Yulia Wardani
Panti Rapih Nursing Academy, Yogyakarta, Jln Kaliurang Km 14 PO Box.40 PKM, Yogyakarta, 55584

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Efektivitas Metode Hybrid Learning dengan Perilaku I-Care Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta Miensugandhi, Marcellino Michele; Wardani, Yulia; Kurniastuti, Margaretha
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 2 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i2.330

Abstract

Latar belakang: Teknologi dan jaringan internet telah menjadi bagian dari sistem pendidikan formal dan informal di masa sekarang dan masa depan. Teknologi dan jaringan internet diperlukan di masa pandemi Covid-19 karena lembaga pendidikan di seluruh dunia membatasi proses belajar mengajar dengan membagi dengan dua cara yaitu online dan offline (hybrid learning), terutama universitas atau perguruan tinggi. Urgensi dalam penelitian ini terletak pada penerapan metode pembelajaran hybrid yang menggabungkan pembelajaran online (melalui media seperti Zoom) dan offline (di dalam kelas). Hybrid learning merupakan model pembelajaran yang mengintegrasikan inovasi dan kemajuan teknologi melalui sistem pembelajaran online dengan interaksi dan partisipasi model pembelajaran tradisional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara metode hybrid learning dengan perilaku I-CARE mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif korelasi dan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kampus 2 STIKes Panti Rapih Yogyakarta dan dilaksanakan pada tanggal 30 Juli sampai 4 Agustus 2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berjumlah 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner hybrid learning dan I-CARE. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik responden mendapatkan hasil persentase paling tinggi pada pada kategori usia 19 tahun sebanyak 38 orang (56,7%), pada kategori jenis kelamin perempuan sebanyak 60 orang (89,6%) dan pada kategori prodi Sarjana Keperawatan sejumlah 48 orang (71,6%). Sedangkan gambaran efektifitas metode hybrid learning mendapatkan hasil persentase paling tinggi pada kategori efektif sebanyak 34 responden (50,7%) dan gambaran perilaku I-CARE mendapatkan hasil persentase tertinggi pada kategori sangat baik sebanyak 32 responden (47,8%). Hasil uji Somer’d diperoleh p-value 0,614 (p-value > 0.05) maka tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efektivitas metode hybrid learning dengan perilaku I-CARE mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Kata kunci: efektivitas, hybrid learning, ICARE, mahasiswa, perilaku
Hubungan Karakteristik Demografi dan Self-Determination dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisa di Rumah Sakit Panti Rapih Harkristiardhi, Paulus; Wardani, Yulia; Kristanti, Fittriya
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 2 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i2.366

Abstract

Latar Belakang: Pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisa menghadapi berbagai tantangan fisik dan psikologis yang berdampak pada kualitas hidup mereka. Karakteristik demografi dan Self determination merupakan faktor penting yang mempengaruhi pengetahuan tentang hemodialisa, kepatuhan pengobatan, dan tingkat manajemen diri. Tujuan : Mengetahui hubungan karakteristik demografi dan self determination dengan kualitas hidup pasien hemodialisa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non – eksperimental dengan menggunakan metode deskriptif korelasi. Jumlah sempel sebanyak 112 responden yang menjalani hemodialisa rutin dua kali perminggu pada bulan Juli di ruang hemodialisa Rumah Sakit Panti Rapih. Hasil: Hasil penelitian ini mengidentifikasi bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki – laki (67,9%,), usia dewasa akhir (53,6%), tingkat pendidikan terakhir SMA (46,4%), tidak bekerja (47,3%), pendapatan ekonomi kelas menengah (38,4%), lama menjalani hemodialisa >2-5 tahun (66%), penyakit penyerta hipertensi (72,3%). Didapatkan responden mayoritas memiliki self determinasi yang tinggi sebesar (83%) dan kualitas hidup baik sebesar (49,1%). Tidak terdapat hubungan antara karakteristik demografi responden dengan self determination (p-value >0.05). Tidak terdapat hubungan karakteristik demografi dengan kualitas hidup, dan terdapat hubungan penyakit penyerta dengan kualitas hidup. Terdapat hubungan yang signifikan antara self determination dan kualitas hidup dengan nilai p – value (0,008). Simpulan: Self-determination berhubungan secara segnifikan dengan kualitas hidup pasien hemodialisi. Perawat disarankan mengenalkan pasien hemodialisa untuk mengikuti komunitas pasien hemodialisa agar menimbulkan dukungan sosial tinggi dan dapat memperkuat tingkat self determination yang baik yang akan berdampak pada tingkat kualitas hidup yang baik. Kata kunci: Karakteristik demografi, kualitas hidup, self-determination
Unmet LTC Needs in Community: A Qualitative Study of Family, Cadres, and Stakeholder Perspectives Wardani, Yulia; Febriani, Dita Hanna; Amigo, Thomas Aquino Erjinyuare; Morales, Jeremy Godofredo C
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v8i2.670

Abstract

Background: The growing older adult population in Indonesia has increased the need for community-based long-term care (LTC). However, families and community health cadres continue to face challenges in providing post-hospitalisation care, particularly in rural areas where LTC and transitional care services remain limited. This study explored the perspectives of family caregivers, cadres, and stakeholders on unmet needs and strategies to strengthen community-based LTC. Methods: A descriptive phenomenological qualitative study was conducted using purposive sampling. Fourteen participants were interviewed in face-to-face, semi-structured, in-depth interviews, and twelve stakeholders participated in a Focus Group Discussion (FGD). Data were collected in community and primary healthcare settings in Turi District, Sleman Regency, Yogyakarta, Indonesia, and analyzed using conventional content analysis with NVivo 12, and reported according to the COREQ guideline. Results: Four interconnected themes emerged from the analysis: (1) existing caregiving practices involving physical, psychosocial, and spiritual support; (2) challenges in home-based LTC related to complex health conditions, caregiver burden, and limited resources; (3) priority needs for improving LTC quality, including caregiver training, supportive equipment, and multidisciplinary collaboration; and (4) stakeholder perspectives regarding the benefits and implementation challenges of community-based transitional care services. The findings generated a conceptual framework demonstrating that caregiver empowerment, community support, accessible resources, and multidisciplinary collaboration contribute to improved LTC quality and better outcomes for older adults. Conclusion: Older adults receiving LTC in Indonesian communities experience multidimensional unmet needs that require integrated responses from families, cadres, healthcare providers, and local stakeholders. Strengthening family-centered and community-based LTC systems, caregiver education, sustainable support mechanisms, multidisciplinary collaboration, and feasible transitional care pathways is essential to improve continuity, safety, dignity, and quality of life among older adults.