Ivan Th. J Weismann
Sekolah Tinggi Filsafat Theologia Jaffray Makassar

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Filsafat Kritik Atas Sejarah Weismann, Ivan Th.J
Jurnal Jaffray Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v2i2.159

Abstract

Perbedaan penjelasan kaum positivisme dan kaum relativisme dalam menilai obyektivitas atau tidaknyasuatu pewnelitian sejarah harus dipandang sebagai pernyataan yang benar dan saling melengkapi sepanjangmengkonstruksi pernyataan-pernyataan yang benar
Peran Orang Tua Terhadapa Perkembangan Pribadi Remaja Atas Pemanfaatan Internet di Kalangan Remaja di SMU Advent Makassar Maruanaya, Vita Olivia; Weismann, Ivan Th.J
Jurnal Jaffray Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 1 April 2010
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v8i1.41

Abstract

Pokok masalah dalam penulisan ini adalah sejauh mana peran orang tua dalam perkembanganpribadi remaja atas pemanfaatan internet dikalangan remaja. Adapun tujuan yang ingin dicapai ialahuntuk membahas peran orang tua dalam perkembangan pribadi remaja atas pemanfaatan internetdikalangan remaja. Penelitian ini mengambil sampel yang terdiri dari 40 orang tua atau 40 keluarga dan40 siswa remaja. Sampel siswa remaja diambil dari siswa SMU Advent dan sampel orang tua dari orangtua siswa. Penulis menggunakan kuesioner dan wawancara sebagai teknik pengumpul data. Teknikanalisis data ialah analisis statistic dengan program SPSS 15. Hasil penelitian ini ialah pengaruh peranorang tua kepada kualitas pribadi anak masih kurang, sehingga hanya memberikan pengaruh negatifkepada kualitas pribadi anak, sehingga anak kurang memakai internet untuk hal positif.
Pengembangan Kurikulum Sebagai Solusi Atas Tidak Adanya Korelasi Antara IPK Dengan Kesadaran Panggilan Dan Pelayanan Pada Mahasiswa Sekolah Theologia Weismann, Ivan Th.J
Jurnal Jaffray Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v4i1.134

Abstract

Proses pembelajaran tidak selalu efektif dan efisien dan hasil proses belajar mengajar tidak selaluoptimal karena ada sejumlah hambatan. Oleh karena itu, guru dalam memberikan materi pelajaran hanya yangberguna dan bermanfat bagi para siswa. Materi tersebut disesuaikan dengankebutuhan mereka akan pelajarantersebut. Belajar seperti ini akan lebih mengutamakan penguasaan ilmu dan diyakinkan akan memberi peluang pada siswa untuk lebih kreatif dan guru lebih professional. Dengan demikian pembelajaran akan lebih bermakna di mana guru mampu menciptakan kondisi belajar yang dapat membangun kreativitas siswa untuk menguasai ilmu pengetahuan.
Analisis Faktor Mekanisme Kontrol Terhadap Pelecehan Rohani Dalam Gereja Weismann, Ivan Th.J
Jurnal Jaffray Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v15i1.238

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis sejauh mana faktor mekanisme kontrol terhadap pelecehan rohani terdapat dalam gereja-gereja masa kini. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh signifikan faktor mekanisme kontrol terhadap pelecehan rohani dalam gereja. Gereja-gereja yang di dalamnya terkandung pelecehan rohani secara potensial menumbuhkan bentuk ketergantungan yang tidak sehat, secara rohani dan jasmani, dengan berfokus pada tema-tema penundukan dan ketaatan kepada mereka yang memiliki otoritas.
Pengaruh Pemberian Persepuluhan Atas Kerohanian Gereja Sidang Jemaat Allah Jemaat Victorius Worship Family Makassar Paligi, Christina Evi; Weismann, Ivan Th.J
Jurnal Jaffray Vol 8, No 1 (2010): April 2010
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v8i1.40

Abstract

Yang menjadi pokok masalah dalam penulisan karya ilmiah ini adalah sejauh mana sikap jemaatdalam hal perpuluhan berpengaruh atas perkembangan rohani, dan sejauh mana sikap jemaat dalamperpuluhan berpengaruh atas perkembangan usaha. Tujuan penulisan ini ialah untuk mencari tahu faktorfaktorapa yang menyebabkan jemaat tidak setia dalam memberi persepuluhan kepada Tuhan, dan untukmencari tahu mengapa jemaat tidak memahami dengan benar tentang persepuluhan. Penelitian akanmengambil sample yang terdiri dari 50 anggota jemaat yang sudah berpenghasilan. Teknik pengumpulandata melalui angket dan teknik analisis data yaitu penggunaan analisis statistic dengan program SPSS 15.Adapu hasiul penelitian bahwa tingkat pendidikan jemaat GSJA Victorious Worship FamilyMakassar sangat berpengaruh terhadap perkembangan rohani jemaat, di mana apabila terjadi peningkatanpada tingkat pendidikan jemaat maka perkembangan rohaninya mengalami penurunan. Kedua, bahwatingkat pendidikan jemaat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha jemaat, di mana apabila terjadipeningkatan pada tingkat pendidikan jemaat maka keberhasilan usaha jemaat mengalami peningkatan.Ketiga, bahwa tingkat pendidikan jemaat sangat berpengaruh terhadap sikap memberi persepuluhan kepadaTuhan, di mana apabila terjadi peningkatan pada tingkat pendidikan maka tingkat sikap memberipersepuluhan kepada Tuhan mengalami perkembangan.
Penyebab Krisis Identitas Waria Weismann, Ivan Th. J; Depilori, Depilori
Jurnal Jaffray Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v12i1.36

