Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL SAINTIS

Pengaruh Tiang Terhadap Kapasitas Dukung Pelat dan Modulus Reaksi Tanah-Dasar pada Tanah Gambut: The Effect of Pile on the Bearing Capacity of the Plate and the Modulus of Subgrade Reaction on Peat Soil Aazokhi Waruwu; Santo Yanri Pardosi
JURNAL SAINTIS Vol. 21 No. 02 (2021)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2021.vol21(02).7546

Abstract

[ID] Lahan gambut yang tersebar luas dapat menghambat pengembangan infrastruktur, karena tanah ini termasuk jenis tanah bermasalah sebagai tanah dasar. Tanah gambut memiliki penurunan yang tinggi dan kapasitas dukung rendah. Tiang perkuatan memiliki potensi dalam mengurangi penurunan, meningkatkan kapasitas dukung dan modulus reaksi tanah-dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas dukung dan modulus reaksi tanah-dasar pada pelat yang diperkuat tiang tunggal. Penelitian dilakukan pada bak uji yang diisi dengan tanah gambut sedalam 50 cm. Tiang dari bahan bambu, kayu, dan beton dipancang dalam tanah gambut. Panjang tiang yang digunakan adalah 10-40 cm dan diameter pelat beton sebesar 10 cm. Uji beban pelat dilakukan pada pelat tanpa dan dengan perkuatan tiang untuk mendapatkan nilai kapasitas dukung dan modulus reaksi tanah-dasar. Hasil penelitian didapatkan bahwa jenis dan panjang tiang berpengaruh pada nilai kapasitas dukung, deleksi, dan modulus reaksi tanah-dasar. Tiang yang lebih panjang menghasilkan kapasitas dukung dan modulus reaksi tanah-dasar yang tinggi dan defleksi yang semakin rendah. Kapasitas dukung meningkat 20% untuk tiang bambu, 22% untuk tiang kayu, dan 25% untuk tiang beton. Peningkatan modulus reaksi tanah-dasar didapatkan pada defleksi pelat maksimum 20% dari diameter pelat. Peningkatan tertinggi untuk tiang bambu sebesar 103%, tiang kayu 128%, dan tiang beton sebesar 160%. Panjang tiang yang memberikan hasil maksimal dalam mereduksi penurunan, meningkatkan kapasitas dukung, dan meningkatkan modulus reaksi tanah-dasar adalah 80% dari tebal lapisan tanah gambut. Nilai modulus reaksi tanah-dasar semakin tinggi seiring dengan peningkatan kapasitas dukung dan pengurangan defleksi. [EN] Widespread peatlands can prevent infrastructure development, because this soil is classified as problematic soil types as subgrade. Peat soil has high settlement and low bearing capacity. Reinforcement pile has the potential to reduce settlement, increase bearing capacity and modulus of subgrade reaction. This study aims to determine the bearing capacity and modulus of subgrade reaction on a single pile reinforced slab. The study was conducted in a test box filled with peat soil as deep as 50 cm. Pile made of bamboo, wood, and concrete are driven in peat soil. The length of the pile used is 10-40 cm and the diameter of the concrete slab is 10 cm. The plate load test was conducted on slabs without and with reinforced piles to obtain the value of the bearing capacity and modulus of subgrade reaction. The results showed that the type and length of the pile affect the value of the bearing capacity, deflection, and modulus of subgrade reaction. Longer piles result in higher bearing capacity and modulus of subgrade reaction and lower deflection. The bearing capacity increased by 20% for bamboo pile, 22% for wooden pile, and 25% for concrete pile. An increase in the modulus of subgrade reaction is obtained at a maximum slab deflection of 20% of the slab diameter. The highest increase for bamboo pile is 103%, wooden pile is 128%, and concrete pile is 160%. The length of the pile that gives maximum results in reducing settlement, increasing bearing capacity, and increasing the modulus of subgrade reaction is 80% of the thickness of the peat soil layer. The value of the modulus of subgrade reaction is higher as the bearing capacity increases and the deflection decreases.
Kajian Daya Dukung Tanah Lempung Distabilisasi dengan Abu Marmer: Study of the Bearing Capacity of Stabilized Clay with Marble Ash Waruwu, Aazokhi; Celline, Felicia; Sinaga, Rionaldi; Gandawijaya, Darryl Gregory
JURNAL SAINTIS Vol. 24 No. 01 (2024)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2024.vol24(01).12710

Abstract

[ID] Tanah dasar memiliki peranan penting dalam menjaga keamanan dan kestabilan konstruksi yang dibangun di atasnya. Tanah dasar perlu dipastikan berada di dalam kondisi yang baik dan mampu memberikan dukungan terhadap beban yang bekerja. Salah satu jenis tanah bermasalah adalah tanah lempung lunak. Tanah ini memiliki daya dukung rendah, sehingga memerlukan perbaikan sebelum pembangunan konstruksi di atasnya. Salah satu metode perbaikan tanah adalah stabilisasi. Bahan stabilisasi yang dipertimbangkan pada penelitian adalah abu marmer dari limbah marmer. Karakterisitik tanah yang ditinjau di antaranya indeks plastisitas, kepadatan, dan kohesi undrained. Indeks plastisitas tanah dapat diperoleh dengan melakukan uji Atterberg, kepadatan tanah dari uji kompaksi, dan kohesi undrained dari unconfined compression test.  Kadar abu marmer yang digunaka adalah sebesar 3%, 6%, 9%, dan 12% dari berat kering tanah dengan variasi pemeraman 1 hari, 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Daya dukung tanah dapat dianalisis berdasarkan kohesi undrained pada setiap kadar abu marmer yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan perbaikan nilai indeks plastisitas, kepadatan, dan kohesi undrained tanah untuk setiap penambahan abu marmer, namun peningkatan yang optimal didapatkan pada penambahan 6% abu marmer dengan masa pemeraman maksimum 7 hari. Daya dukung tanah didapatkan meningkat secara maksimum pada penambahan abu marmer sebanyak 6% dan pemeraman 7 hari. [EN] Subgrade soil has an important role in maintaining the safety and stability of construction built on it. One type of problematic soil is soft clay. This land has a low bearing capacity, so it requires improvement before building on it. The aim of this research is to obtain changes in the bearing capacity of soil stabilized by marble ash. This research was carried out on soft clay soil with the addition of marble ash at 3%, 6%, 9%, and 12% of the dry weight of the soil with curing variations of 1 day, 7 days, 14 days, and 28 days. The soil characteristics reviewed include plasticity index, density, and undrained cohesion. Soil bearing capacity can be analyzed based on undrained cohesion at each level of marble ash used. The results showed an improvement in the plasticity index value from 33.82% dencreased to 7.69%; density with a dry unit weight of 1.50 gr/cm3 increased to 1.55 gr/cm3; and soil undrained cohesion increased from 0.134 kg/cm2 to 1.58 kg/cm2 due to the addition of marble ash. Optimal improvements in soil characteristics and bearing capacity were obtained by adding 6% marble ash with a maximum curing period of 7 days.