Sunardi Sunardi
Universitas Terbuka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kemampuan Literasi Numerasi Ditinjau dari Jenis Kelamin Tipe Adversity Quotient Nikmatur Rosida; Sunardi Sunardi; Suparti Suparti
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2374

Abstract

Kemampuan literasi numerasi adalah suatu kemampuan untuk menggunakan berbagai angka dan simbol yang berkaitan dengan matematika dasar bertujuan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka dapat menganalisis informasi yang mereka terima dalam bentuk grafik dan tabel untuk membuat dan menentukan keputusan dari analisis tersebut. Adversity quotient merupakan kerangka konseptual baru untuk memahami dan meningkatkan semua aspek kesuksesan, mengidentifikasi kesulitan, dan untuk meningkatkan respon ketika muncul kesulitan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi siswa laki-laki dan perempuan kelas V berdasarkan tipe adversity quotient climber. Adapun indikator yang akan dicapai antara lain: kemampuan menggunakan simbol dalam materi grafik, tabel dan diagram, kemampuan menganalisis informasi dari grafik, tabel, dan diagram, dan kemampuan menyimpulkan hasil penyelesaian masalah. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan analisis data yang dilakukan meliputi uji validitas dan hasil wawancara dengan menggunakan formulai Aiken’s dan model Miles dan Model Huberman. Subyek penelitian adalah 9 Siswa kelas V tipe climber yang terbagi atas 3 subjek laki-laki tipe climber dan 6 subjek perempuan tipe climber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Siswa laki-laki dengan tipe climber mempunyai kemampuan literasi numerasi yang baik, terlihat tercapainya ketiga indikator penilaian serta mereka sudah mampu memberikan penjelasan alasan dengan mengembangkan kalimatnya sendiri 2) Siswa perempuan dengan tipe climber mempunyai kemampuan literasi baca-tulis yang baik, Hal ini dikarenakan tipe climber ini merupakan tipe dimana subjek tidak pernah menyerah dan merasa puas begitu saja ketika dihadapkan dengan permasalahan yang harus diselesaikannya.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Disertai Media Pembelajaran Replika Berbasis Augmented Reality Terhadap Kompetensi Interpersonal Dan Kognitif Siswa Kelas VI SD Gugus 03 Terara Andri Andri; Sunardi Sunardi; Puryati Puryati
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2297

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominanya pembelajaran konvensional di sekolah dasar yang menyebabkan rendahnya keterlibatan aktif siswa serta belum optimalnya perekembangan kompetensi interpersonal dan kognitif. Sehingga diperlukan inovasi melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan denagn media replika berbasis Augumented Reality (AR) pada materi bangun ruang kubus dan balok kelas VI SD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model PBL disertai media replika berbasis AR terhadap kompetensi interpersonal dan kompetensi kognitif siswa kelas VI SD Gugus 03 Terara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe pretest-posttest control grup design, melibatkan 66 siswa yang terdiri dari 34 siswa kelas eksperimen dan 32 siswa kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test kompetensi kognitif, angket kompetensi interpersonal, lembar observasi dan wawancara dengan instrument yang telah divalidasi melalui expert judgment. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan independent samples t-Test pada taraf signifikasni 0,05. Hasil penelitina menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen, serta uji t memperoleh nilai hitung = 1,4914 dan sig. (2-tailed) = 0,140 > 0,05, sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada kompetensi kognitif, meskipun secara deskriptif rata-rata post-test kelas eksperimen (67,91) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (64,03). Dengan demikian penerapan model PBL disertai media replika berbasis AR belum menunjukkan pengaruh signifikan secra statistik, namun memberikan kecenderungan peningkatan hasil belajar dan potensi dalam meningkatkan keterlibatan serta kemampuan berpikir kritis siswa.