Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Anti-Inflammatory Activity of The Extract of Guava Leaves (Psidium guajava L) in The Rat (Rattus norvegicus L) Weni, Linda; Harliansyah, .; Widayanti, .
Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4.399 KB)

Abstract

Using of natural sources that have anti-inflammatory activity for the prevention and treatment of degenerative diseases began to be further explored. An investigation on the anti-inflammatory activity of the aqueous extract of guava leaves (Psidium guajava L.) from Sawangan, Depok on white male rats of Sprague-Dawley strain had been carried out on the carrageenan-induced  paw  edema  method.    To  examine  the  effect  of  guava  extract  on subcutan at different doses of 125, 250 and 500 mg/kg of body weight (BW).  Indometacine at dose of 10 mg/kg BW was used as a positive control. Observations were made during five hours with an interval of one hour. These results demonstrate that the percentage of inflammation or edema (% E) optimal at the 4th hour and then decreased at the 5th hour, while the percentage of optimal inhibition occurred at the 5th hour. Guava extract at 125, 250 and 500 mg/kg BW reduced inhibitory percentage activities by 40.81, 55.45 and 43.61% (p<  0.05)  respectively.  In  conclusion,  this  study  suggests  that  guava  extract  has  anti-inflammatory properties by decreasing edema level.
Hubungan Hiperurisemia Dengan Profil Lipid Pada Pasien Poliklinik Penyakit Dalam Di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Periode 1 Januari 2019 – 31 Desember 2021 Dan Tinjauannya Menurut Agama Islam Yudha Pratama, Maulana; Sugiarto, Sugiarto; Weni, Linda; Arsyad, Muhammad
Majalah Sainstekes Vol. 10 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v10i1.3269

Abstract

Hiperurisemia merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat serum di atas normal. Hiperurisemia yang berkepanjangan dapat menyebabkan gout atau artritis pirai, namun tidak semua hiperurisemia akan menimbulkan kelainan patologi berupa gout. Sebagai penyakit progresif, gout sering disertai dengan penyakit penyerta salah satunya adalah dislipidemia. Dislipidemia merupakan suatu kelainan yang terjadi akibat gangguan metabolisme lipid. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan design cross sectional. Teknik Pengumpulan data menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien poliklinik penyakit dalam di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto. Metode analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat adanya hubungan yang signifikan diantara kejadian Hiperurisemia dengan Kadar Profil Lipid Kolesterol Total (p 0,016), Hiperurisemia dengan Kadar Profil Lipid Trigliserida (p 0,006), dan Hiperurisemia dengan Kadar Profil Lipid LDL (p 0,008). Kemudian, tidak ada hubungan yang signifikan diantara Hiperurisemia dengan Kadar Profil Lipid HDL (p 0,054). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipeurisemia memiliki hubungan yang signifikan dengan profil lipid.
Uji Antidiabetes Bunga Telang (Clitoria ternatea) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Cempaka Putih Jakarta Pusat Laginta Revilosa Zilmi; Weni, Linda; Arifandi, Firman
Majalah Sainstekes Vol. 11 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v11i1.4416

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Aktivitas sebagai antidiabetes dimiliki oleh bunga telang yang bekerja dengan berbagai mekanisme untuk menurunkan kadar glukosa darah, salah satunya dengan merangsang sekresi insulin pada sel b-pankreas, memaksimalkan penyerapan glukosa, dan mencegah pembentukan Advanced Glycation End Products (AGEs). Rancangan penelitian bersifat tru-experimental dengan jenis rancangan berupa pretest-posttest control group design. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer berupa hasl pengukuran kadar Glukosa Darah Puasa (GDP) responden sebelum dan sesudah dilakukan intervensi rebusan bunga telang (Clitoria ternatea). Penelitian ini dilakukan pada 5 kelompok, yaitu kelompok 1 dengan pemberian dosis 1 gram bunga telang/250 mL air, kelompok 2 dengan pemberian dosis 3 gram bunga telang/250 mL air, kelompok 3 dengan pemberian 5 gram bunga telang/250 mL air, kelompok 4 dengan pemberian metformin, dan kelompok 5 sebagai kelompok kontrol. Data diolah dengan menggunakan metode analisis One-way ANOVA dan diikuti oleh uji Post Hoc Tukey HSD. Berdasarkan uji Post Hoc Tukey HSD dari penelitian ini didapatkan bahwa pemberian dosis 5 gram bunga telang dalam 250 mL air merupakan dosis yang memberikan penurunan rata-rata kadar GDP yang signifikan (p=0,000; p<0,05) dibanding kelompok lain.
Hubungan antara Pasien Hiperurisemia dengan Riwayat Obesitas pada Masa Sebelum dan Saat Pandemi Covid-19 di RSPAD Gatot Soebroto dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Azhar, Muhammad Usama Royhul; Weni, Linda; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i2.3698

