Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Anti-Inflammatory Activity of The Extract of Guava Leaves (Psidium guajava L) in The Rat (Rattus norvegicus L) Weni, Linda; Harliansyah, .; Widayanti, .
Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4.399 KB)

Abstract

Using of natural sources that have anti-inflammatory activity for the prevention and treatment of degenerative diseases began to be further explored. An investigation on the anti-inflammatory activity of the aqueous extract of guava leaves (Psidium guajava L.) from Sawangan, Depok on white male rats of Sprague-Dawley strain had been carried out on the carrageenan-induced  paw  edema  method.    To  examine  the  effect  of  guava  extract  on subcutan at different doses of 125, 250 and 500 mg/kg of body weight (BW).  Indometacine at dose of 10 mg/kg BW was used as a positive control. Observations were made during five hours with an interval of one hour. These results demonstrate that the percentage of inflammation or edema (% E) optimal at the 4th hour and then decreased at the 5th hour, while the percentage of optimal inhibition occurred at the 5th hour. Guava extract at 125, 250 and 500 mg/kg BW reduced inhibitory percentage activities by 40.81, 55.45 and 43.61% (p<  0.05)  respectively.  In  conclusion,  this  study  suggests  that  guava  extract  has  anti-inflammatory properties by decreasing edema level.
Analisis Bioinformatika Gen Cat (Homo sapiens): Penyandi Enzim Antioksidan Katalase dan Mutasi C330T pada Diabetes Melitus Tipe 1 Linda Weni
Majalah Sainstekes Vol 7, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.707 KB) | DOI: 10.33476/ms.v7i2.1695

Abstract

Katalase (EC 1.11.16) adalah merupakan enzim antioksidan yang bertindak sebagai biokatalisator dengan mengubah H2O2 menjadi H2O dan O2. Enzim ini berperan penting dalam meregulasi metabolisme H2O2. Hidrogen peroksida adalah merupakan sebuah molekul kecil hasil samping dari metabolisme. Kelebihan H2O2 akibat defisiensi Katalase, menyebabkan kerusakan yang signifikan pada protein, DNA, RNA dan lipid sehingga hal ini juga berperan pada patogenesis berbagai penyakit, termasuk diabetes. Dalam studi in silico ini, perubahan yang terjadi pada mutasi SNP (single nucleotide polymorphism) C (330) T (rs 10011179) dari gen CAT akan diselidiki, termasuk hubungannya dengan risiko peningkatan resiko diabetes. Untuk itu dilakukan pencarian bioinformasi, diantaranya informasi tentang gen, protein dan penelusuran informasi penting lainnya yang dapat digunakan sebagai informasi pendukung penelitian. Analisis bioinformatika gen CAT dilakukan dengan menggunakan beberapa program open source dari situs web. Pada penelitian ini ternyata terjadi mutasi misssense SNP Ala110Val (C330T, rs1001179) yang ditemukan pada struktur 3D CAT pada urutan asam amino ke-110 (C330T) yang mengganggu fungsi amidasi protein CAT. Mutasi ini menyebabkan berkurangnya ekspresi gen CAT, yang berakibat pada berkurangnya aktivitas CAT sebagai biokatalis dan sebagai enzim antioksidan. Hal ini terkait dengan peningkatan risiko diabetes tipe 1.
Anti-Inflammatory Activity of The Extract of Guava Leaves (Psidium guajava L) in The Rat (Rattus norvegicus L) Linda Weni; Harliansyah Harliansyah; Widayanti Widayanti
Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Indonesian Society for Cancer Chemoprevention

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14499/indonesianjcanchemoprev2iss1pp169-172

Abstract

Using of natural sources that have anti-inflammatory activity for the prevention and treatment of degenerative diseases began to be further explored. An investigation on the anti-inflammatory activity of the aqueous extract of guava leaves (Psidium guajava L.) from Sawangan, Depok on white male rats of Sprague-Dawley strain had been carried out on the carrageenan-induced paw edema method. To examine the effect of guava extract on subcutan at different doses of 125, 250 and 500 mg/kg of body weight (BW).  Indometacine at dose of 10 mg/kg BW was used as a positive control. Observations were made during five hours with an interval of one hour. These results demonstrate that the percentage of inflammation or edema (% E) optimal at the 4th hour and then decreased at the 5th hour, while the percentage of optimal inhibition occurred at the 5th hour. Guava extract at 125, 250 and 500 mg/kg BW reduced inhibitory percentage activities by 40.81, 55.45 and 43.61% (p< 0.05) respectively. In conclusion, this study suggests that guava extract has anti-inflammatory properties by decreasing edema level.Keywords: Anti-inflammatory, guava leaves, edema.
Diabetes Sebagai Faktor Commorbid Yang Memperburuk Mortalitas Dari Covid-19: Sebuah Tinjauan Literatur Muhammad Iqbal Thamrin; Linda Weni; Diniwati Mukhtar
Majalah Sainstekes Vol 9, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.445 KB) | DOI: 10.33476/ms.v9i1.2064

