Miswar Miswar
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Dimensions of Love and Human Wisdom: Jalaluddin Rumi's View in Etnosufistic Perspective Pangulu Abdul Karim; Miswar Miswar; Muqarramah Sulaiman Kurdi
Dialogia Vol 20, No 1 (2022): DIALOGIA : JURNAL STUDI ISLAM DAN SOSIAL
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/dialogia.v20i1.3913

Abstract

This study aims to describe the dimensions of love and human wisdom according to Jalaluddin Rumi. This research is qualitative research with a library research model studied with an ethnosufistic approach. The primary data of the research is the book of Fīhī mā fīh by Jalaluddin Rumi. The data collection technique is done by documentation. The researcher systematically documents the data of the trilogy of love and human wisdom in the book according to the specified theme/fasl. Meanwhile, data analysis was carried out descriptively-interpretatively. The research results mention; human love and wisdom, according to Rumi, is divided into three dimensions; man to Allah SWT; human to human; and humans to nature. This is stated in the book of Fīhī mā fīh Article 1 "All because of Allah SWT"; Article 2 "Humans are astrolabes of Allah SWT"; Article 14 "from and for Allah". Human love and wisdom for humans is stated in Article 4, "We glorify the descendants of Adam"; Article 6 ", A believer is a mirror for other believers"; and Article 17 ", Humans are a combination of angels and animals". Human love and wisdom with nature is stated in Article 34, "God's Earth is wide"; Article 37 ", From that ocean, these drops come from; Article 46 ", Nature is the medium of the transfiguration of Allah SWT."
REAKTUALISASI PENDIDIKAN AKHLAK DI ERA DIGITAL: TANTANGAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN PADA GENERASI Z Miswar Miswar; Rahma Maulida Rambe
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di era digital membawa dampak ganda bagi Generasi Z, baik berupa kemudahan akses informasi maupun tantangan degradasi moral yang eksponensial. Artikel ini bertujuan untuk merumuskan strategi reaktualisasi nilai-nilai pendidikan akhlak yang relevan bagi Generasi Z di lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, artikel jurnal bereputasi, dan buku teks terkait pendidikan Islam, psikologi perkembangan, dan teknologi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan konvensional yang bersifat doktriner, linier, dan satu arah tidak lagi efektif untuk menghadapi dinamika psikologis Generasi Z. Diperlukan transformasi strategi secara struktural dan metodologis melalui implementasi metode blended learning, internalisasi nilai lewat proyek konten digital positif, penguatan literasi digital berbasis tabayyun, serta optimalisasi peran guru sebagai fasilitator dan teladan (uswah hasanah) berbasis siber. Reaktualisasi ini penting dilakukan agar kurikulum pendidikan Islam memiliki daya kenyal (resilience) dan tidak gagap dalam menghadapi arus disrupsi teknologi yang terus berkembang.
Implementasi Strategi Pembelajaran Aktif (Active Learning) dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa di SMP Negeri 1 Simpang Kanan Febriyanti Febriyanti; Mardianto Mardianto; Miswar Miswar
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Implementasi Strategi Pembelajaran Aktif (Active Learning) dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa di SMP Negeri 1 Simpang Kanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi strategi pembelajaran aktif dalam pembelajaran PAI, mendeskripsikan keaktifan siswa, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi guru beserta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri dari guru Pendidikan Agama Islam dan siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Simpang Kanan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan pedoman wawancara dan lembar observasi sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi pembelajaran aktif dilakukan melalui kegiatan apersepsi, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, pembelajaran mandiri, dan refleksi. Strategi tersebut mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam bertanya, menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, dan bekerja sama selama pembelajaran. Adapun hambatan yang dihadapi guru meliputi keterbatasan waktu, kondisi kelas yang kurang kondusif, keterbatasan fasilitas, serta perbedaan kemampuan siswa. Untuk mengatasinya, guru melakukan pendekatan individu, menerapkan tutor sebaya, memberikan tugas sesuai kemampuan siswa, dan memberikan apersepsi sehingga proses pembelajaran menjadi lebih aktif dan terarah.
Implementasi Program Maghrib Mengaji dalam Membentuk Sikap Spiritual Remaja di Kelurahan Sei Kera Hilir I Ilham Armanda Harahap; Azizah Hanum OK; Miswar Miswar
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan sikap spiritual remaja melalui Program Maghrib Mengaji sebagai salah satu bentuk pendidikan Islam nonformal berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi Program Maghrib Mengaji dalam membentuk sikap spiritual remaja di Kelurahan Sei Kera Hilir I. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Badan Kemakmuran Masjid (BKM), ustadz dan ustadzah Program Maghrib Mengaji, serta remaja peserta program. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan Program Maghrib Mengaji dilakukan melalui penyusunan jadwal kegiatan, pembagian tugas pembina, dan penentuan jadwal azan sehingga pelaksanaan program berlangsung secara teratur dan terarah. Pelaksanaan program diwujudkan melalui pembiasaan ibadah, pembelajaran Iqra' dan Al-Qur'an, penyampaian materi keagamaan, serta bimbingan yang disesuaikan dengan kemampuan peserta. Pelaksanaan tersebut berkontribusi terhadap pembentukan sikap spiritual remaja yang ditandai dengan meningkatnya kedisiplinan beribadah, kebiasaan membaca Al-Qur'an, sikap hormat kepada guru, dan kesadaran mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi program dilakukan secara berkelanjutan melalui penilaian kemampuan membaca Al-Qur'an, pengulangan materi, dan pemantauan perkembangan peserta sebagai dasar pemberian bimbingan lanjutan. Dengan demikian, implementasi Program Maghrib Mengaji yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi secara terpadu berkontribusi dalam membentuk sikap spiritual remaja di Kelurahan Sei Kera Hilir I.
Pembentukan Karakter Religius Siswa Melalui Literasi Al-Qur'an di MTsPN 4 Medan Adinda Ramadani; Mahariah Mahariah; Miswar Miswar
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran literasi Al-Qur’an dalam pembentukan karakter religius siswa di MTsPN 4 Medan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala madrasah, guru pembina, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi Al-Qur’an dilaksanakan secara rutin melalui tadarus 15 menit sebelum pembelajaran, program tahfiz, dan pembacaan Surah Yasin setiap Jumat. Kegiatan tersebut menumbuhkan karakter religius siswa berupa disiplin, tanggung jawab, hormat kepada guru, sopan santun, kebiasaan berdoa, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Keberhasilan program didukung oleh komitmen guru, dukungan orang tua, antusiasme siswa, dan fasilitas madrasah, sedangkan hambatannya adalah keterbatasan waktu serta perbedaan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa.