Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Keperawatan

Pemanfaatan Bekam dalam Menurunkan Ketergantungan Penggunaan Analgetika pada Penderita dengan Gangguan Nyeri Persendian Mokh. Sujarwadi; Mukhammad Toha; Ida Zuhroidah; Indriana Noor Istiqomah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S2 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.571 KB)

Abstract

Pola hidup yang tidak sehat dan lingkungan yang kurang menunjang kesehatan dapat memicu timbulnya berbagai masalah kesehatan. Diperkirakan radikal bebas sebagai penyebab munculnya nyeri sendi kronis yang tidak kunjung sembuh meskipun dengan pemberian obat analgetika. Prevalensi nyeri persendian dengan berbagai penyebab penyakit masih tinggi sekitar 90 persen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui manfaat bekam dalam menurunkan ketergantungan penggunaan analgetika pada penderita dengan gangguan nyeri sendi yang terus menerus di praktik mandiri perawat Sahara yang meliputi penilaian intensitas nyeri sendi, frekwensi penggunaan obat analgetika. Pra eksperimental adalah sebagai jenis penelitian ini memiliki rancang bangun one group pre-post test design, dengan memberikan perlakuan pada satu group/kelompok. Diperoleh data penelitian berupa data sebelum intervensi dan setelah intervensi diberikan, selanjutnya dibandingkan hasil pengukurannya menggunakan instrument penilaian nyeri. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien dengan reumathoid arthritis yang periksa di praktik mandiri perawat Sahara ukuran sampelnya adalah 16 responden. Tekhnik pengambilan sampel yaitu total sampling mengingat keterbatasan jumlah populasi yang akan diteliti. Instrument pengambilan data penelitian menggunakan Visual Analog Scale. Data yang didapat kemudian diolah dan dianalisis menggunakan uji T berpasangan. Hasil analisis data penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil yang significant sebelum dan sesudah perlakuan dengan tingkat kemaknaan sebesar 0,00 (p<0,05). Sebagai kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada manfaat yang besar dari terapi bekam terhadap penurunan nyeri pada penderita rheumatoid arthritis, yang diharapkan dapat mengurangi penggunaan obat analgetika secara terus-menerus.
Mapping Masalah Kesehatan Kerja pada Kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) Mokh. Sujarwadi; Muhammad Toha; Ida Zuhroidah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 4 (2022): Jurnal Keperawatan: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.994 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14i4.424

Abstract

Penerapan program kesehatan kerja pada tiap-tiap perusahaan memang sangat penting dilakukan untuk mengenali, mengukur, dan mengevaluasi berbagai factor penyebab gangguan kesehatan di lingkungan kerja. Kesehatan kerja merupakan hak bagi semua karyawan perusahaan dalam mencapai derajat kesehatan yang seoptimal mungkin. Tujuan menggambarkan masalah kesehatan kerja pada kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). Populasi sebanyak 50 besar sample 14. Tehnik sampling adalah purposive. Wawancara dan pengamatan untuk memperoleh data selanjutnya data dianalisis secara deskriptif. Hasil: 55% penyakit ISPA, 15% Gastritis, 20% Demam, 10% luka lecet dan robek. Sakit ringan dan kecelakaan ringan ditangani di klinik perusahaan. Setiap tahun sekali karyawan perusahaan dilakukan medical cek up. Sebagian besar perusahaan memiliki klinik, mobil setara ambulance untuk mengirim pasien ke rumah sakit terdekat. Semua perusahan menerapkan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja seperti penanggulangan bahaya kebakaran, bahan kimia, terjepit mesin, pengawasan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan lingkungan kerja kondusif. Seluruh tenaga kerja memperoleh jaminan asuransi kesehatan seperti BPJS yang ditanggung oleh perusahaan sesuai peaturan perundangan yang berlaku. Hasil uji statistic deskriptif data berdistribusi normal. Kesimpulan dalam penelitian ini tidak terdapat masalah kesehatan yang diakibatkan oleh kerja dan tidak ditemukan masalah kecelakaan kerja serius yang berakibat fatal dan menimbulkan kerugian besar.
Efektifitas Tehnik Self Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Petani di Era Pandemi Covid 19 Ida Zuhroidah; Mukhammad Toha; Mokh. Sujarwadi
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.234 KB)