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik dengan ciri hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang petama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada bulan Desember 2019. COVID-19 yang disertai dengan diabetes mellitus diketahui mempunyai resiko prognosis yang lebih buruk daripada yang tidak disertai diabetes meliitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  apakah  terdapat peningkatan  mortalitas  dalam kasus COVID-19 yang disertai diabetes mellitus.Jenis penelitian ini menggunakan Literature Review dengan menggunakan jurnal yang diambil dari database sebanyak 20, dengan keyword pencarian jurnal yaitu “COVID-19, Mortalitas, dan Diabetes”. Limitasi pencarian jurnal yaitu 2 tahun, berhubungan dengan COVID-19 yang merupakan penyakit baru. Penyaringan jurnal menggunakan PRISMA Flow Diagram, sehingga didapatkan jurnal yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.Didapatkan 20 jurnal yang relevan dengan kriteria yang telah ditetapkan, dengan 18 jurnal mendukung hipotesis alternatif, dan 2 jurnal tidak mendukung. Jurnal  yang  paling  mendukung  hipotesis  alternatif  dengan  Odd  Ratio  sebesar 12.234 (Cl 95% 4.126-36.272), p kurang dari 0.026 oleh Albitar, Ballouze, Ooi, et al., 2020, ditemukan juga bahwa diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang merupakan penyerta COVID-19, mempunyai pengaruh yang besar dalam menaikan resiko kematian pasien  COVID-19,  dibuktikan  oleh  jurnal  Barron,  Bakhai,  Kar,  et  al.,  2020 dengan diabetes tipe 1 (HR 1.61(1.32-1.96)) dan diabetes tipe 2 (HR 1.61(1.54-1.67)), p kurang dari 0,0001, ditemukan juga bahwa pasien COVID-19 dengan riwayat diabetes mellitus juga mempunyai resiko kematian yang tinggi, dibuktikan oleh jurnal dari Yu, Lei, Li, et al., 2020 dengan (OR 2.34(1.45-3.76)), p kurang dari 0.005
Pola Hidup Sehat Selama Pandemi Covid-19 Pada kader PKK di Ciseeng Kabupaten Bogor Diniwati Mukhtar; Linda Weni; Wan Nedra; M Arsyad; Yulia Suciati; Dita Safira
Info Abdi Cendekia Vol 3 No 2: Desember 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.186 KB) | DOI: 10.33476/iac.v3i2.38

Abstract

Changes in lifestyle and modernization have caused a shift in the pattern of diseases from communicable to non-communicable diseases (NCD). The NCD category includes diabetes, hypertension, obesity, coronary heart disease. Non-communicable diseases are a challenge during the Covid-19 pandemic because they are comorbid, which will aggravate the disease. Therefore it is necessary to educate on a healthy lifestyle to avoid these new infectious diseases. The method was carried out through webinars with the topic of an active lifestyle, teachings on faith and introduction to herbs to PKK cadres (Family Welfare Empowerment – FWE) in Ciseeng village. The metabolic health characteristics have normal values of 0%, 26%, 100%, 74% for waist circumference (WC), body mass index (BMI), systolic and diastolic blood pressure, respectively. Knowledge of healthy lifestyle from the webinar increased from 51.30% to 85.96% (p <0.05). The conclusion is that the metabolic health of respondents is considered at risk, while webinar activities reduce the risk of comorbidities.
Anti-Malaria Study of Nigella sativa L. Seed Water Extract in Mus musculus Mice Balb C Strain In Vivo Sosiawan, Tunru Insan; Linda, Weni; Etty, Widyantia
Makara Journal of Science Vol. 16, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nigella sativa L. has been reported to exhibit many pharmacological effects, including anti-parasitic properties. This study investigated the anti-malarial effects of a water extract of N. sativa seed in Mus muculus mice infected with the Plasmodium berghei NK65 parasite. The method used was to take a blood parasitaemia count, following the use of Giemsa dye, determining the level of nitric oxide in mice that were infected with P. berghei malaria, using the spectrophotometric method, and determining their survival rate after 20 days of being infected with P. berghei malaria. The results showed that the decrease in the number of parasitaemia and the level of nitric oxide in subjects treated with doses of N. sativa was significant (p < 0.05). Further results showed that P. berghei-infected mice that were given 100 µg/kg of body weight had a better chance of survival. The conclusion is that the provision of N. sativa may reduce the number of malaria parasites and reduce levels of NO. The decrease in the number of parasites may be caused by an immune mechanism, through the regulation of NO levels (lower levels of NO), due to the influence of the anti-oxidant effects of N. sativa. Survival rates of the mice did not show significant results with reduced levels of parasitaemia and NO. This is likely to be because the levels of NO in this group were below the threshold levels at which NO can function as an anti-parasitic. It is alleged that, while NO can function as an anti-parasitic at certain levels, at lower levels its function as an antiparasitic is not optimal. On the other hand, if the levels are too high, damage will result, because of the nature of free-radicals.
Hubungan Hiperurisemia Dengan Profil Lipid Pada Pasien Poliklinik Penyakit Dalam Di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Periode 1 Januari 2019 – 31 Desember 2021 Dan Tinjauannya Menurut Agama Islam Yudha Pratama, Maulana; Sugiarto, Sugiarto; Weni, Linda; Arsyad, Muhammad
Majalah Sainstekes Vol. 10 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v10i1.3269

