Nurul Hidayatih
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Penerapan Protokol Kesehatan Untuk Mencegah Penularan Covid-19 Bagi Pelaku Usaha Makanan Minuman di Wilayah Ngagel Rejo Surabaya Ersalina Nidianti; Yauwan Tobing Lukiyono; Nurul Hidayatih; Aisah Humairoh; Muhammad Fifin Kombih
Surya Abdimas Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i2.1545

Abstract

Kasus Covid-19 yang masih terus bertambah di Jawa Timur, khususnya di kota Surabaya. Upaya pemerintah dalam membatasi penyebaran dan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia yaitu dengan menerapkan sejumlah protokol kesehatan dan mengatur mobilitas/aktivitas masyarakat seperti: PSBB, PSBB Transisi, PPKM, PPKM Tingkat Mikro desa/kelurahan/RT/RW, PPKM Darurat, PPKM Level 3 dan 4. Akan tetapi, penambahan pasien konfirm Covid-19 tidak bisa dihindari. Meskipun sudah ada vaksin tetapi pemerintah tetap memberlakukan 5M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Mejauhi kerumunan, Membatasi mobilitas) dan 3T (Tracing, Testing, Treatment) dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19. Tidak bisa membatasi diri dengan kondisi pandemik seperti ini, akan tetapi perlu dilakukan hidup berdampingan dengan Covid-19 sesuai protokol kesehatan yang benar. Berdasarkan ilustrasi tersebut permasalahan yang dihadapi mitra yaitu: kurangnya pemahaman terkait penyakit dan penularan Covid-19 sehingga memunculkan klaster penyebaran Covid-19 di tempat penjual makanan minuman serta kurangnya informasi owner, karyawan dan pembeli terkait penerapan protokol kesehatan di tempat penjualan makanan dan minuman. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mencegah penularan Covid-19 dan meminimalisir klaster penularan Covid-19 di tempat penjual makanan minuman. Metode yang digunakan yaitu observasi lapangan, pemberian foot operated hand wash (wastafel portabel), pemberian suplemen pencegahan Covid–19 serta edukasi dan pendampingan penerapan protokol kesehatan bagi pelaku penjual makanan dan minuman. Hasil yang didapatkan adanya transfer informasi dan pengetahuan tentang protokol kesehatan, pencegahan penyebaran Covid–19 di tempat penjual makanan minuman. Kesimpulan terdapat peningkatan pengetahuan tentang pencegahan penularan Covid-19 bagi penjual makanan dan minuman di wilayah Ngagel Rejo Surabaya.
Pencegahan Kebutaan Akibat Kelainan Refraksi Sejak Usia Dini: Edukasi dan Skrining Mata pada Masyarakat RA. Hani Faradis; Windi Indria Rini; Marselli Widya Lestari; Syawa Aurora Syafira; Nurul Hidayatih; Firda Ayu Agustina Arafah; Nur Fajril Arjuna Arif Billah; Moh. Kholil Kholil
Journal of Community Development Diversity Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/jcdd.396

Abstract

Kelainan refraksi mata merupakan gangguan penglihatan dengan prevalensi yang meningkat, terutama pada anak usia dini dan remaja. Peningkatan ini dipicu oleh paparan gawai berlebihan, pencahayaan kurang, dan minimnya pemeriksaan mata rutin, yang berdampak negatif pada kualitas belajar dan produktivitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan deteksi dini kelainan refraksi serta mempromosikan pentingnya pemeriksaan mata berkala. Unsur keterbaruan PkM adalah integrasi edukasi kesehatan mata interaktif yang dikombinasikan dengan evaluasi pengetahuan melalui pretest dan posttest untuk mengukur efektivitas intervensi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan (ceramah, diskusi, dan tanya jawab) yang melibatkan 23 peserta. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui uji pretest dan posttest, dengan hasil utama berupa peningkatan skor pengetahuan dan capaian N-Gain. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta. Nilai rata-rata pretest 69,57 meningkat menjadi 94,78 pada posttest (selisih 25,21 poin). Analisis N-Gain mengindikasikan sebagian besar peserta berada pada kategori tinggi, dengan 12 peserta mencapai kategori tinggi (N-Gain=1,0) berdasarkan kriteria Hake (1999). Temuan ini membuktikan bahwa program edukasi berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat secara bermakna. PkM ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan deteksi dini kelainan refraksi mata.