Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIASAAN BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN TEMPAT DI DESA BONTO JAI KECAMATAN BISSAPPU KABUPATEN BANTAENG erlani rappe; ernawati ernawati
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 19, No 2 (2019): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v19i2.1220

Abstract

Masalah penyehatan lingkungan permukiman khususnya pada pembuangan tinja merupakan salah satu dari berbagai masalah kesehatan yang perlu mendapatkan prioritas.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan Tempat di Desa Bonto Jai Kabupaten Bantaeng. Metode penelitian yaitu metode observasional dengan pendekatan deskriptif, menggunakan Uji Chi-Square dengan jumlah sampel yaitu sebanyak 113 KK. Berdasarkan hasil penelitian, responden yang berpengetahuan baik 64 KK(56,63%) dan yang berpengetahuan kurang 49 KK(43,37%),responden yang bersikap baik 9 KK(7,97%) dan yang bersikap kurang 104 KK(92,03%), responden yang memiliki tindakan baik 105 KK(92,92%) dan yang memiliki tindakan kurang 8 KK (7,08%), responden yang memiliki sosial ekonomi tinggi 57 KK(50,44%) sedangkan responden yang memiliki sosial ekonomi rendah 56 KK(49,56%), responden yang memiliki Penyediaan Air Bersih 111KK (98,23%) sedangkan yang tidak memiliki Penyediaan Air Bersih  2 KK (1,77%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, sikap, tindakan dan sosial ekonomi terhadap kebiasaan buang air besar sembarangan tempat dan tidak ada hubungan antara penyediaan air bersih dengan kebiasaan buang air besar sembarangan tempat. Saran yaitu masih perlu dilakukan penyuluhan kesehatan lingkungan khususnya tentang jamban keluarga.
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU (Studi Kepustakaan ) Erlani Rappe; Nur Ainun Oktaviani Astri
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 20, No 2 (2020): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v2i20.1749

Abstract

 ABSTRAKRumah adalah  bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. Konstruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor resiko sumber penularan berbagai jenis penyakit.Salah satu penyakit yang erat kaitannya dengan kondisi fisik rumah adalah TB Paru.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian TB Paru.  Jenis Penelitian adalah studi kepustakaan yang bersifat pencarian literatur jurnal hasil penelitian terdahulu yang telah dipublikasikan dan mengkaji hubungan variabel bebas dan variabel terikat.Hasil dari penelitian literatur dengan menggunakan 14 jurnal penelitian Yaitu : Presentasi hubungan antara Kelembapan dengan kejadian TB Paru (71,4%), presentasi hubungan antara Suhu dengan kejadian TB Paru yaitu (14,3%), presentasi hubungan antara Ventilasi dengan kejadian TB Paru yaitu (92,9%), presentasi hubungan antara Pencahayaan dengan kejadian TB Paru yaitu (71,4%) dan Presentasi hubungan antara Kepadatan Hunian dengan kejadian TB Paru yaitu (85,7%).Dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik rumah memiliki hubungan dengan kejadian TB Paru dan menjadi media penularan serta perkembang biakan mycobacterium tuberculosis.Pentingnya penyuluhan tentang rumah sehat yang memenuhi syarat terhadap kejadian TB Paru dan memberikan edukasi tentang TB Paru baik cara mencegah penularan dan sebagainya.
ANALISIS PENANGANAN SAMPAH OLEH IBU RUMAH TANGGA DI PULAU SAPULI KABUPATEN PANGKEP Erlani erlani
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2017): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.484 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v12i1.224

Abstract

Banyaknya sampah merupakan tujuan penelitian mengetahui kepemilikan wadah sampah , mengetahui pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan sampah, dan  mengetahui faktor-faktor  yang mempengaruhi ibu rumah tangga dalam penanganan sampah di Pulau Sapuli. Desain atau jenis  yang digunakan dalam penelitian ini adalah   deskriptif  dengan analisis kualitatif dan kuantitatif, yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi   ibu rumah tangga dalam penanganan sampah di pulau Sapuli Kabupaten Pangkep. Hasil penelitian diperoleh wadah atau sarana untuk penanganan sampah yang dimiliki ibu rumah tangga berjumlah 43  (31%). Penanganan sampah yang meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan  pemrosesan akhir sampah,  diperoleh data  sebanyak  90 ( 65,69%)  responden  tidak menangani sampahnya. Faktor-faktor  yang mempengaruhi penanganan sampah oleh ibu rumah tangga meliputi; penyuluhan, sarana prasarana, peran serta masyarakat, perilaku (pengetahuan, sikap, dan tindakan). Uji regresi logistik dengan  korelasi bersama dengan variabel lainnya terhadap penanganan sampah (korelasi majemuk) dengan teknik Chi-Square didapat nilai Chi-Square 70,600 dengan nilai Sig 0.000 < 0.05 berarti secara bersama-sama penyuluhan, peran serta masyarakat, sarana prasarana, pengetahuan, sikap, dan tindakan berhubungan dengan penanganan sampah. Adapun koefisien determinan regresi logistik yakni 0,556 sehingga dapat dikatakan kontribusi variabel penyuluhan, peran serta masyarakat, sarana prasarana, pengetahuan, sikap, dan tindakan terhadap penanganan sampah adalah sebesar 56%.
Analisis Penanganan Sampah oleh Ibu Rumah Tangga di Pulau Sapuli Kabupaten Pangkep Erlani Erlani; Abdur Rivai; Juherah Juherah
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik9115

