Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

THE INFLUENCE OF MOTIVATION AND THE IMPLEMENTATION OF ACTIVE LEARNING TEAM QUIZ AS A LEARNING METHOD ON LEARNING OUTCOMES OF ECONOMICS STUDENTS IN SMA NEGERI I LUBUK ALUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN Ripho Delzy Perkasa; Nuriza Dora
JURNAL TARBIYAH Vol 29, No 1 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/tar.v29i1.1320

Abstract

This research aims to reveal the effect of 1) Students who were taught by using active learning methods with quiz team learning and students who were taught economics through lecturing method in the SMA Negeri I Lubuk Alung, 2) Students with high motivation learned type of active learning methods of the type of quiz team would be higher learning outcomes than students who have high motivation to use the lecture method in the SMA Negeri I Lubuk Alung . 3) Students who have low motivation used active learning methods of the type of quiz, the team would have higher learning outcomes than students who have low motivation used the lecture methods in the SMA Negeri I Lubuk Alung. 4) The interaction between the application of active learning methods and the type of quiz team motivation towards learning outcomes of economics students in SMA Negeri I Lubuk Alung.This type of research was quasi-experimental research by using two-class research they were class control and experimental classes. The number of research samples from two classes was 63 students This type of data was primary data and secondary data. Learning motivation of data collection was done by spreading the. research questionnaire, while for the results of the research multiple-choice tests were provided at the end of learning. The data analysis techniques performed test data analysis requirements and test hypotheses with the two-way ANOVA. Research results indicated that: (1) There were the differences in learning outcomes of students who were taught economics with the type of active learning teaching methods quiz team than students who were taught using the lecture method in class XI IS SMA Negeri I Lubuk Alung (2) There was a  difference in student learning outcomes that have a high motivation on the type of active learning methods and student quiz team who have low motivation to use the lecture method in class XI IS SMA Negeri I Lubuk Alung 3) Students who have low motivation used active learning methods of the type of quiz, the team would higher learning outcomes than students who have low motivation used the lecture method in the SMA Negeri I Lubuk Alung (4) There was the interaction between the quiz active learning and motivation of team learning outcomes of students in class XI IS SMA Lubuk Alung.
KAJIAN KEARIFAN LOKAL TRADISI MARSATTAN/MANGUPA (MEMINTA KESELAMATAN) PADA MASYARAKAT MANDAILING DESA GUNUNG MALINTANG KECAMATAN BARUMUN TENGAH KABUPATEN PADANG LAWAS Nuriza Dora
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): Ijtimaiyah Juli-Desember
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ijtimaiyah.v6i2.7855

Abstract

AbstractThis study aims to obtain data or information and analyze in regard to local wisdom in preserving Marsattan / Mangupa tradition in the Gunung Malintang village community in Barumun Subdistrict, Padang Lawas Regency. Research result shows: 1) Community knowledge about the need to implement the marsattan / mangupa tradition in a compilation community provoking women (haroan boru) and inviting new homes to ask for safety, sustenance and being kept away from distress assistance 2) Community understanding of local wisdom in the implementation of the marsattan / mangupa tradition much needed, because the marsattan tradition is one of the traditions that is still maintained and preserved by the community 3) the marsattan / mangupa tradition has become the custom of the people of the village of Gunung Malintang and is still quite good and still holds fast to this tradition as seen from the community's habit of always carrying this tradition a compilation of boys bringing brides to their homes, Opening a new home 4) Gunung Malintang village community believes the implementation of this tradition can be far away disastrously disastrously with advice given by relatives to the bride and groom of the new homeKeywords: Local Wisdom, community,tradition,marsattan/mangupa
Tradisi Ertutur (Orat Tutur Kalak Karo dalam Hubungannya Pembentukan Karakter) Studi pada Etnik Karo di Desa Jaranguda Isnainy Fazryn; Nuriza Dora
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/q6xw7y82

Abstract

Indonesia memiliki beragam suku dan budaya, salah satunya adalah Suku Karo di Pulau Sumatera. Seiring perkembangan zaman dan modernitas, adat dan budaya lokal Karo, seperti Tradisi Ertutur, perlahan mulai dilupakan, terutama di kalangan generasi muda. Ertutur adalah tradisi lisan Suku Karo untuk mencari tingkat kekerabatan atau persaudaraan (berdasarkan marga, bere-bere, dan garis keturunan lainnya) saat pertama kali bertemu. Tradisi ini penting untuk melestarikan kekerabatan, terutama dalam konteks pernikahan dan acara adat, dan berfungsi sebagai simbol identitas budaya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam dan kontekstual mengenai pelaksanaan Tradisi Ertutur oleh masyarakat Suku Karo di Desa Jaranguda dan hubungannya dengan pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analitik. Data diperoleh melalui observasi, wawancara langsung (dengan Kepala Desa, Tokoh Adat, dan masyarakat), dan studi dokumentasi (data sekunder). Masyarakat Desa Jaranguda memandang Ertutur sebagai hal yang sangat penting untuk identitas dan kekerabatan. Garis kekerabatan ditentukan melalui marga ayah (merga/beru), marga ibu (bere-bere), dan garis keturunan yang lebih kompleks (binuang, kempu, kampah, soler). Ertutur berkorelasi erat dengan pembentukan karakter, mengajarkan kesantunan dalam berbicara, kejujuran, keterbukaan, serta pentingnya kekeluargaan dan gotong royong  
Strategi Guru IPS Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas IPS di SMA Swasta Darusssalam Medan Widya Sari; Sakti Ritonga; Nuriza Dora
Edukatif Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/je.v2i2.997