Abstract

Bertani merupakan salah satu dari sekian banyak pekerjaan yang disandang masyarakat Indonesia. Sesuatu yang membanggakan bahwa Indonesia adalah negara berkembang penghasil beras tertinggi ke-3 di dunia. Pertanian menjadi sektor utama mata pencaharian. Mayoritas tenaga kerja Indonesia khususnya di daerah pedesaan, disisi lain, data menunjukkan sebagian besar usia petani sudah mendekati usia tua. Faktor degeneratif serta posisi ergonomic yang kurang baik ketika menjalankan aktifitas di sawah menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan yang paling sering dialami adalah nyeri punggung. Pandemi Covid-19 berdampak pada kondisi eknomi para petani yang semakin lemah, sehingga menutut kerja keras tak kenal lelah meskipun usia sudah tidak muda lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap intensitas nyeri yang dialami Petani di era pandemic Covid-19. Desain penelitian ini adalah Pra Eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test. Populasinya adalah Petani di Desa Mojoparon Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Besar sampel menggunakan rumus Slovan, sampel diambil menggunakan purposive sampling. Variable independen intensitas nyeri dan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) sebagai variable dependen. Instrument pengambilan data menggunakan VAS dan SOP terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Data diolah secara deskriptif dilanjutkan uji wilcoxon. Secara deskriptif terlihat adanya penurunan intensitas nyeri yang dialami petani atara sebelum dan setelah mendapat terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Hasil uji statistik menggunakan wilcoxon menunjukkan P Value : 0.00 < α (0.05) terdapat pengaruh yang signifikan pemberian terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhapat intensitas nyeri petani. Berdasar hasil temuan diatas, terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) menjadi metode alternatif mengatasi nyeri para Petani yang dapat dilakukan secara mandiri, aman dan murah.
Analisis Tingkat Pengetahuan Pasien TBC dalam Mengantisipasi Penularan Penyakit di Era Pandemi Covid-19 Mukhammad Toha; Mokh. Sujarwadi; Ida Zuhroidah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S1 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v14iS1.80

Abstract

Prevalensi penderita tuberkulosis di Jawa Timur sebanyak 57.442 menempati posisi ke dua di Indonesia. Perlu upaya memutus rantai penularan agar tidak bertambah meluas kasusnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan pasien TBC dalam upaya mengantisipasi penularan penyakit di UPT Kesehatan Puskesmas Pasuruan. Rancangan penelitian ini Corelation menggunakan metode cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua pasien tuberkulosis yang ada di UPT Kesehatan Puskesmas Pasuruan. Besar sampel sebanyak 30 responden. Teknik samplingnya adalah total sampling. Instrumen dalam pengambilan data menggunakan kuesioner dan observasi yang valid dan reliable dengan uji product momet 0.364 dan alfa cronbach >0.6. Data yang diperoleh selanjutnya dianilsis dengan spearman rank α = 0,05 untuk mengetahui hubungan dari variable yang diukur. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 responden, sebagian besar yaitu 16 responden (53,3%) berpengetahuan cukup dan sebagian besar mempunyai tindakan yang cukup yaitu 17 responden (56,6%). Dalam peringkat spearman rank menunjukkan hasil yang signifikan dari 0,004 di α = 0,05 dan r = 0,515. Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan pengetahuan dengan antisipasi penularan penyakit pada penderita tuberculosis di era pandemi Covid-19.
Analisis Pemenuhan Kebutuhan Spiritualitas Pasien (Alis Mata Sapi) dalam Pelayanan Asuhan Keperawatan Berbasis Pendekatan Kearifan Lokal Mokh. Sujarwadi; Mukhammad Toha; Ida Zuhroidah; Nurfika Asmaningrum
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1239

