Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : e-CliniC

GAMBARAN PENGETAHUAN SISWI SMP TENTANG KEHAMILAN REMAJA Narasiang, Billy; Wantania, John; Mewengkang, Maya
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i1.6509

Abstract

Abstract: Teenage pregnancy associated with negative consequences for parents, their children, and society. Lack of knowledge of sex and domestic life becomes a major factor of teenage pregnancy and significantly associated with medical and psychosocial risks.To determine the junior high school student knowledge about teenage pregnancy.This research was conducted in a descriptive way through survey method by distributing questionnaires in three junior high schools in the city of Manado, namely, SMP 7 Manado, Eben SMP and SMP Haezar 1 Manado Manado Eben Haezar 2.Of the 183 respondents, the highest obtained at the age of 14 years (55.7%). Most respondents (73.8%) had a good knowledge level. Sources of information about teen pregnancy is the most established through the mass media. The influence of the mass media in conveying information about sexual and reproductive health provides good information.Most respondents have a good knowledge about teenage pregnancy and through mass media many teenagers get resources on teen pregnancy.Keywords: knowledge, student, junior high school, teenage pregnancyAbstrak: Kehamilan remaja berhubungan dengan akibat negatif bagi orang tua, anak mereka, dan masyarakat. Kurangnya pengetahuan seks dan kehidupan rumah tangga menjadi faktor utama kehamilan remaja dan berhubungan secara bermakna dengan resiko medis dan psikososial. Untuk mengetahui pengetahuan siswi SMP tentang kehamilan remaja. Penelitian ini dilaksanakan dengan cara deskriptif melaui metode survei dengan cara membagikan kuesioner di tiga SMP di Kota Manado yaitu, SMP Negeri 7 Manado, SMP Eben Haezar 1 Manado dan SMP Eben Haezar 2 Manado. Dari 183 responden, didapatkan terbanyak pada usia 14 tahun (55,7 %) . Sebagian besar responden (73,8 %) memiliki tingkat pengetahuan baik. Sumber informasi mengenai kehamilan remaja yang terbanyak didapatkan melalui jalur media massa. Pengaruh media massa dalam menyampaikan informasi mengenai seks dan kesehatan reproduksi memberikan informasi yang baik. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang kehamilan remaja dan melalui media massa remaja banyak mendapatkan sumber informasi tentang kehamilan remaja.Kata kunci: pengetahuan, siswi, smp, kehamilan remaja
GAMBARAN HEMOGRAM DAN TES FUNGSI HATI PADA PENDERITA PREEKLAMPSIA BERAT DI BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU TAHUN 2013 Maryono, Natasha; Wantania, John; Lengkong, Rudy
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.1.2015.7485

Abstract

Abstract: Preeclampsia is still the main cause of morbidity and mortality in obstetric service in Indonesia. In preeclampsia treatment, routine diagnostic and prognostic laboratory tests are carried out, and progresivity of preeclampsia is observed. This study aimed to find out the description of hemogram and the liver function test of severe preeclampsia patients at Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital in 2013. This was a descriptive and retrospective study by using medical records of Obstetry and Gynecology Department in 2013. Out of 41 cases of severe preeclampsia, it was found that severe preeclampsia patients mostly had haemoglobin ranging from 10.0-12.0 g/dl. The leucocytes counts were 10.000-15.000/mm3, and thrombocyte counts 150.000-450.000/Mel. SGOT was less than 33 u/L, and SGPT was less than 43 u/L. Most impending eclampsia cases had haemoglobin >12 g/dl, leucocyte counts >15.000/mm3, and thrombocyte counts 150.000-450.000/Mel. Most severe preeclampsia cases without complication had trombocytes counts 150.000-450.000/Mel and SGPT <43 u/L. Most cases of severe preeclampsia without other complications had haemoglobin and thrombocytes counts within normal limit, however leucocyte counts increases slightly.Keywords: preeclampsia, hemogram, liver function testAbstrak: Preeklampsia saat ini masih merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas dalam pelayanan obstetri di Indonesia. Dalam penanganan preeklampsia secara rutin dilakukan pemeriksaan laboratorium test diagnostik, prognostik dan memantau progresivitas dari penyakit preeklampsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hemogram dan tes fungsi hati pada penderita preeklampsia berat di BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado tahun 2013. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif yaitu dengan menggunakan catatan rekam medik kasus obstetrik di Bagian Obstetri Ginekologi tahun 2013. Dari 41 kasus Preeklampsia Berat, didapatkan paling banyak pada hemoglobin di rentang nilai 10.0-12.0 g/dl, leukosit di rentang nilai 10.000-15.000 mm3, trombosit di rentang nilai 150.000 – 450.000/Mel darah, SGOT di rentang nilai <33 u/L, dan SGPT di nilai <43 u/L. Impending eklampsia terbanyak mempunyai nilai hemoglobin >12 g/dl, nilai leukosit >15.000 mm3 dan rentang nilai 150.000 – 450.000/Mel darah untuk trombosit. Preeklampsia tanpa komplikasi, pada trombosit dengan rentang nilai 150.000 – 450.000/Mel darah dan terbanyak pada SGPT dengan nilai <43 u/L. Kadar hemoglobin dan trombosit pada Preeklampsia Berat tanpa komplikasi lain sebagian besar dalam batas normal, kecuali leukosit sedikit meningkatKata kunci :preeklampsia, hemogram, tes fungsi hati
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KEPUTIHAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI Mokodongan, Menthari H.; Wantania, John; Wagey, Freddy
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i1.6829