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui strategi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IPS di SMA Swasta Darussalam Medan. 2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IPS di SMA Swasta Darussalam Medan. Metodologi penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Dalam penelitian ini para peneliti mengumpulkan data deskriptif yang diperoleh dari pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah Siswa kelas 11 IPS setelah penetapan jurusan IPS terutama yang tidak memilih jurusan IPS, Guru-guru IPS yang mengajar dikelas IPS dan Wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan. Hasil penelitian strategi guru dalam meningkatkan motivasi belajar dilakukan dengan cara merubah pandangan siswa bahwa belajar IPS menarik dan menyenangkan, mengembangkan strategi pembelajaran yang bervariasi, memperhatikan kondisi mental siswa, melibatkan siswa secara aktif, desain kelas yang dinamis, mendalami latar belakang siswa dan persoalan hidupnya, memberikan apresiasi/hadiah. Faktor pendukung dalam meningkatkan motivasi belajar siswa ada 2 yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari diri siswa itu sendiri dan faktor eksternal berasal dari orangtua, guru, teman sekelas dan lingkungan. Faktor penghambat dalam meningkatkan motivasi belajar siswa karena adanya rasa malas didalam diri yang siswa tidak ingin ubah, guru sebagai motivator tidak bisa melihat kondisi dan keadaan kelas, kurangnya pemahaman guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang menarik untuk siswa.  
Model Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SMP Swasta Namira Medan di Tinjau Dari Perspektif Sosiologi Pendidikan Azri Syuad Siregar; Nuriza Dora; Toni Nasution
Imamah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jmpi.v3i1.1527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Swasta Namira Medan dari perspektif sosiologi pendidikan. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor penting dalam pengembangan kualitas pendidikan, khususnya dalam mempengaruhi kinerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala sekolah di SMP Swasta Namira Medan bersifat model demoktratis. Kepala sekolah mendorong kolaborasi antar guru, memberikan dukungan moral dan profesional, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Dari perspektif sosiologi pendidikan, kepemimpinan ini berhasil meningkatkan kinerja guru melalui penguatan interaksi sosial yang positif, peningkatan motivasi, dan pengembangan profesional berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model kepemimpinan kepala sekolah yang efektif tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga pada upaya memperkuat hubungan sosial dan meningkatkan kesejahteraan psikologis guru, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja guru dan kualitas pendidikan di sekolah.
Kreativitas Guru Dalam Mengatasi Keterbatasan Media Pembelajaran IPS di Sekolah SMP Yayasan Perguruan Bandung Saripa Haribulan Nasution; Nuriza Dora; Silvia Tabah Hati
Khidmat Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v2i2.895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kesiapan guru dalam mengatasi keterbatasan media pembelajaran IPS di sekolah SMP yayasan perguruan bandung (2) Kreativitas guru dalam mengatasi keterbatasan media pembelajaran IPS di sekolah SMP yayasan perguruan bandung (3) Hambatan dan solusi dalam mengatasi keterbatasan media pembelajaran IPS di sekolah SMP yayasan perguruan bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis, dan teknik pengumpulan sampel dilaksanakan melalui snowball sampling, Teknk pengumpulan data di laksanakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, Analisis data menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Teknik keabsahan datanya menggunakan (1) Uji Kredibilitas .(2) Uji Transferability (3) Uji Dependability (4) Uji confirmability. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) kesiapan guru dalam mengatasi keterbatasan media pembelajaran IPS, guru mepersiapkan materi pembelajaran sebelum melaksanakan pembelajaran dimana mempersiapkan bahan ajar (sesuai dengan RPP), Tujuan pembelajara, Metode pembelajaran, Media pembelajaran dan Evaluasi. Mempersiapkan pengelolaan kelas agar kelas nyaman dan tertib. (2) kreativitas guru dalam mengatasi keterbatasan media pembelajaran IPS, guru merancang media yang menarik yang terbuat dari kertas karton, penggunaan media pembelajaran dengan powerpoint dengan alat infokus dan penggunaan metode pembelajaran dengan menggunakan metode belajar sambil bermain dan metode diskusi. (3) Hambatan dan sosuli dalam mengatasi keterbatasan media pembelajaran, hambatan guru yaitu kurangnya pengetahuan guru dalam menggunakan media, kurang terampil, kurangnya waktu dalam membuat media dan merasa nyaman dengan metode lain. Solusinya guru harus belajar secara mandiri dan mengikuti pelatihan IT.