Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Bibliometrik berdasarkan Dalil Zipf pada Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran Tahun 2020-2024 Bela, Salsa; Juvitasari, Prisca Budi
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 46 No. 1 (2025): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/baca.2025.9291

Abstract

Over the past five years, the Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan has experienced a significant increase in the number of published articles. This growth has led to challenges in retrieving relevant information efficiently, highlighting the need for better information organization. One bibliometric approach that supports the organization and retrieval of information through keyword analysis and subject heading assignment is Zipf’s Law. This study aims to analyze word distribution, identify keywords located in the transition zone, assess the relevance between author-assigned keywords and those generated using Zipf’s indexing, and determine research topic trends based on Hawkins’ taxonomy. The research employs a quantitative approach using bibliometric analysis grounded in Zipf’s Law. Data analysis involves the application of Zipf’s Law I, Goffman's transition point formula, and subject classification using Hawkins’ taxonomy. The findings show that the word distribution and transition values vary across articles. Transition zone keywords are selected using a maximum range of 12 words above and below the identified transition point. Of the 82 articles analyzed, 48 (58%) showed keyword relevance, 33 (40%) showed marginal relevance, and only 1 article (1%) was found irrelevant. Subject trend analysis reveals that Societal Issues and Libraries and Library Services are the most prominent categories, each accounting for 28% of the total articles. This study demonstrates that Zipf’s Law can effectively generate relevant keywords and identify dominant research themes within scholarly publications. The results reinforce the potential of Zipf’s Law as a reliable tool for enhancing information retrieval and organizing subject classifications in academic journals
Kesiapan Pustakawan Menghadapi Vandalisme Bahan Pustaka di Perpustakaan Daerah Tulungagung Artika, Ekis Era; Juvitasari, Prisca Budi
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol. 4 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v4i2.1499

Abstract

Vandalism is an act of destruction of an item or thing, reducing both the aesthetic and the value of information it contains. The library of Tulungagung area was not spared by the vandalism. Preying on library materials, including scribbles, obeying, folding, underlining, to mark with a dye. The purpose of this research is to find out the role librarians play in the destruction of library materials and the obstacles the librarian faces in preventing library material from being vandalized. The study USES a descriptive qualitative approach. Data retrieval is made through observation, interviews, and documentation. The result of this study is that librarians have undertaken a wide range of efforts such as socialization, supervision, reprimand, CCTV installation, to a coordinated effort to further the destruction of library materials. But of the many roles that librarians have, there are barriers to addressing these issues, the absence of sanctions, the lack of electronic security, the youth of youth, the lack of supervision, the lack of socialization, to the lack of update awareness.Keywords: vandalism, library, library materialABSTRAKVandalisme merupakan aksi perusakan terhadap suatu barang atau benda sehingga mengurangi nilai estetika maupun nilai informasi yang terdapat di dalamnya. Perpustakaan Daerah Tulungagung tidak luput dari aksi perusakan tersebut. Menyasar pada bahan pustaka, meliputi pencoretan, perobekan, melipat, menggaris bawahi, hingga menandai menggunakan pewarna. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui peran yang dilakukan pustakawan dalam menghadapi vandalisme bahan pustaka dan kendala yang di hadapi pustakawan dalam mencegah terjadinya vandalisme bahan pustaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah pustakawan sudah melakukan berbagai macam upaya seperti sosialisasi, pengawasan, teguran, pemasangan CCTV, hingga preservasi untuk menindaklanjuti terjadinya vandalisme bahan pustaka. Namun dari sekian banyaknya peran yang sudah dilakukan pustakawan, terdapat beberapa kendala dalam mengatasi permasalahan tersebut di antaranya, tidak adanya sanksi, tidak adanya pengamanan elektronik, usia pemustaka, kurangnya pengawasan, kurangnya sosialisasi hingga kurangnya kesadaran pemustaka.
Pendampingan Literasi Islam Moderat Pada Mahasiswa Baru di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Prisca Budi Juvitasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 5 No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v5i1.25375