Abstract

Pendahuluan:  Hiperurisemia merupakan kondisi dimana meningkatnya kadar asam urat (AU) serum di dalam darah sebanyak >6,8 mg/dL. Coronavirus-2019 (Covid-19) dapat meningkatkan katabolisme dan mengakibatkan hiperurisemia. AU berpotensi menyebabkan kerusakan ginjal melalui perubahan autoregulasi ginjal, penghambatan proliferasi sel endotel, apoptosis sel, aktivasi kaskade pro-inflamasi, dan deposisi kristal. Beberapa studi melaporkan bahwasannya obesitas menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kadar asam urat yang meningkat atau hiperurisemia. Hubungan antara hiperurisemia dengan kesehatan tidak secara spesifik disebutkan di dalam pandangan Islam, namun Islam memberikan penjelasan-penjelasan melalui analogi atau qiyas. Metode: Jenis penelitiannya yaitu  deskriptif analitik dan metode yang digunakan adalah cross sectional. Sampel penelitian yang diambil berasal dari data sekunder berupa data rekam medis pasien di poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto dengan instrumen jenis dokumentasi periode waktu Maret 2019 – Februari 2022. Hasil Penelitian: Didapatkan total sampel sebanyak 78 pasien dengan angka prevalensi pasien hiperurisemia dengan riwayat obesitas sebelum pandemi Covid-19 sebesar 43,6% dan saat pandemi Covid-19 sebesar 56,4%. Pada periode saat pandemi Covid-19 pasien hiperurisemia dengan riwayat obesitas mengalami peningkatan prevalensi jika dibandingkan pada masa sebelum pandemi Covid-19 sebesar 12,8%. Hasil analisa antara hubungan pasien hiperurisemia yang disertai riwayat obesitas pada masa sebelum pandemi Covid-19 menunjukkan adanya hubungan yang kuat dengan nilai r=0.411 (p=0.016; p<0.05)., sedangkan hubungan antara pasien dengan hiperurisemia yang disertai riwayat obesitas pada saat pandemi Covid-19 tidak terdapat hubungan dengan nilai r=-0.098 (p=0.527; p>0.05). Kesimpulan: Terdapat peningkatan prevalensi pasien hiperurisemia dengan obesitas pada saat pandemi Covid-19 jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi Covid-19. Serta terdapat hubungan yang kuat antara pasien hiperurisemia dengan riwayat obesitas pada masa sebelum pandemi Covid-19, sedangkan pada saat pandemi Covid-19 tidak terdapat hubungan. Menjaga kesehatan dengan menjaga pola makan dan tidak berlebihan merupakan anjuran dari agama Islam. Hal ini sebagai bentuk dari upaya upaya menjaga kesehatan diri (hifz al-Nafs).
Pengaruh Pemberian Teh Hijau (Camellia sinensis) terhadap Profil Lipid Mahasiswa FK YARSI pada Status Gizi Obesitas dan Status Gizi Normal Devira Herwinashanti; Weni, Linda; Juniarti
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4226