Abstract

Abstract: Leucorrhoea in teenagers can be caused by bad behavior of leucorrhoea precaution. Knowledge is a factor to build behavior in teenager. Method: observational analytic research with cross sectional design with using 200 samples from 4 Senoir high school at Manado and Kotamobagu city purposely. Data is collected by using questionnaire and be analysed by using chi-square. Result: more teenager at Manado and Kotamobagu city have good knowledge of leucorrhoea. More teenager with good knowledge of leucorrhoea have good behavior in leucorrhoea precaution (53,7%), while more teenager with poor knowledge of leucorrhoea have poor behavior of leucorrhoea precaution (66,1%). There is a relationship between knowledge level of leucorrhoea with behavior of leucorrhoea precaution (p=0,023). Teenager with good knowledge of leucorrhoea is 1,5 times to have good behavior of leucorrhoea precaution (PR=1,5; 95% CI=1,1-2,2). Conclusion: Knowledge of leucorrhoea is related significantly to behavior of leucorrhoea precaution in teenager.Keywords: leucorrhoea, knowledge, behavior.Abstrak: Keputihan pada remaja dapat disebabkan karena perilaku pencegahan keputihan yang kurang baik. Pengetahuan adalah salah satu faktor terbentuknya perilaku pada remaja. Metode: penelitian analitik observasional dengan rancangan potong lintang menggunakan 200 sampel dari 4 SMA di Manado dan Kotamobagu yang diambil secara tidak acak. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisa dengan chi-square. Hasil: remaja di kota Manado dan Kotamobagu lebih banyak memiliki pengetahuan yang baik tentang keputihan. Remaja dengan pengetahuan yang baik tentang keputihan lebih banyak memiliki perilaku yang baik dalam pencegahan keputihan (53,7%), sementara itu remaja dengan pengetahuan yang buruk tentang keputihan lebih banyak memiliki perilaku yang buruk dalam pencegahan keputihan (66,1%). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang keputihan dengan perilaku pencegahan keputihan pada remaja (p=0,023). Remaja dengan tingkat pengetahuan yang baik tentang keputihan memiliki kecenderungan 1,5 kali memiliki perilaku pencegahan yang baik (PR=1,5; 95% CI=1,1-2,2). Simpulan: pengetahuan tentang keputihan berhubungan secara bermakna dengan perilaku pencegahan keputihan pada remaja.Kata kunci: keputihan, pengetahuan, perilaku
PENGETAHUAN IBU TENTANG KEPUTIHAN DI KOTA MANADO Fadilla, Emi; Mewengkang, Maya; Wantania, John
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i2.4696

