Olivia Devi Yulian Pompeng
Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Indonesia Toraja, Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Transparansi dan Akuntabilitas Laporan Keuangan Gereja Toraja pada Jemaat Rembon : Klasis Nonongan Salu, Toraja Utara Lindayanti Bisara; Olivia Devi Yulian Pompeng; Elisabet Pali
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 6: September 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i6.4530

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan Gereja Toraja pada Jemaat Rembon (Klasis Nonongan Salu, Toraja Utara). Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik analisis data menggunakan analisis komparatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa transparansi laporan keuangan Gereja Toraja Jemaat Rembon dalam menyajikan dan melaporkan laporan keuangan masih sederhana karena belum mengacu pada Pedoman Umum Pengelolaan Keuangan dan Verifikasi Gereja Toraja. Mengenai akuntabilitas Laporan Keuangan Gereja Toraja Jemaat Rembon belum menerapkan Pedoman Umum Pengelolaan Keuangan karena dalam penyajian laporan keuangan, penyusunan anggaran, pengelolaan kas/dana yang tidak disimpan di rekening, jemaat Rembon tidak mempedomani pedoman yang ada sehingga penyusunannya masih sederhana dan belum sesuai dengan peraturan yang telah di atur dalam pedoman
Analisis Pengelolaan Keuangan pada UMKM dalam Peningkatan Usaha Laundry Fresh dnd Clean di Toraja Utara Selin Bessoran Palulun; Elisabet Pali; Olivia Devi Yulian Pompeng
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 6: September 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i6.4531

Abstract

Analisis pengelolaan keuangan bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pengelolaan keuangan mencangkup penggunaan anggaran, pencatatan, pelaporan, dan pengendalian yang diterapkan pada UMKM dalam peningkatan usaha laundry fresh and clean di Toraja Utara. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Data yang diolah merupakan hasil wawancara dengan pemilik usaha. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapat adalah UMKM laundry fresh and clean sudah menerapkan pengelolaan keuangan namun belum sepenuhnya dan masih harus diperbaiki lagi, karena masih melakukan pengelolaan keuangan yang sederhana. Pengelolaan keuangan yang diterapkan pada UMKM ini adalah perencanaan dan penggunaan anggaran, pencatatan yang masih sederhana, dan pengendalian yang masih sederhana. Kerena terbatasnya pengetahuan yang dimiliki pemilik menyebabkan UMKM tidak menerapkan pelaporan dalam pengelolaan keuangan
The Effect of Environmental Management Accounting and Business Strategy on the Sustainable Production Effectiveness of SMEs in Toraja Olivia Devi Yulian Pompeng; Astriwati Biringkanae
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 8 No. 1 (2026): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v8i1.9593

Abstract

Environmental Management Accounting (EMA) is an appropriate approach to support decision-making that considers both economic and environmental aspects simultaneously (Hutagalung & Lumban, 2024; Fitriani & Pandin, 2025; Setiawan & Ghozali, 2016). Increasing competition in the business world forces entrepreneurs to adopt effective strategies and continuously innovate their products to remain competitive and meet customer needs (Kotler & Keller, 2016). Sustainable production effectiveness is measured using indicators such as resource use efficiency, regulatory compliance, waste reduction, and customer satisfaction. The study employed a quantitative approach. Data were collected through the distribution of questionnaires to culinary and craft SMEs in Toraja. Data analysis techniques included validity and reliability tests, as well as linear regression analysis to determine the significance of the influence of the independent variables (EMA and business strategy) on the dependent variable (sustainable production). The results of the study indicate that both EMA and business strategy significantly affect sustainable production in SMEs in Toraja.
Pengaruh Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan Dan Fintech Terhadap Kinerja Keuangan UMKM Coffee Shop Di Toraja Utara Olivia Devi Yulian Pompeng; Stefani Marina Palimbong
Jurnal Ekuilnomi Vol. 8 No. 2 (2026): Ekuilnomi Vol 8 (2), Mei 2026
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/47bj7v25