Abstract

Waste management on Sapuli Island is a classic problem that has not been resolved because of the lack of behavior or public awareness of environmental cleanliness. Generally, this garbage comes from the activities of residents who litter, both organic and inorganic waste in the form of drink bottles, plastic food boxes, and other plastic materials. The purpose of this research is to know the ownership of waste containers, to know the sorting, collection, transportation and processing of waste; and knowing the factors that influence housewives in handling waste in Sapuli Island. The design of this research was descriptive with qualitative and quantitative analysis, namely to determine the factors that influence housewives in handling waste in Sapuli Island, Pangkep Regency. The results showed that the facilities for handling waste owned by housewives were 43 (31%). Waste handling, which includes sorting, collecting, transporting, processing, and final processing of waste, showed that the data of 90 (65.69%) respondents did not handle their waste. The factors that influence the handling of waste by housewives include counseling, infrastructure, community participation, behavior (knowledge, attitudes, and actions). The test independently turned out to be only facilities and infrastructure, and attitudes were significant because the p-value was 0.003 and 0.000. As for counseling, community participation, knowledge and action; p-value> 0.05; this means that counseling, community participation, knowledge and actions did not have a significant effect on waste management by housewives. Logistic regression test showed p-value = 0.000; it means together counseling, community participation, infrastructure, knowledge, attitudes, and actions related to waste management. The logistic regression determinant coefficient was 0.556; So it can be said that the contribution of extension variables, community participation, infrastructure, knowledge, attitudes, and actions towards waste management is 56%. Keywords: waste handling; housewife ABSTRAK Pengelolaan sampah di Pulau Sapuli menjadi masalah klasik yang belum terselesaikan karena perilaku atau kesadaran masyarakat yang masih kurang terhadap kebersihan lingkungan. Sampah-sampah tersebut umumnya berasal dari kegiatan aktivitas penduduk yang membuang sampah sembarangan, baik sampah organik maupun anorganik berupa botol minuman, kotak-kotak makanan dari plastik, dan bahan plastik lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kepemilikan wadah sampah, mengetahui pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan sampah; dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu rumah tangga dalam penanganan sampah di Pulau Sapuli. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan analisis kualitatif dan kuantitatif, yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu rumah tangga dalam menangani sampah di Pulau Sapuli, Kabupaten Pangkep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana untuk penanganan sampah yang dimiliki ibu rumah tangga berjumlah 43 (31%). Penanganan sampah yang meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir sampah, menunjukkan bahwa data sebanyak 90 (65,69%) responden tidak menangani sampahnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi penanganan sampah oleh ibu rumah tangga meliputi penyuluhan, sarana prasarana, peran serta masyarakat, perilaku (pengetahuan, sikap, dan tindakan). Pengujian secara sendiri-sendiri ternyata hanya sarana dan prasarana, dan sikap yang signifikan karena p-value 0,003 dan 0,000. Sedangkan untuk penyuluhan, peran serta masyarakat, pengetahuan dan tindakan; p-value >0,05; artinya penyuluhan, peran serta masyarakat, pengetahuan dan tindakan tidak punya pengaruh yang signifikan terhadap penanganan sampah oleh ibu rumah tangga. Uji regresi logistik menunjukkan p-value = 0,000; berarti secara bersama-sama penyuluhan, peran serta masyarakat, sarana prasarana, pengetahuan, sikap, dan tindakan berhubungan dengan penanganan sampah. Adapun koefisien determinan regresi logistik yakni 0,556; sehingga dapat dikatakan kontribusi variabel penyuluhan, peran serta masyarakat, sarana prasarana, pengetahuan, sikap, dan tindakan terhadap penanganan sampah adalah sebesar 56%. Kata kunci: penanganan sampah; ibu rumah tangga
HUBUNGAN KONDISI SARANA SANITASI DENGAN TINGKAT KEPUASAN WISATAWAN DI KAWASAN WISATA PANTAI TANJUNG BIRA KECAMATAN BONTOBAHARI KABUPATEN BULUKUMBA Taufik Hidayat; Erlani Erlani
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 22, No 1 (2022): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v22i1.2646

