Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

RANCANG BANGUN JARINGAN PEER TO PEER DENGAN KONSEP SEMANTIC OVERLAY NETWORKS Ary Mazharuddin Shiddiqi; A. Zainal Abidin; Waskitho Wibisono
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2010): Network And Security
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peer-to-peer adalah sebuah aplikasi yang menghandle resource dari sejumlah autonomous participant atau user yang terkoneksi secara mandiri. Artinya user dapat mengoneksikan dirinya sesuai dengan keinginannya, tidak terikat oleh struktur jaringan secara fisik. Peer-to-peer menjadi sebuah alternatif aplikasi untuk mencari resource tertentu yang tidak ada di website ataupun alternatif untuk berbagi resource tanpa sebuah web server yang harganya masih tergolong mahal. Di dalam penelitian ini, dikembangkan sebuah aplikasi peer-to-peer yang menerapkan metode semantic overlay networks dalam membangun jaringan. Metode ini membagi peer yang terkoneksi didalam sebuah jaringan berdasar pada kontent dari file yang dishare. Koneksi tersebut tidak lagi dibagi secara random seperti pada sistem peer-to-peer yang ada sekarang ini. Metode ini menyebabkan peer-peer dengan kesamaan konten berada dalam grup yang sama sehingga kemungkinan untuk mendapatkan file atau resource yang dicari akan semakin besar. Selain itu, penggunaan konsep jaringan secara hirarki, memungkinkan untuk lebih mengoptimalkan pencarian, karena apabila sebuah resource tidak bisa ditemukan pada sebuah grup, pencarian akan dilakukan digrup yang lebih umum dari grup tersebut. Keunggulan dari dikembangkannya sistem ini adalah dapat mengurangi waktu pencarian resource, juga yang tidak kalah pentingnya adalah mengurangi beban jaringan, karena query yang tidak diperlukan tidak akan dilewatkan dalam jaringan tersebut.
PEMILIHAN NODE TETANGGA YANG HANDAL DENGAN MEMPERHITUNGKAN SIGNAL STRENGTH DAN LINK QUALITY PADA ZONE ROUTING PROTOCOL DI LINGKUNGAN MANET Ida Bagus Ary Indra Iswara; Waskitho Wibisono
Jurnal Ilmu Komputer Vol 6 No 2: September 2013
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.098 KB)

Abstract

Zone Routing Protocol (ZRP) is a hybrid routing protocol on MANET, because the routing protocol isbase on two protocols, namely IntrAzone Routing Protocol (IARP) and IntErzone Routing Protocol (IERP).Through IARP, each node identifies distance to all nodes in its routing zone. Although the network is very large,the update process is only distribute locally in its routing zone only and not the whole network. While IERPprotocol is responsible to find a route to a node that is located outside the zone. The selection of neighboringnodes completely done by Neighbor Discovery Protocol (NDP), which is performe by the node selection NDP issending beacons broadcast message. NDP only use TTL to decide whether the neighboring nodes in broken ormaintained.In this research, the method of signal strength based link-sensing stability adaptation into the work processof the NDP. This method works based on the signal strength of a node. Signal strength of a node are reliableif the node does not exceed the predetermined threshold value. Reliable nodes that will be stored in theneighbor table and will be a reference to the IARP routing process. Nodes are not reliable will be disconnectedand will not send beacons at the message again.The selection of reliable neighbor nodes by calculating signal strength and link quality is able to improvethe performance of ZRP routing protocols. Protocols tested in scenarios designed by the wide variationarea. The test results showed an increase of 4:13 kbps increase in throughput, a decrease of 9.98 ms e2e delayand routing overhead decreased by 3.83%.
MEKANISME PEMILIHAN MPR DENGAN CONGESTION DETECTION DALAM OLSR PADA MANET I Nyoman Buda Hartawan; Waskitho Wibisono
Jurnal Ilmu Komputer Vol 6 No 2: September 2013
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.942 KB)

Abstract

MANET (Mobile Ad-hoc Network) is a collection of mobile nodes which comunicate each others usingwireless network. MANET does not have fixed network infrastructure. OLSR (Optimized Link State Routing) is arouting protocol in MANET. In OLSR there is a selection of neighbor nodes as MPR (Multi Point Relay) forforwading packet data from source to destination. MANET characteristics which shared medium to comunicatewirelessly, causing congestion vulnerable occurs in intermediate node when packet data transmission fromsource to destination. The congestion that occurs in network can lead to high packet loss and long delay, thuscausing reduction of network performance. This study aims to perform the selection of MPR in OLSR withcongestion detection methods in MANET. Results of the study showed that MPR selection with congestiondetection in OLSR can improve packet delivery ratio and network throughput when packet transmission fromsource to destination. This study simulated on Network Simulator version 2 (NS-2).
PENJADWALAN ALOKASI JOB BERBASIS METODA HEURISTIK PADA LINGKUNGAN GRID INDONESIAN EDUCATION GRID I Nyoman Rudy Hendrawan; Waskitho Wibisono
Jurnal Ilmu Komputer Vol 6 No 2: September 2013
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.504 KB)