Abstract

Kejadian kelebihan berat badan dan obesitas berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada penduduk usia di atas 18 tahun masing-masing sebesar 13,6% dan 21,8%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kejadian di tahun 2013. Masalah kelebihan berat badan dan obesitas merupakan salah satu factor risiko terjadinya dislipidemia. Dislipidemia ditandai dengan meningkatnya kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, VLDL, dan menurunnya kadar HDL. Konsumsi obat golongan statin dan mengubah pola hidup merupakan factor yang dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, VLDL, dan meningkatkan kadar HDL. Salah satu bentuk menjaga keseimbangan kadar profil lipid dapat dilakukan dengan mengonsumsi teh hijau. Teh hijau mengandung zat aktif berupa epigallocatechin gallate (EGCG) yang berperan dalam menghambat sintesis kolesterol, mengurangi penyerapan lemak di usus, dan meningkatkan ekspresi reseptor LDL di hati. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan pretest posttest control group design. Cara penetapan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling sehingga didapatkan 32 responden. Analisis data penelitian ini menggunakan Shapiro Wilk dan Independent T-test SPSS 25.0. Penelitian ini memiliki hasil yang diperolah dari perhitungan selisih (gain score) sebelum dan sesudah pemberian teh hijau pada kelompok kontrol maupun perlakuan. Sehingga, didapatkan p-value kolesterol total sebesar p=0,535, trigliserida sebesar p=0,006, LDL sebesar p=0,960, HDL sebesar p=0,012, dan VLDL sebesar p=0,006. Pemberian 2,5 gram teh hijau selama 14 hari berturut-turut secara signifikan dapat menurunkan kadar trigliserida, VLDL, dan meningkatkan kadar HDL (p<0,05). Namun, teh hijau tidak signifikan dalam menurunkan kadar kolesterol total dan kadar LDL (p>0,05).
Effect of Vitamin D Supplementation on Irisin, Telomerase, Klotho, and Tumor Necrosis Factor-alpha (TNF-α) in Elderly: A Quasi-Experimental Study Mukhtar, Diniwati; Rahmah, Nunung Ainur; Wuryanti, Sri; Marsiati, Himmi; Haddad, Desi Ariyani; Manik, Sabarina Elfrida; Weni, Linda; Nursabur, Bistamy Muhammad; Hutabarat, Andrea Ivana Allicia; Puspita, Switania Putri
Althea Medical Journal Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/amj.v12n3.4286