Abstract

Hiperurisemia merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat serum di atas normal. Hiperurisemia yang berkepanjangan dapat menyebabkan gout atau artritis pirai, namun tidak semua hiperurisemia akan menimbulkan kelainan patologi berupa gout. Sebagai penyakit progresif, gout sering disertai dengan penyakit penyerta salah satunya adalah dislipidemia. Dislipidemia merupakan suatu kelainan yang terjadi akibat gangguan metabolisme lipid. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan design cross sectional. Teknik Pengumpulan data menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien poliklinik penyakit dalam di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto. Metode analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat adanya hubungan yang signifikan diantara kejadian Hiperurisemia dengan Kadar Profil Lipid Kolesterol Total (p 0,016), Hiperurisemia dengan Kadar Profil Lipid Trigliserida (p 0,006), dan Hiperurisemia dengan Kadar Profil Lipid LDL (p 0,008). Kemudian, tidak ada hubungan yang signifikan diantara Hiperurisemia dengan Kadar Profil Lipid HDL (p 0,054). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipeurisemia memiliki hubungan yang signifikan dengan profil lipid.
Uji Antidiabetes Bunga Telang (Clitoria ternatea) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Cempaka Putih Jakarta Pusat Laginta Revilosa Zilmi; Weni, Linda; Arifandi, Firman
Majalah Sainstekes Vol. 11 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v11i1.4416

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Aktivitas sebagai antidiabetes dimiliki oleh bunga telang yang bekerja dengan berbagai mekanisme untuk menurunkan kadar glukosa darah, salah satunya dengan merangsang sekresi insulin pada sel b-pankreas, memaksimalkan penyerapan glukosa, dan mencegah pembentukan Advanced Glycation End Products (AGEs). Rancangan penelitian bersifat tru-experimental dengan jenis rancangan berupa pretest-posttest control group design. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer berupa hasl pengukuran kadar Glukosa Darah Puasa (GDP) responden sebelum dan sesudah dilakukan intervensi rebusan bunga telang (Clitoria ternatea). Penelitian ini dilakukan pada 5 kelompok, yaitu kelompok 1 dengan pemberian dosis 1 gram bunga telang/250 mL air, kelompok 2 dengan pemberian dosis 3 gram bunga telang/250 mL air, kelompok 3 dengan pemberian 5 gram bunga telang/250 mL air, kelompok 4 dengan pemberian metformin, dan kelompok 5 sebagai kelompok kontrol. Data diolah dengan menggunakan metode analisis One-way ANOVA dan diikuti oleh uji Post Hoc Tukey HSD. Berdasarkan uji Post Hoc Tukey HSD dari penelitian ini didapatkan bahwa pemberian dosis 5 gram bunga telang dalam 250 mL air merupakan dosis yang memberikan penurunan rata-rata kadar GDP yang signifikan (p=0,000; p<0,05) dibanding kelompok lain.
Hubungan antara Pasien Hiperurisemia dengan Riwayat Obesitas pada Masa Sebelum dan Saat Pandemi Covid-19 di RSPAD Gatot Soebroto dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Azhar, Muhammad Usama Royhul; Weni, Linda; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i2.3698

