Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : AGRIKA

ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI BUKIT LAMBOSIR TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI KABUPATEN KUNINGAN PROVINSI JAWA BARAT Achmad Zubaidi Febriansyah; Purwadi, P; Siswanto, S; Wijaya, Kemal
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7363

Abstract

Bukit Lambosir merupakan kawasan dengan kemiringan lereng yang bervariasi dari agak curam hingga curam serta didominasi oleh penutupan lahan berupa hutan rimba dan semak belukar, yang menjadikannya rentan terhadap erosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat bahaya erosi pada wilayah Bukit Lambosir, Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dengan menggunakan metode universal soil loss equation (USLE). Parameter utama yang digunakan dalam perhitungan USLE meliputi faktor erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan lereng (LS), penutup lahan dan pengelolaan tanaman (C), serta tindakan konservasi (P). Data diperoleh melalui survei lapangan, analisis laboratorium, dan data sekunder dari BMKG serta Badan Informasi Geospasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat bahaya erosi bervariasi antar satuan lahan. Semak belukar cenderung memiliki tingkat bahaya erosi yang lebih tinggi dibandingkan hutan rimba akibat rendahnya vegetasi penutup. Beberapa lokasi menunjukkan tingkat bahaya erosi tergolong berat, sehingga diperlukan tindakan konservasi seperti penanaman vegetasi penutup tanah dan penerapan strip rumput permanen. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan lahan dan konservasi tanah di kawasan konservasi lereng Gunung Ciremai.
ANALISIS POTENSI PENYEBARAN LONGSOR BUKIT LAMBOSIR, TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI, JAWA BARAT Pratama, Haqqi Rosi; Wijaya, Kemal; Siswanto, Siswanto
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7365

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki kerawanan bencana alam tinggi, termasuk tanah longsor. Kawasan Bukit Lambosir, Taman Nasional Gunung Ciremai di Desa Randobawa Girang, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan longsor tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan longsor menggunakan pendekatan sistem informasi geografis (SIG) yang melibatkan data curah hujan, kemiringan lereng, erodibilitas tanah, struktur geologi, dan tutupan lahan. Metode yang digunakan adalah analisis spasial dengan model pendugaan yang dikembangkan oleh Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) pada tahun 2004, dengan beberapa modifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah dengan tingkat kerawanan tinggi terletak pada titik H2 (55.05 ha), H3 (54.68 ha), dan H4 (24.17 ha), sementara wilayah dengan kerawanan sedang terdapat pada titik S1 (10.7 ha), S2 (37.41 ha), S3 (79.02 ha), dan H1 (81.86 ha). Analisis ini menunjukkan pentingnya pemetaan kawasan rawan longsor untuk pengambilan keputusan dalam mitigasi bencana.
ANALISIS KARAKTERISTIK SIFAT FISIK TANAH DI BUKIT LAMBOSIR TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI, KABUPATEN KUNINGAN, PROVINSI JAWA BARAT MOCH ADITYAWARDANA; Widjajani, Bakti Wisnu; Purwadi, Purwadi; Wijaya, Kemal
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7366

Abstract

Komponen penting dalam menjaga produktivitas tanaman, menjaga dan memastikan kualitas udara, dan mendukung aktivitas manusia adalah kualitas tanah. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kondisi fisik tanah pada penggunaan lahan di Taman Nasional Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan. Penelitian dilaksanakan di Bukit Lambosir, Taman Nasional Gunung Ciremai, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Analisis data dilakukan dengan mengolah semua parameter yang diperoleh di laboratorium dan lapangan. Hasil yang diperoleh ditabulasi dan dihitung secara matematis, dan digunakan uji F, analisis regresi, dan analisis korelasi. Hasil penelitian ini Hasil analisis menunjukkan bahwa sifat fisik tanah di lahan hutan alami, Bukit Lambosir lebih baik dibandingkan dengan lahan semak belukar. Hal ini terlihat dari nilai permeabilitas, porositas, kapasitas menahan air (WHC), berat isi, dan kandungan bahan organik yang lebih mendukung fungsi ekologis tanah. Di antara semua satuan lahan, lahan H2 memiliki kondisi terbaik, ditandai dengan WHC tertinggi (67%), berat isi terendah (1.23 g/cm³), porositas tinggi (53.5%), dan kandungan bahan organik tertinggi (12.86%).