Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Increases Activity and The Results of The Learner’s Study by Implementing Cooperative Learning Method Type TAI Galuh Indah Zatadini; Erna Adhistya P; Noor Akhmad Setiawan
Pancaran Pendidikan Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : The Faculty of Teacher Training and Education The University of Jember Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25037/pancaran.v6i4.87

Abstract

Cooperative Learning is a model of learning taken by learners in the group, therefore, it will create many more learners to learn and collaborate. This research include in a class action model research aims to know the increase in activity and the results of the learner’s study on ICT subjects by using the method of Individualization Assisted Team (TAI). This research has three cycles with stages planning, implement1ation, observation and reflection which is done immediately when the learning activity. The outcomes learning research data is taken when the process of reflection after a posttest to all students when the study is completed. While the data retrieval process is done when the implementation of the activity when learners attend teaching and learning activities. From the results of research, the application of the cooperative learning model type TAI can increase the activity of the learners on a standard competency "Using Numeric Process Software to Produce the Information" and the basic competence “Makes the Document Processing Numbers with Variations of Text, Tables, Charts, Pictures and Diagrams". It can be seen from the increase in the percentage of the learner’s activity in the cycle I, II, and III. On the learners’ activity cycle I total percentage are 39.8% and still low. Later in the cycle II, their percentage was 78% and cycle III the total percentage was 55.7%. In addition to this type of cooperative learning, TAI can also enhance the learning outcome of students in all realm of affective, cognitive or psychomotor. This learning model can be one alternative that applied in the activity of learning but also must comply with the material or type of learning activities that will be done because of this learning model is only suitable for competence/problem can be resolved individually or groups.
PENGEMBANGAN SISTEM AUTOMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DENGAN MODEL WATERFALL DI PERPUSTAKAAN UPT SMP 1 GANDUSARI Galuh Indah Zatadini; Afiyatul Fatimah
Publication Library and Information Science Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : UPT. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/pls.v6i2.5732

Abstract

Perpustakaan telah mengalami perkembangan dalam bidang pelayanan hingga pengolahan, perkembangan yang terjadi tidak hanya pada perpustakaan perguruan tinggi namun juga di perpustakaan sekolah. Pada penelitian ini membahas mengenai pengembangan sebuah sistem automasi perpustakaan sekolah untuk dapat diterapkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan di perpustakaan sekolah UPT SMP 1 Gandusari. Menggunakan metode penelitian Research and Development, dengan proses pengembangan software model waterfall serta penerapan aplikasi SLiMS sebagai sistem automasi, penelitian ini memiliki langkah-langkah penelitian sebagai berikut, analisa kebutuhan sistem, desain sistem, implementasi sistem dan terakhir pengujian serta evaluasi sistem. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi awal untuk diterapkannya sebuah teknologi dalam dunia perpustakaan di sekolah. Teknik analisis data menggunakan sampel penelitian dari siswa, guru dan pengembang desain web. Penelitian ini menghasilkan bahwa adanya sistem automasi perpustakaan sangat memudahkan dan menunjang kegiatan bagi staf perpustakaan dan pemustaka dalam memanfaatkan fasilitas, pengelolaan, dan pelayanan yang ada di perpustakaan sekolah. Akan tetapi masih banyak aspek yang harus dipenuhi seperti melakukan peningkatan pada komponen komputer sebagai penunjang kegiatan automasi, pembekalan untuk staf perpustakaan mengenai tata cara pengoperasian aplikasi, serta kecepatan internet yang terhubung di perpustakaan
Penggunaan Aplikasi SARETAYES Sebagai Media Pembelajaran Alternatif Untuk Penguatan Literasi Informasi Muhammad Ainun Najib; Galuh Indah Zatadini
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v8i1.11845

