan dalam abdimas dilakukan dengan metode penyuluhan dengan rincian kegiatan: Analisis situasi dan kondisi TK Darul Ulum Duren Mekar Urun pendapat dengan pimpinan dan para guru TK Darul Ulum tentang strategi pelaksanaan kegiatan Penyegaran dalam penyusunan RPPH Penyegaran pemanfaatan Metode dan Media Pembelajaran matematika di PAUD Penyegaran pengembangan assesmen di PAUD Program abdimas telah dilaksanakan sesuai dengan rencana kegiatan dan anggaran. Kegiatan berjalan efektif selama 3 bulan dan mengacu pada permasalahan yang dihadapi mitra. Para guru merasa terbantu dengan adanya kegiatan seperti ini. Terutama terkait dengan topik-topik yang disampaikan pada setiap sesi kegiatan dan juga terkait dengan terwujudnya alat-alat permainan dan media pembelajaran yang mereka perlukan. Berdasarkan evaluasi dari mitra, program ini dipandang penting untuk dilanjutkan mengingat banyaknya manfaat yang telah diperoleh dari kegiatan ini. Seandainya dapat dilanjutkan, mitra berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat mencakup bidang-bidang lainnya, seperti keterampilan seni.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Disertai Media Pembelajaran Replika Berbasis Augmented Reality Terhadap Kompetensi Interpersonal Dan Kognitif Siswa Kelas VI SD Gugus 03 Terara Andri Andri; Sunardi Sunardi; Puryati Puryati
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2297

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominanya pembelajaran konvensional di sekolah dasar yang menyebabkan rendahnya keterlibatan aktif siswa serta belum optimalnya perekembangan kompetensi interpersonal dan kognitif. Sehingga diperlukan inovasi melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan denagn media replika berbasis Augumented Reality (AR) pada materi bangun ruang kubus dan balok kelas VI SD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model PBL disertai media replika berbasis AR terhadap kompetensi interpersonal dan kompetensi kognitif siswa kelas VI SD Gugus 03 Terara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe pretest-posttest control grup design, melibatkan 66 siswa yang terdiri dari 34 siswa kelas eksperimen dan 32 siswa kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test kompetensi kognitif, angket kompetensi interpersonal, lembar observasi dan wawancara dengan instrument yang telah divalidasi melalui expert judgment. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan independent samples t-Test pada taraf signifikasni 0,05. Hasil penelitina menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen, serta uji t memperoleh nilai hitung = 1,4914 dan sig. (2-tailed) = 0,140 > 0,05, sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada kompetensi kognitif, meskipun secara deskriptif rata-rata post-test kelas eksperimen (67,91) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (64,03). Dengan demikian penerapan model PBL disertai media replika berbasis AR belum menunjukkan pengaruh signifikan secra statistik, namun memberikan kecenderungan peningkatan hasil belajar dan potensi dalam meningkatkan keterlibatan serta kemampuan berpikir kritis siswa.
Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Posing Terhadap Hasil Belajar Pecahan Matematika Kelas V SD di Kecamatan Pituruh Slamet Binarso; Kulsum Nur Hayati; Puryati Puryati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.4877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Problem Posing terhadap kemampuan High Order Thinking Skills (HOTS) pada materi pecahan matematika siswa kelas V sekolah dasar di Kecamatan Pituruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental design) dengan bentuk nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari 67 siswa yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan HOTS pada materi pecahan yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data meliputi uji prasyarat berupa uji normalitas, uji hipotesis menggunakan uji U Mann Whitney dan Wilcoxon, serta analisis perbandingan rata-rata (gain score).Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan HOTS pada kedua kelompok, namun peningkatan pada kelas yang menggunakan metode Problem Based Learning dan Problem Posing lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelas kontrol yaitu sebesar 21,2 poin. Hasil uji U Mann Whitney menunjukkan nilai signifikansi < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan metode Problem Based Learning maupun Problem Posing terhadap kemampuan HOTS siswa. Selain itu, analisis gain menunjukkan kategori peningkatan berada pada kategori sedang hingga tinggi pada kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrol berada pada kategori rendah hingga sedang.Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang berpusat pada siswa mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif dalam menyelesaikan masalah matematika khususnya materi pecahan. Dengan demikian, metode Problem Based Learning dan Problem Posing efektif digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas hasil belajar matematika siswa sekolah dasar.