Abstract

Abstract: Reproductive organs is one of the organs that are sensitive and require special care.Vaginal discharge is the health common problems of women genital area. The purpose of this research is to determine the knowledge of vaginal discharge  and the relationship between the factors that affect the mother's knowledge about vaginal discharge .This research used observational analytic method with a cross sectional study trough primary data based on questionnaires. From 200 respondents,  there were 7 respondents with a poor knowledge , 39 respondents with a moderete knowledge, and 154 respondents with a good knowledge. There is no significant relationship between mother's level of knowledge about vaginal discharge and age (p-value = 0.171), education (p-value = 0.090) ,  resources (p value = 0.174) and experience (p value = 0.052). There is a significant relationship between the level of knowledge about vaginal discharge and occupation (p value = 0.000). Mother’s knowledge of vaginal discharge in manado city is good. In this research only occupation has a significant relationship with the level of knowledge about vaginal discharge. Key words: vaginal discharge,knowledge   Abstrak: Organ reproduksi merupakan salah satu organ tubuh yang sensitif dan memerlukan perawatan khusus. Masalah kesehatan area genital yang umum terjadi pada wanita adalah keputihan. Tujuan penelitian ini mengetahui pengetahuan ibu tentang keputihan dan hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu tentang keputihan.Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan studi cross sectional menggunakan data primer berdasarkan kuesioner.Dari 200 responden penelitian didapatkan 7 responden dengan pengetahuan kurang, 39 responden dengan pengetahuan cukup (sedang), dan 154 responden dengan pengetahuan baik. Tidak ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan umur (nilai p = 0,171), pendidikan (nilai p = 0,090), sumber informasi (nilai p = 0,174) dan pengalaman ( nilai p = 0,052). Ada hubungan yang bermakna antara faktor pekerjaan (dengan nilai p = 0,000)  dengan tingkat pengetahuan ibu tentang keputihan.Pengetahuan ibu tentang keputihan di kota Manado adalah baik.  Pada penelitian ini hanya pekerjaan yang memiliki hubungan bermakna dengan tingkat pengetahuan ibu tentang keputihan. Kata kunci: keputihan, pengetahuan.
GAMBARAN KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE 1 JANUARI 2012 - 31 DESEMBER 2013 Lomboan, Pricilia S.; Mamengko, Linda; Wantania, John
e-CliniC Vol 3, No 2 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i2.8338

Abstract

Abstract: In ectopic pregnancy, fertilized ovum is implanted and grows not in a normal place in the endometrium of the uterine cavity. If such pregnancy is threatened to an abortion then it is called threatened ectopic pregnancy. This study aimed to obtain the description of ectopic pregnancy at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado related to age, husband’s job, marriage status, parity, pregnancy age, history of abortion, history of fluor albus, implantation site, and hemoglobin level. This was a retrospective descriptive study. The population consisted of all patients treated at Department of Obstetrics Gynecology Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Hospital from January 1, 2012 - December 31, 2013. The results showed that of the 49 cases of ectopic pregnancy most of the patients were at the age of 21-35 year (65.30%); their husbands did not have any jobs (77.55%); married (73.46%); parity of 2 (32.65%); pregnancy age <8 weeks (55.10%); had no history of abortion (65.30%) or of fluor albus (81.63%); location in ampullae of uterine tube (97.95%); Hb level 9-10 g% and >10 g% (32.65%).Keywords: ectopic pregnancy, threatened ectopic pregnancyAbstrak: Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan ovum yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh tidak di tempat yang normal yakni endometrium kavum uteri. Bila kehamilan tersebut mengalami proses pengakhiran (abortus) maka disebut kehamilan ektopik terganggu (KET). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kehamilan ektopik terganggu di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dari segi umur, pekerjaan suami, status perkawinan, paritas, usia kehamilan, riwayat abortus, riwayat keputihan, lokasi implantasi, dan kadar Hb. Penelitian ini mnggunakan metode deskriptif retrospektif. Populasi ialah seluruh pasien yang dirawat di Bagian Obstetri Ginekologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari 2012 – 31 Desember 2013. Hasil penelitian memperlihatkan dari 49 kasus KET, pasien terbanyak berumur 21-35 tahun (65,30%); suami yang tidak bekerja (77,55%), status menikah (73,46%), paritas 2 (32,65%), usia kehamilan <8 minggu (55,10%), tanpa riwayat abortus (65,30%), tanpa riwayat keputihan (81,63%), lokasi pada ampula tuba (97,95%), serta kadar Hb 9-10 g% dan Hb >10 g% (32,65%).Kata kunci: kehamilan ektopik, KET
HUBUNGAN ANTARA USIA MENARCHE DENGAN USIA MENOPAUSE PADA WANITA DI KECAMATAN KAKAS SULAWESI UTARA TAHUN 2014 Senolinggi, Mutiara Aprilia; Mewengkang, Maya; Wantania, John
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.1.2015.6754