Abstract

This study aims to determine the alternative efforts made by the library to strengthen the literacy of learning information and describe the challenges in the strengthening process. The method used in research is descriptive, where the data obtained using observation techniques, documentation interviews. Data analysis techniques in this study consist of data reduction, data encoding, and conclusion with data validity techniques using triangulation method. The result of this research is the use of Saretayes application as an alternative learning medium to strengthen information literacy in SMPN 1 Rejotangan as an effort made by the library in meeting the learning needs of students. In addition, there are also various challenges in the process of strengthening learning information literacy including internal and external factors. These external factors consist of a pandemic situation that resulted in the library performing semi-open services in meeting information needs, the memory capacity of the device owned by students is inadequate to download applications. While the internal factors consist of the lack of knowledge and understanding in depth related to the application and also the lack of number of companion books provided by the Saretayes application.
Pengaruh Library Anxiety dalam Akses Layanan Referensi Mahasiswa di UPT Perpustakaan IAIN Kediri Galuh Indah Zatadini; Uswatun Khasanah
Publication Library and Information Science Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : UPT. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/pls.v7i1.6942

Abstract

Perpustakaan saat ini telah menerapkan sistem otomasi salah satunya pada layanan referensi di perpustakaan perguruan tinggi. Layanan referensi yang dimaksud adalah akses yang dimiliki perpustakaan untuk merujuk ke suatu koleksi perpustakaan seperti OPAC, e-journal, e-thesis, repository dan akses rujukan lainnya. Penerapan otomasi di perpustakaan memiliki kendala yang dialami mahasiswa yaitu rasa cemas karena merasa kurang terampil dalam memanfaatkan layanan tersebut. Selain itu, terbatasnya sumber informasi yang dimiliki perpustakaan serta wabah dari covid-19 juga berdampak pada kebiasaan mahasiswa yang lebih nyaman untuk mengakses referensi dari website lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh library anxiety yang dialami mahasiswa saat mengakses layanan referensi di UPT Perpustakaan Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif asosiatif, yaitu untuk mengetahui hubungan atau sebab dan akibat dari adanya library anxiety yang dialami mahasiswa pada saat mengakses layanan referensi di UPT Perpustakaan IAIN Kediri. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuisionertertutup berisi beberapa pertanyaan yang diberikan kepada responden dalam bentuk pilihan ganda dengan populasi seluruh mahasiswa IAIN Kediri angkatan 2021 kemudian dengan menggunakan rumus Slovin didapatkan sampel sejumlah 96. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa pengaruh library anxiety dalam akses layanan referensi mahasiswa sebesar 49,4% sedangkan sisanya dipengaruhi hal lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci: Library Anxiety, Layanan Referensi, Perpustakaan Perguruan Tinggi, IAIN KEDIRI 
Analisis Kebijakan Dan Penerapan Cencorship Pada Koleksi Di Perpustakaan Sekolah MAN 1 Tulungagung Ulya, Nada Iffatul; Zatadini, Galuh Indah
IQRA`: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/iqra.v18i1.15864