Abstract

Background: Vitamin D plays a crucial role in aging by regulating mitochondrial function, inflammation, oxidative stress, and telomere stability. Vitamin D deficiency is common among the elderly and is linked to accelerated aging. Biomarkers such as irisin, telomerase, klotho, and tumor necrosis factor-alpha (TNF-α) are associated with aging processes. This study aimed to evaluate the effect of vitamin D supplementation on these biomarkers in elderly individuals.Methods: This quasi-experimental pretest-posttest study was conducted in Kadugadung Village, Banten, Indonesia from Maret to September 2024.  A total of 47 healthy elderly individuals (≥60 years) were recruited using purposive sampling. The treatment group (n=25) received 800 IU/day of vitamin D for 20 days, whereas the control group (n=22) received none. Blood samples were collected before and after the intervention to measure serum irisin, telomerase activity, klotho, and TNF-α. Baseline variables included body mass index (BMI), blood pressure, hemoglobin, hematocrit, blood glucose, cholesterol, and uric acid. Data were analyzed using paired and independent statistical tests.Results: Vitamin D supplementation significantly increased serum irisin levels (p=0.016), meanwhile no significant changes were observed in telomerase activity (p=0.128), klotho (p=0.819), or TNF-α (p=0.098). In the treatment group, blood glucose was correlated positively with TNF-α (r=0.423, α<0.05), whereas cholesterol was correlated negatively with TNF-α (r=-0.51, α<0.01). Furthermore, telomerase activity was correlated positively with irisin (r=0.348, α<0.05).Conclusion: Vitamin D supplementation at 800 IU/day significantly enhances serum irisin, but does not affect telomerase, klotho, or TNF-α. These findings suggest a potential role of vitamin D in modulating aging-related biomarkers.
PENAPISAN FITOKIMIA, UJI ANTIOKSIDAN, SERTA UJI PENGHAMBATAN TIROSINASE EKSTRAK DAUN BIDARA (Ziziphus mauritiana) Sadeli, Mohamad Agung; Harliansyah, Harliansyah; Weni, Linda
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikal bebas dapat menyebabkan kulit tampak lebih gelap akibat peningkatan melanin. Pemblokiran enzim tirosinase dalam melanosit mampu mencegah paparan melanin yang berlebihan. Tanaman bidara (Ziziphus mauritiana) dapat menghambat aktivitas enzim yang terlibat dalam reaksi yang menghasilkan radikal bebas misalnya: xanthin oksidase, NADPH oksidase serta nitrit oksida sintase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari ekstrak daun bidara (EDB), di antaranya meliputi: uji penapisan fitokimia, penentuan kadar fenolik total dan flavonoid total, uji aktivitas antioksidan 2,2 dipenyl-1-picrylhidrazyl (DPPH) serta uji penghambatan enzim tirosinase. Penelitian ini menggunakan metode true experimental yang dilaksanakan di laboratorium. Uji fitokimia dilakukan secara kualitatif, sedangkan uji-uji lainnya menggunakan metoda spektrofotometri dengan perangkat ELISA reader. Hasil skrining EDB menunjukkan bahwa ekstrak tersebut mengandung beberapa senyawa kimia, misalnya: alkaloid, fenolik, flavonoid, tanin, steroid, dan saponin. Uji kadar fenolik total pada EDB didapatkan bahwa total fenolik mencapai 55,45 ± 0,08 mg/g, total flavonoid didapat 23,61, 0,39 mg/g. Nilai IC50 DPPH adalah 179,37 ± 9,85 µg/mL dan nilai IC50 tirosinase adalah 9240,410 µg/mL. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa EDB mempunyai sifat antioksidan karena mengandung senyawa fenolik, flavonoid dan berpotensi sebagai anti hiperpigmentasi karena dapat menghambat aktivitas enzim tirosinase. Kata kunci: antioksidan, bidara, enzim tirosinase, Ziziphus mauritiana DOI : 10.35990/mk.v8n3.p254-264
Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Kadar Profil Lipid pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Wijaksana, Mochammad Bunyamin; Weni, Linda
Majalah Sainstekes Vol. 12 No. 2 (2025): DESEMBER 2025 (PREVIEW)
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v12i2.4911

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang diakibatkan oleh resistensi insulin dan sering disertai gangguan metabolisme lipid, seperti peningkatan kadar LDL, trigliserida, dan kolesterol total serta penurunan kadar HDL. Aktivitas fisik diketahui berperan penting dalam mengelola kadar profil lipid pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik terhadap kadar profil lipid, termasuk kadar LDL, HDL, trigliserida, dan kolesterol total, pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih. Penelitian ini menggunakan desain pre-test dan post-test dengan pendekatan kuantitatif eksperimental. Sebanyak 24 responden dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan metode consecutive sampling. Responden mengikuti program aktivitas fisik selama 6 bulan dengan intensitas ringan hingga sedang. Data kadar profil lipid didapatkan melalui data rekam medis pemeriksaan laboratorium sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan signifikan kadar LDL (p = 0,001) dan kolesterol total (p = 0,045) setelah intervensi aktivitas fisik selama 6 bulan. Persentase responden dengan kadar LDL optimal (<100 mg/dL) meningkat dari 16,7% menjadi 45,8%, sedangkan responden dengan kadar kolesterol total dalam kategori diinginkan (<200 mg/dL) meningkat dari 58,3% menjadi 83,3%. Sementara itu, peningkatan kadar HDL (p = 0,782) dan penurunan kadar trigliserida (p = 0,564) tidak signifikan secara statistik. Aktivitas fisik teratur dapat menjadi pendekatan non-farmakologis yang penting dalam pengelolaan profil lipid penderita diabetes melitus tipe 2.