Abstract

Badan Intelijen Nasional (BIN) tahun 2018 menyebutkan bahwa 39% mahasiswa di perguruan tinggi telah terpapar radikalisme karena memang universitas-universitas tersebut bisa dikatakan sebagai sumber munculnya radikalisme. UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dipilih sebagai lokasi penelitian karena jumlah mahasiswa baru yang ada di kampus PTKIN yang mempunyai jumlah mahasiswa terbesar di Jawa Timur ini. Tujuan dari pendampingan ini untuk mengetahui literatur keislaman yang digunakan oleh mahasiswa baru dan cara menguatkan literasi keislaman. Penelitian ini menggunakan metode Service Learning (SL) yang mengguanakan 3 tahapan yaitu observasi, wawancara, dan focus group discussion. Hasil dari pemetaan mahasiswa baru diketahuibahwa saat ini mahasiswa lebih sering mencari informasi melalui internet daripada membaca buku cetak. Berdasarkan tahap persiapan diketahui bahwa pengetahuan mahasiswa terkait literasi keislaman masuk kategori rendah. Jadi diperlukan sosialisasi untuk mengarahkan mahasiswa baru agar mendapatkan informasi yang valid terkait islam moderat bukan islam radikal. Walaupunmahasiswa tersebut berasal dari sekolah Madrasah Aliyah tetapi masih banyak yang tidak bisa membedakan informasi yang mereka terima masuk dalam ketegori islam moderat atau islam radikal. Jadi rumah baca moderasi beragama memegang peran penting dalam melanjutkan sosialisasi tersebut.
PERAN SUARA SASTRA DALAM MENINGKATKAN LITERASI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN BLITAR Rahmawati, Ismaya; Budi Juvitasari, Prisca
Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol. 7 No. 2 (2025): JAPRI: JURNAL PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literacy skills are very important, especially in the 21st century. Literacy culture in Indonesia is still considered very low, therefore the government continues to promote literacy-based programs, the government through the Ministry of Education and Culture emphasizes every regional government to cultivate literacy in the community. Regional libraries in this case play a very important role in developing interest in literacy in the community, as is done by the Regional Library of Blitar district, they hold a program called Suara Sastra to increase literacy, this program is a collaboration between literacy and literature. The aim of this research is to find out how literary voice classes can increase people's information literacy and what obstacles occur when implementing this program. This research uses qualitative research methods, data collection is carried out by observation, interviews and documentation. The informants in this research were library staff, literary activists and participants who follow literary voices. The results of the research show that the implementation of literary voice classes can increase information literacy because in this event there are many communities who join and discuss together so that information exchange occurs. There are obstacles faced ranging from internal factors, namely inadequate facilities to personal problems between participants which become external problems. It is hoped that the literary voice program in the Blitar district library can be used as an example for other libraries to spread literacy to the community in a unique form so that it can attract people's interest in joining.
Pendampingan Sosialisasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Matahari Tulungagung untuk Memberikan Edukasi Masyarakat Rofiqoh, Lilik; Prisca Budi Juvitasari; Ahmad Fauzan; Galuh Indah Zatadini; Arin Prajawinanti; Dini Nur Alfiah; Febri Anggir Saputra
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.16955

Abstract

Perkembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Indonesia merupakan salah satu cara menciptakan budaya literasi di masyarakat. TBM berfungsi sebagai sarana belajar, menyediakan akses terhadap bahan bacaan, serta mendorong peningkatan minat baca secara luas. Tujuan pendampingan untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh pengelola TBM, strategi yang bisa diterapkan untuk mengatasi kendala dan hasil evaluasi dari strategi yang telah diterapkan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu Service Learning. Kegiatan ini melibatkan 40 peserta yang terdiri dari orang tua dan anak-anak. Hasil investigasi diketahui bahwa kendala yang dihadapi oleh pengelola yaitu pengunjung yang datang ke TBM masih sedikit karena kurang promosi layanan. Strategi yang bisa diterapkan yaitu melakukan sosialisasi dengan memperkenalkan program pembelajaran digital yaitu aplikasi kipin. Hasil evaluasi menunjukkan adanya dampak positif yang ditunjukkan oleh skor rata-rata pada lima aspek, yaitu pemahaman tentang TBM (4,05), kualitas penyampaian sosialisasi (4,18), pemahaman terhadap platform Kipin (4,10), manfaat yang dirasakan (4,32), dan minat berkunjung ke TBM (4,15). Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan minat masyarakat dalam memanfaatkan TBM sebagai sumber belajar.
Pengaruh Kebutuhan Informasi Boy Group Seventeen terhadap Perilaku Pencarian Informasi melalui Media Sosial X pada Carat Kediri Zulfaa, Naufa Alifian; Juvitasari, Prisca Budi
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 17 No. 1 2026
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unilib.Vol17.iss1.art4

Abstract

Masyarakat dapat menggunakan media online sebagai tempat pencarian informasi. Media sosial X menjadi salah satu platform yang dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan informasi sekaligus pencarian informasi bagi penggemar K-Pop. Penggunaan metode dalam penelitian ini ialah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Responden yang terpilih dalam penelitian ialah anggota komunitas Carat Kediri sebanyak 148 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh antara kebutuhan informasi terhadap perilaku pencarian informasi dengan persentasenya sebesar 31,8%. Persentase pengaruh tergolong lemah karena berada pada rentang 19-33%, namun kebutuhan informasi terbukti memotivasi anggota komunitas Carat Kediri untuk melakukan aktivitas pencarian informasi.