Abstract

Kebutuhan spiritualitas berkaitan dengan spirit,  harapan dan makna hidup. Kesadaran diri yang tinggi terhadap kondisi sakit membawa pasien pada kedamaian batin. Melihat begitu besar manfaatnya, maka perlu diterapkan dalam setiap aktivitas pemberian asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan memotret bentuk pelayanan asuhan keperawatan pemenuhan kebutuhan spiritual pasien pada tatanan pelayanan kesehatan di wilayah pasuruan kota Madinah. Metode penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif eksploratif, populasi pada penelitian ini seluruh rumah sakit atau klinik rawat inap milik pemerintah maupun swasta di wilayah kota pasuruan. Ukuran sample sebesar 5, tekhnik sampling total populasi. Seluruhnya (100%) Pelayanan pemenuhan kebutuhan spiritualitas pasien berupa bimbingan doa. Pelayanan diberikan bagi setiap pasien dan keluarganya terutama pada pasien kritis. Rumah Sakit dan Fasyankes milik pemerintah daerah melakukan Kerjasama (MoU) dengan Majelis Ulama Daerah (MUI), Pelayanan diberikan 2 kali seminggu, tidak demikian dengan Fasyankes swasta hanya menyediakan fasilitas peribadatan, Perawat selalu menerapkannya pada setiap pemberian asuhan keperawatan. Sebagian besar (80%) pasien puas dengan pelayanan spiritual yang diberikan. Kecerdasan spiritual membantu pasien optimis, bersabar dan ikhlas akan keadaannya sehingga terhindar dari stress yang dapat memperberat sakitnya. Pemenuhan kebutuhan spiritual telah dilakukan di setiap fasyankes oleh perawat namun perlu pengembangan dengan memanfaatkan tekhnologi kekinian dan agama selain Islam perlu perlu difasilitasi secara maksimal.
Latihan Relaksasi Otot Progresif (Lato-Lato) Upaya Antisipasi Cedera Kronis Sistem Muskuloskeletal Akibat Kerja pada Petani di Wilayah Agrikultur Ida Zuhroidah; Mokh. Sujarwadi; Mukhammad Toha
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i1.1529

Abstract

Nyeri otot dan persendian adalah keluhan yang sering dirasakan petani. Nyeri dirasakan hampir pada seluruh bagian tubuh baik di leher, anggota gerak atas, tulang belakang maupun anggota gerak bawah. Tanpa disadari permasalahan tersebut diakibatkan aktivitas pekerjaan yang ditekuninya. Latihan otot progresif bisa memulihkan secara cepat sistem musculoskeletal yang mengalami cedera agar dapat berfungsi secara normal. Memperbaiki dan mengembalikan sistem sirkulasi darah pada otot dan persendian yang mengalami cedera akibat kerja merupakan prinsip utama dari latihan otot progresif. Sejauh ini para pejuang ketahanan pangan belum mengetahui cara mengantisipasi permasalahan kesehatan yang sering dirasakan tersebut. Tujuan penelitian mengeksplorasi pengetahuan, psikomotor petani dan respon nyeri yang dialaminya. Penelitian kuantitatif berdesain pra experiment pre-post test, populasi petani, sampel sebanyak 20 melalui tehnik purposive. Instrument penelitian kuesioner menilai kognitif dan survey mengukur psikomotor, respon nyeri menggunakan VAS. Terdapat perbedaan rerata nilai kognitif, psikomotor pada uji paired t- test  p= 0,000 (<0,005). Terjadi penurunan skala nyeri secara signifikan, uji paired t-test p=0,002 (<0,005). Edukasi merubah perilaku seseorang, dari tidak tahu menjadi tahu. Aliran darah lancar pada cedera memerlukan supplay oksigen agar asam laktat berkurang yang dicapai dengan latihan otot progresif.