Abstract

Tempat wisata merupakan tempat umum, karena menjadi tempat berkumpul orang banyak untuk melakukan kegiatan, sehingga akan meningkatkan terjadinya kontak, baik antar manusia itu sendiri maupun antara manusia dan lingkungan. Hal tersebut memungkinkan bagi terjadinya penularan penyakit, baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga diperlukan upaya penerapan sanitasi tempat umum, termasuk dalam melengkapi sarana sanitasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi sarana sanitasi dengan tingkat kepuasan wisatawan di kawasan wisata Pantai Tanjung Bira Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba. Metode  penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dengan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan analisis data melakukan uji statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari empat variabel yang diteliti menunjukkan adanya hubungan dengan kepuasan wisatawan yaitu sarana air bersih p= 0,002<0.05 ,toilet umum p= 0,019<0,05, pembuangan air limbah p= 0,004< 0,05 dan sarana tempat sampah p= 0,017< 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa dari 4 variabel yang diteliti yaitu sarana air bersih,toilet umum,pembuangan air limbah dan sarana tempat sampah menunjukkan adanya hubungan dengan kepuasan wisatawan. Diharapkan kepada pengelola pantai Tanjung Bira dapat meningkatkan kualitas kondisi sarana sanitasi yang ada, serta selalu melakukan pengawasan dan dilakukan penyuluhan kepada pengelola tempat wisata, tentang hal-hal yang terkait dengan aspek penyediaan sarana sanitasi.
The Difference in Concentration Ability Tomato Leaf Extract (Sollanum lycpersicum l.) Against Larvae of Power Kill Aedes aegypti Nidaul Husna; Erlani; Ashari Rasjid
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 8 No 1 (2022): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Aedes aegypti mosquito is a vector carrying Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) which is commonly found in tropical and subtropical areas which can cause outbreaks and can cause death in a short period of time. Infectious diseases are still a public health problem caused by the mosquito vector Aedes Aegypti, therefore control is needed to break the chain of disease transmission by eradicating using larvicides. The purpose of this study was to determine the effect of different concentrations of tomato leaf extract (Solanum Lycopersicum L.) on the killing power of larvae Aedes Aegypti. This type of research is experimental research. The sample in this study was 20 larvae for Aedes Aegypti each treatment, so a total of 300 larvae used were exposed to tomato leaf extract concentrations of 0.8%, 1%, and 1.2%. Observations were made for 24 hours with an interval of 4 hours and were replicated three times. The results showed that tomato leaf extract (Solanum Lycopersicum L.) on the killing power of larvae Aedes Aegypti at a concentration of 0.8% was able to kill 9 larvae within 24 hours, a concentration of 1% was able to kill 11 larvae within 24 hours, and a concentration of 1 ,2% was able to kill 14 larvae within 24 hours. The conclusion of this study the concentration of 1,2% tomate leaf extract was 70% effective in killing larvae Aedes Aegypti. Keywords : Tomato Leaf Extract, Aedes aegypti Larvae
Kemampuan Ekstrak Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus L. Merr) Dalam Mematikan Jentik Nyamuk Culex sp Marlita Pasinggi; Erlani Erlani; Haderiah Haderiah
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 22, No 2 (2022): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v22i2.2905

Abstract

ABSTRACTCulex sp mosquitoes are known as a type of mosquito vector that can transmit filariasis. Filariasis (elephantiasis) is a disease caused by filarial worms. Control to reduce mosquitoes so far is still focused on chemical control which has a negative impact on the environment, it is necessary to develop the use of pesticides that are environmentally friendly and easily biodegradable.The purpose of this study was to determine the ability of pineapple peel extract to kill Culex sp. This type of research is experimental research. The sample in this study was 20 Culex sp larvae per treatment, so the total larvae used were 300 larvae which would be exposed to pineapple peel extract with concentrations of 1%, 2%, 3% and 4%, whose mortality was calculated every 60 minutes for 3 hours, with 3 repetitions.The results showed that pineapple peel extract at a concentration of 1% was able to kill Culex sp larvae with a mortality percentage of 25%, a concentration of 2% with a mortality percentage of 30%, a concentration of 3% with a mortality percentage of 35%, while at a concentration of 4% it was able to kill 12 larvae. which is the highest percentage of deaths with a mortality percentage of 60%.The conclusion of this study was that pineapple peel extract was only able to kill Culex sp larvae up to 60% so it was not said to be effectivebecause it had not killed larvae up to 80%.
ANALISIS KONDISI SANITASI KAPAL PENUMPANG YANG SANDAR DI PELABUHAN KEPULAUAN SELAYAR Andi Nur Fadilah; Erlani Erlani
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 23, No 1 (2023): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v23i1.3197