Abstract

Perpustakaan merupakan pusat informasi, penelitian, dan sumber pengetahuan. Perpustakan menyediakan informasi dalam bentuk koleksi yang dapat memenuhi kebutuhan informasi pemustakanya. Seiring perkembangan zaman, informasi tercipta dan berkembang luar biasa sehingga menyebabkan ledakan informasi. Banyak koleksi yang mengandung konten negatif di dalamnya. Sehingga penting untuk melakukan penerapan cencorship sebelum koleksi dilayankan, dengan maksud supaya koleksi yang dilayankan di perpustakaan setara dengan lingkungan sekolah. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui bagaimana kebijakan dan penerapan cencorship pada koleksi perpustakaan MAN 1 Tulungagung dan kendala yang dialami oleh perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Wawancara dilakukan terhadap 3 informan. Teknik analisa data memakai pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi dengan menguji kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan pada perpustakaan MAN 1 Tulungagung kebijakan cencorship sudah ada, namun belum tertulis di perpustakaan. Penerapan cencorship dilakukan karena adanya temuan koleksi yang mengandung konten pornografi. Perpustakaan melakukan cencorship pada koleksi buku novel dengan genre percintaan. Proses cencorship pada perpustakaan MAN 1 Tulungagung dengan cara mengecek satu per satu perhalaman buku. Kendala yang dialami perpustakaan adalah tidak ada kebijakan tertulis mengenai cencorship serta kurangnya tenaga kerja di perpustakaan.   KATA KUNCI: Kebijakan, Penerapan, dan Cencorship
Pengaruh Pemanfaatan ChatGPT terhadap Literasi Digital Pengguna (Studi Kasus di Kalangan Mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung) Fadliyah, Amidana Hikmatal; Zatadini, Galuh Indah
Educationist: Journal of Educational and Cultural Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Educational and Cultural Studies
Publisher : PT Literasi Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi berbasis kecerdasan buatan, seperti ChatGPT, telah menjadi alat yang banyak digunakan untuk membantu proses pembelajaran, namun dampaknya terhadap kemampuan literasi digital mahasiswa masih perlu dieksplorasi lebih lanjut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan ChatGPT terhadap literasi digital mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Penelitian ini menganalisis variabel didasarkan pada teori Technology Acceptance Model (TAM) dan Literasi Digital Bawden. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui metode survei, hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan ChatGPT memiliki pengaruh signifikan terhadap literasi digital mahasiswa dengan nilai 52,5%, sedangkan sisanya yang dipengaruhi oleh aspek lain senilai 47,5%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ChatGPT mempunyai potensi besar dalam meningkatkan literasi digital mahasiswa, namun penggunaannya harus dibarengi dengan pengawasan yang tepat untuk memastikan pengembangan keterampilan akademik yang lebih baik.
Pemanfaatan QR Code Dalam Pembuatan Karya Majalah Dinding Sebagai Sarana Literasi Digital Imtiyaz Roniyah; Syifani Nindya Nawangsari; Arina Khalwa; Oktavia Putri Anggraini; Naila Jihan Ara; Ahmad Khoirudin; Nurul Farida; Herdin Ferdiansyah; Galuh Indah Zatadini; Nurul Setyawati Handayani
Khidmah Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): Februari 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/z3j1jk31

Abstract

Kegiatan pengabdian ini didasari atas sebuah situasi di mana kemajuan teknologi digital telah memberikan dampak besar salah satunya dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan pembelajaran dengan menggunakan QR Code sebagai media pembelajaran siswa. Dengan melibatkan QR Code dalam pembelajaran di sekolah dasar, maka siswa tidak hanya dibekali dengan ketrampilan literasi konvesional, tetapi juga membantu mereka mengembangakan literasi digital. Literasi digital menjadi kegiatan dalam mengoptimalkan teknologi informasi sekaligus menumbuhkan semangat literasi bagi siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital bagi siswa SDN 1 Tamanan Tulungagung. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode PAR (partipatoris action research) yang dilakukan dengan tiga tahap antara lain: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode PAR melibatkan pelaksanakan kegiatan pengabdian untuk menjelaskan sebuah masalah maupun menerapkan informasi ke dalam aksi sebagai solusi atas masalah yang telah terdefinisi.  Hasil akhir dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa dapat memanfaatkan materi yang disediakan pada QR Code dan menghasilkan suatu karya majalah dinding. Materi yang disampaikan melalui QR Code adalah tentang pengenalan kebudayaan Indonesia. Siswa diminta untuk melakukan pemindaian QR Code, dan selanjutnya diarahkan ke link kumpulan materi yang berisi teks dan gambar untuk dibaca oleh siswa. Dilakukannya pemanfaatan QR Code dalam pembuatan majalah dinding dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan motivasi siswa agar memiliki kreativitas yang tinggi, memperluas pengetahuan dalam bidang komunikasi dan literasi visual, meningkatkan keterampilan kerja tim dan kemampuan dalam komunikasi. Harapan pada kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan kemampuan literasi digital siswa dan mendorong para siswa lebih aktif dalam mencari informasi melalui teknologi digital
PENGUATAN MODERASI BERAGAMA MELALUI LITERASI DIGITAL BAGI GENERASI MILENIAL DI TULUNGAGUNG Nahdhiyanto, Ahmadi Abdul Shomad Faiz; Zatadini, Galuh Indah
Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol 23 No 02 (2023): Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan
Publisher : LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2023.23.02.361-379