Abstract

Abstract: This stuady aimed to investigate the relationship between age of menarche to menopause in women of District Kakas of North Sulawesi in year 2014. This was a cross sectional analytic approach. Samples were taken by using purposive sampling method, in which only the samples that met the inclusion criteria that can be the subject of this study. The results showed that the value of Sig. is 0043 with a value of α = 0.05 so it could be concluded that the Sig. <0.05, then Ho is rejected and Ha accepted. It is claimed that there is a relationship between age of menarche to menopause. Correlation value (R) is 0.274 can be interpreted that the relationship between age of menarche to menopause age in the weak category because the value of the correlation <0.5. Regression models obtained Y = 58.364 to 0.879 x (y = age of menopause, x = age of menarche). Conclusion: There was a relationship between the ages of menarche to the age of menopause in women. The earlier menarche occurs, the slower the menopause arises. Conversely, the slower the menarche occurs sooner menopause arises.Keywords: age, menarche, menopauseAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia menarche dengan usia menopause pada wanita di Kecamatan Kakas Sulawesi Utara tahun 2014. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling, dimana hanya sampel yang memenuhi kriteria inklusi yang dapat menjadi subyek penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Sig. adalah 0.043 dengan nilai α = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Sig. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menyatakan bahwa ada hubungan antara usia menarche dengan usia menopause. Nilai korelasi (R) adalah 0,274 dapat diinterpretasikan bahwa hubungan antara usia menarche dengan usia menopause ada di kategori lemah karena nilai korelasi < 0,5. Model regresi yang diperoleh Y = 58,364 – 0,879 X (y = usia menopause, x = usia menarche)Simpulan: Terdapat hubungan antara usia menarche dengan usia menopause pada wanita. Makin dini menarche terjadi, makin lambat menopause timbul dan sebaliknya.Kata kunci : usia, menarche, menopause
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI DENGAN KEJADIAN KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU DI BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE 2009 – 2013 Aling, Deanette M. R.; Kaeng, Juneke J.; Wantania, John
e-CliniC Vol 2, No 3 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i3.5758

Abstract

Abstract: Ectopic pregnancy accounts for 1 in 200 (5-6%) maternal mortality in developed countries.2 According to the WHO, with over 60 000 annual cases in Indonesia– that is 3% of its population, the number of ectopic pregnancies in Indonesia is estimated to be on the brink to cases in developed countries.6 A risk factor for ectopic pregnancy that has surged over the years is the use of contraceptive methods. According to the research at the Department of Epidemiology and Social Medicine University of Brussels in the 90s and two consecutive research the at the Department of Obstetrics and Gynecology BLU RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado in 2001 and 2011, the use of contraceptive methods have proven to have significant correlation with the incidence of ectopic pregnancy (p>0.05).5,10The issues above are what underlie the aim of this research – that is to investigate the possibility for ectopic pregnancies to occur in patients diagnosed with ectopic pregnancy with prior use of contraceptive methods at the Department of Obstetrics and Gynecology BLU RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado from October 2009 – October 2013. The method applied for this research is by performing a 5 year retrospective study - analyzing the number of patients with ectopic pregnancy as well as those with prior use of contraceptive methods. The result from a Chi-Square analysis is p = 0.457, where if p < 0.05, means there is a significant correlation. Thus with such result, it is proven that there is no significant correlation between the use of contraceptive methods with the incidence of ectopic pregnancy. Keywords: ectopic pregnancy, contraceptive methods.   Abstrak: Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) merupakan penyebab 1 dari 200 (5-6%) mortalitas maternal di negara maju.2 Dengan 60.000 kasus setiap tahun atau 3% dari populasi masyarakat, angka kejadian KET di Indonesia diperkirakan tidak jauh berbeda dengan negara maju, menurut WHO.6 Adapun salah satu faktor risiko KET yang dinilai semakin meningkat dewasa ini adalah pemakaian alat-alat/ metode kontrasepsi. Ditinjau dari penelitian di Department of Epidemiology and Social Medicine University of Brussels pada tahun 90an dan penelitian di BLU RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado pada tahun 2001 dan 2011, pemakaian alat kontrasepsi dengan kejadian KET memiliki hubungan yang signifikan, dengan p > 0.05. Masalah tersebut yang menjadi dasar tujuan penelitian ini, yaitu untuk menindaklanjuti kemungkinan terjadinya KET pada pasien-pasien KET dengan riwayat pemakaian kontrasepsi, dengan memberikan gambaran mengenai data-data kasus KET dengan riwayat  penggunaan kontrasepsi yang diperiksa di bagian Obstetri dan Ginekologi BLU RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado periode Oktober 2009 – Oktober 2013.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan melakukan studi retrospektif, yaitu dengan melakukan pendataan jumlah pasien KET, serta riwayat penggunaan kontrasepsi oleh pasien-pasien KET tersebut dalam kurun waktu 5 tahun. Hasil yang ditemukan memperlihatkan hasil uji Chi-Square adalah p = 0.457, dimana jika nilai p < 0.05, maka dikatakan terdapat hubungan yang signifikan. Oleh karena nilai p pada uji Chi-Square di tabel 4.4.A >0.05, maka dapat dikatakan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat penggunaan kontrasepsi dengan kejadian KET. Kata kunci: KET (Kehamilan Ektopik Terganggu), kontrasepsi.