Abstract

Masalah sanitasi merupakan hal penting yang mendukung tercapainya kesehatan masyarakat baik yang ada diwilayah pelabuhan maupun sekitarnya, pelabuhan yang bersih aman dan nyaman dapat menciptakan pekerja pelabuhan yang sehat dalam melaksanakan aktifitasnya. Kondisi sanitasi pada kapal masih kategori buruk dimana sampah di atas kapal masih ada yang berserakan sehingga kotor serta kondisi toilet diatas kapal berbau dan terlihat kotor.           Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sanitasi kapal penumpang yang sandar di pelabuhan Kepulauan Selayar. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dan penentuan sampel secara purposive sampling. Jumlah kapal yang diperiksa sebagai sampel sebanyak 5 dengan instrumen pengukuran  menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa kondisi sanitasi kapal pada variabel ruangan terdapat 1 kapal yaitu K.M Kormolin ada dua komponen yang tidak memenuhi syarat yaitu dapur dan ruang fasilitas medis, kondisi toilet/wc dari 5 kapal 1 kapal tidak memenuhi syarat, vektor dan binatang penular penyakit 1 kapal tidak memenuhi syarat, pengelolaan makanan minuman dari 5 kapal telah memenuhi syarat dan pengelolaan limbah dari 5 kapal dua komponen yang tidak memenuhi syarat yaitu pengelolaan limbah cair dan pengelolaan air ballast. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat 4 kapal yang memenuhi syarat dan 1 kapal tidak memenuhi syarat yaitu K.M Kormolin. Saran sebaiknya pihak terkait melakukan upaya pengelolaan limbah cair dan air ballast karena mengandung bahan kimia yang bisa mencemari lingkungan olehnya itu dibutuhkan pengelolaan sebelum dibuang.Kata kunci : Sanitasi, Kapal Penumpang.
ANALISIS KONDISI SANITASI KAPAL PENUMPANG YANG SANDAR DI PELABUHAN KEPULAUAN SELAYAR Andi Nur Fadilah; Erlani Erlani
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 23 No 1 (2023): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v23i1.408

Abstract

Masalah sanitasi merupakan hal penting yang mendukung tercapainya kesehatan masyarakat baik yang ada diwilayah pelabuhan maupun sekitarnya, pelabuhan yang bersih aman dan nyaman dapat menciptakan pekerja pelabuhan yang sehat dalam melaksanakan aktifitasnya. Kondisi sanitasi pada kapal masih kategori buruk dimana sampah di atas kapal masih ada yang berserakan sehingga kotor serta kondisi toilet diatas kapal berbau dan terlihat kotor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sanitasi kapal penumpang yang sandar di pelabuhan Kepulauan Selayar. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dan penentuan sampel secara purposive sampling. Jumlah kapal yang diperiksa sebagai sampel sebanyak 5 dengan instrumen pengukuran menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa kondisi sanitasi kapal pada variabel ruangan terdapat 1 kapal yaitu K.M Kormolin ada dua komponen yang tidak memenuhi syarat yaitu dapur dan ruang fasilitas medis, kondisi toilet/wc dari 5 kapal 1 kapal tidak memenuhi syarat, vektor dan binatang penular penyakit 1 kapal tidak memenuhi syarat, pengelolaan makanan minuman dari 5 kapal telah memenuhi syarat dan pengelolaan limbah dari 5 kapal dua komponen yang tidak memenuhi syarat yaitu pengelolaan limbah cair dan pengelolaan air ballast. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat 4 kapal yang memenuhi syarat dan 1 kapal tidak memenuhi syarat yaitu K.M Kormolin. Saran sebaiknya pihak terkait melakukan upaya pengelolaan limbah cair dan air ballast karena mengandung bahan kimia yang bisa mencemari lingkungan olehnya itu dibutuhkan pengelolaan sebelum dibuang. Kata kunci : Sanitasi, Kapal Penumpang