Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN METODE REFLEKSI BAGI GURU SEKOLAH PENGGERAK DALAM PROSES PEMBELAJARAN Raja Ritonga; Rosni Harahap; Robiyatul Adawiyah Lubis
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i2.8666

Abstract

ABSTRAKPerubahan dalam melakukan pembelajaran seringkali diawali dengan evaluasi dari kegiatan yang sudah dilakukan. Hasil evaluasi memberikan sumbangan dalam proses membuat strategi baru pada metode pembelajaran. Seorang guru dapat membuat sebuah konsep dan metode yang akan diterapkan berdasarkan hasil refleksi pada kelas tertentu. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan metode refleksi bagi guru-guru atau komite pembelajaran pada sekolah penggerak di Kabupaten Asahan. Adapun metode yang digunakan untuk mencapai tujuan pengabdian ini adalah dalam bentuk lokakarya. Pada tahapan pelaksanaannya penyampaian materi dilakukan secara andragogy atau pembelajaran bagi orang dewasa dengan melalui tiga tahapan. (1) Pada awal kegiatan peserta diajak untuk melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang sudah dilakukan, yaitu dengan cara mengisi lembar kerja pertama. (2) Pada lembar kerja kedua, peserta diminta untuk melakukan refleksi sesuai dengan materi tentang refleksi dengan menggunakan metode refleksi. (3) Kemudian, pada lembar kerja ketiga, peserta menyusun rencana moderasi untuk pelaksanaan refleksi yang ideal dalam proses pembelajaran atau fasilitasi. Berdasarkan tiga tahapan tersebut, peserta pelatihan mempunyai paradigma baru bahwa kegiatan refleksi dapat melahirkan sebuah konsep yang lebih efektif dalam kegiatan yang sama. Selain itu, peserta juga telah mampu melakukan refleksi terhadap kegiatan yang dilakukannya sebagai fasilitator pembelajaran dan lainnya. Kata kunci: evaluasi; refleksi; sekolah penggerak; paradigma baru. ABSTRACTChanges in learning often begin with an evaluation of the activities that have been carried out. The results of the evaluation contribute to the process of making new strategies for learning methods. A teacher can create a concept and method that will be applied based on the results of reflection in a particular class. This service activity aims to provide training on reflection methods for teachers or learning committees at driving schools in Asahan Regency. The method used to achieve this service goal is in the form of a workshop. At the implementation stage, the delivery of material is carried out in andragogy or learning for adults through three stages. (1) At the beginning of the activity, participants are invited to reflect on the learning process that has been carried out, namely by filling out the first worksheet. (2) In the second worksheet, participants are asked to reflect according to the material on reflection using the reflection method. (3) Then, on the third worksheet, participants prepare a moderation plan for the ideal implementation of reflection in the learning or facilitation process. Based on these three stages, the training participants have a new paradigm that reflection activities can give birth to a more effective concept in the same activity. In addition, participants have also been able to reflect on their activities as learning facilitators and others. Keywords: evaluation; reflection; driving school; new paradigm.
Sudut Baca Inovatif Terintegrasi Budaya Di SD Negeri 100206 Pintupadang Mahrani; Rosni Harahap; Robiyatul Adawiyah Lubis
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2026): Juli
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/kalandra.v5i4.674

Abstract

Rendahnya minat baca peserta didik serta belum optimalnya pemanfaatan budaya lokal sebagai sumber belajar menjadi permasalahan yang dihadapi SD Negeri 100206 Pintupadang dalam mengembangkan budaya literasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun sudut baca inovatif yang terintegrasi dengan budaya lokal sebagai media literasi yang menarik, kontekstual, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi kebutuhan, perancangan dan penataan sudut baca, penyediaan bahan bacaan berbasis budaya lokal, pelatihan guru mengenai pengelolaan sudut baca, pendampingan implementasi kegiatan literasi, serta evaluasi program. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa sudut baca yang dikembangkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan menarik, meningkatkan partisipasi peserta didik dalam kegiatan membaca, memperkuat keterlibatan guru dalam mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran, serta menumbuhkan apresiasi peserta didik terhadap nilai-nilai budaya daerah. Selain itu, sekolah memperoleh model pengelolaan sudut baca yang mudah diterapkan dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari Gerakan Literasi Sekolah. Dengan demikian, pengembangan sudut baca inovatif terintegrasi budaya terbukti menjadi strategi yang efektif dalam memperkuat budaya literasi sekaligus melestarikan kearifan lokal di lingkungan sekolah dasar.