Nurul Huda
DIII Keperawatan Universitas Jember Kampus Kota Pasuruan

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengabdian Kepada Masyarakat Bantuan Hidup Dasar Pada Santri Ida Zuhroidah; Mukhammad Toha; Mokh Sujarwadi; Nurul Huda
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.3733

Abstract

ABSTRAK Angka kejadian henti jantung atau cardiac arrest ini berkisar 10 dari 100.000 orang normal yang berusia dibawah 35 tahun dan per tahunnya mencapai sekitar 300.000-350.000 kejadian. Pertolongan pertama yang tepat pada kasus henti jantung adalah bantuan hidup dasar (BHD). Tindakan yang bisa dilakukan adalah  resusitasi jantung paru (RJP). Tujuan dari resusitasi jantung paru adalah mengembalikan sirkulasi spontan serta mempertahankan fungsi organ vital pada henti jantung dan henti nafas dengan melakukan kompresi dada dan bantuan nafas. Tujuan setelah dilakukan pelatihan ini diharapkan santri dapat berperan aktif dan dapat memberikan pertolongan pertama henti jantung dan henti nafas secara tepat serta mampu melakukan RJP. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pemaparan teori tentang anatomi fisiologi sistem respirasi dan sistem sirkulasi, dampak dari henti nafas dan henti jantung, bantuan hidup dasar dan pada hari kedua dilanjutkan dengan praktik RJP melalui manekin. Hasil yang didapatkan sebagian besar santri (80%) memahami dan mengerti tentang bantuan hidup dasar dan mampu mempraktekkan RJP kepada manekin meskipun masih butuh pendampingan. Kata Kunci : bantuan hidup dasar, santri, pondok pesantren  ABSTRACT The incidence of cardiac arrest or cardiac arrest ranges from 10 out of 100,000 ordinary people aged under 35 years and annually reaches around 300,000-350,000 events. Appropriate first aid in cases of cardiac arrest is basic life support (BLS). Action that can be done is cardiopulmonary resuscitation (CPR). Cardiopulmonary resuscitation aims to restore spontaneous circulation and maintain vital organ function in cardiac arrest and stop breathing by performing chest compressions and breath support. After this training, the goal is that students will be able to play an active role and be able to provide first aid for cardiac arrest and stopping breathing appropriately and be able to perform CPR. This activity was carried out using the method of presenting theories on the respiratory system's physiological anatomy and the circulatory system, the impact of respiratory and cardiac arrest, basic life support, and on the second day, continued with the practice of CPR through mannequins. The results obtained were most of the students (80%) understood and understood basic life support and were able to practice CPR to the mannequins even though they still needed assistance. Keyword: basic life support, student, Islamic boarding school
Pemberdayaan Guru Pembina PMR dan Santri Melalui Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Mokh. Sujarwadi; Ida Zuhroidah; Mukhammad Toha; Nurul Huda
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4267

Abstract

 ABSTRAK Pertolongan pertama merupakan perawatan pertama yang diberikan sebelum pertolongan medis datang. Prinsip-prinsip P3K adalah tindakan yang dilakukan segera, mempertahankan hidup korban, mengurangi penderitaan, mencegah pengotoran luka dan penderitaan lanjutan serta merujuk korban ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Palang merah remaja merupakan kegiatan remaja di sekolah dalam bentuk extrakulikuler. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan guru Pembina PMR dan santri tentang pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi serta pelatihan. Terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan dengan adanya peningkatan pengetahuan 90% dari hasil pre test. Peserta juga memapu mempraktekkan cara menghentikan perdarahan, pembidaian, perawatan luka serta penanganan gigitan ular. Kata Kunci : pemberdayaan, guru pembina PMR, santri, P3K  ABSTRACT First aid is the first treatment given before medical help arrives. The principles of P3K are actions that are taken immediately, maintain the victim's life, reduce suffering, prevent fouling wounds and further suffering and refer the victim to the nearest health service place. The youth red cross is an activity of youth in schools in the form of extracurricular activities. This service activity aims to increase the knowledge of PMR guidance teachers and students about first aid training. The methods used are lectures, discussions, and training. There was an increase in knowledge before and after training with an increase in knowledge of 90% from the pre-test results. The participants also practiced how to stop bleeding, splinting, treating wounds, and handling snake bites. Keywords: empowerment of PMR supervisors, students, first aid
Strategi Penyintas Long Covid-19 dalam Mengatasi Kecemasan, Depresi dan PTSD Evy Aristawati; Bagus Dwi Cahyono; Nurul Huda
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 4 (2022): Jurnal Keperawatan: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.723 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14i4.409