Abstract

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel sebanyak 50 responden dengan Slovin. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Inklusi keuangan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Fintech juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Secara simultan, literasi keuangan, inklusi keuangan, dan fintech berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,713 menunjukkan bahwa 71,3% variasi kinerja keuangan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan sisanya sebesar 28,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian
Analisis Strategi Pengembangan Pasar Untuk Meningkatkan Kunjungan Wisata Religi Patung Yesus Buntu Burake Di Tana Toraja Karlina Karrin; Mey Enggane Limbongan; Olivia D.Y. Pompeng
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 3 (2026): JIMNU - NOVEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i3.769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan pasar yang diterapkan dalam mengatasi stagnasi kunjungan wisatawan (di bawah 50.000 pengunjung per tahun) akibat kejenuhan pasar pada objek wisata religi Patung Yesus Buntu Burake di Tana Toraja. Industri pariwisata religi di Indonesia memiliki potensi besar, namun banyak destinasi menghadapi tantangan dalam mempertahankan dan meningkatkan jumlah kunjungan akibat persaingan yang semakin ketat dan perubahan perilaku konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengelola objek wisata (Dinas Pariwisata) dan wisatawan yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan pasar saat ini masih berada pada fase transisi dan belum berjalan secara optimal. Promosi destinasi masih sangat didominasi oleh konten organik (word-of-mouth digital) yang diunggah secara sukarela oleh pengunjung melalui media sosial visual seperti TikTok dan Instagram, sedangkan iklan resmi berbayar dan kemitraan strategis dengan biro perjalanan berskala besar masih sangat minim. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan antara daya tarik utama objek wisata yang dinilai sangat memuaskan dengan kualitas infrastruktur layanan pendukung yang masih memerlukan standardisasi, meliputi aksesibilitas jalan, kebersihan toilet, keterbatasan tempat sampah, serta minimnya fasilitas ramah muslim (muslim-friendly) khususnya kepastian kuliner halal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengembangan pasar memerlukan peralihan pendekatan dari promosi pasif menjadi pemasaran digital berbayar yang terstruktur, perluasan segmen pasar geografis dan demografis, serta peningkatan kualitas fasilitas operasional demi menciptakan kepuasan pengunjung yang berkelanjutan. This study aims to analyze the market development strategy implemented to overcome the stagnation of tourist visits (under 50,000 visitors per year) caused by market saturation at the religious tourism object of the Jesus Statue Buntu Burake in Tana Toraja. The religious tourism industry in Indonesia has great potential, yet many destinations face challenges in maintaining and increasing visitor numbers due to increasingly intense competition and changing consumer behavior. This research employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews, direct observation, and documentation. Research informants consisted of tourism site managers (Tourism Office) and tourists selected purposively. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the current market development strategy is still in a transitional phase and has not operated optimally. Destination promotion is still heavily dominated by organic content (digital word-of-mouth) voluntarily uploaded by visitors on visual social media platforms such as TikTok and Instagram, while official paid advertisements and strategic partnerships with large-scale travel agencies remain highly limited. Furthermore, the study identifies a gap between the core attraction, which is rated highly satisfying, and the quality of supporting service infrastructure that still requires standardization, including road accessibility, toilet cleanliness, availability of trash bins, and the lack of Muslim-friendly facilities, particularly the certainty of halal culinary options. This study concludes that the market development strategy requires shifting from a passive promotion approach to a structured paid digital marketing campaign, expanding geographical and demographic market segments, and upgrading operational facilities to create sustainable visitor satisfaction.
Pengaruh Beban Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Turnover Intention pada Kurir X Rantelemo Christia Hasteti; Olivia Devi Y. Pompeng; Adriana Madya Marampa
Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 3 (2025): November: Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan (JIMEK)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jimek.v5i3.8142

Abstract

This study was conducted with the aim of determining the influence of workload and work environment on turnover intention among employees at X Rantelemo. Turnover intention is an important indicator in human resource management because high employee intention to leave can negatively impact company productivity, operational stability, and recruitment and training costs. Therefore, factors that influence turnover intention, such as excessive workload and work environment conditions, are important to be studied in depth. The research method used is a quantitative method with data collection through distributing questionnaires to couriers working at X Rantelemo. The collected data were then analyzed using the SPSS version 23 application with a series of statistical tests, including classical assumption tests, research instrument tests, multiple linear regression tests, hypothesis tests, determination coefficient tests, correlation coefficient tests, and simultaneous tests. The results of data processing indicate that simultaneously workload (X1) and work environment (X2) do not have a significant effect on turnover intention (Y). This is indicated by the calculated F value of 6.558 which is greater than Ftable 3.33, with a significance value of 0.400 > 0.05. Furthermore, partial tests showed that the workload variable had no significant effect, as indicated by a t-value of -1.699 < t-table 2.04841 and a significance value of 0.100 > 0.05, thus rejecting the second hypothesis. Therefore, it can be concluded that in the context of this study, workload and work environment are not the dominant factors influencing employee turnover intention. This opens up the possibility that other factors, such as compensation, job satisfaction, leadership style, and career opportunities, have a greater influence on employees' desire to leave the company.