Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KOMPARASI PENENTUAN LOKASI PEMASANGAN KAPASITOR ANTARA GI. DUMAI DAN GI. BAGAN SIAPI-API Hazri, M Wahyudi; Yulisman, Yulisman; Dwiharzandis, Aggrivina
Rang Teknik Journal Vol 9, No 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Juni 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v9i2.7911

Abstract

During peak load conditions, significant voltage drops are observed in the Dumai transmission subsystem. The minimum voltages recorded at the Dumai, Bagan Siapi-api, and Dumai Industrial Area substations are 134.7 kV, 133.0 kV, and 131.1 kV, respectively, exceeding the permissible voltage deviation limits. To mitigate this condition, a shunt capacitor is designed and evaluated through modeling and simulation. Analytical and DigSILENT PowerFactory 2021 simulation results indicate that a 25 MVAR shunt capacitor installed at the Bagan Siapi-api Substation provides the most suitable compensation. The installation increases the bus voltage by 8.10 kV to 141.10 kV, corresponding to a voltage deviation of 5.93% from the nominal value. Furthermore, total system losses in the Riau subsystem are reduced from 20.63 MW and −352.8 MVAR to 19.88 MW and −366.8 MVAR, or reduction 0,75 MW. These results confirm that shunt capacitor integration effectively improves voltage profiles while reducing reactive power flow and system losses.Keywords: shunt capacitor, substation, voltage drop, DIgSILENT PowerFactory 2021, voltage improvement, system losses
PEMODELAN TRANSIEN ELEKTROMAGNETIK SUB SISTEM GITET NEW AUR DURI Vevel, Ofpria; Amin, Rahmat Rachim; Yamashika, Herris; Dwiharzandis, Aggrivina; Lovita, Wiwin
Rang Teknik Journal Vol 9, No 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Juni 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v9i2.7988

Abstract

Electromagnetic transient modeling is an analytical method used to understand the transition phenomena that occur in electric power systems due to disturbances, such as short circuits, switching, and lightning. This study aims to conduct electromagnetic transient modeling on the GITET New Aur Duri subsystem to determine the characteristics of the system's response to transient conditions. The method used is system modeling using electric power system simulation software by entering network component parameters such as transmission lines, transformers, and voltage sources. The simulation results show that transient phenomena can cause rapid changes in voltage and current in a very short time. Therefore, this modeling is important to help analyze and understand system behavior so that it can improve the reliability and safety of electric power system operations on the GITET New Aur Duri subsystem.Keywords: electromagnetic transients, EMTP/ transient simulation, electric power systems, GITET New Aur Duri, power system disturbances, system modeling.
Penggunaan Trainer Pembangkit Listrik Tenaga Uap Sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SMK Dhuafa Padang Desmarita Leni; Aggrivina Dwiharzandis; Helga Yermadona; Muchlisinalahuddin Muchlisinalahuddin; Ade Usra Berli; Rahma Wati; Muhammad Farhan
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i2.8018

Abstract

Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa Program Keahlian Teknik Mesin di SMK Dhuafa Padang mengenai konsep konversi energi dan prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) melalui penggunaan trainer sebagai media pembelajaran. Permasalahan mitra adalah keterbatasan media praktik sehingga pembelajaran PLTU masih bersifat teoritis. Kegiatan dilaksanakan melalui demonstrasi trainer PLTU, pendampingan penggunaan alat, serta evaluasi menggunakan metode pretest dan posttest. Materi yang diberikan meliputi prinsip kerja turbin uap, fungsi komponen utama PLTU, dan pengamatan parameter suhu, tekanan, serta putaran turbin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan trainer mampu meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa terhadap materi pembangkitan listrik. Sebanyak 40 dari 65 siswa memberikan penilaian “Sangat Baik” dan 25 siswa “Baik” terhadap penggunaan trainer. Dengan demikian, trainer PLTU efektif digunakan sebagai media pembelajaran interaktif pada pendidikan vokasi
Analisis Laju Perpindahan Panas Pada Berbagai Material Dinding Bangunan Ade Usra Berli; Dytchia Septi Kesuma; Aggrivina Dwiharzandis; Wiwin Lovita; Desmarita Leni
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 JANUARI 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.7579

Abstract

Efisiensi energi termal merupakan faktor kunci dalam perancangan bangunan di wilayah tropis, di mana suhu udara cenderung tinggi sepanjang tahun. Penelitian ini menganalisis karakteristik perpindahan panas pada tiga material dinding bangunan yang umum digunakan di Indonesia, yaitu beton, bata merah dan kayu, dengan memanfaatkan data suhu udara harian Kota Padang pada bulan Agustus 2025 yang dihimpun dari BMKG. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan mengolah data suhu minimum, maksimum, dan rata-rata harian untuk menghitung laju aliran energi panas melalui mekanisme konduksi pada masing-masing material.Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa suhu rata-rata bulanan mencapai 26,9 °C dengan standar deviasi 0,999 °C, menggambarkan kondisi termal yang relatif stabil di kawasan tropis lembap. Perhitungan laju aliran energi panas mengindikasikan bahwa beton memiliki nilai tertinggi sebesar 0,0249 kWh/m² per hari, diikuti oleh bata merah sebesar 0,0187 kWh/m², sementara kayu menunjukkan nilai terendah yaitu 0,0037 kWh/m². Total energi panas bulanan memperkuat pola yang sama, di mana beton mencapai 0,748 kWh/m², bata merah 0,561 kWh/m², dan kayu 0,112 kWh/m². Temuan ini menunjukkan bahwa beton merupakan penghantar panas yang paling besar, sedangkan kayu memiliki kemampuan isolasi panas paling baik di antara material yang dikaji.Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran komparatif mengenai kinerja termal material dinding di iklim tropis dan dapat menjadi dasar dalam pemilihan material bangunan yang lebih efisien secara energi. Hasil studi ini diharapkan mendukung upaya peningkatan kenyamanan termal sekaligus optimalisasi penggunaan energi pada bangunan di kawasan tropis. Kata kunci: perpindahan panas, material bangunan, efisiensi termal, data BMKG, iklim tropis.