Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Karaton

HEGEMONI BUDAYA PATRIARKHI DALAM PRAKTEK PERNIKAHAN DINI MASYARAKAT PEDESAAN (ANALISIS DI KABUPATEN SUMENEP) Dewi, Ike Yuli Mestika; Suhaidi, Mohamad; Basri, Hasan; Yasid, Ahmad
Jurnal Karaton Vol 2 No 2 (2023): Karaton: Jurnal Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini (nikah usia muda) yang yang terjadi di kalangan perempuan, terutama di wilayah pelosok, merupakan bukti tentang lemahnya posisi perempuan dalam struktur keluarga di kalangan masyarakat lokal pedesaan. Akibatnya, keputusan dalam melakukan pernikahan tidak lagi menjadi hak perempuan, melainkan berada di bawah kendali keluarga yang dalam hal ini orang tua laki-laki. Padahal, peroalan pernikahan dini sebenarnya tidak hanya sekedar menggambarkan tentang sisi lemah kaum perempuan, melainkan juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan reproduksi perempuan. Penelitian ini termasuk penelitian field research (penelitian lapangan) dengan menggunakan metode kualitatif. Sementara proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, yaitu metode wawancara mendalam (indepth interview), observasi, dan dokumentasi. Analisis atas data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analisys).Perempuan yang memiliki pengalaman menikah dalam usia muda (nikah dini) sebenarnya akibat hegemoni dan dominasi peran orang tua akibat sistem budaya patriakhi yang kuat. Sistem ini menjadi dasar pelemahan atas nasib kaum perempuan, salah satunya tidak bisa memilih sendiri dalam menentukan jalan hidup rumah tangganya, karena hak memilih jodoh berada di tangan orang tuanya. Konstruksi budaya patriarkhi telah memperkuat praktek pernikahan dini di tengah-tengah masyarakat, sehingga berdampak negatif terhadap masa depan anak perempuan. Cara pandang tersebut, masih menguat di tengah-tengah masyarakat pedesaan yang berada di pelosok dengan tingkat kesadaran yang notabene lemah terhadap kesetaraan dan keadilan gender. Kata Kunci : Hegemoni, Budaya Patriarkhi, Pernikahan Dini
UPAYA KESEJAHTERAAN SOSIAL UNTUK MASYARAKAT SUMENEP: GENDER, KESEHATAN, DAN KEPENULISAN Yasid, Ahmad; Idris, Akhmad
Jurnal Karaton Vol 3 No 2 (2024): Karaton: Jurnal Inovasi Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perjalanan waktu, Kabupaten Sumenep mulai berbenah dalam berbagai bidang. Di tengah gempuran era disrupsi seperti ini, beberapa sektor yang perlu dikuatkan adalah gender; kesehatan; dan literasi. Pola superioritas-inferioritas dalam urusan kerja masih langgeng dilakukan. Hal ini dapat dibuktikan dengan viralnya kasus pemecatan seorang pekerja rumah tangga hanya gegara menikmati waktu senggang dengan duduk di kursi meja makan pada tahun 2018 silam. Fakta lainnya juga tak kalah mencengangkan tentang nasib anak-anak perempuan Indonesia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh organisasi PBB yang berfokus pada pelindungan hak anak atau yang biasa disebut UNICEF (United Nation Children Fund), satu dari enam anak perempuan Indonesia atau sejumlah 340.000 anak ‘dipaksa’ menikah sebelum usia delapan belas tahun. Masih terasa hangat juga di dalam ingat berita tentang seorang pemuda yang ditemukan tewas akibat bunuh diri di sebuah apartemen yang berlokasi di Jakarta Barat pada akhir tahun 2021 lalu. Setelah ditelusuri lebih jauh, penyebab tindak bunuh diri tersebut adalah masalah keluarga. Masalah lainnya adalah penguatan budaya. Perpustakaan sebagai tempat yang mengelola dokumen masa lalu untuk menjanjikan masa depan yang penuh dengan harapan, sehingga perpustakaan sangat layak disebut sebagai pusat budaya dan simbol peradaban bangsa. Tulisan ini akan membahas tentang upaya kesejahteraan sosial untuk masyarakat Sumenep.