Abstract

Long COVID-19 merupakan gejala COVID-19 yang muncul kembali setelah beberapa saat dinyatakan sembuh dari COVID-19 dengan hasil PCR negatif. Hal ini yang membuat penyintas  Long COVID-19  rentan  untuk  mengalami  masalah  kesehatan  mental.  Pemahaman  tentang  masalah  dan  tantangan  yang  dihadapi para penyintas Long COVID-19 perlu dilakukan untuk menetapkan kebijakan yang dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka secara efektif. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan mental yang dihadapi oleh penyintas Long COVID-19. Kajian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologidengan menggunakan teknik Purposive sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah para penyintas Long COVID-19 yang  hasil screening mengalami kecemasan, depresi dan PTSD di dapatkan data sebanyak 20 partisipan yang memenuhi kriteria.  Dengan menggunkan alat ukur sesuai dengan tema yaitu kecemasan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sementara  depresi menggunkan menggunakan alat ukur Beck Depression Inventory (BDI), sedangkan  PTSD menggunakan PTSD Check-List Civilian Version (CLCV). Hasil yang di dapatkan ada 5 tema besar yaitu kondisi fisik tubuh, kondisi psikis dan emosional, peningkatan spiritual, kendala akibat Long COVID-19, upaya yang dilakukan yang mengerucut pada 1 tema besar yaitu strategi penyintas Long COVID-19 dalam mengatasi kecemasan, depresi dan PTSD. Kesimpulannya bahwa penyintas Long COVID-19 mempunyai aspek negatif seperti kecemasan, stress, depresi bahkan sampai terjadi PTSD sedangkan aspek positifnya  adalah mempunyai kualitas hubungan dengan keluarga yang semakin erat, dan terdapat peningkatan aspek spiritual dalam kehidupannya. Saran kepada para penyintas Long COVID-19 untuk senantiasa menjaga protokol kesehatan, pola hidup sehat dan mengikuti program Supportive Group Therapy.
Aplikasi Bank Sampah Berbasis Android untuk Mengoptimalkan Pengelolaan Sampah di Desa Sumbersuko Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan Bagus Dwi Cahyono; Evy Aristawati; Nurul Huda; Supangat Supangat; Lantin Sulistyorini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.8367