Abstract

Scheduling mechanism on a grid system became one of important factor in measuring performance of thegrid system. Moreover, building a grid system which is used for experiment or research is time and cost consuming,and then a grid system simulation can be an alternative. In a previous study has been conducted by designing andsimulating of the grid system which is called Indonesian Education Grid (IndoEdu-Grid). A random allocation jobscheduling method was used in the previous study (the method is called UD-IndoEdu-Grid in the next section).Therefore, in this paper we proposed an allocation job scheduling based on heuristic method called TS-IndoEdu-Grid, and thus expected to improve the performance of the IndoEdu-Grid environment. Experiment results show thatby using the TS-IndoEdu-Grid method could reduce makespan by 20% to UD-IndoEdu-Grid. In flowtime parameterthe TS-IndoEdu-Grid method also produces 94% smaller than the UD-IndoEdu-Grid method
Evaluasi Kinerja Video Streaming Mpeg Dash Menggunakan Protokol Transport Multipath TCP Dany Primanita Kartikasari; Tohari Ahmad; Waskitho Wibisono
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Inspiration Volume 7 Issue 2
Publisher : STMIK AKBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35585/inspir.v7i2.2443

Abstract

Tulisan ini menyampaikan hasil penelitian tentang efek penggunaan Multipath TCP sebagai protokol transport dalam menayangkan video streaming adaptif menggunakan MPEG DASH. Penelitian ini menguji efek penerapan mekanisme congestion control OLIA dengan penjadwal default pada video streaming, untuk dibandingkan dengan penayangan video streaming . Dari hasil penelitian didapatkan bahwa untuk kondisi jaringan yang stabil, TCP memberikan hasil yang lebih baik serta waktu unduh yang lebih kecil dibandingkan dengan MPTCP. Namun demikian dalam kondisi bandwidth yang berfluktuasi dan berbentuk anak tangga, MPTCP memberikan performa yang lebih baik dalam hal pengisian buffer dan dalam parameter waktu unduh.
Perbaikan Mekanisme Sleep Scheduling Secara Dinamis Untuk Jaringan Sensor Nirkabel Berbasis ZigBee Eko Prayitno; Waskitho Wibisono
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Inspiration Volume 6 Issue 1
Publisher : STMIK AKBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35585/inspir.v6i1.90

Abstract

Penelitian ini mengusulkan perbaikan mekanisme penjadwalan tidur untuk mengurangi konsumsi daya pada JSN, dimana penghematan energi dilakukan dengan cara scheduling yang dinamis menggunakan kontrol waktu yang otonom, sehingga dapat melakukan powering down pada node selama proses menganggur (idle). Penelitian ini menyajikan implementasi secara riil dari node sensor nirkabel berdasarkan sistem arsitektur baru, digunakan untuk mengevaluasi pendekatan yang diusulkan melalui pengukuran konsumsi daya, dan menunjukkan bagaimana mekanisme baru secara adaptif memungkinkan melakukan penghematan energi jika dibandingkan dengan mekanisme NSF. Dari segi keaukaratan deteksi kejadian (event) True Positive untuk mendeteksi gas, mekanisme yang diusulkan memeberikan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan mekanisme periodic sleep scheduling, yaitu sebesar 87,5%.
Perbaikan Migrasi Versag Pada Lingkungan Heterogen Misbachul Huda; Waskitho Wibisono
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Inspiration Volume 6 Issue 1
Publisher : STMIK AKBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35585/inspir.v6i1.91

Abstract

Salah satu masalah dalam VERSAG adalah performa migrasi yang rendah. Sebuah mobile agent dalam VERSAG dapat terjebak untuk berpindah pada node yang memiliki sumber daya terbatas. Migrasi mobile agent pada node yang tidak cukup akan berakibat kegagalan. Penelitian ini mengusulkan sebuah metode baru migrasi mobile agent dengan memberikan informasi dari node yang menjadi kandidat tempat migrasi. Mobile agent diberikan kecerdasan untuk memilih node berdasarkan informasi yang diberikan. Berdasarkan pengujian, mobile agent mampu melakukan migrasi pada node yang memiliki waktu respon terbaik dengan persentase 100%.
Metode Deteksi Terputusnya Koneksi Tcp Pada Receiving Host Berdasarkan Packet Inter-Arrival Timeout Pangestu Widodo; Waskitho Wibisono
INTEGER: Journal of Information Technology Vol 2, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.integer.2017.v2i1.96