Abstract

Pendahuluan:  Hiperurisemia merupakan kondisi dimana meningkatnya kadar asam urat (AU) serum di dalam darah sebanyak >6,8 mg/dL. Coronavirus-2019 (Covid-19) dapat meningkatkan katabolisme dan mengakibatkan hiperurisemia. AU berpotensi menyebabkan kerusakan ginjal melalui perubahan autoregulasi ginjal, penghambatan proliferasi sel endotel, apoptosis sel, aktivasi kaskade pro-inflamasi, dan deposisi kristal. Beberapa studi melaporkan bahwasannya obesitas menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kadar asam urat yang meningkat atau hiperurisemia. Hubungan antara hiperurisemia dengan kesehatan tidak secara spesifik disebutkan di dalam pandangan Islam, namun Islam memberikan penjelasan-penjelasan melalui analogi atau qiyas. Metode: Jenis penelitiannya yaitu  deskriptif analitik dan metode yang digunakan adalah cross sectional. Sampel penelitian yang diambil berasal dari data sekunder berupa data rekam medis pasien di poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto dengan instrumen jenis dokumentasi periode waktu Maret 2019 – Februari 2022. Hasil Penelitian: Didapatkan total sampel sebanyak 78 pasien dengan angka prevalensi pasien hiperurisemia dengan riwayat obesitas sebelum pandemi Covid-19 sebesar 43,6% dan saat pandemi Covid-19 sebesar 56,4%. Pada periode saat pandemi Covid-19 pasien hiperurisemia dengan riwayat obesitas mengalami peningkatan prevalensi jika dibandingkan pada masa sebelum pandemi Covid-19 sebesar 12,8%. Hasil analisa antara hubungan pasien hiperurisemia yang disertai riwayat obesitas pada masa sebelum pandemi Covid-19 menunjukkan adanya hubungan yang kuat dengan nilai r=0.411 (p=0.016; p<0.05)., sedangkan hubungan antara pasien dengan hiperurisemia yang disertai riwayat obesitas pada saat pandemi Covid-19 tidak terdapat hubungan dengan nilai r=-0.098 (p=0.527; p>0.05). Kesimpulan: Terdapat peningkatan prevalensi pasien hiperurisemia dengan obesitas pada saat pandemi Covid-19 jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi Covid-19. Serta terdapat hubungan yang kuat antara pasien hiperurisemia dengan riwayat obesitas pada masa sebelum pandemi Covid-19, sedangkan pada saat pandemi Covid-19 tidak terdapat hubungan. Menjaga kesehatan dengan menjaga pola makan dan tidak berlebihan merupakan anjuran dari agama Islam. Hal ini sebagai bentuk dari upaya upaya menjaga kesehatan diri (hifz al-Nafs).
Pengaruh Pemberian Teh Hijau (Camellia sinensis) terhadap Profil Lipid Mahasiswa FK YARSI pada Status Gizi Obesitas dan Status Gizi Normal Devira Herwinashanti; Weni, Linda; Juniarti
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4226

Abstract

Kejadian kelebihan berat badan dan obesitas berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada penduduk usia di atas 18 tahun masing-masing sebesar 13,6% dan 21,8%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kejadian di tahun 2013. Masalah kelebihan berat badan dan obesitas merupakan salah satu factor risiko terjadinya dislipidemia. Dislipidemia ditandai dengan meningkatnya kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, VLDL, dan menurunnya kadar HDL. Konsumsi obat golongan statin dan mengubah pola hidup merupakan factor yang dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, VLDL, dan meningkatkan kadar HDL. Salah satu bentuk menjaga keseimbangan kadar profil lipid dapat dilakukan dengan mengonsumsi teh hijau. Teh hijau mengandung zat aktif berupa epigallocatechin gallate (EGCG) yang berperan dalam menghambat sintesis kolesterol, mengurangi penyerapan lemak di usus, dan meningkatkan ekspresi reseptor LDL di hati. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan pretest posttest control group design. Cara penetapan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling sehingga didapatkan 32 responden. Analisis data penelitian ini menggunakan Shapiro Wilk dan Independent T-test SPSS 25.0. Penelitian ini memiliki hasil yang diperolah dari perhitungan selisih (gain score) sebelum dan sesudah pemberian teh hijau pada kelompok kontrol maupun perlakuan. Sehingga, didapatkan p-value kolesterol total sebesar p=0,535, trigliserida sebesar p=0,006, LDL sebesar p=0,960, HDL sebesar p=0,012, dan VLDL sebesar p=0,006. Pemberian 2,5 gram teh hijau selama 14 hari berturut-turut secara signifikan dapat menurunkan kadar trigliserida, VLDL, dan meningkatkan kadar HDL (p<0,05). Namun, teh hijau tidak signifikan dalam menurunkan kadar kolesterol total dan kadar LDL (p>0,05).