Abstract

The digital era has significantly transformed the pattern of religious information consumption, particularly among millennials. The high accessibility of digital information necessitates strong digital literacy to enable individuals to critically and moderately assess religious narratives. This study aims to analyze the impact of digital literacy on the understanding of religious moderation among millennials in Tulungagung and to formulate strategies to enhance digital literacy to strengthen religious moderation. Using a qualitative approach with a descriptive-analytical method, this study found that the level of digital literacy among millennials in Tulungagung varies. Factors such as education, access to credible sources, and the role of religious communities influence their understanding of religious moderation. The proposed strategies include integrating digital literacy into education, strengthening the role of religious organizations, and engaging religious figures in digital platforms. With a systematic implementation of these strategies, digital literacy can serve as a crucial instrument in reinforcing religious moderation values in the digital age.
PENGARUH KONTEN BOOKSTAGRAM @IRMADURROTUN TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL FOLLOWERS DALAM EVALUASI INFORMASI BUKU Yustiani, Intan; Zatadini, Galuh Indah
Publication Library and Information Science Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : UPT. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/pls.v9i1.11730

Abstract

Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital, Instagram menjadi sumber informasi bagi komunitas bookstagram. Untuk menilai kebenaran informasi terkait buku, individu dalam komunitas ini harus memiliki kemampuan literasi digital yang kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konten bookstagram @irmadurrotun terhadap kemampuan literasi digital followers dalam evaluasi informasi buku. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi terdiri dari followers akun @irmadurrotun. Sampel 100 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan rumus slovin. Kuesioner online digunakan untuk mengumpulkan data dan regresi linear sederhana digunakan untuk analisis. Menurut temuan penelitian, diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,355, menunjukkan bahwa konten bookstagram @irmadurrotun berpengaruh sebesar 35,5% terhadap literasi digital dalam evaluasi informasi buku, sementara sisanya 64,5% dipengaruhi oleh faktor lain.
PENGARUH PEMANFAATAN APLIKASI INLISLITE TERHADAP KUALITAS LAYANAN DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN Indah Zatadini, Galuh; Rifqi’ul Hadi Fuadi, Mohammad
Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol. 7 No. 1 (2025): JAPRI: JURNAL PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena transformasi teknologi kecerdasan buatan menyebabkan banjir informasi dengan jumlah skala yang sangat besar sehingga pentingnya menerapkan kemampuan literasi informasi. Literasi informasi dapat membantu dalam memilah, mengidentifikasi, dan mengevaluasi informasi agar informasi yang didapatkan relevan, utamanya pada ranah perguruan tinggi mahasiswa di dorong bijak dalam memilah informasi dari sumber-sumber yang terpercaya khususnya mahasiswa Jurnalistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan literasi informasi dengan menggunakan The Seven Pillars of Information Literacy pada Mahasiswa Jurnalistik Universitas Islam Nusantara dalam penulisan berita. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh dari wawancara dan studi dokumentasi dengan analisis reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mahasiswa Juranlistik Universitas Islam Nusantara mampu menganalisa penulisan berita dengan kemampuan literasi informasi yang dimiliki, namun terdapat beberapa aspek yang perlu untuk ditingkatkan salah satunya adalah manajemen informasi, memperluas pengetahuan terkait elemen visual sebuah berita dan melakukan kolaborasi dengan praktisi berita.