Abstract

Abstract. Novel Method to Detect Failed TCP Connection on Receiving Host Based on Packet Inter-arrival Timeout. TCP use retransmission timeout (RTO) as a standard mechanism to detect connection failure. Nevertheless, RTO can only be used by the sending host, and not by the receiving host. Until today there is no standardized mechanism for the receiving host to detect connection failure. Meanwhile a study on internet traffic shows that majority of internet traffic is unidirectional. This means the receiving host in majority of internet traffic does not have a standardized method to detect connection failure. This paper propose a novel method to detect failed TCP connection based on history of packet inter-arrival time. Simulation using NS2 shows the effectiveness of the proposed method.Keywords: Failed TCP connection detection, receiving host, packet inter-arrival timeoutAbstrak. TCP menggunakan retransmission timeout (RTO) sebagai mekanisme standar untuk mendeteksi terputusnya koneksi. Namun RTO hanya dapat dimanfaatkan pihak pengirim data (sending host), sedangkan pihak penerima data (receiving host) tidak memiliki mekanisme untuk mendeteksi terputusnya koneksi. Sementara itu sebuah studi menunjukkan bahwa sebagian besar traffic internet bersifat satu arah. Ini berarti pihak penerima data pada sebagian besar traffic internet tidak memiliki metode yang terstandarisasi untuk mendeteksi terputusnya koneksi. Penelitian ini mengajukan sebuah metode baru bagi receiving host untuk mendeteksi terputusnya koneksi TCP berdasarkan jeda waktu antar paket data (packet inter-arrival timeout) yang diterima. Simulasi menggunakan NS2 menunjukkan efektivitas metode yang diajukan.Kata Kunci: Deteksi terputusnya koneksi TCP, receiving host, packet inter-arrival timeout 
Pemilihan Dan Migrasi VM Menggunakan MCDM Untuk Peningkatan Kinerja Layanan Pada Cloud Computing Abdullah Fadil; Waskitho Wibisono
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol 1, No 2, August-2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.986 KB) | DOI: 10.22219/kinetik.v1i2.26

Abstract

Komputasi awan atau cloud computing merupakan lingkungan yang heterogen dan terdistribusi, tersusun atas gugusan jaringan server dengan berbagai kapasitas sumber daya komputasi yang berbeda-beda guna menopang model layanan yang ada di atasnya. Virtual machine (VM) dijadikan sebagai representasi dari ketersediaan sumber daya komputasi dinamis yang dapat dialokasikan dan direalokasikan sesuai dengan permintaan. Mekanisme live migration VM di antara server fisik yang terdapat di dalam data center cloud digunakan untuk mencapai konsolidasi dan memaksimalkan utilisasi VM. Pada prosedur konsoidasi vm, pemilihan dan penempatan VM sering kali menggunakan kriteria tunggal dan statis. Dalam penelitian ini diusulkan pemilihan dan penempatan VM menggunakan multi-criteria decision making (MCDM) pada prosedur konsolidasi VM dinamis di lingkungan cloud data center guna meningkatkan layanan cloud computing. Pendekatan praktis digunakan dalam mengembangkan lingkungan cloud computing berbasis OpenStack Cloud dengan mengintegrasikan VM selection dan VM Placement pada prosedur konsolidasi VM menggunakan OpenStack-Neat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pemilihan dan penempatan VM melalui live migration mampu menggantikan kerugian yang disebabkan oleh down-times sebesar 11,994 detik dari waktu responnya. Peningkatan response times terjadi sebesar 6 ms ketika terjadi proses live migration VM dari host asal ke host tujuan. Response times rata-rata setiap vm yang tersebar pada compute node setelah terjadi proses live migration sebesar 67 ms yang menunjukkan keseimbangan beban pada sistem cloud computing.
Efisien Epidemic: Pemilihan jarak terjauh dan arah pergerakan kendaraan untuk pendistribusian pesan darurat pada VDTN Denar Regata Akbi; Waskitho Wibisono
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol 1, No 2, August-2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.413 KB) | DOI: 10.22219/kinetik.v1i2.29

Abstract

VANET memiliki karakteristik mobilitas kendaraan yang tinggi dan perubahan topologi yang cepat, kondisi tersebut menimbulkan proses komunikasi data yang sering terputus–putus. Teknologi Vehicular Delay Tolerant Network (VDTN) dapat meminimalisir kondisi tersebut. Protokol Epidemic merupakan salah satu protokol yang digunakan untuk pendistribusian pesan pada jaringan vanet. Tetapi mekanisme pada protokol Epidemic menyebabkan jumlah pesan yang relatif banyak, sehingga berdampak pada proses pendistribusian pesan yang tidak efisien dan menurunkan kinerja dari jaringan. Masalah tersebut dapat diselesaikan menggunakan mekanisme pedistribusian pesan menggunakan protokol usulan dari peneliti, yaitu protokol e-Epidemic. Protokol e-Epidemic merupakan pengembangan dari protokol Epidemic dengan memperhatikan arah pergerakan kendaraan dan juga pemilihan kendaraan dengan jarak terjauh. Hasil penelitian berdasarkan jumlah pendistribusian pesan menunjukkan pada protokol e-Epidemic rata-rata jumlah pendistribusian pesan sebanyak 8% dan jumlah pesan penggunaan protokol Epidemic sebesar 92%. Dan berdasarkan nilai Delay, Protokol e-Epidemic hanya memiliki Delay sebesar 17% sedangkan Protokol Epidemic sebesar 83%.