Abstract

Penyebab adanya perilaku waria ini tidak dapat dijelaskan dengan sederhanadikarenakan ada banyak faktor penyebab seperti faktor lingkungan dan pola asuhorang tua yang cenderung mendidik dengan kasih sayang yang berlebihan. Sesuaidengan pokok masalah yang ada, maka tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah:untuk mengetahui krisis identitas yang dihadapi oleh waria dan mengetahui faktorpenyebab krisis identitas waria.Adapun metode penelitian yang penulis pakai atau gunakan untuk menyusunkarya ilmiah ini adalah: Pertama, metode studi kepustakaan adalah metode di manapenulis mengambil atau mengumpulkan data atau informasi dari buku-bukukepustakaan dan dari bahan-bahan penulisan yang lainnya yang ada kaitannyadengan pokok-pokok bahasan dalam penelitian ini untuk memperoleh data yang lebihakurat. Kedua, wawancara adalah tanya jawab dalam suatu pertemuan pribadidengan maksud untuk mengumpulkan data yang aktual, yang diperlukan dalampenulisan penelitian ini. Ketiga, Observasi adalah pengamatan yang penulis lakukansaat wawancara berlangsung dan pengumpulan data dari informan.Adapun kesimpulan karya ilmiah ini adalah: Pertama, krisis identitas padawaria disebabkan karena pola asuh orang tua yang salah, yang mendidik anak tidaksesuai gender, anak laki-laki dididik seperti anak perempuan dan sebaliknya.Pemberiaan kasih sayang yang berlebihan, memanjakan anak dengan berdalih anakkesayangan, penolakan-penolakan orang tua yang mengakibatkan anak lari darirumah dan bergaul dengan teman yang salah, orang tua kurang menyadari pentingnyakerohanian anak, yang dapat dimulai dari rumah. Kedua, seseorang menjadi wariadisebabkan karena lingkungan, terlalu banyak bergaul dengan lawan jenis (anak lakilakiteman bergaulnya kebanyakan wanita), berada dalam lingkungan waria danbergaul dengan waria ikut terlibat dalam kegiatan waria.
Naturalisasi Perbudakan Sebagai Suatu Keadilan Weismann, Ivan Th.J
Jurnal Jaffray Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v1i1.166

Abstract

Suatu perdebatan yang berpusat pada sampai di mana kaum eliteitu mampu memaksakan pandangan mereka sendiri tentang suatutatanan sosial yang adil, tidak hanya terhad ap perilaku kaum yang bukanelite, tetapi juga terhadap kesadaran mereka, oleh James C. Scott mencobamembuktikannya dalam karyanya yang berjud ul Senjatanya Ornng-orangyang Kalah. Scott mengatakan bahwa adanya suatu kelompok tertentuyang diperas, dan selanjutnya pemerasan itu terjadi dalam hubungandi mana kekuatan menindas yang digunakan kaum elite dan/atau netaraitu menjadikan satu-satunya perilaku yang dapat diamati dari kelompokyang diperas itu ialah sikap menerima tanpa dapat menyatakan ras tidakpuas secara terbuka. Sikap menerima saja dari kelompok yangdieksploitasi itu, karena adanya suatu ideologi keagamaan atau sosialyang bersifat hegemonik, dalam kenyatan menerima situasinya itusebagai bagian yang wajar dan bahkan dibenarkan dalam tatanan sosialitu. Penjelasan kepasifan ini sekurang-kurangnya mengasumsikanditerimanya secara fatalistik tatanan sosial itu dan mungkin pula bahkanikut secara aktif baik dalam apa yang dikatakan kaum Marxis"mistifikasi" atau "kesadaran palsu". Secara khas hal ini didasarkanpada asumsi bahwa kaum elite mendominasi tidak hanya alat produksifisik, akan tetapi juga alat produksi simbolik, dan bahwa hegemonisimbolis ini memberi kesempatan kepada kaum elite untukmengendalikan standar-standar yang akan digunakan untuk menilaipemerintahan mereka.
Peer Tutor Learning Model in CRE-Based Discipleship Teaching According to Matthew 28: 19-20 at High Schools in Makassar City Hana, Sarce Rien; Weismann, Ivan Th. J.
Jurnal Jaffray Vol 18, No 1 (2020): Jurnal Jaffray 18, no. 1 April 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj.v18i1.440