Abstract

ABSTRAK Sampah yang dibuang sembarangan menjadi sumber penularan berbagai penyakit, sementara itu persoalan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir belum dapat dikatakan berjalan dengan optimal. Karenanya diperlukan pengelolaan sampah yang baik melalui bank sampah yang sesuai dengan Permen LHK 14 tahun 2021. Sejak tahun 2019 saat disosialisaikan satu desa satu bank sampah oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan, telah terbentuk bank sampah di Desa Sumbersuko, namun terkendala COVID-19 sehingga belum bisa berfungsi dan beroperasional. Pengabdian ini bertujuan untuk implementasi MBKM di Universitas Jember dan solusi dalam mengatasi permasalahan mitra adalah dengan re-aktifasi bank sampah dan penggunaan teknologi digital melalui aplikasi bank sampah berbasis android. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah melalui ceramah (brain storming), tanya jawab dan diskusi, simulasi dan evaluasi serta tindak lanjut. Setelah melalui kesepakatan bersama antara Kepala Desa beserta perangkat desa dan tokoh masyarakat Desa Sumbersuko Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, kepengurusan bank sampah telah diaktifkan kembali dan setelah dilakukan sosialisasi penggunaan aplikasi bank sampah berbasis android, pengurus dan masyarakat dapat mengoperasikan aplikasi bank sampah tersebut. Aplikasi pengelolaan bank sampah berbasis android ini cocok dipakai dalam pengelolaan sampah di Desa Sumbersuko Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, masyarakat antusias menyambut aplikasi bank sampah digital ini.Tindak lanjut dari pengabdian ini adalah meneliti kembali tentang kemudahan penggunaan dan kepuasan terhadap produk digital bank sampah.  Kata Kunci: Bank Sampah, Digitalisasi, Aplikasi, Android  ABSTRACT Garbage that is disposed of carelessly is a source of transmission of various diseases. Meanwhile, the issue of waste management from upstream to downstream cannot be said to be running optimally. Therefore, good waste management is needed through a waste bank by Permen LHK 14 of 2021. Since 2019, when the Pasuruan Regency Government socialized one village and one waste bank, a waste bank has been formed in Sumbersuko Village. Still, due to COVID-19 constraints, it cannot function and be operational. This service aims to implement MBKM at the University of Jember, and the solution to overcome partner problems is to re-activate waste banks and use digital technology through an android-based waste bank application. The method of implementing this service is through lectures (brainstorming), question and answer and discussion, simulation and evaluation, as well as follow-up. After going through a mutual agreement between the Village Head and village officials and community leaders in Sumbersuko Village, Purwosari District, Pasuruan Regency, the management of the waste bank has been reactivated, and after socializing the use of the Android-based waste bank application, administrators and the community can operate the waste bank application. This android-based waste bank application is suitable for waste management in Sumbersuko Village, Purwosari District, Pasuruan Regency. The community is enthusiastic about welcoming this digital waste bank application. The follow-up of this service is to re-examine the ease of use and satisfaction with digital waste bank products Keywords: Waste Bank, Digitization, Application, Android
THE EFFECT OF THERAPEUTIC GROUP THERAPY (TGT) FOR MIDDLE AGED ADULTS ON THE RESILIENCE OF COASTAL RESIDENTS AFTER THE COVID-19 PANDEMIC Nurul Huda; Bagus Dwi Cahyono; Evy Aristawati; Dody Wijaya
Nurse and Health: Jurnal Keperawatan Vol 12 No 2 (2023): Nurse and Health: Jurnal Keperawatan
Publisher : Institute for Research and Community Service of Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/nhjk.v12i2.570

Abstract

Background: Almost everyone has been directly or indirectly affected by the COVID-19 virus pandemic. Many people are not ready to adapt to sudden lifestyle changes. This causes some people to experience fear and anxiety. Objectives: The study aimed to analyze group therapy effect on coastal resident’s resilience after the Covid-19 pandemic. Methods: This study uses Quasy Experimental Pre-Posttest design, with 2 groups. The location of this research is in the northern coastal area of Pasuruan City and Regency. The sampling technique of this study used purposive sampling, a total of 20 respondents were divided into two group, namely the control grouop and the treatment group. To mesuare the level of resiliensi all the responden were given The pretest and post test carried out using instruments to determine community resilience after the Covid-19 pandemic using the Resilience,however only the treatment group was given the TKT interventio. Processing and testing of data using SPSS software, with the Wilcoxon statistical test with α = 0.05. Results: The results of the study with the Wilcoxon statistical test in the treatment group obtained a value of p = 0.001 (p <0.05) and in the control group obtained a value of p = 0.083 (p > 0.05)this means there is a significant difference between the control group and the treatment group. Conclusion: This study concludes that there is a significant difference in the resilience of the community during the pretest and posttest in the treatment group receiving therapeutic group therapy, and there is no significant difference in the strength of the coastal community during the pretest and posttest in the control group. For this reason researchers suggest regularly holding this TKT for residents to increase the resiliensi of coastal residents.