Abstract

This scientific work digs deeper into the peer tutoring learning model to be applied to Christian Religious Education (CRE) teaching in high schools. The peer tutoring learning model contained the following steps. First, choose the material and divide it into sub-materials. Second, the teacher forms heterogeneous groups of students as many sub-materials. Third, each group learns the material guided by intelligent students. Fourth, allow sufficient time for preparation both inside and outside the classroom. Fifth, each group, through their representatives, submits sub-materials following the given tasks. The teacher remains as a resource. Sixth, provide conclusions and clarifications if there is a student understanding that needs to be straightened. Besides, the problem of achieving CRE goals for students, as well as the material presented in curriculum learning, touches on Matthew 28:19-20's mandate. The formulation of the problem studied is “How is the concept of discipleship, according to Matthew 28:19-20 applied to the teaching of CRE in high schools using the peer tutoring learning model?” The aim to be achieved in this research is to formulate disciplinary formulas and materials, and according to Matthew 28:19-20 to be applied by using the model of peer tutoring in teaching CRE at High School in Makassar City. The method used in this study is a research and development method or in English called research and development abbreviated as R&D. The main conclusion reached is CRE-based discipleship teaching according to the Gospel of Matthew 28:19-20 in line with the Great Commission, thereby increasing the chances of the commission being carried out.Tulisan ilmiah ini menjelaskan lebih dalam model pembelajaran tutor sebaya untuk diterapkan pada pengajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) di sekolah menengah. Selain itu, masalah pencapaian tujuan CRE untuk siswa, serta materi yang disajikan dalam pembelajaran kurikulum menyentuh pada Amanat Agung dalam Injil Matius 28: 19-20. Rumusan masalah yang diteliti adalah “Bagaimana konsep pemuridan menurut Matius 28: 19-20 diterapkan pada pengajaran CRE di sekolah-sekolah tinggi menggunakan model pembelajaran tutor sebaya?” Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan disingkat dengan metode R&D. Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Siswa yang diberikan materi pengajaran PAK sama dengan materi pengajaran Yesus berdasarkan Matius 28: 19-20 menggunakan model pembelajaran Peer Tutor yang mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Siswa kemudian menggunakan bahan yang diajarkan kepadanya untuk memuridkan siswa lain, dan seterusnya sampai semua bangsa menjadi murid-Nya. Kesimpulan utama yang dicapai adalah pengajaran PAK berbasis pemuridan sesuai dengan Injil Matius 28: 19-20 sejalan dengan Amanat Agung, dengan demikian meningkatkan pelaksanaan Amanat Agung.
Persepsi Mahasiswa Mengenai Beban Tugas Membaca Terhadap Minat Baca Mahasiswa Hengki Wijaya; Mega Lisda; Ivan Th.J. Weismann; Tri Supartini; Ezra Tari
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v2i1.25

Abstract

This paper is a survey study of student perceptions regarding the burden of reading assignments on students' reading interest. In this digital era, students' reading interest in textbooks has decreased. The level of visits to the library has reduced. The rate of accessing digital content is higher than reading books. The purpose of this study was to examine the reading interest of students who were given reading assignments. The research method used by the author is quantitative. This method statistically analyzes students' reading interest. Based on the research, First, students read books because they are related to grades. Second, the reading task makes the level of interest in reading increase. Third, students can respond well to reading materials. Fourth, the workload can increase STF Jaffray Makassar library visits.  Tulisan ini merupakan kajian survey persepsi mahasiswa mengenai beban tugas baca terhadap minat baca mahasiswa. Di era digital ini, minat baca mahasiswa terhadap buku teks mengalami penurunan. Tingkat kunjungan ke perpustakaan mengalami penurunan. Tingkat mengakses konten digital lebih tinggi dibanding buku bacaan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji minat baca mahasiswa yang diberikan tugas baca. Metode penelitian yang dipakai penulis adalah kuantitatif. Metode ini menganalisis secara statistik minat baca mahasiswa. Berdasarkan penelitian, Pertama, mahasiswa membaca buku karena berkaitan dengan nilai. Kedua, tugas membaca membuat tingkat minat baca meningkat. Ketiga, mahasiswa dapat menanggapi dengan baik bahan bacaan. Keempat, beban tugas dapat meningkatkan kunjungan perpustakaan STF Jaffray Makassar.
Teori Individuasi Carl Gustav Jung Ivan Th.J Weismann
Jurnal Jaffray Vol 7, No 2 (2009): Oktober 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v7i2.24

Abstract

Masyarakat pada masa kini adalah masyarakat yang telah beralih dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Masyarakat modern punya ciri khas tersendiri begitu pula dengan masyarakat pasca modern. C. G. Jung membahas tentang masyarakat yang berindividuasi. Apakah masyarakat yang berindividuasi itu adalah termasuk dalam salah satu ciri dari masyarakat modern.Individu yang mampu mengatasi persoalan masyarakat moderen ialah individu yang mencapai tahap-tahap proses individuasi ini atau yang disebut pula sebagai individu yang berindividuasi.